Anda di halaman 1dari 19

KELOMPOK 2:

 
TRIFANI ZIPORA (46116053)
AGNES NOVALNI GERUNGAN (46116059)
WAYAN YUDAWIJAYA (46116067)
RURY NOVITA SIBULO (46116070)
DIAN FAJRIN (46116072)

STRATEGI PERPAJAKAN
A. STRATEGI DASAR

 Mohammad Zain (2005 : 43) mendefinisikan bahwa :


“Perencanaan pajak adalah proses mengorganisasi usaha
Wajib Pajak atau kelompok Wajib Pajak sedemikian rupa
sehingga utang pajaknya, baik wajib pajak penghasilan
maupun pajak-pajak lainnya, berada dalam posisi yang
paling minimal sepanjang hal ini dimungkinkan oleh
ketentuan perundang-undangan perpajakan maupun
secara komersial.”
Tujuan Tax Planning Tahapan Tax Planning

Tujuan tax planning secara lebih khusus  Menganalisis informasi yang ada (analyzing


ditujukan untuk memenuhi hal-hal sebagai the existing data base)
berikut :  Membuat satu atau lebih model kemungkinan
• Menghilangkan/menghapus pajak sama jumlah pajak(designing one or more possible
sekali tax plans)
 Mengevaluasi pelaksanaan perencanaan
• Menghilangkan/menghapus pajak dalam
pajak (evaluating a tax plan)
tahun   berjalan
 Mencari kelemahan dan memperbaiki kembali
• Menunda pengakuan penghasilan
rencana pajak(debugging the tax plans)
• Mengubah penghasilan rutin berbentuk  Memutakhirkan rencana pajak (updating the
capital gain tax plan)
Strategi dalam Tax
Aspek-aspek Planning
dalam Tax Planning
 Pergeseran pajak
 Aspek Formal (shifting) 
dan Administratif  Kapitalisasi
 Aspek Material  Transformasi
 Tax Evasion
 Tax Avoidance
B. LANGKAH-LANGKAH POKOK DALAM STRATEGI

3. Pengembangan
2. Situasi sekarang
1. Menetapkan rencana atau
dan identifikasi
sasaran atau tujuan perangkat tindakan
pendukung dan
manajemen pajak untuk mencapai
penghambat tujuan
tujuan
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

1. Strategi Umum
 Tax Saving
 Tax Avoidance
 Menghindari Pelanggaran Terhadap Peraturan Perpajakan yang Berlaku.  
 Penundaan Pembayaran Kewajiban Pajak
 Mengoptimalkan Kredit Pajak yang Diperkenankan
 Hindarkan Lebih Bayar Akibat Salah Tulis / Salah Hitung
 Hindarkan Pelanggaran Terhadap Peraturan Perpajakan
 Menghindarkan pelanggaran terhadap peraturan perpajakan
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

2. Strategi Perencanaan Pajak untuk Efesiensi Pajak Penghasilan Badan


 Menunda Penghasilan
 Mempercepat Pembebanan Biaya
 Mengoptimalkan Pengkreditan Pajak yang Telah Dibayar
 Mengajukan Permohonan Pengurangan Pembayaran Angsuran PPh pasal 25
 Mengelola Transaksi yang Biayanya Tidak Boleh Dikurangkan Secara Fiskal
 Penyertaan pada Perseroan Terbatas Dalam Negeri
 Merger antara Perusahaan yang Terus Menerus Rugi dengan Perusahaan yang Laba
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

Lanjutan
 Transaksi Afiliasi
 Piutang Tak Tertagih
 Bunga Pinjaman dan Deposito
 Biaya Entertaiment
 Pendanaan Aktiva Tetap melalui Sewa Guna Usaha dengan Hak Opsi
 Ekualisasi biaya yang terkait dengan objek PPh Pasal 21, 23/26, dan 4(2)
 Ekualisasi omzet penjualan menurut SPT Tahunan PPh Badan dengan penyerahan
menurut SPT Masa PPN selama satu tahun pajak
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

3. Strategi Perencanaan Pajak Untuk Efisiensi PPh Pasal 21


 Memahami Ketentuan PPh Pasal 21 dan Klasifikasi Objek PPh Pasal 21
 Memahami Saat Terutangnya Pajak
 Memahami Perlakuan Akuntansi untuk PPh Pasal 21
 Menentukan benefit in cash atau benefit in kind untuk penghasilan pegawai
 Perlakuan pemberian uang tips yang dicatat ke dalam biaya entertainment
 Ekualisasi Biaya yang Terkait dengan Objek PPh Pasal 21
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

