Anda di halaman 1dari 33

PPs Unesa

Pewarisan Sifat
&
bioteknologi

Oleh :
She fira azka arifin
19070855061
PPs Unesa PEWARISAN SIFAT
Pewarisan sifat Penyimpangan Semu Hereditas pada
menurut Mendel Hukum Mendel manusia

Hukum I Hukum II Polimeri Ativisme Hipostatis Jenis penyakit


Mendel Mendel Kelamin bawaan

Kriptomeri Epistatis Cacat


bawaan
Monohibrid Dihibrid

Alel
Gen dapat
PPs Unesa
Terdapat berpasangan BB, bb
Homozigot
Lokus Gen Alel
Heterozigot Bb

GEN
Adalah satuan terkecil di dalam sel yang
memiliki peran dalam menentukan sifat
keturunan (hereditas)

FUNGSI GEN
 Mengatur dan engontrol
perkembangan tubuh dan
metabolisme individu
 Menyampaikan informasi
genetik dari generasi ke
generasi
 Menentukan hereditas pada
keturunannya
PPs Unesa
PERBEDAAN GEN DAN ALEL

Gen Alel
satuan terkecil di dalam Gen-gen
sel yang memiliki peran berpasngan yang
dalam menentukan sifat terletak pada lokus
keturunan yang sama

Tiap gen memiliki fungsi Memiliki tugas yang


yang berbeda sama (homozigot)
dan berlawanan
(heterozigot)
PPs Unesa

Melalui eksperimennya pada biji kacang ercis


(Pisum Sativum)

Gregor Johan Mendel

Sifat menurun dibawa


oleh faktor penentu yaitu
gen dari induk jantan
dan induk betina.
Alela sebagai bentuk
alternatif gen (variasi)
yang mengendalikan sifat
tertentu.
PPs Unesa

Generasi
parental/induk Generasi Hibrid (F1/Filial 1)
(hasil persilangan dari dua
induk yang berlainan sifat)
Pewarisan sifat (Hereditas)
PPs Unesa menurut Mendel

Hukum Mendel I Hukum Mendel II

UJI SILANG Hukum Pemilihan Bebas


(Persilangan Monohibrid) (Persilangan Dihibrid)

Hukum segregasi bebas Hukum asortasi bebas


PERSILANGAN MONOHIBRID
PPs Unesa
Persilanagan antara dua induk dengan satu sifat berbeda

• Dua induk dengan satu sifat berbeda.


• Gen yang mengedalikan bentuk biji, 2
alel (Biji bulat dan biji keriput).

• Pembentukan gamet dari tanaman


heterozigot pemisahan alel (Hukum
Heterozigot
Segregasi bebas).
Hibrid “Selama pembentukan gamet terjadi
pemisahan pasangan faktor dengan masing-
masing gamet menerima salah satu faktor.”

• Perbandingan fenotip F2 :
3:1 = Bulat : Keriput
• Perbandingan genotip F2 :
1 : 2 : 1 = BB : Bb : bb
• Individu berasal dari galur murni
mempunyai pasangan alel yang sama,
yaitu dominan atau resesif.
Persilangan Bunga Maribilis Jalapa
PPs Unesa

Apabila dominan sepenuhnya, maka:


Mm >< Mm pada F2 memiliki perbandingan:
Fenotip F2 = 3 : 1
MERAH : PUTIH
Genitip F2 = 1 : 2 : 1
MM: Mm: mm

Apabila intermediet (dominan tidak penuh),


maka:
Mm >< Mm pada F2 memiliki perbandingan:
Fenotip F2 = 1 : 2 : 1
MERAH : MERAH MUDA : PUTIH
M m
Genitip F2 = 1 : 2 : 1
M MM Mm MM: Mm: mm
(Merah) (Merah Muda)
m Mm Mm
(Merah Muda) (Putih)
PERSILANGAN DIHIBRID
PPs Unesa
Persilanagan antara dua induk berbeda dengan dua sifat berbeda

