Anda di halaman 1dari 33

SUCI ANUGRAH RIASTAMY

194110310
II A

ASKEB PERSALINAN
DAN BBL
PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PERSALINAN DAN BBL
A. PENYAKIT INFEKSI
• TORCH
o Toxoplasma
Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut
Toxoplasma gondi. Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip
gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan
umumnya tidak menimbulkan masalah. Jika wanita hamil
terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah
abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi
menderita Toxoplasmosis bawaan. Pada Toxoplasmosis bawaan,
gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan
telinga, retardasi mental, kejang-kejang dan ensefalitasi.
Lanjutan…
o Rubella
Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada
kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini
disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-
anak dan dewasa muda. Infeksi Rubella berbahaya bila
terjadi pada wanita hamil muda, karena dapat
menyebabkan kelainan pada bayinya.jika infeksi terjadi
pada bulan pertama kehamilan maka resiko terjadinya
kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi terjadi
trimester pertama maka resikonya menjadi 25%
Lanjutan…
o Cytomegalovirus
Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus
ini termasuk golongan virus keluarga herpes. Seperti
halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal
secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu
penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi
terjadi saat ibu sedang hamil. Jika ibu terinfeksi, maka
janin yang dikandung mempunyai resiko tertular
sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran
hati, kuning, ekapuran otak, ketulian retardasi mental,
dan lain-lain.
Lanjutan…
o Herpes
Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan
oleh herpes simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat
berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut
syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf
otonom. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi
HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli,
tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin
tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru
lahir dapat berakibat fatal (lebih dari 50 kasus).
• MALARIA
Infeksi malaria disebabkan oleh adanya parasit
plasmodium didalam darah atau jaringan yang
dibuktikan dengan pemeriksaan mikroskopis yang
positif, adanya antigen malaria dan tes cepat,
ditemukan DNA atau RNA parasit pada
pemeriksaan PCR. Infeksi malaria dapat
memberikan gejala berupa demam, menggigil,
anemia dan splenomegali. Pada individu yang imun
dapat berlangsung tanpa gejala (asimtomatis).
Lanjutan
o Pengaruh Malaria Pada Ibu Bersalin
Perhatian khusus harus ditujukan kepada
kemungkinan pendarahan postpartum. Ibu yang
menderita anemia berat pada permulaan partus
dapat menderita dekompensasi kordis segera
setelah kelahiran, akibat bertambahnya darah yang
beredar secara tiba-tiba karena aliran darah di
daerah panggul tidak lagi melaui plasenta.
• ASCARIASIS
Infeksi askariasis, atau disebut juga dengan
cacing gelang. Telur cacing bisa didapatkan pada
tanah yang terkontaminasi feses, karena itu
infeksi askariasis lebih banyak terjadi pada anak-
anak yang senang memasukkanjari yang terkena
tanah ke dalam mulut.
Kebanyakan infeksi ringan tidak menimbulkan
gejala. Infeksi yang berat dapat menyebabkan
akumulasi perdarahan sehingga akan terjadi
edema dan ruang-ruang udara tersumbat.
• HEPATITIS
Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab
seperti virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat
tradisional. Penyakit ini ditandai oleh perubahan warna kulit
dan bagian putih mata (sclera) menjadi kekuningan. Warna air
kencing penderita pun menjadi kuning atau bahkan kecoklatan
seperti air teh.
Penyakit hati biasanya jarang terjadi pada wanita hamil,
namun apabila timbul ikterus pada kehamilan, maka
penyebabnya yang paling tering adalah hepatitis virus. Penyakit
hepatitis biasanya memberikan keluhan mual, muntah,
anoreksia, demam ringan, mata kunang. Pada pemeriksaan fisik
dapat dijumpai ikterus dan hepatomegali, sedangkan
splenomegali hanya ditemukan pada 20-25% penderita.
Lanjutan…
Hepatitis virus pada kehamilan dapat ditularkan
kepada janin, baik in utero maupun segera setelah
lahir. Penularan virus ini pada janin, dapat terjadi
dengan beberapa cara, yaitu :
o Melewati placenta
o Kontaminasi dengan darah dan tinja Ibu pada
waktu persalinan
o Kontak langsung bayi baru lahir dengan Ibunya
o Melewati Air Susu Ibu, pada masa laktasi.
