Anda di halaman 1dari 15

SCHIZOPHRENIA

Oleh:
Wahyu Agung Fitria Wardana (62020050110)
Istilah Skizofrenia
 Berasal dari bahasa Jerman yaitu schizo ( perpecahan/split) dan
phrenos( pikiran/mind)
 Pada skizofrenia terjadi suatu perpecahan pikiran,perilaku dan perasaan
 Definisi : Sekelompok gangguan jiwa berat yang umumnya ditandai oleh
distorsi proses pikir dan persepsi yang mendasar,afek yang tidak wajar
(inappropriate) atau tumpul ( blunted), tetapi kesadarannya tetap jernih
dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara.
ETIOLOGI
 Belum ditemukan etiologi yang pasti
 Hipotesis yang paling banyak digunakan : adanya gangguan
transmitter sentral, yaitu terjadinya peningkatan aktivitas
dopamin sentral
 Ada beberapa teori yang banyak digunakan untuk saat ini:
1. Biologi
2. Biokimia
3. Genetika
4. Faktor Keluarga
EPIDEMIOLOGI
 Prevalensi sebesar 1 % dari populasi di dunia ( rata-rata
0,85%)
 Angka insidens : 1 per 10.000 orang pertahun.
 Prevalensi skizofrenia berdasarkan jenis kelamin, ras dan
budaya adalah sama. Wanita cenderung mengalami gejala
yang lebih ringan, lebih sedikit rawat inap dan fungsi sosial
yang lebih baik di komunitas di bandingkan laki-laki.
 Onset skizofrenia pada laki-laki terjadi lebih awal
dibandingkan pada wanita.
 Onset puncak pada laki-laki terjadi pada usia 15-25 tahun
sedangkan pada wanita terjadi pada usia 25-35 tahun.
Lanjutan
 Jarang terjadi pada penderita berusia kurang 10 tahun atau
lebih dari 50 tahun
 Pengobatan skizofrenia pada penderita yang berusia antara
15-55 tahun kira-kira hanya sebanyak 90%.
 Individu yang didiagnosis dengan skizofrenia 60-70% tidak
pernah menikah.
 Penderita skizofrenia 25-50% berusaha utuk bunuh diri dan
10 % berhasil melakukan bunuh diri.
 Umumnya penderita skizofrenia akan menggunakan zat untuk
menurunkan depresi dan kecemasan serta untuk mendapatkan
keenangan. Penderita skizofrenia sekitar 80% ketergantungan
dengan nikotin.
SUBTIPE