Anda di halaman 1dari 15

PENCAPAIAN

INDIVIDU
Gusti Willies Aisyah (20200310200095)
Uun Uniyawati (202000310200109)
Aleyda Afl ah (20200310200115)
Komitmen Organisasi
Komitmen organisasi adalah sikap atau bentuk seseorang terhadap
organisasi dalam bentuk loyalitas dan pencapaian visi, misi, dan
tujuan organisasi. Seseorang dikatakan memiliki komitmen yang
tinggi terhadap organisasi, dapat dikenali dengan ciri-ciri antara lain
kepercayaan dan penerimaan yang kuat terhadap tujuan dan nilai-
nilai organisasi, kemauan yang kuat untuk bekerja demi organisasi
dan keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi.
Menurut Para Ahli
• Greenberg dan Baron (2003:160)
Komitmen organisasi adalah derajat di mana karyawan terlibat dalam
organisasinya dan berkeinginan untuk tetap menjadi anggotanya, di
mana didalamnya mengandung sikap kesetiaan dan kesediaan
karyawan untuk bekerja secara maksimal bagi organisasi tempat
karyawan tersebut bekerja.
• Allen dan Meyer
Komitmen organisasi adalah kelekatan emosi, identifikasi dan
keterlibatan individu dengan organisasi serta keinginan untuk menjadi
anggota organisasi. Komitmen organisasi adalah suatu sikap di mana
individu mengidentifikasikan dirinya terhadap tujuan-tujuan dan
harapan-harapan organisasi tempat ia bekerja serta berusaha menjaga
keanggotaan dalam organisasi untuk mewujudkan tujuan organisasi
tersebut.
• Luthans (2006)
Komitmen organisasi adalah keinginan kuat untuk tetap sebagai
anggota organisasi tertentu, keinginanan untuk berusaha keras
dengan keinginan organisasi dan keyakinan tertentu juga penerimaan
nilai dan tujuan organisasi.
Aspek-Aspek Komitmen Organisasi
• Identifikasi
Identifikasi yang berwujud dalam bentuk kepercayaan anggota terhadap
organisasi. Guna menumbuhkan identifikasi dengan modifikasi tujuan
organisasi/organisasi, sehingga mencakup beberapa tujuan pribadi para anggota
atau dengan kata lain organisasi memasukkan pula kebutuhan dan keinginan
anggota dalam tujuan organisasi. Hal ini akan menumbuhkan suasana saling
mendukung di antara para anggota dengan organisasi. Lebih lanjut membuat
anggota dengan rela menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran nagi tercapainya
tujuan organisasi.
• Keterlibatan
Keterlibatan atau partisipasi anggota dalam aktivitas-aktivitas kerja penting untuk
diperhatikan karena adanya keterlibatan anggota menyebabkan mereka bekerja
sama, baik dengan pimpinan atau rekan kerja. Cara yang dapat dipakai untuk
memancing keterlibatan anggota adalah dengan memasukkan mereka dalam
berbagai kesempatan pembuatan keputusan yang dapat menumbuhkan keyakinan
pada anggota bahwa apa yang telah diputuskan adalah keputusan bersama.
• Loyalitas
Loyalitas anggota terhadap organisasi memiliki makna kesediaan
seseorang untuk bisa melanggengkan hubungannya dengan
organisasi kalau perlu dengan mengorbankan kepentingan
pribadinya tanpa mengharapkan apapun.
Keinginan anggota untuk mempertahankan diri bekerja dalam
organisasi adalah hal yang dapat menunjang komitmen anggota
terhadap organisasi di mana mereka bekerja. Hal ini diupayakan bila
anggota merasakan adanya keamanan dan kepuasan dalam tempat
kerjanya.
Dimensi Komitmen Organisasi
1. Komitmen Efektif (Affective Commitment)
Komitmen ini mengacu pada hubungan emosional anggota terhadap
organisasi. Orang-orang ingin terus berkerja untuk organisasi karena mereka
sependapat dengan tujuan dan nilai dalam organisasi tersebut. Orang-orang
dengan tingkat komitmen afektif yang tinggi memiliki keinginan untuk tetap
berada di organisasi karena mereka mendukung tujuan dari organisasi
tersebut dan bersedia membantu untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Komitmen Berkelanjutan (Continuance Commiment)
Komitmen ini mengaku pada keinginan karyawan untuk tetap tinggal di
organisasi tersebut karena adanya perhitungan atau analisis tentang untung
dan rugi di mana nilai ekonomi yang dirasa dari bertahan dalam suatu
organisasi dibandingkan dengan meninggalkan organisasi tersebut. Semakin
lama karyawan tinggal dengan organisasi mereka, semakin mereka takut
kehilangan apa yang telah mereka investasikan di dalam organisasi selama ini.
3. Komitmen Normatif (Normative Commiment)
Komitmen ini mengacu pada perasaan karyawan di mana mereka
diwajibkan untuk tetap berada diorganisasinya karena adanya
tekanan dari yang lain. Karyawan yang memiliki tingkat komitmen
normatif yang tinggi akan sangat memperhatikan apa yang dikatakan
orang lain tentang mereka jika mereka meninggalkan organisasi
tersebut. Mereka tidak ingin mengecewakan atasan mereka dan
khawatir jika rekan mereka berpikir buruk terhadap mereka karena
pengunduran diri tersebut.
