Anda di halaman 1dari 57

12-1

BAB 12

ASET TAK BERWUJUD

Akuntansi Keuangan Menengah


Edisi IFRS
Kieso, Weygandt, dan Warfield

12-2
Tujuan
Tujuan Pembelajaran
Pembelajaran
1. Mendeskripsikan karakteristik aset tak berwujud.
2. Mengidentifikasi biaya-biaya yang dimasukkan dalam penilaian awal aset tak
berwujud.
3. Menjelaskan prosedur untuk amortisasi aset tak berwujud.
4. Menjelaskan jenis-jenis aset tak berwujud.
5. Menjelaskan isu-isu konseptual yang terkait dengan goodwill.
6. Menjelaskan prosedur akuntansi untuk mencatat goodwill.
7. Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
8. Mengidentifikasi isu-isu konseptual yang terkait dengan biaya penelitian dan
pengembangan.
9. Menjelaskan akuntansi untuk penelitian dan pengembangan dan biaya lainnya yang
serupa.
10. Menunjukkan penyajian aset tak berwujud dan item-item terkait.

12-3
Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Penyajian Aset
Penurunan Biaya Penelitian
Isu Aset Tak Jenis Aset Tak Tak Berwujud
Nilai Aset Tak &
Berwujud Berwujud dan Item
Berwujud Pengembangan
Terkait
Karakteristik Terkait Aset tak Mengidentifikasi Aset tak
Penilaian pemasaran berwujud litbang (R&D) berwujud
Terkait dengan masa Mencatat R&D Biaya litbang
Amortisasi
pelanggan manfaat (R&D)
Biaya serupa
terbatas
Terkait artistik Pertanyaan
Pemulihan
Tekait kontrak konseptual
kerugian
Terkait penurunan nilai
teknologi
Aset tak
Goodwill berwujud
dengan masa
manfaat tidak
terbatas selain
goodwill
Goodwill
12-4
Isu-isu
Isu-isu Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Karakteristik
Tiga Karakteristik Utama:
(1) Dapat diidentifikasi.

(2) Tidak memiliki eksistensi fisik.

(3) Bukan aset moneter.

Biasanya diklasifikasikan sebagai aset tak lancar.

12-5 TP 1 Mendeskripsikan karakteristik aset tak berwujud.


Isu-isu
Isu-isu Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Penilaian
Aset Tak Berwujud yang Dibeli:
 Dicatat pada biaya perolehan.
 Mencakup semua biaya yang perlu untuk membuat aset
tersebut siap digunakan.
 Biaya perolehan umumnya termasuk:
► Harga pembelian.
► Biaya hukum.
► Biaya insidental lainnya.

12-6 TP 2 Mengidentifikasi biaya-biaya yang dimasukkan dalam penilaian awal aset tak berwujud.
Isu-isu
Isu-isu Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Penilaian
Aset tak berwujud yang dibuat sendiri:
 Perusahaan membebankan semua biaya tahap penelitian
dan beberapa biaya tahap pengembangan.

 Biaya pengembangan tertentu dikapitalisasi begitu kriteria


kelayakan ekonomi terpenuhi.

 IFRS mengidentifikasi beberapa kriteria tertentu yang


harus dipenuhi sebelum biaya pengembangan dapat
dikapitalisasi.

12-7 TP 2 Mengidentifikasi biaya-biaya yang dimasukkan dalam penilaian awal aset tak berwujud.
Isu-isu
Isu-isu Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Aset Tak Berwujud yang Dibuat Sendiri Ilustrasi 12-1


Tahapan Penelitian
dan Pengembangan

12-8 TP 2 Mengidentifikasi biaya-biaya yang dimasukkan dalam penilaian awal aset tak berwujud.
Isu-isu
Isu-isu Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Amortisasi Aset Tak Berwujud


