Anda di halaman 1dari 35

MENGENAL PROSES DAN KONTROL

PLTU SUPERCRITICAL DENGAN PLTU


SUBCRITICAL

Dipresentasikan oleh:

ADI PURBAYA P
9009032JMK
PUSMANPRO SUB BIDANG OPERASI KIT
APA ITU SUPERCRITICAL DAN SUBCRITICAL
Supercritical
Titik kritis yaitu apabila zat dalam kondisi suhu dan tekanan di mana zat itu dapat
berperilaku seperti gas dan cairan pada saat yang sama, sehingga terjadi fase gas
dan cairan yang tidak dapat dibedakan. Itu karena kerapatan fase gas dan fase
cair sama pada titik ini, sehingga zat cair yang ada pada suhu dan tekanan di atas
titik kritisnya dikenal sebagai fase superkritis.
Subcritical
dimana suatu zat yang ada pada suhu dan tekanan di bawah titik kritisnya
Istilah superkritis dalam boiler superkritis mengacu pada tekanan di atas titik
kritis air dimana boiler dioperasikan. Titik kritis air adalah pada suhu 647 K dan
tekanan 221 bar (22,1 MPa). sedangkan Tekanan di bawah 221 bar dikenal
sebagai tekanan subkritis.

www.pln.co.id |
APA PERBEDAAN PLTU SUPERCRITICAL DAN PLTU SUBCRITICAL

PLTU SUPERCRITICAL ialah pembangkit tenaga listrik dengan memanfaatkan


energi dari proses pemanasan air menjadi steam dimana suhu dan tekanan
diatas dari titik kritis air (221 bar (22,1 MPa) & temp 378˚C) dalam boiler
untuk memutar turbine sehingga menghasilkan pula putaran pada
generator. salah satu pembeda utama juga adalah dalam feedwater sistem
boiler PLTU ini menggunakan sistem once through.
PLTU SUBCRTITCAL ialah pembangkit tenaga listrik dengan memanfaatkan
energi dari proses pemanasan air menjadi steam dimana suhu dan tekanan
dibawah dari titik kritis air dalam boiler untuk menggerakan turbine dan
generator. PLTU semacam ini menggunakan Boiler drum sebagai pemisah air
dan uap dalam proses boiling air menjadi uap.
Jadi pada prinsipnya yang membedakan antar kedua jenis PLTU ini adalah
design dan parameter operasi pada boilernya.
www.pln.co.id |
perbedaan speksifikasi boiler Supercritical dan Subcritical
www.pln.co.id |
grafik hubungan enthalpy dengan pressure & temperature

www.pln.co.id |
APA ITU PERBEDAAN PENGGUNAAN STEAM DRUM DAN ONCE
THROUGH PROSES??

www.pln.co.id |
BAGAIMANA PROSESNYA START-UP DALAM PENGGUNAAN STEAM
DRUM PADA PLTU SUBCRITICAL??

CONDENSATE DEAERATOR FEEDWATER PUMP

DOWNCOMER DRUM WATER SIDE ECONOMIZER

WATER WALL TUBE STEAM DRUM SIDE

SUPERHEATER

www.pln.co.id |
ONCE THROUGH SYSTEM

www.pln.co.id |
BAGAIMANA PROSES START-UP DALAM PENGGUNAAN ONCE
THROUGH PADA PLTU SUPERCRITICAL??

CONDENSATE DEARATOR FEEDWATER PUMP

LOWER HEADER WATER COLLECTING TANK ECONOMIZER

WATER WALL TUBE STEAM WATER SEPARATOR

SUPERHEATER

www.pln.co.id |
CONDENSATE

Komponen Utama:
- Condensor water box
- HotWell
- Condensate pump

www.pln.co.id |
Deaerator

Komponen utama:
_ Aerator aux. steam
- Deaerator
- Deaerator tank

www.pln.co.id |
Boiler Drum

www.pln.co.id |
WCT & BCP

Dalam proses boiler supercritical di


perlukan WCT (water collecting tank)
sebagai tempat penampungan air
sementara sebelum mencapai superkritis.
kemudian adanya BCP (boiler
circulating pump) sebagai pendorong
atau mentransfer air dalam furnace tube
agar menjadi lebih efektif.

www.pln.co.id |
KONTROL SISTEM PLTU

Tujuan dari adanya kontrol sistem dalam pembangkit listrik digunakan dikarenakan
dalam proses pengoperasian pembangkit listrik memeliki beberapa cycle sistem. Oleh
karenanya, berikut merupakan hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan dalam
membuat sistem kontrol diantaranya:
1. Keamanan (safety equipment and human)
2. Keandalan (Realiability)
3. Lingkungan (Environment)
4. Batasan Operasi (Limit operation)
5. Nilai (Harga design)

www.pln.co.id |
KIRA-KIRA APA AJA SISTEM KONTROL DI PLTU

Berdasar pada peralatan yang di aplikasikan terdapat beberapa kontrol sistem di


Pembangkit listrik, diantaranya:

A. DCS SYSTEM (DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM) ialah Suatu sistem yang terintegrasi
ditujukan untuk mengontrol proses yang kontinyu, memiliki historian data, sistem report
dan dioperasikan dengan CPU yang lebih dari 1 untuk proses yang komplek. (Feedwater, SCS,
BMS, MFT, Dll)

