Anda di halaman 1dari 26

Prinsip-Prinsip Hukum dan Etika yang

diterapkan Bidan dalam Praktek Sehari-Hari

Kelompok 4 :
-Amalia Rosdayanti
-Dwita Diana Sari
-Irna Destriani
-Laylly Kusuma Dewi
Pengertian Etika & Hukum
Etika diartikan sebagai sikap ,adat
kebiasaan atau tingkah laku manusia.
Etika dapat di bagi menjadi 2 yaitu etika
perangai dan etika moral . Etika Hukum adalah segala peraturan-
perangai biasanya diakui dan berlaku peraturan atau kaedah-kaedah
karena sudah di sepakati masyarakat , dalam kehidupan bersama yang
etika moral itu berkaitan dengan dapat dipaksakan dengan suatu
kebiasaaan berprilaku baik dan benar sanksi dalam pelaksanaannya .
berdasarkan kehidupan manusia.
Etika Praktik Sumber etika

Etika praktik merupakan penerapan etika Pancasila adalah sebagai sumber nilai,maka
dalam kehidupan sehari hari dimana dalam nilai dasar pancasila dapat dijadikan sebagai
situasi praktik ketika kecelakaan terjadi sumber pembentukan norma etik ( norma
keputusan harus segera dibuat . moral) dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara
Sistematika Etika

Etika deskriptif Membahas dan mengkaji ukuran baik buruk


tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan
menjadi Etika umum; yang membahas berbagai hal
Yang memberikan gambaran dan ilustrasi yang berhubungan dengan kondisi
tentang tingkah laku manusia ditinjau dari
nilai baik dan buruk serta hal-hal, mana yang
boleh dilakukan sesuai dengan norma etis
yang dianut oleh masyarakat
Etika Normatif
Jenis-Jenis Etika

1. Etika Deskriptif 3. Metaetika


Berasal dari bahasa Yunani yaitu
Merupakan penggambaran 2. Etika Normatif kata ‘meta’ yang berarti melebihi
atau pelukisan tingkah laku atau melampaui. Metaetika
Etika normatif merupakan
moral secara kritis dan merupakan kajian dari etika
penilaian tentang perilaku
rasional secara menyeluruh deskriptif dan normatif.
manusia dan juga memberi
atau universal. mempelajari tentang logika
norma yang menjadi kerangka
atau dasar perilaku. khusus dari ucapan-ucapan etis.
Prinsip-Prinsip Moral
01 02 Etika sosial menekankan tanggungjawab
Etika khusus; terdiri dari Etika sosial dan hubungan antarsesama
sosial,Etika individu dan Etika Terapan. manusia dalam aktivitasnya

03 04
Etika individu lebih menekankan pada Etika terapan menekankan etika yang
kewajiban-kewajiban manusia sebagai diterapkan pada profesi
pribadi,
Manfaat etika
Memberi arah pada manusia
 Memberi arah bagi perilaku tentang apa yang benar dan
manusia tentang apa yang baik dan salah
buruk

Memberi arah pada manusia apa


yang boleh dilakukan atau tidak
Prinsip etika profesi bidan dalam pelayanan
kebidanan
Menjelaskan dengan
 Menghargai otonomi (prinsip benar (prinsip veracity)
autonomy), didasarkan pada keyakinan
bahwa setiap individu memiliki kemampuan
berfikir logis dan membuat keputusan Memberlakukan manusia dengan
sendiri.(Eryati,Darwin. 2014) adil (prinsip justice)

Menghargai kehidupan
manusia (avoiding killing)
Melakukan Menjaga
tindakan kerahasiaan 
Yangbenar Mencegah tindakan yang dapat
(prinsip videlity).
(beneficence) merugikan (nonmal-eficience)
(Heryani,Reni. 2016
Menjaga Mencegah Mengatur manusia
Otonomi Tindakan yang Menjaga privasi berprilaku sesuai
setiap individu merugikan Tiap individu profesinya

Fungsi Moralitas dalam Pelayanan Kebidanan

Dapat mengetahui Mengahsilkan


Mengarahkan pola Mengatur hal yang
Tindakan dan Tindakan yang benar
pikiri seseorang dalam sesuai informasinya bersifat praktik
menerima alasan bertindak
nya
Nilai-nilai Kode Etik Bidan
● Aesthetics  (keindahan),
● Altruism  (mengutamakan orang lain)
● Equality  (kesetaraan)
● Freedom (kebebasan)
● Human dignity  (martabat manusia)
● Justice  (keadilan)
● Truth (kebenaran)
Pengertian Kode Etik