Aset Tak Berwujud Bermasa Manfaat Terbatas:
 Amortisasi melalui pembebanan sistematis atas biaya selama
masa manfaat aset.
 Kredit akun aset atau akumulasi amortisasi.
 Masa manfaat harus mencerminkan periode di mana aset-aset
tersebut akan memberikan kontribusi pada arus kas perusahaan.
 Amortization should be cost less residual value.
 IFRS mengharuskan perusahaan untuk menilai estimasi nilai
residu dan masa manfaat aset tak berwujud setidaknya sekali
setiap tahun.
12-9 TP 3 Menjelaskan prosedur untuk amortisasi aset tak berwujud.
Isu-isu
Isu-isu Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Amortisasi Aset Tak Berwujud


Aset Tak Berwujud Bermasa Manfaat Tidak Terbatas:
 Tidak ada batas yang terlihat pada periode waktu di mana
aset tak berwujud diharapkan dapat memberikan arus kas
bagi perusahaan.
 Tidak melakukan amortisasi.
 Perusahaan juga harus menguji penurunan nilai atas aset
tak berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas
setidaknya setiap tahun.

12-10 TP 3 Menjelaskan prosedur untuk amortisasi aset tak berwujud.


Isu-isu
Isu-isu Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Amortisasi Aset Tak Berwujud Ilustrasi 12-2


Perlakuan Akuntansi
untuk Aset Tak Berwujud

12-11 TP 3 Menjelaskan prosedur untuk amortisasi aset tak berwujud.


Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Enam Kategori Utama:

(1) Terkait pemasaran. (4) Terkait kontrak.

(2) Terkait pelanggan. (5) Terkait teknologi.

(3) Terkait artistik. (6) Goodwill.

12-12 TP 4 Menjelaskan jenis-jenis aset tak berwujud.


Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Aset Tak Berwujud Terkait Pemasaran


 Contoh:
► Merek/nama dagang, kepala surat kabar, nama
domain Internet, dan perjanjian non-kompetisi.
 Merek atau nama dagang di Amerika Serikat
memberikan perlindungan hukum selama periode tak
terbatas yang diperbarui setiap 10 tahun.
 Mengapitalisasi biaya akuisisi.
 Tidak melakukan amortisasi.

12-13 TP 4 Menjelaskan jenis-jenis aset tak berwujud.


Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Aset Tak Berwujud Terkait Pelanggan


 Contoh:
► Daftar pelanggan, pesanan atau backlog produksi, dan
hubungan dengan pelanggan baik kontrak maupun non-
kontrak.

 Mengapitalisasi biaya akuisisi.

 Mengamortisasi biaya selama masa manfaat.

12-14 TP 4 Menjelaskan jenis-jenis aset tak berwujud.


Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud
Ilustrasi: Green Market Inc. memperoleh daftar pelanggan dari
sebuah surat kabar besar seharga €6,000,000 pada 1 Januari
2011. Green Market berharap mendapat keuntungan dari informasi
tersebut secara merata selama periode tiga tahun. Catat
pembelian daftar pelanggan dan amortisasinya pada akhir setiap
tahun.
Jan. 1 Daftar Pelanggan 6.000.000
Kas 6.000.000

Des. 31 Beban amortisasi 2.000.000


2010
Daftar Pelanggan 2.000.000
2011
2012

12-15 TP 4 Menjelaskan jenis-jenis aset tak berwujud.


Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Aset Tak Berwujud Terkait Artistik


 Contoh:
► Hak kepemilikan atas drama, karya sastra, karya musik,
gambar, foto, serta video dan materi audiovisual lainnya.
 Hak cipta diberikan selama umur sang pencipta ditambah 70
tahun.
 Mengapitalisasi biaya memperoleh dan mempertahankan.
 Mengamortisasi biaya selama masa manfaat.

and Mickey
Mouse

12-16 TP 4
Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Aset Tak Berwujud Terkait Kontrak


 Contoh:
► Perjanjian waralaba dan lisensi, izin konstruksi, hak
siar, dan kontrak jasa atau suplai.
 Waralaba (atau lisensi) dengan masa manfaat terbatas
harus mengamortisasi biaya sepanjang umur waralaba.
 Waralaba dengan masa manfaat yang tidak terbatas harus
dicatat pada biaya perolehannya dan tidak boleh
diamortisasi.