B. PLC SYSTEM (PROGRAMABLE LOGIC CONTROL) ialah Suatu sistem pengontrolan yang
awalnya dibuat untuk pengontrolan secara sequence dan terbatas. Pengontrolan dari
Controller semua dipusatkan oleh 1 CPU sehingga umumnya digunakan untuk simple control
(BOP)

www.pln.co.id |
DCS CABINET PLC CABINET

www.pln.co.id |
APLIKASI DCS & PLC KONTROL DI PLTU
berikut merupakan aplikasi beberapa sistem dalam DCS, diantaraya:
- FSSS (Furnace Safeguard Supervisiory System) dimana sistem ini bertujuan untuk memastikan
pengapian di dalam furnace telah menyala dan mati ( light on and off) mencegah furnace dari
eksplosif di karenakan over pressure, mengkoordinir sistem proteksi utama (MFT dan OFT)
- BMS (Burner Management System) sistem ini merupakan sistem yang bertugas sebagai pengatur
kebutuhan segala unsur dari udara bakar, bahan bakar, kondisi nyala api (flame scanning), dll pada
saat firing.
- SCS (Sequencetial Control System) yaitu sequence control merupakan control yang diberikan
berdasarkan serangkaian proses yang berjalan/berdasarkan urutan tertentu semisal auto start
sebuah sistem membaca permissive hingga running.
- MCS (Modulating Control System) yaitu pengkontrolan sinyal prosional untuk mengatur loop
control dalam suatu proses yang memiliki range 0% hingga 100% (contoh kontrol feedwater re-
circulating dimana control valve termodulating dengan melihat flow dan level deaerator atau
demand beban)

www.pln.co.id |
- DEHC (Digital Electro Hydraulic Control) sistem ini merupakan di butuhkan pada
pembangkit dengan pengontrol DCS dikarenakan fungsi penggerak utama Valve turbine
yang berat dan membutuhkan respon cepat. sehingga pengaplikasian electric hydraulic
dapat mengatur main steam, reheat, dan governor dengan efektif.
- TSI (Turbine Supervisiory Instrumentation), merupakan pula sistem DCS yang di
khususkan untuk memantau turbine secara detail dengan beberapa instrument sebagai
input di dalamnya. (Vibrasi, Speed, Temp. casing, Expandtion, etc)
Selanjutnya untuk pengaplikasian PLC umumnya digunakan untuk sistem atau proses di
BOP Balance of Plant), Diantaranya:
- Sistem kontrol dan pengoperasian start-up Auxilarry Boiler
- Sistem proses pengolahan raw water dalam proses desalination
- Sistem proses pengolahan Waste water treatment
- etc.

www.pln.co.id |
Gambaran kontrol PLTU Subcritical & Supercritical

Gambaran proses Once through boiler


supercritical dimana parameter yang perlu
di kontrol adalah flow. dimana flow main
steam sangat di pengaruhi oleh feedwater
flow dan pembakaran.

www.pln.co.id |
Gambaran disamping merupakan proses kontrol
boiler subcritical dimana parameter yang perlu di
kontrol memiliki beberapa variable. dimana flow
main steam sangat di pengaruhi kontrol level drum.
sehingga feedwater flow pun harus di jaga dalam
mengkontrol level drum.

www.pln.co.id |
contoh skema logic diagram SCS untuk start FD Fan

www.pln.co.id |
contoh skema logic diagram BMS change over fuel oil to first mill running

www.pln.co.id |
contoh control diagram DEHC

www.pln.co.id |
contoh control dengan menggunakan modulating control

www.pln.co.id |
contoh pengaplikasian TSI

www.pln.co.id |
contoh hisorical trend saat pengujian load rejection

www.pln.co.id |
HAL-HAL DALAM PROSES PENGOPERASIAN

Dalam Pengoperasi Pembangkit PLTU tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:
1. Manual book pengoperasian, data ini sangatlah penting karena dalam pembangkit komponen peralatan
memiliki karakteristik dan pola operasi yang berbeda beda begitu pula dengan sistemnyadidalamnya memuat
discripsi SOP pembangkit secara general.
2. Pemahaman terhadap macam-macam dan fungsi sistem-sistem yang di gunakan.
3. Karakteristik start-up dan shutdown, beberapa kriteria start-up dapat dilakukan dengan perlakuan berbeda-
beda semisal start-up cold condition dan start-up hot condition. begitu halnya dengan shut down ada perlakuan
natural cooling dan force cooling.
4. Pemahaman Pembacaan parameter seusai dengan manual book pengoperasian/ SOP (untuk boiler supercritical
memiliki 2 mode dengan perbedaan paramater maximum continus rating boiler).

www.pln.co.id |
contoh deskripsi SOP dalam Manual book
www.pln.co.id |
operating <30% BMCR Operating >30% BMCR

www.pln.co.id |
kurva cold start-up supercritical power plant (adipala)

www.pln.co.id |
kurva hot start-up supercritical adipala

www.pln.co.id |
kurva cold start-up subcritical awar2
www.pln.co.id |
kurva hot start-up subcritical awar-awar

www.pln.co.id |
Kesimpulan
Dapat disimpulkan beberapa perbedaan dan persamaan PLTU Subcritical dan
Supercritical yaitu:
1. Dalam sistem kontrol DCS dan PLC yang di gunakan tidak ada perbedaan,
hanya saja logic dan sequencenya akan menyesuiakan sistem yang ada.
2. Perbedaan terdapat pada spesifikasi parameter boiler Supercritical dan
subcritical. kemudian prosesnya subcritical membutuh boiler drum sebagai
reservoir air dan up, sedangkan supercritical membutuhkan WCT dan BCP untuk
membantu force circulating feedwater ketika <30% BMCR.
3. Pada karakteristik pengoperasian, terdapat beda durasi dan parameter yang
menjadi syarat terpenuhinya keamanan operasi. sehingga jika dibandingkan saat
hot start-up boiler supercritical lebih cepat untuk re-synchrone apabila terjadi
gangguan.

www.pln.co.id |
Terima Kasih