Anda di halaman 1dari 29

 

 
Kolesterol Tinggi dan Penyakit Yang Ditimbulkannya

By: Dr. David R. Wibowo, Sp.Ok


Kolesterol adalah zat berwarna putih
seperti lilin yang dapat ditemukan di
setiap dinding sel tubuh
Bermanfaat dalam jumlah tepat
Berbahaya jika berlebih

MANFAAT KOLESTEROL
• Sumber Cadangan energi
• Pembentukan dinding sel
• Pembentukan hormon

BAHAYA KOLESTEROL BERLEBIH


melekat pada dinding pembuluh darah
sehingga terjadi Aterosklerosis
Sumber Kolesterol
Jenis lemak
Lemak tidak jenuh : Tidak menjadi padat
pada suhu kamar. Bersifat bermanfaat bagi
tubuh. Dianjurkan untuk dikonsumsi.
Contoh ; minyak jagung, kacang, minyak
olive, kenari, alpukat, kacang kedelai, ikan,
bunga matahari.

Lemak Jenuh : Menjadi padat pada suhu


kamar. Bersifat merugikan tubuh. Tidak
dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah
banyak. Contoh; susu, mentega, keju, es
krim, daging, coklat, kelapa, minyak kelapa,
minyak sawit, kuning telur, kulit ayam.

Trans fat : Bersifat sangat merugikan tubuh.


Contoh; Snack, margarine, french fries,
gorengan, fast food.
7
Gejala Penyakit Akibat Kolesterol Tinggi

• Tidak ada gejala terdeteksi.


• Hanya dapat diketahui dari pemeriksaan
darah.
• Bila pembuluh nadi sudah tersumbat timbul
penyakit : HEART ATTACK, STROKE, NYERI
PADA KAKI.

8
MACAM – MACAM
KOLESTEROL
# Kolesterol LDL ( Low Density Lipoprotein) –
densitas rendah

# Kolesterol HDL ( High Density Lipoprotein)


densitas tinggi

# Trigliserida ( TG )

9
HDL Kolesterol LDL Kolesterol
• Kolesterol baik • Kolesterol jahat
• Melindungi dari PJK • Faktor risiko PJK
• Memindahkan kolesterol dari arteri • Menimbun kolesterol di arteri
• Kadar HDL tinggi, risiko PJK turun • Kadar yang tinggi perlu diwaspadai
• Salah satu komponen lemak dalam darah yang
juga bermanfaat sebagai sumber energi, sumber:
Karbohidrat seperti nasi, tepung,dll.
• Trigliserida tinggi biasanya disebabkan oleh
kegemukan dan gaya hidup kurang berolah raga
Nilai Normal Pemeriksaan Lab Profil
Lemak
Akurat  harus puasa + 10-12 jam (terutama pemeriksaan Trigliserida)

Kolesterol Total : normal/optimal : < 200 mg/dL


batas tinggi : 200-239 mg/dl
> 240 mg/dl : tinggi

Trigliserida : normal/optimal : < 150 mg/dL


batas tinggi : 150-199 mg/dl
> 240 mg/dl : tinggi

LDL (kolesterol jahat) : normal/optimal : < 130 mg/dL


batas tinggi : 130-159 mg/dl
> 160 mg/dl : tinggi

HDL (kolesterol baik) : pria > 40 mg/dL


wanita > 50 mg/dL
Dislipidemia

Gangguan metabolisme lemak


yang ditandai oleh kombinasi Kolesterol Total
2 atau lebih kelainan pada
pemeriksaan profil lipid Trigliserida
Proses Penyumbatan Pembuluh Darah Akibat Gangguan Metabolisme
Lemak
mbuluh darah yang mengalami aterosklerosis dan trombos
Penyakit Penyumbatan pembuluh
darah
 Atherosklerosis : pembentukkan kerak (plak) di
dalam pembuluh darah yang menyebabkan
penyempitan pembuluh darah.
 Kerak dapat mengelupas dan menyebabkan
timbulnya bekuan darah yang menyumbat aliran
darah ( “thrombosis”)

16
Penyumbatan Pembuluh Darah akan berakibat
klinik pada organ vital tubuh
 Penyakit
pembuluh otak Stroke

 Penyakit Pembuluh Hipertensi


tepi

 Penyakit
Jantung Koroner Gagal Jantung Kematian
Infark Jantung

 ↓Daya filtrasi ginjal


↑Proteinuria Gagal Ginjal
↑Sklerosis Pembuluh Ginjal
18
Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan faktor risiko terjadinya


penyakit jantung & pembuluh darah:
• Peningkatan pengerasan / kekakuan
pembuluhdarah akibat dislpidemia aterosklerosis,
• Peningkatan Tekanan Darah,
• Peningkatan gula darah,
• Peningkatan faktor kekentalan darah
• Peningkatan faktor pencetus radang