12-17 TP 4
Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Aset Tak Berwujud Terkait Teknologi


 Contoh:
► Teknologi yang dipatenkan dan rahasia dagang yang
diberikan oleh badan pemerintah.
 Paten memberikan pemegang paten hak ekslusif untuk
menggunakan produk atau proses selama periode 20 tahun.
 Mengkapitalisasi semua biaya terkait pembelian paten.
 Membebankan semua biaya R&D terkait pengembangan paten.
 Mengamortisasi sepanjang umur hukum atau masa manfaatnya,
mana yang lebih pendek.

12-18 TP 4 Menjelaskan jenis-jenis aset tak berwujud.


Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Ilustrasi: Harcott Co. mengeluarkan biaya hukum senilai


$180.000 pada 1 Januari 2011, untuk mempertahankan paten.
Masa manfaat paten adalah 20 tahun, diamortisasi secara garis
lurus. Harcott mencatat biaya hukum dan amortisasi pada akhir
2011 sebagai berikut.

Jan. 1 Paten 180.000


Kas 180.000

Des. 31 Beban Amortisasi Paten 9.000


Paten 9.000

12-19 TP 4 Menjelaskan jenis-jenis aset tak berwujud.


Jenis-jenis
Jenis-jenis Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Goodwill
Secara konsep, merepresentasikan manfaat ekonomi masa depan
yang timbul dari aset lainnya yang diperoleh dalam penggabungan
usaha yang tidak diidentifikasi secara individu dan diakuisecara
terpisah.

Hanya dicatat pada saat bisnis dibeli secara keseluruhan.


Goodwill merupakan kelebihan

biaya perolehan atas nilai wajar aset neto yang dapat


diidentifikasi.

Goodwill yang dihasilkan secara internal tidak dapat dikapitalisasi.

12-20 TP 5 Menjelaskan isu-isu konseptual yang terkait dengan goodwill.


Mencatat
Mencatat Goodwill
Goodwill

Ilustrasi: Multi-Diversified, Inc. memutuskan bahwa perusahaan


membutuhkan sebuah divisi suku cadang untuk mendukung jaringan
distributor traktor yang sudah ada. Direktur Multi-Diversified tertarik
untuk membeli sebuah perusahaan kecil di São Paulo, Brazil. Ilustrasi
berikut menyajikan laporan posisi keuangan Tractorling Company.

Ilustrasi 12-4

12-21 TP 6 Menjelaskan prosedur akuntansi untuk mencatat goodwill.


Mencatat
Mencatat Goodwill
Goodwill

Ilustrasi: Multi-Diversified menginvestigasi aset yang mendasari nilai


Tractorling untuk menentukan nilai wajarnya.
Ilustrasi 12-5

Tractorling Company memutuskan untuk menerima tawaran dari Multi-


Diversified senilai $400.000. Berapakah nilai goodwill dalam transaksi
tersebut, jika ada?
12-22 TP 6 Menjelaskan prosedur akuntansi untuk mencatat goodwill.
Mencatat
Mencatat Goodwill
Goodwill

Ilustrasi: Penentuan Goodwill.

Ilustrasi 12-6

12-23 TP 6 Menjelaskan prosedur akuntansi untuk mencatat goodwill.


Mencatat
Mencatat Goodwill
Goodwill

Ilustrasi: Multi-Diversified mencatat transaksi tersebut sebagai


berikut.

Aset tetap 205.000


Paten 18.000
Persediaan 122.000
Piutang 35.000
Kas 25.000
Goodwill 50.000
Liabilitas 55.000
Kas 400.000

12-24 TP 6 Menjelaskan prosedur akuntansi untuk mencatat goodwill.


