Anda di halaman 1dari 9

Pengaruh Teh Hijau Terhadap

Pencegahan Karies
Asfahani Latiefah
0910342011
Karies gigi (gigi berlubang) sangat mudah
terjadi baik anak-anak maupun orang dewasa
terutama pada orang dengan oral hygiene yang
tidak baik.
Hasil penelitian Direktorat Kesehatan Gigi
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
menunjukkan bahwa sekitar 60-80% murid
Sekolah Dasar menderita karies pada gigi
permanennya. Prevalensi karies gigi di
Indonesia telah mencapai 95%.
DIAGRAM KARIES

Streptococcus
Gula Mutan
Asam Plak KARIES
Dibiarkan

Peradangan

Abses

DIKENDALIKAN

TEH HIJAU
Menurut hasil penelitian Endang Suprastiwi,Dept I
Konservasi FKG UI. Teh hijau memiliki kandungan
katekin yang tinggi karena pada pembuatan teh
hijau tidak melibatkan proses fermentasi yang
merupakan oksidasi polifenol (katekin).
Fenol dan senyawa fenolik lain atau derivatnya
dapat menyebabkan denaturasi protein dan
mengakibatkan rusaknya susunan dan perubahan
mekanisme permeabilitas dari dinding sel bakteri.
Secangkir teh hijau atau sekitar 100 ml
mengandung kira-kira 50 - 100 mg polifenol.
Selain polifenol, menurut Pratikno dalam artikelnya ”
Daya Antibakterial Teh hijau dalam Mencegah Karies
Gigi “, teh hijau pun mengandung fluor yang dapat
mencegah karies. Daun teh hijau mengandung
Flourida dengan kadar 72,62 – 89,02 mg/kg.
Fluorida dalam teh hijau menghambat Streptococcus
mutans dengan cara lain, yaitu menghambat enzim
enolase, menghambat translokasi gula dalam sel,
menghambat transport kation dan penimbunannya
di dalam sel, serta menghambat enzim fosfatase sel
yang berfungsi melepaskan fosfat dari gula untuk
berikatan dengan fosfat.
Namun, pendapat Pratikno mengenai flouride
tersebut disanggah oleh beberapa ahli yang
tercantum dalam buku berjudul Deadly Mist karya
Jerry D Gray.
Dr. Charles Gordon Heyd (Mantan Presiden
Asosiasi Medis Amerika, “Flouride adalah racun
perusak yang akan menghasilkan efek yang serius
jangka panjang.”
Prof. Albert Schatz, Ph.D. (penemu streptomycin
dan Nobel Winner), “Penggunaan flouride adalah
kesalahan terbesar yang pernah terjadi”
Flouride sangat reaktif dan masuk ke dalam tulang dan
sel-sel yang kemudian berakumulasi.
Penggunaan flouride secara terus menerus akan
menimbulkan masalah pada persendian, osteoporosis
dan bahkan dapat menimbulkan kanker tulang. Otak
tidak mampu menghindari kerusakan yang
ditimbulkan flouride. Meskipun dengan kadar 0,1 mg.
Flouride memiliki pengaruh negatif terhadap sistem
syaraf dan sistem imun, dan pada anak-anak
menimbulkan rasa letih yang kronis, IQ rendah,
ketidakmampuan belajar, lesu dan mudah depresi.
(www.bruha.com/flouride/)
Pada tahun 2010 ini teh hijau adalah salah satu
minuman yang terjangkau dan mudah didapat
untuk mencegah karies. Namun dalam
mengkonsumsinya tidak dianjurkan terlalu
sering. Karena teh hijau memiliki kandungan
flouride tinggi yang efek sampingnya masih
menjadi perdebatan para ahli.
Kita, sebagai calon dokter gigi, sebaiknya
meninjau kembali mengenai efek samping dari
flouride tersebut. Mencari opsi lain untuk
menekan prevalensi karies.
`

TERIMAKASIH