Peningkatan risiko menjadi Diabetes & Stroke

SlametS 19
Kriteria Diagnostik Sindrom Metabolik
Diagnosis Sindrom Metabolik ditegakkan bila ditemukan> 3 kriteria berikut
Faktor risiko Nilai batas Nilai batas
(ATPIII) tahun (ATP III modifikasi tahun 2004)
2001)
Obesitas abdominal
(Lingkar pinggang)
Pria > 90 cm
Wanita > 80cm
Trigliserida > 150 mg/dL

Kolesterol HDL
Pria < 40 mg/dL
Wanita < 50 mg/dL

Tekanan darah >130 / >85 mmHg

Glukosa puasa > 100 mg/dL


Workplace outcome related to Metabolic
Syndrome
• Loss productivity
– Short term disability absences
• Higher costs
– Health care
– Pharmacy
Klasifikasi HIPERTENSI
JNC VII 2003
Kriteria Tekanan Nilai Rujukan (mmHg)
Darah Diastolik Sistolik

Optimal < 80 < 120


Prehipertensi 80-89 120-139
Hipertensi Derajat I 90-99 140-159
Hipertensi Derajat II ≥ 100 ≥ 160
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TEKANAN DARAH

Usia
Ras Diet

Keturunan Jenis
Kelamin

Lingkungan Gemuk
Bahaya HIPERTENSI

KOMPLIKASI
(Kerusakan pada Organ Target)
• PJK Stroke
• Gagal Jantung

• Penyakit Ginjal
Kronik Retinopati
• Gagal Ginjal (buta)
Terminal
CARA PENGENDALIAN HIPERTENSI

• Pertahankan berat badan ideal.


• Atur pola makan tidak mengonsumsi
makanan tinggi garam dan tinggi lemak, serta
perbanyak konsumsi buah dan sayur
• Olahraga teratur. Sedapat mungkin atasi stress
dan emosi
• Hentikan kebiasaan merokok
• Hindari minuman beralkohol
Mengendalikan Hipertensi
Status Gizi

• Pengelompokan kategori status gizi mengikuti


kriteria WHO:
 Berat badan kurang (IMT < 18,5)
 Normal (IMT 18,5-24,9)
 Berat badan lebih (IMT 25-29,9)
 Obesitas (IMT > 30)
Anjuran
• Jalankan gaya hidup sehat dengan cara:
– Menurunkan berat badan
– Pengaturan pola makan
– Perubahan kebiasaan:
• Stop merokok
• Stop minum alkohol
• Olahraga teratur
• Minum obat teratur
• Kontrol kesehatan secara berkala
Panduan Makan Yang Baik

• Makan 3 kali sehari, jangan menghindari sarapan lalu makan


berlebihan pada siang harinya.
• Konsumsi banyak buah, sayur, serta bahan padi-padian, dan
sereal dalam jumlah proporsional.
• Kurangi camilan tinggi lemak dan makanan cepat saji misalnya
keripik kentang, hot dog, dll.
• Jangan makan terburu-buru
• Biasakan makan teratur pada waktunya
• Minumlah segelas air sebelum mulai makan.
• Mulai hidangan anda dgn sup rendah lemak atau salad
• Perhatikan ukuran, gunakan piring yang lebih kecil

* Materi talk show dr. Gatut Semiardji, SpPD-KEMD


Panduan Makan Yang Baik

• Bereskan meja segera setelah makan untuk menghindari godaan


menghabiskan makanan yang tersisa.
• Jika menggunakan mentega/margarin, oleskan tipis saja.
• Kurangi penggunaan saus krim, mayones & salad dressing.
• Pilih alternatif rendah lemak, misalnya susu rendah lemak
• Batasi konsumsi daging berlemak
• Buang semua lemak pada daging, sisihkan kulit ayam
• Pilih cara memasak, terutama dengan direbus
Anjuran

• Olahraga 3-5 kali/minggu


• Aktivitas sedang selama 30-45 menit
• Berkebun, jalan kaki, bersepeda, renang,
pekerjaan rumah
• Aktivitas fisik yang kontinyu membantu
mencegah BB kembali naik dan mengurangi
risiko penyakit jantung dan pembuluh darah,
serta diabetes melitus
Kapan pasien dengan gangguan metabolisme
lemak kontrol?

• 1 bulan setelah pertama kali didiagnosis


• Kemudian setiap 1-3 bulan, tergantung
kadarnya
• Tiap 3 bulan jika kadarnya stabil terkontrol
dengan diet dan/atau pengobatan

JIKA BELUM PERNAH PERIKSA  PERIKSALAH!


THANK YOU