4. Strategi Perencanaan Pajak Untuk Efisiensi PPh Pasal 22


 Memahami ketentuan PPh Pasal 22 dan aturan pelaksanaannya.
 Khusus untuk perusahaan yang sering melalukan impor barang dan harus
membayar PPh Pasal 22 sebagai prepaid tax.
 Khusus untuk BUMN/D yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

5. Strategi Perencanaan Pajak Untuk Efisiensi PPh Pasal 23


 Pahami ketentuan yang mengatur PPh Pasal 23 dan tarif pemotongannya.
 Pahami saat terutangnya pajak, yaitu saat mana yang lebih dulu antara terutang
(accrual basis) atau dibayarkan (cash basis), yang merujuk pada ketentuan Pasal 23
UU PPh.
 Pemisahan antara tagihan material dan jasa
 Pastikan bahwa di dalam kontrak tentang pengadaan jasa
 Waspadai penagihan dari perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (labor/manpower
supplier).
 Ekualisasi biaya yang terkait dengan objek PPh Pasal 23
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

6. Strategi Perencanaan Pajak Untuk Efisiensi PPh Pasal 26


 Pahami ketentuan PPh Pasal 26 secara komprehensif.
 Pahami saat terutangnya pajak
 Pahami isi tax treaty untuk tiap Negara
 Manfaatkan Tax Havens Countries untuk meminimalkan Beban Pajak (tax burden).
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

7. Strategi Perencanaan Pajak Untuk Efisiensi PPh Pasal 4 (2)


 Tingkatkan pemahaman yang komprehensif terhadap ketentuan PPh Pasal 4(2)
khususnya yang terkait dengan sewa tanah dan atau bangunan.
 Pahami saat terutangnya pajak, yaitu saat mana yang lebih dulu antara saat terutang
(accrual basis) atau saat dibayarkan (cash basis)
 Ekualisasi biaya yang terkait dengan objek PPh Pasal 4(2)
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

8. Strategi Perencanaan Pajak Untuk Efisiensi PPh Pasal 15


 Tingkatkan pemahaman yang komprehensif terhadap ketentuan PPh Pasal
 Pahami saat terutangnya pajak, yaitu saat mana yang lebih dulu antara saat terutang
(accrual basis) atau saat dibayarkan (cash basis).
 Ekualisasi biaya yang terkait dengan objek PPh Pasal 15
C. ALTERNATIF STRATEGI DALAM PERENCANAAN PAJAK

9. Strategi Perencanaan Pajak Untuk Pajak Pertambahan Nilai


 Efisiensi Pajak Keluaran
 Efisiensi Pajak Masukan
D. PENGGUNAAN METODE AKUNTANSI DAN PERIODE
AKUNTANSI DALAM PERENCANAAN PAJAK

1. Umum
 Metode akuntansi terbaik yang akan dipergunakan oleh wajib pajak, sangat
bergantung kepada bentuk usaha dan ukuran besarnya perusahaan yang
bersangkutan serta sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Dalam undang-
undang pajak tidak terdapat pasal yang mengharuskan Wajib Pajak untuk
menggunakan method akuntansi tertentu, tetapi hanya mengharuskan bahwa :
“ Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan
bebas dan Wajib Pajak badan di Indonesia, wajib menyelenggarakan pembukuan”.
2. Metode Akunting
Pada dasarnya ada dua prinsip metode akuntansi yang digunakan, yaitu:
a. Prinsip penerimaan dan pengeluaran kas(cash basis)
b. Prinsip akrual (accrual basis)
3. Periode Akuntansi
Pemakaian tahun pajak, baik berdasarkan tahun takwim
atau tahun buku harus taat asas (konsisten) . Hal ini
terutama untuk mencegah kemungkinan adanya
penggeseran laba atau rugi,apabila Wajib Pajak diberi
kebebasan untuk setiap saat berganti tahun pajaknya. Oleh
karena itu ,apabila wajib pajak ingin mengadakan perubahan
tahun pajak,maka kepadanya diwajibkan untuk terlebih
dahulu meminta persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak.
TERIMA KASIH