• TBC
Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular
yang sebagian besar disebabkan oleh kuman
mycobacterium tuberkulosis, kuman tersebut
biasanya masuk ke dalam tubuh manusia
melalui udara pernafasan ke dalam paru.
Kemudian kuman tersebut dapat menyebar dari
paru ke bagian tubuh lain melalui sistem
peredaran darah. Sistem saluran limfe, melalui
saluran nafas (bronchi) atau penyebaran
langsung ke bagian-bagian tubuh lainnya.
Lanjutan…
Gejala-gejala paling umum pada penderita Tuberculosis Paru adalah :
– Demam
– Batuk
– Nyeri dada
– Malaise
Efek TB pada kehamilan tergantung pada beberapa factor antara lain tipe,
letak dan keparahan penyakit, usia kehamilan saat menerima pengobatan
antituberkulosis, status nutrisi ibu hamil, ada tidaknya penyakit penyerta,
status imunitas, dan kemudahan mendapatkan fasilitas diagnosa dan
pengobatan TB.
Kehamilan dapat berefek terhadap tuberculosis dimana peningkatan
diafragma akibat kehamilan akan menyebabkan kavitas paru bagian bawah
mengalami kolaps yang disebut pneumo-peritoneum.
Lanjutan…
jika kuman TB hanya menyerang paru, maka akan ada sedikit risiko
terhadap janin. Untuk meminimalisasi risiko,biasanya diberikan obat-
obatan TB yang aman bagi kehamilan seperti Rifampisin, INH dan
Etambutol.
Selain itu, risiko juga meningkat pada janin, seperti abortus,
terhambatnya pertumbuhan janin, kelahiran prematur dan terjadinya
penularan TB dari ibu ke janin melalui aspirasi cairan amnion (disebut
TB congenital). Gejala TB congenital biasanya sudah bisa diamati pada
minggu ke 2-3 kehidupan bayi,seperti prematur, gangguan napas,
demam, berat badan rendah, hati dan limpa membesar. Penularan
kongenital sampai saat ini masih belum jelas,apakah bayi tertular saat
masih di perut atau setelah lahir.
• HERPES
Genital herpes, juga umumnya disebut "herpes" adalah
infeksi virus oleh herpes simplex virus (HSV) yang ditularkan
melalui kontak intim dengan lapisan-lapisan yang ditutupi
lendir dari mulut atau vagina atau kulit genital.
Wanita hamil terserang herpes bayi mempunyai risiko
tinggi tertular. Virus dapat ditularkan kepada janin melalui
placenta selama kehamilan atau selama persalinan vaginal.
Pada infeksi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko
keguguran.
Bayi yang dilahirkan dari perempuan yang mengalami
serangan virus herpes. pada saat lahir, satu sampai empat
persen menjadi terinfeksi dengan herpes-simplex virus.
• VARICELLA
Cacar air adalah suatu penyakit yang
disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster
yang mengakibatkan munculnya ruam kulit
berupa kumpulan bintik-bintik kecil baik
berbentuk datar maupun menonjol, melepuh
serta berkeropeng dan rasa gatal. Penyakit cacar
air merupakan penyakit menular yang bisa
ditularkan seseorang kepada orang lain secara
langsung.
Lanjutan…
Tanda Dan Gejala :
o Pada awal terinfeksi virus tersebut, pasien akan menderita rasa sakit seperti terbakar dan
kulit menjadi sensitif selama beberapa hari hingga satu minggu
o Setelah dua atau tiga hari kemudian akan mulai muncul bintek merah datar yang disebut
macula, lalu menjadi menonjol yang disebut papula, kemudian muncul cairan didalamnya
seperti melepuh disertai rasa gatal yang disebut vesikel, dan yang terakhir adalah
mengering sendiri. Lama proses mulai dari macula, papula, vesikel dan kropeng
membutuhkan waktu kurang lebih 6 sampai 8 jam. Proses berulang-ulang ini akan
berlangsung selama empat hari.
o Pada hari ke lima biasanya tidak ada kemunculan lepuhan baru di kulit.
o Pada hari ke enam semua lepuhan yang tadinya muncul akan kering dengan sendirinya
dan akhirnya hilang setelah kurang lebih sekitar 20 hari.
o Setelah 10 sampai 21 hari setelah terkena infeksi virus cacar air muncul gejala penyakit
seperti sakit kepala, demam sedang dan juga rasa tidak enak badan. Pada anak di bawah
umur 10 tahun biasanya tidak muncul gejala, sedangkan pada orang dewasa bisa lebih
parah gejalanya.