• Dua induk dengan dua sifat berbeda (kotiledon


kuning biji bulat & kotiledon hijau biji kisut).
• Gen yang mengedalikan bentuk biji dan warna
kotiledon, 4 alel (Biji bulat, biji keriput,
kotiledon hijau, dan kotiledon kuning).
BbKk (bulat, kuning)
BbKk BbKk

• (Hukum Pemilihan bebas atau Hukum Asortasi )


“Pada saat pembentukan gamet, Gen gen
pembawa sifat berpisah secara bebas dengan
sesamanya , sepasang sifat diturunkan secara
bebas tidak bergantung pada sifat lain”
• Individu berasal dari galur murni mempunyai
pasangan alel yang sama, yaitu dominan atau
resesif.
Contoh :
PPs Unesa P : TTUU >< ttuu
(tinggi ungu) (pendek putih) Asortasi
(Pengelompokkan
Gamet : TU tu Bebas)
F1 : TtUu (tinggi ungu)
Gamet F1 : TU, Tu, tU, dan tu
Penyilangan F1 : TtUu >< TtUu
F2 kemungkinan :

Heterozigot

Diperoleh fenotif:
Tinggi ungu : 9
Tingi putih : 3
Pendek ungu : 3
Pendek putih : 1
Bastar Ratio fenotif F2 = 9 : 3 : 3 : 1
Homozigot
Konstan
Penyimpangan Semu Hukum Mendel
PPs Unesa
Persilangan yang menghasilkan F2 dengan perbandingan fenotif yang seolah-
olah tidak mengikuti pola perbandingan 3:1 maupun olpa 9 : 3 : 3 : 1.
Pola yang dihasilkan : 9:3:4:9:7 , 12:3:1:9:6:1
Hal tersebut merupakan penggabungan dari : 9:3:(3+1),9:(3+3+1)

Polimeri (Nelson Ehle)


Pola hereditas yang ditandai dengan satu sifat yang ditentukan oleh banyak alel.
Percobaan pada Gandum biji merah dan gandum bji putih.
Contoh :
P : M1M1M2M2 >< m 1 m 1m 2 m 2
(merah) (putih)
Gamet : M1M2 m1m2

F1 : M1m1M2m2 (merah)

Gamet F1 : M1M2 , M1m2 , m1M2 , m1m2


F2 kemungkinan :
PPs Unesa

Polimeri (Nelson Ehle)


Pola hereditas yang ditandai dengan satu sifat yang ditentukan oleh banyak alel.
Percobaan pada Gandum biji merah dan gandum bji putih.
F2 kemungkinan :
  M1M 2 M1m2 m 1M 2 m 1m 2
M1M2 M1M1M2M2 M1M1M2m2 M1m1M2M2 M1m1M2m2
(merah) (merah) (merah) (merah)
M1m2 M1M2M2m2 M1M1m2m2 M1m1M2m2 M1m1m2m2
(merah) (merah) (merah) (merah)
m1M2 M1m1M2M2 M1m1M2m2 m1m1M2M2 m1m1M2m2
(merah) (merah) (merah) (merah)
m1m2 M1m1M2m2 M1m1m2m2 m1m1M2m2 m1m1m2m2
(merah) (merah) (merah) (putih)

Ratio fenotif F2 = 15 : 1
PPs Unesa
Kriptomeri
Suatu sifat gen dominan yang tersembunyi jika gen tersebut berdiri
sendiri, dan gen dominan itu berinteraksi dengan gen dominan yang lain
maka sifat tersembunyi iyu akan muncul.
Percobaan pada Linaria Maroccana

Contoh :
P : MMbb >< mmBB
(merah) (putih)
Gamet : Mb mB
F1 : MmBb
(ungu)
Gamet F1 : MB, Mb, mB, mb
F2 kemungkinan :
Kriptomeri
PPs Unesa
Suatu sifat gen dominan yang tersembunyi jika gen tersebut berdiri
sendiri, dan gen dominan itu berinteraksi dengan gen dominan yang lain
maka sifat tersembunyi iyu akan muncul.
Percobaan pada Linaria Maroccana