Menurut pasal 43 Undang-Undang Nomor


20 Tahun 2003 bahwa kode etik berisi
norma dan etika yang mengikat perilaku Menurut Prof. Dr. R. Soebekti, S.H. dalam
guru dalam pelaksanaan tugas tulisannya yang berjudul “Etika Bentuan
keprofesionalan. Hukum”, kode etik suatu profesi berupa
norma-norma yang harus diindahkan oleh
orang-orang yang menjalankan tugas
profesi tersebut.
Kode etik profesi
Kode etik profesi Menupakan norma-norma yang harus di indahkan
oleh setiap anggota profesi kepada masyarakat . Norma - norma tersebut
Berisi petunjuk bagi anggota profesi tentang bagaiman mereka 
harus menjalankan profesinya, larangan - larangan, termasuk
 ketentuanke tentuan apa yang boleh dan tidak  boleh diperbuat atau
dilaksanakan oleh anggota profesi, tidak hanya dalam menjalankan
tugas profesinya, melainkan berkaitan juga dengan tingkah
lakunnya sehari-hari di masyarakat
Kode etik dalam pelayanan kebidanan
Parameter sosial demografi dalam pelayanan Keadilan dalam pelayanan
kebidanan : kebidanan
1. Perbaikan status gizi bayi
1. Pemenuhan kebutuhan klien
2. Cakupan pertolongan persalinan menurut
2. Sumber daya pelayanan dalam
angka kematian ibu, menurunnya angka
kebidanan untuk meningkatkan
kelahiran bayi, cakupan pelayanan kasus
pelayanan kebidanan.
beresiko, cakupan pemeriksaan antenatal
3. Keterjangkauan tempat pelayanan

]]
Fungsi Kode Etik
Biggs & blocher(1986-10) mengemukakan 3 fungsi kode etik yaitu :

1.
Melindungi suatu profesi 3
dari campur tangan Melindungi para praktisi dari
pemerintah. 2 kesalahan praktik suatu profesi.
Mencegah terjadinya suatu
pertentangan internal dalam
suatu profesi.
Fungsi Etika Dan Moralitas Dalam Pelayanan kebidanan
Mengatur manusia untuk berbuat
Menjaga otonomi dari setiap individu adil dan bijaksana sesuai dengan
Menjaga privacy setiap
khususnya Bidan dan Klien porsinya
individu

Mendapatkan informasi
Dengan etik kita mengatahui Menghasilkan tindakan tentang hal yg sebenarnya
apakah suatu tindakan itu dapat yang benar
diterima dan apa alasannya

Memfasilitasi proses Mengatur hal-hal yang Mengatur sikap, tindak tanduk orang
pemecahan masalah etik bersifat praktik dalam menjalankan tugas profesinya
yg biasa disebut kode etik profesi.
Masalah Etika dalam
Kebidanan
Etika dalam pelayanan kebidanan merupakan
akuntabilitas serta aspek legal dalam pelayanan issue utama diberbagai tempat, masalah etika
kebidanan. Bidan sebagai praktisi pelayanan sering terjadi karena kurang pemahaman bidan
harus menjaga perkembangan praktik tentang etika dalam melakukan pelayanan
berdasarkan evidance based, dan harus kebidanan. Hal tersebut membutuhkan bidan
menyiapkan diri untuk mengantisipasi
yang mampu menyatu dengan ibu dan
perubahan kebutuhan masyarakat atau
pelayanan kebidanan (Endang, Elisabeth, 2015). keluarganya (Puji, 2008).
Beberapa contoh mengenai issue etik dalam
pelayanan kebidanan, adalah berhubungan
dangan :
a. Agama/kepercayaan.
b. Hubungan dengan pasien.
c. Hubungan dokter dengan bidan.
d. Kebenaran.
e. Pengambilan keputusan.
f. Pengambilan data.
g. Kematian.
h. Kerahasiaan.
i. Aborsi.
j. AIDS
k. In-Vitro Fertilization 
Aspek Legal Kebidanan (Kebijakan Pelayanan Kebidanan, PP,
Permenkes)
1. Aspek legal kebidanan
Kata Legal sendiri berasal dari kata leggal (bahasa Belanda) yang artinya adalah sah menurut
undang-undang.Tujuan dari aspek legal dalam pelayanan kebidanan adalah dijadikan suatu persyaratan
untuk melaksanakan praktik bidan perorangan dalam memberikan pelayanan kebidanan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan dalam perundang- undangan serta memberikan kejelasan
batas-batas kewenangannya dalam menjalankan praktik kebidanan. (Heryani,Reni. 2016)
Aspek Legal Kebidanan (Kebijakan Pelayanan Kebidanan, PP, Permenkes)