Goodwill
Goodwill

Penghapusan Goodwill
 Goodwill dianggap memiliki masa manfaat yang tidak
terbatas.
 Tidak harus diamortisasi.
 Disesuaikan nilai tercatatnya hanya ketika nilai goodwill turun.

Pembelian Diskon
 Harga pembelian lebih kecil dari nilai wajar aset neto yang
diperoleh.
 Jumlah kelebihan dicatat sebagai keuntungan oleh pihak
pembeli.

12-25 TP 6 Menjelaskan prosedur akuntansi untuk mencatat goodwill.


Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud
Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud yang Masa Manfaatnya
Terbatas

Sama seperti penurunan aset berumur panjang di Bab 11.


Ilustrasi 11-15

12-26 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Ilustrasi: Lerch, Inc. memiliki paten terkait cara mengekstrak


minyak dari batuserpih (shale rock), dengan nilai tercatat
$5.000.000 pada akhir 2010. Sayangnya, beberapa penemuan
minyak non-serpid (non-shale) baru-baru ini berpengaruh negatif
terhadap permintaan untuk teknologi minyak serpih (shale oil),
yang menunjukkan bahwa paten tersebut turun nilainya. Lerch
menentukan jumlah terpulihkan untuk paten tersebut berdasarkan
nilai pakai (karena tidak ada pasar aktif untuk paten). Lerch
memperkirakan nilai dalam penggunaan paten pada $2.000.000,
berdasarkan arus kas neto masa depan terdiskonto yang
diharapkan pada tingkat bunga pasar.

12-27 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Menghitung kerugian penurunan nilai (berdasarkan nilai pakai).

$3.000.000 Kerugian Penurunan Nilai

Ilustrasi 11-15
$5.000.000 $2.000.000

Tidak Diketahui $2.000.000

12-28 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Menghitung kerugian penurunan nilai (berdasarkan nilai pakai).

$3.000.000 Kerugian Penurunan Nilai

Ilustrasi 11-15
$5.000.000 $2.000.000

Jurnal untuk mencatat kerugian penurunan nilai.


Kerugian atas Penurunan Nilai 3.000.000
Paten Unknown 3.000.000
$2,000,000

12-29 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Pemulihan Kerugian Penurunan Nilai

Ilustrasi: Nilai tercatat paten setelah penurunan nilai adalah $


2.000.000 ($ 5.000.000 – $ 3.000.000). Dengan demikian, beban
amortisasi Lerch adalah $ 400.000 ($ 2.000.000 ÷ 5) selama lima
tahun sisa hidup paten. Beban amortisasi dan nilai tercatat terkait
setelah penurunan nilai tersebut ditunjukkan sebagai berikut.
Ilustrasi 12-8

12-30 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Pemulihan Kerugian Penurunan Nilai


Awal tahun 2012, dengan mempertimbangkan peningkatan kondisi
pasar untuk teknologi minyak serpih (shale oil), Lerch mengukur
kembali nilai terpulihkan dari paten menjadi sebesar $1.750.000.
Dalam hal ini, Lerch memulihkan kembali sebagian dari kerugian
penurunan nilai tersebut.

Paten ($1.750.000 – $1.600.000) 150.000


Kerugian atas Penurunan Nilai 150.000

12-31 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud yang Masa


Manfaatnya Tidak Terbatas Selain Goodwill

 Harus dilakukan uji untuk penurunan nilai setidaknya setiap


tahun.

 Uji penurunan nilai sama dengan untuk aset tak berwujud yang
masa manfaatnya terbatas. Yaitu,

► membandingkan jumlah terpulihkan dari aset tak berwujud


dengan nilai tercatat aset;

► jika jumlah terpulihkan lebih kecil dari nilai tercatat, maka


perusahaan mengakui penurunan nilai.