  MB Mb mB mb
MB MMBB MMBb MmBB MmBb
(ungu) (ungu) (ungu) (ungu)
Mb MMBb MMbb MmBb Mmbb
(ungu) (merah) (ungu) (merah)
mB MmBb MmBb mmBB mmBb
(ungu) (ungu) (putih) (putih)
mb MmBb Mmbb mmBb mmbb
(ungu) (merah) (putih) (putih)

Ratio fenotif F2 = ungu : merah : putih


9 : 3 : 4
PPs Unesa
Atavisme
suatu sifat tidak ditentukan oleh satu gen tunggal pada autosom tetapi
alel-alel dari gen yang berbeda dapat berinteraksi atau saling
memengaruhi dalam memunculkan sifat fenotip.
Pengamatan pada pial (jengger ayam)

Ratio fenotif F2 = walnut : ros : pea : single


9 : 3 : 3 : 1
Epistasis
PPs Unesa
bentuk interaksi gen dalam hal ini gen dominan mengalahkan gen
dominan lainnya yang bukan sealel. Gen dominan yang menutupi
ekspresi gen dominan lainnya disebut epistasis.

Gandum berkulit
hitam dan
gandum berkulit
kuning

Ratio fenotif F2 = hitam : kuning : putih


12 : 3 : 1
Hipostasis
PPs Unesa

Gen dominan yang menutupi ekspresi gen dominan lainnya disebut


epistasis, sedangkan gen dominan yang tertutup itu disebut hipostasis

Ratio fenotif F2 = hitam : kuning : putih


12 : 3 : 1
PPs Unesa PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA

Jenis kelamin
PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA
PPs Unesa

Sifat-sifat abnormalitas pada manusia yang tidak


Cacat bawaan menimbulkan penyakit

Albino Polidaktili Sindaktili Brakidaktili

Ditandai dengan kurangnya pigmen tubuh (melanin) pada kulit, bola


Albino
mata, dan rambut
Sifatnya resesif ⟶ seseorang akan menderita albino jika bergenotip
homozigot resesif (aa)

P : Aa >< Aa
(normal) (normal)

Gamet : A, a A, a

F1 : 1 AA = 25% (bukan albino)


2 Aa = 50% (bukan albio/ carrier / pembawa sifat)
1 aa = 25% (albino)
Fenotif : bukan albino : albino = 3:1
PPs Unesa PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA

Polidaktili Sindaktili Brakidaktili

BERSIFAT
LETAL
PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA
PPs Unesa

Penyakit Bawaan

Schizophrenia dan diabetes Buta warna


PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA
PPs Unesa
Hystric gravior
Penyakit Bawaan

Hemofilia

Gigi ompong
PEWARISAN SIFAT PADA MANUSIA
PPs Unesa

Penyakit bawaan

Autosom Gonosom

Gangguan Kromosom Y
Kromosom X
mental
Hystric Hypertric
Buta warna Gigi ompong hosis
Diabetes gravior
mellitus

Gigi tak Hemofilia Webbed


bergeraham dan toes
tak beremail
PPs Unesa Usaha menghindari penyakit turunan

Menghindari perkawinan dengan seseorang yang masih memiliki


hubungan keluarga dekat

Memeriksa kesehatan beserta riwayat calon pengantin

Menghindari terjadinya perkawinan antar penderita kelainana


genetik

Mempelajari prinsip-prinsip pewarisan sifat (hereditas)


BIOTEKNOLOGI
PPs Unesa

Bioteknologi Bioteknologi
konvensional Modern

Penemuan
Mikroba Biokimia Genetika
DNA
secara alami

Teknik Manfaat Dampak


/penerapan
Rekayasa
Fermentasi Moral
genetika Kesehatan
Sosial
Kultur ekonomi
Pertanian Kesehatan
jaringan
Pangan
Lingkungan
Industri
PPs Unesa BIOTEKNOLOGI

bio hidup

teknos teknologi, penerapan

logos ilmu

Menurut OECD (dalam Sardjoko,1991:2), bioteknologi merupakan


penerapan prinsip ilmiah dan rekayasa pengolahan oleh agen biologi
untuk menyediakan barang dan jasa.