Faktor yang Memengaruhi Komitmen Organisasi
1. Karakteristik Pribadi Individu
Karakteristik pribadi terbagi kedalam dua variable yaitu variable
demografis dan variable disposisional. Variable demografis
mencakup gender, usia, status pernikahan, tingkat pendidikan dan
lamanya seseorang bekerja pada suatu organisasi. Sedangkan
variable disposisional mencakup kepribadian dan nilai yang dimiliki
anggota organisasi, karena adanya perbedaan pengalaman masing-
masing anggota dalam organisasi tersebut.
2. Karakteristik Organisasi
Yang termasuk dalam karakteristik organisasi itu sendiri yaitu stuktur
organisasi, desain kebijaksanaan dalam organisasi dan bagaimana
kebijaksanaan organisasi tersebut disosialisasikan.
3. Indikator Komitmen Organisasi
Terkadang kita tidak menyadari bahwa komitmen itu bukan hanya
perasaan loyalitas yang pasif. Seseorang bisa memiliki perasaan aktif
terhadap hubungan dirinya dengan organisasi yang memiliki tujuan
bersama, ada tiga faktor atau indikator yang memengaruhi
komitmen organisasi diantaranya:
Kepercayaan dan penerimaan yang kuat atas tujuan dan nilai-nilai
organisasi. Kemauan untuk mengusahakan tercapainya kepentingan
organisasi. Keinginan yang kuat untuk mempertahankan
keanggotaan organisasi.
Manfaat Komitmen dalam Organisasi
Para pekerja yang benar-benar menunjukkan komitmen tinggi
terhadap organisasi mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar
untuk menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam organisasi.
Memiliki keinginan yang lebih kuat untuk tetap bekerja pada
organisasi yang sekarang dan dapat terus memberikan sumbangan
bagi pencapaian tugas organisasi.
Keyakinan tentang pentingnya komitmen dalam kaitannya dengan
efektivitas organisasi tampak sejalan dengan beberapa hasil
penelitian yang dilakukan para ahli. Ivancevich dan Matteson
(2002:206) berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Chow dan
Holden (1997:275-298) menyimpulkan bahwa : “Research evidence
indicates that the absence of commitment can reduce organizational
effectiveness”.
Prestasi Kerja
Secara umum, prestasi kerja adalah suatu keberhasilan dari suatu
individu dalam suatu tugas dalam pekerjannya.
Prestasi kerja suatu keberhasilan individu dalam mengerjakan
tugasnya yang bisa terlihat dari segi dimensi keterikatan, keahlian
merencanakan, daya usaha dalam pekerjaan dan prestasi secara
keseluruhan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prestasi Kerja
1. Faktor kemampuan (ability)
Secara psikologis, kemampuan (ability) terdiri dari kemampuan
potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge dan skill).
2. Faktor motivasi (motivation)
Motivasi diartikan suatu sikap (attitude) pimpinan dan karyawan
terhadap siatuasi kerja (situation) di lingkungan organisasinya.
3. Faktor individu
Secara psikologis, individu yang normal adalah individu yang memiliki
integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan fisiknya
(jasmaniah).
4. Faktor lingkungan organisasi
Lingkungan kerja organisasi sangat menunjang bagi individu dalam
mencapai prestasi kerja.
Elemen-Elemen Penilaian Prestasi Kerja
Penilaian prestasi kerja harus memiliki indikator tertentu mengenai sifat
dan karakteristik kerja karyawan yang dapat diukur measureable.
Menurut Mathis dan Jackson (2006:378) terdapat beberapa indikator
dalam mengukur prestasi kerja karyawan yaitu:
1. Kualitas kerja karyawan, meliputi segi ketelitian dan kerapihan kerja,
kecepatan penyelesaian pekerjaan, ketepatan waktu dan kecakapan.
2. Kuantitas kerja karyawan merupakan kemampuan secara kuantitatif
dalam mencapai target atau hasil kerja atas tugas-tugas, seperti
kemampuan menyusun rencana dan melaksanakan perintah instruksi.
3. Kehadiran karyawan adalah aktivitas para karyawan di dalam kegiatan
rutin kantor maupun acara-acara lain yang ada kaitannya dengan
kedinasan.
4. Kerjasama karyawan yaitu kemampuan karyawan dalam melakukan
kerjasama dengan setiap orang.
Tujuan dan Manfaat Penilaian Prestasi Kerja
• Tujuan
Penilaian prestasi kerja karyawan bertujuan untuk mengetahui tingkat
efektivitas dalam memperkerjakan karyawan, serta peranan karyawan
tersebut dalam mencapai tujuan perusahaan. Tujuan lain dari penilaian
prestasi kerja karyawan adalah memberikan informasi bagi manajemen
perusahaan dlam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
karyawan, misalnya promosi jabatan dan demosi, serta kenaikan gaji.
• Manfaat
Menurut Mathis dan Jackson (2006:81) manfaat prestasi kerja antara
lain:
1. Mengetahui pengembangan seseorang.
2. Pengambilan keputusan administratif.
3. Keperluaan perusahaan.