12-32 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud
Ilustrasi: Arcon Radio membeli lisensi siaran seharga $2.000.000.
Lisensi diperpanjang setiap 10 tahun. Arcon Radio telah memperbarui
lisensi dengan GCC sebanyak dua kali dengan biaya yang minim.
Karena Arcon mengharapkan arus kas tersebut untuk bertahan
selamanya, Arcon melaporkan lisensi tersebut sebagai aset tak
berwujud yang masa manfaatnya tidak terbatas. Baru-baru ini, GCC
memutuskan untuk melelang lisensi kepada penawar tertinggi dan
bukan lagi memperpanjang lisensi yang ada. Berdasarkan informasi
dari lelang atas lisensi serupa, Arcon Radio memperkirakan nilai
wajar lisensi dikurangi biaya untuk menjual (jumlah terpulihkan)
sebesar $1.500.000. Ilustrasi 12-9

12-33 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Penurunan Nilai Goodwill


 Perusahaan harus menguji goodwill setidaknya setiap
tahun.

 Penurunan nilai dilakukan berdasarkan unit penghasil kas


di mana goodwill dialokasikan.

 Karena pasar aktif untuk unit penghasil kas jarang adanya,


estimasi jumlah terpulihkan untuk penurunan nilai goodwill
biasanya didasarkan pada estimasi nilai pakai.

12-34 TP 7 Menjelaskan isu-isu akuntansi yang terkait dengan penurunan nilai aset tak berwujud.
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Ilustrasi: Kohlbuy Corporation memiliki tiga divisi. Perusahaan


membeli satu divisi, Pritt Products, empat tahun lalu sebesar $2 juta.
Sayangnya, Pritt mengalami kerugian operasi selama tiga kuartal
terakhir. Manajemen Kohlbuy sekarang meninjau divisi tersebut (unit
penghasil kas), untuk tujuan pengujian penurunan nilai tahunan. Aset
neto Divisi Pritt, termasuk goodwill terkait sebesar $ 900.000 yang
berasal dari pembelian:
Ilustrasi 12-10

12-35 TP 7
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud
Kohlbuy menentukan jumlah terpulihkan untuk Divisi Pritt sebesar
$2.800.000 berdasarkan estimasi nilai pakai.

Ilustrasi 11-15
$2.400.000 $2.800.000

Tidak Ada
Penurunan
Nilai

Tidak Diketahui $2.800.000


12-36 TP 7
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud
Asumsikan bahwa jumlah terpulihkan untuk Divisi Pritt adalah
$1.900.000 dan bukan $2.800.000.

$500.000 Kerugian Penurunan Nilai

Ilustrasi 11-15
$2.400.000 $1.900.000

Tidak Diketahui $1.900.000


12-37 TP 7
Penurunan
Penurunan Nilai
Nilai Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud

Asumsikan bahwa jumlah terpulihkan untuk Divisi Pritt adalah


$1.900.000, bukan $2.800.000.

$500.000 Kerugian Penurunan Nilai

Ilustrasi 11-15
$2.400.000 $1.900.000

Kerugian atas Penurunan Nilai 500.000


Goodwill 500.000

Unknown $1,900,000
12-38 TP 7
Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan

Biaya penelitian dan pengembangan (R&D) bukanlah


aset tak berwujud dengan sendirinya.

Sering melahirkan paten atau hak cipta yang dapat


memberikan nilai di masa depan seperti:

► produk baru, ► rumus (formula),


► proses, ► komposisi, atau
► ide, ► karya sastra.

12-39 TP 8 Mengidentifikasi isu-isu konseptual yang terkait dengan biaya R&D.


Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan

Perusahaan yang mengeluarkan banyak uang untuk


penelitian dan pengembangan (R&D).
Ilustrasi 12-12

12-40 TP 8 Mengidentifikasi isu-isu konseptual yang terkait dengan biaya R&D.


Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan
 Biaya penelitian dibebankan pada saat terjadinya.

 Biaya pengembangan mungkin atau mungkin tidak


dibebankan pada saat terjadinya.