Jadi, bioteknologi merupakan ilmu terapan proses biologi. Bioteknologi


merupakan penerapan atau pemanfaatan makhluk hidup, mikroba,
biokimia, dan genetika dengan proses biologi untuk menghasilkan
barang/produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Jenis jenis Bioteknologi
PPs Unesa

Bioteknologi Konvensional Bioteknologi Modern

 Diterapkan sejak zaman pra sejarah  Mulai berkembang pesat sejak


menghasilkan minuman alkohol dan penemuan teknologi rekombinan DNA
mengawetkan daging  Memanfaatkan teknologi DNA
 Bioteknologi tertua dengan rekombinan dengan rekayasa genetika
pengolahan kebutuhan pangan  Menerapkan manipulasi susunan
 memanfaatkan mikroorganisme genetika mikroba
hidup dalam proses biokimia  Penerapannya tidak secara turun
fermentasi, dan persilangan temurun
tradisional atau alami  Menggunakan alat-alat yang sudah
 Penerapannya secara turun temurun cukup canggih
 Menggunakan alat-alat sederhana  Dilakukan dengan keadaan steril dan
 Pertama kali ditemukan oleh Louis bersih
Pasteur.
PPs Unesa Fermentasi

Merupakan proses produksi yang melibatkan enrgi


dalam sel dengan keadaan tanpa oksigen /
anaerobik.
Fermentasi juga proses metabolism yang terjadi
perubahan kimia pada substrat organikm untuk
menghasilkan produk akhir. Proses ini menggunakan
mikroorganisme tertentu.
Teknik Kultur
Bioteknologi jaringan
Cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Dengan
cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun dan
mata tunas

Rekayasa
genetika
Suatu proses manipulasi gen untuk memperoleh
organisme yang unggul
Manfaat Bioteknologi
PPs Unesa

Pangan

Yogurt Wine Tempe Keju Tape Kecap


Dampak Bioteknologi
PPs Unesa

Melanggar hukum dan etika


Potensi berbahaya bagi kesehatan manusia
Menyisipkan gen makhluk hidup
kepada makhluk hidup yang tidak • Penggunaan produk bioteknologi
M sekerabat dianggap sebagai K
yang resistan terhadap tubuh
O pelanggaran hukum alam dan E • Produk makanan yang dihasilkan dari
R sulit diterima dalam masyarakat. S makhluk hidup dengan suntikan
A E produk hormon atau lainnya,
L H terkadang muncul bahan kimia baru
A yang berbahaya
Tidak manusiawi
T
Kloning manusia yang dianggap A Kasus luar biasa SARS
merusak nilai moral dan etika N
karena merusak embrio Kloning manusia yang dianggap
manusia merusak nilai moral dan etika karena
merusak embrio manusia
Dampak Bioteknologi
PPs Unesa

Pencemaran biologi

Apabila makhluk hidup hasil


transgenik lepas ke alam bebas S
LI dan kawan dengan makhluk O
N hidup normal akan menghasilkan SI Menimbulkan kesenjangan ekonomi
G keturunan yang mutan A
K L
E Kelompok tertentu membuat petani
U tradisional tidak dapat mengadakan
N Terancamnya kelestarian lingkungan K
bibit sendiri
G hidup O
A Rekayasa genetika memungkinkan N
N perubahan genotip yang tidak O
secara alami namun sesuai dengan M
kubutuhan pelaku bioteknologi . I
Hal itu dapat mengancam
kelestarian makhluk hidup yang
sesungguhnya.
PPs Unesa

Terima kasih 