2. Kebijakan Pelayanan Kebidanan


Dasar dalam otonomi dan aspek legal yang mendasari dan terkait dengan pelayanan kebidanan
antara lain :
● Kepmenkes Republik Indonesia 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktik bidan.
● Kepmenkes Republik Indonesia Nomor 369/Menkes/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Bidan.
● UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan.
● PP No. 32/Tahun 1996 tentang tenaga kesehatan.
● Kepmenkes 1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang organisasi dan tata kerja Depkes.
● UU No. 22/1999 tentang Otonomi daerah.
● UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
● UU tentang aborsi, adopsi, bayi tabung, transplantasi.
Pelaksanaan kode etik dalam kebidanan
1. Etika dalam pelayanan kontrasepsi
2. Etika dalam penelitian kebidanan

Etik berhubungan erat dengan profesi,yaitu:


a.       Pengambilan keputusan dan penggunaan etik.
b.      Otonomi bidan dan kode etik prifesional.
c.       Etik dalam penelitian kebidanan.
d.      Penelitian tentang masalah kebidanan yang sensitif.
Hak dan Kewajiban Pasien

Hak Kewajiban
1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai
tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah 1. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala
sakit atau instusi pelayanan kesehatan. peraturan dan tat tertib rumah sakit atau institusi pelayanan
2. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, kesehatan.
adil dan jujur. 2. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter,
3. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan bidan, perawat yang merawatnya.
sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi. 3. Pasien dan atau penangungnya berkewajiban untuk melunasi
4. Pasien berhak memilih bidan yang akan semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atau institusi
menolongnya sesuai dengan keinginannya. pelayanan kesehatan, dokter, bidan dan perawat.
4. Pasien dan atau penangggungnya berkewajiban memenuhi hal-
hal yang selalu disepakati/perjanjian yang telah dibuatnya.
Hak dan Kewajiban Bidan
Hak Kewajiban
1. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai
1. Bidan berhak mendapat perlindungan hukum dalam
dengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien.
melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
2. Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter
2. Bidan berhak untuk bekerja sesuai dengan standar
yang mempunyai kemampuan dan keahlian sesuai dengan
profesi pada setiap tingkat jenjang pelayanan kesehatan.
kebutuhan pasien.
3. Bidan berhak menolak keinginan pasien/klien dan
3. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk
keluarga yang bertentangan dengan peraturan
didampingi suami atau keluarga.
perundangan dan kode etik profesi.
4. Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk
4. Bidan berhak atas privasi dan menuntut apabila nama
menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya
baiknya dicemarkan baik oleh pasien, keluarga maupun
profesi lain.
Pelaksanaan etika dalam pelayanan kebidanan
Praktek berdasarkan fakta atau Pengabilan keputusan yang bertanggung jawab
Kompeten dalam pelayanan
kebidanan evidenbace
kemampuan untuk membuat pilihan konstuktif
pengetahuan ,keterampilan dan prilaku adanya penggunaan bukti untuk mendukung
tentang prilaku pribadi dan interaksi sosial itu
dalam melakukan praktek kebidanan secara pengambilan keputusan di pelayanan
berdasarkan standar etika , masalah kesehatan dan
aman dan bertanggung jawab pada tatanan kesehatan serta manfaat dan keinginan pasien
norma sosial , konstruktif
pelayanan kesehatan . yang mendukung keputusan yang ada
dipelayanan kesehatan

Memahami perbedaan budaya dan etnik


Pemakaian teknologi Memberdayakan atau mengajarkan untuk
Memahami dan menghormati dengan promosi infrom choice dan ikut dalam
secara etis yaitu berhubungan dengan melakukan komunikasi yang baik terhadap
etika pemakaian teknologi warga
pengambilan keputusan
Kesimpulan
• Etika diartikan sebagai sikap ,adat kebiasaan atau tingkah laku manusia .
• Hukum adalah segala peraturan-peraturan atau kaedah-kaedah dalam
kehidupan bersama yang dapat dipaksakan dengan suatu sanksi dalam
pelaksanaannya .
• Etika praktik merupakan penerapan etika dalam kehidupan sehari hari
dimana dalam situasi praktik ketika kecelakaan terjadi keputusan harus
segera dibuat.
Referensi

http://muhsakirmsg.blogspot.com/2013/03/makalah-prinsip-etika-dan-
moralitas_8482.html
https://www.google.co.id/amp/s/norwahidahdosen.wordpress.com/2011/05/25/prinsip-
etika-dalam-pelayanan-kebidanan/amp/
https://norwahidahdosen.wordpress.com/2011/05/25/prinsip-etika-dalam-pelayanan-kebi
danan/amp/
Anonim. 2011. Tenaga Kesehatan yang Berhubungan Langsung dengan Pasien di Rumah
Sakit.
Asmawati dan Sri Rahayu Amri. 2011. Etika Profesi dan Hukum Kesehatan. Pustaka
Refleksi: Makassar.
Triwibowo, Cecep. 2014. Etika dan Hukum Kesehatan. Nuha Medika; Yogyakarta.
Terimakasih ..
Semoga bermanfaat ..

Anda mungkin juga menyukai