 Kapitalisasi dimulai ketika proyek sudah berada cukup jauh


dalam alur proses sehingga manfaat ekonomi dari proyek
R&D tersebut akan mengalir ke perusahaan (proyek tersebut
layak secara ekonomi).

12-41 TP 8 Mengidentifikasi isu-isu konseptual yang terkait dengan biaya R&D.


Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan

Mengidentifikasi Aktivitas R&D


Ilustrasi 12-13

Aktivitas
Aktivitas Penelitian
Penelitian Contoh
Contoh
Investigasi
Investigasi orisinil
orisinil dan
dan direncanakan
direncanakan Penelitian
Penelitian laboratorium
laboratorium yang
yang bertujuan
bertujuan
yang
yang dilakukan
dilakukan untuk
untuk menggali
menggali prospek
prospek menemukan
menemukan pengetahuan baru; menggali
pengetahuan baru; menggali
memperoleh
memperoleh pengetahuan
pengetahuan dandan penerapan
penerapan dari
dari temuan
temuan penelitian
penelitian baru.
baru.
pemahaman
pemahaman ilmiah
ilmiah atau
atau teknik
teknik baru.
baru.

Aktivitas
Aktivitas Pengembangan
Pengembangan Contoh
Contoh
Penerapan
Penerapan hasil
hasil penelitian
penelitian atau
atau Formulasi
Formulasi konseptual
konseptual dan
dan desain
desain atas
atas
pengetahuan
pengetahuan lainnya atas rencana atau
lainnya atas rencana atau alternatif produk atau proses; pembangunan
alternatif produk atau proses; pembangunan
desain
desain produksi
produksi bahan
bahan baku
baku baru
baru atau
atau purwarupa
purwarupa (prototype)
(prototype) dan
dan pengoperasian
pengoperasian
yang
yang ditingkatkan
ditingkatkan secara
secara substansial,
substansial, pabrik
pabrik percontohan.
percontohan.
perangkat,
perangkat, produk,
produk, proses,
proses, sistem,
sistem, atau
atau
jasa
jasa sebelum
sebelum dimulainya
dimulainya produksi
produksi atau
atau
penggunaan secara komersial.
penggunaan secara komersial.

12-42 TP 8 Mengidentifikasi isu-isu konseptual yang terkait dengan biaya R&D.


Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan

Akuntansi untuk Aktivitas R&D


Biaya-biaya yang Berkaitan dengan Aktivitas R&D:
 Bahan, Peralatan, dan Fasilitas
 Personil
 Aset Tak Berwujud yang Dibeli
 Layanan Kontrak
 Biaya Tidak Langsung

12-43 TP 9 Menjelaskan akuntansi untuk R&D dan biaya lainnya yang serupa.
Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan
L12-1: Tunjukkan item-item yang mana pada daftar berikut yang
umumnya akan dilaporkan dalam laporan keuangan.

Item
Item Klasifikasi
Klasifikasi
1. Investasi di anak perusahaan. 1. Investasi jangka panjang
2. Lahan kayu. 2. Aset Tetap
3. Biaya aktivitas teknik yang 3. Beban R&D
diperlukan untuk mendorong desain 4. Sewa dibayar di muka
produk ke tahap manufaktur.
5. Aset Tetap
4. Pembayaran sewa.
6. Beban R&D
5. Biaya peralatan yang diperoleh.
6. Biaya pencarian pengajuan temuan
penelitian baru.
12-44 TP 9
Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan

Item
Item Klasifikasi
Klasifikasi

7. Biaya yang dikeluarkan untuk 7. Beban


pembentukan perusahaan. 8. Kerugian operasi
8. Kerugian operasi yang timbul dalam 9. Beban
persiapan bisnis.
10. Aset Tak Berwujud
9. Biaya pelatihan yang dikeluarkan
11. Tidak dicatat
dalam persiapan operasi baru .
12. Beban R&D
10. Biaya pembelian waralaba.
11. Goodwill yang dihasilkan secara
internal.
12. Biaya pengujian dalam mencari
alternatif produk.
12-45 TP 9 Menjelaskan akuntansi untuk R&D dan biaya lainnya yang serupa.
Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan

Item
Item Klasifikasi
Klasifikasi
13. Goodwill yang diperoleh dalam 13. Aset Tak Berwujud
pembelian sebuah bisnis. 14. Beban R&D
14. Biaya pengembangan paten. 15. Aset Tak Berwujud
15. Biaya pembelian paten dari seorang 16. Aset Tak Berwujud
penemu.
17. Aset Tak Berwujud
16. Biaya hukum yang dikeluarkan dalam
mempertahankan paten.
17. Biaya gugatan hukum untuk
melindungi hak paten.

12-46 TP 9 Menjelaskan akuntansi untuk R&D dan biaya lainnya yang serupa.
Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan

Item
Item Classification
Classification
18. Biaya formulasi konseptual alternatif 18. Beban R&D
produk. 19. Aset Tak Berwujud
19. Biaya pembelian hak cipta. 20. Aset Tak Berwujud
20. Biaya pengembangan yang 21. Investasi jangka panjang
dikeluarkan setelah mencapai
22. Beban
kelayakan ekonomi.
23. Aset Tak Berwujud
21. Piutang jangka panjang.
22. Biaya pengembangan merek dagang.
23. Biaya pembelian merek dagang.

12-47 TP 9 Menjelaskan akuntansi untuk R&D dan biaya lainnya yang serupa.
Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan

Other Costs Similar to R&D Costs


 Start-up costs for a new operation.
► should expensed as incurred.
 Initial operating losses.
► Should not be capitalized.
 Advertising costs.
► Should expensed as incurred.

If R&D–related intangibles (often referred to as in-process R&D) are also acquired in


a business combination, they are also recognized dan measured at fair value.

12-48 TP 9 Menjelaskan akuntansi untuk R&D dan biaya lainnya yang serupa.
Biaya
Biaya Penelitian
Penelitian dan
dan Pengembangan
Pengembangan
L12-17: Hitung jumlah yang dilaporkan sebagai beban penelitian dan
pengembangan.
$330.000 / 5 = $66.000
Beban
R&D
Biaya peralatan yang diperoleh yang akan memiliki kegunaan
alternatif dalam proyek R&D selama 5 tahun ke depan. $330.000 $66.000

Bahan yang digunakan dalam proyek R&D 59.000 59.000

Biaya konsultasi yang dikeluarkan kepada pihak luar untuk proyek R&D 100.000 100.000

Biaya personil dari pegawai yang terlibat dalam proyek R&D 128.000 128.000
Biaya tidak langsung yang dialokasikan untuk proyek R&D 50.000 50.000

Bahan yang dibeli untuk proyek R&D di masa depan 34.000 0

$403.000

12-49 TP 9 Menjelaskan akuntansi untuk R&D dan biaya lainnya yang serupa.
Penyajian
Penyajian Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud dan
dan Item
Item Terkait
Terkait

Penyajian Aset Tak Berwujud


Laporan Posisi Keuangan
► Aset tak berwujud ditampilkan sebagai item yang
terpisah.

► Pelaporan mirip dengan pelaporan aset tetap.

► Tidak ada akun kontra yang ditampilkan untuk aset tak


berwujud.

► Perusahaan harus melaporkan secara terpisah semua


aset tak berwujud selain goodwill.

12-50 TP 10 Menunjukkan penyajian aset tak berwujud dan item-item terkait.


Penyajian
Penyajian Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud dan
dan Item
Item Terkait
Terkait

Penyajian Aset Tak Berwujud


Laporan Laba Rugi
► Beban amortisasi.

► Penurunan nilai dan pemulihan selain goodwill disajikan


secara terpisah (biasanya di bagian operasi).

12-51 TP 10 Menunjukkan penyajian aset tak berwujud dan item-item terkait.


Penyajian
Penyajian Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud dan
dan Item
Item Terkait
Terkait

Penyajian Aset Tak Berwujud


Ilustrasi 12-15

12-52 TP 10 Menunjukkan penyajian aset tak berwujud dan item-item terkait.


Penyajian
Penyajian Aset
Aset Tak
Tak Berwujud
Berwujud dan
dan Item
Item Terkait
Terkait

Penyajian Aset Tak Berwujud


Ilustrasi 12-16

12-53 TP 10 Menunjukkan penyajian aset tak berwujud dan item-item terkait.


► Baik U.S. GAAP dan IFRS memisahkan biaya yang berkaitan dengan
penelitian dan pengembangan menjadi dua komponen. Biaya dalam
tahap penelitian selalu dibebankan baik dalam IFRS dan U.S. GAAP.
Namun begitu, berdasarkan IFRS, biaya dalam tahap pengembangan
dikapitalisasi begitu kelayakan ekonomi tercapai.
► IFRS mengizinkan kapitalisasi atas beberapa aset tak berwujud yang
dihasilkan secara internal (misalnya, merek dan biaya pengembangan
yang memenuhi kriteria kelayakan ekonomi). Sementara itu U.S. GAAP
mengharuskan pembebanan semua Biaya Penelitian dan
Pengembangan.
12-54
► Berdasarkan U.S. GAAP, kerugian penurunan nilai diukur sebagai selisih
nilai tercatat aset di atas nilai wajarnya. Berdasarkan IFRS, uji penurunan
nilai didasarkan pada jumlah tercatat aset dibandingkan dengan jumlah
terpulihkannya (yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya
untuk menjual dan nilai pakainya).
► IFRS mengizinkan pemulihan kerugian penurunan nilai ketika terjadi
perubahan kondisi ekonomi atau perubahan penggunaan yang diharapkan
dari aset. Sementara itu menurut U.S. GAAP, kerugian penurunan nilai
tidak dapat dipulihkan untuk aset yang disimpan dan digunakan. Kerugian
penurunan nilai menghasilkan dasar biaya perolehan baru untuk aset
tersebut. IFRS dan U.S. GAAP serupa dalam perlakuan akuntansi untuk
penurunan nilai dari aset yang dimiliki untuk dilepas.
12-55
► Dengan penerbitan pernyataan konvergensi baru terkait penggabungan
usaha (IFRS 3 dan PSAK No. 141-Revisi), standar IFRS dan U.S. GAAP
sangat mirip untuk perlakuan akuntansi atas aset tak berwujud yang
diperoleh dalam penggabungan usaha. Dalam hal ini, perusahaan
mengakui aset tak berwujud secara terpisah dari goodwill jika aset tak
berwujud merepresentasikan hak kontrak atau hukum atau dapat
dipisahkan atau dibagi dan dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan, atau
ditukarkan. Selain itu, baik dalam U.S. GAAP dan IFRS, perusahaan
mengakui penelitian dan pengembangan dalam proses (in-process
research & development – IPR&D) yang diperoleh sebagai aset tak
berwujud yang terpisah jika memenuhi definisi aset tak berwujud dan nilai
wajarnya dapat diukur secara andal.
12-56
Hak
Hak Cipta
Cipta

Copyright © 2011 John Wiley & Sons, Inc. Hak cipta dilindungi.
Dilarang memperbanyak atau menerjemahkan karya ini melebihi
yang diizinkan dalam Bagian 117 Undang-undang Hak Cipta
Amerika Serikat 1976 tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.
Permintaan informasi lebih lanjut harus ditujukan ke Departemen
Perizinan, John Wiley & Sons, Inc. Pembeli dapat membuat
salinan cadangan untuk penggunaan sendiri saja dan bukan untuk
distribusi atau penjualan kembali. Penerbit tidak bertanggung
jawab atas kesalahan, kelalaian, atau kerusakan, yang disebabkan
oleh penggunaan program tersebut atau dari penggunaan
informasi yang terdapat di sini.

12-57

Anda mungkin juga menyukai