B. PENYAKIT SISTEMIK
• DM
Definisi diabetes mellitus dalam kehamilan
ialah gangguan toleransi glukosa berbagai
tingkat yang terjadi (atau pertama kali dideteksi)
pada kehamilan. Batas ini tanpa melihat
dipakai/tidaknya insulin atau menyingkirkan
kemungkinan adanya gangguan toleransi glukosa
yang mendahului kehamilan.
LANJUTAN…
o Klasifikasi
Untuk kepentingan diagnosis, terapi dan prognosis, baik bagi ibu maupun
bagi anak, pelbagi klasifikasi diusulkan oleh beberapa penulis, diantaranya
yang sering digunakan ialah klasifikasi menurut White yang berdasarkan
umur waktu penyakitnya timbul, lamanya, beratnya dan komplikasinya.
Klasifikasi Pyke untuk DM gestasional.
– Diabetes gestasional, dimana DM terjadi hanya pada waktu hamil
– Diabetes pregestasional, dimana DM sudah ada sebelum hamil
dan berlanjut sesudah kehamilan
– Diabetes pregestasional yang disertai dengan komplikasi
angiopati.
Lanjutan…
Klasifikasi baru tang akhir-akhir ini banyak dipakai adalah
Javanovic (1986) :
 Regulasi baik ( good diabetic Control)
Glukosa darah puasa 55-65 mg/dL, rata-rata 84 mg/dL, 1
jam sesudah makan < 140 mg/dL. Hb A 1c normal dalam 30
minggu untuk diabetes gestasional dan dalam 12 minggu untuk
diabetes pregestasional
 Regulasi tak baik ( Less than optimal Diabetic Control)
Tidak kontrol selama hamil Glukosa darah diatas normal
Tidak terkontrol baik selama 26 minggu untuk diabetes
gestasional atau 12 minggu untuk diabetes pregestasional
Lanjutan…
Pengaruh DM Selama persalinan :
 Persalinan memanjang akibat bayi yang besar
 Distosia bahu
 Meningkatnya tindakan operatif
 Reptura jalan lahir
 Perdarahan postpartum
Pengaruh terhadap janinnya :
 Janin mati dalam rahim
 Makrosomia
 Maturasi paru terlambat
 Trauma kelahiran
 Retardasi pertumbuhan
 Malfromasi kongenital
 Meningkatnya kematian neonatal
C. PENYAKIT KARDIOVASKULER
• JANTUNG
Menurut IKAPI (2008) dalam Gaya Hidup dan Penyakit Modern,
penyakit pada kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan oleh
adanya gangguan fungsi kerja jantung karena tidak adekuatnya
aliran darah.
Pada ibu hamil, terjadi adaptasi fisiologis sehingga menyebabkan
perubahan signifikan pada sistem kardiovaskuler. Wanita dengan
jantung normal dapat beradaptasi dengan baik selama kehamilan.
Sedangkan yang mengalami penyakit jantung,terjadi komplikasi
yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin, bahkan dapat
membahayakan nyawa ibu dan janin (Manuaba, 1998).
Lanjutan…
Penyebab dari penyakit jantung sendiri dibagi
menjadi dua :
• Kelainan Primer
Jadi kelainan primer ini sendiri lebih disebabkan
karena kelainan pada fisiologi jantungnya.
• Kelainan Sekunder
untuk kelainan sekunder ini sendiri lebih
disebabkan oleh penyakit-penyakit lain
Lanjutan…
Beberapa tanda dan gejala pada ibu hamil yang memiliki penyakit
jantung selama kehamilan meliputi adanya nyeri dada terkait aktivitas
dan emosi ibu, sesak nafas berat baik itu saat istirahat maupun terjadi
di malam hari, dan sinkop (kehilangan kesadaran karena kekurangan
suplai oksigen di otak). Akibat beberapa gejala tersebut, ibu akan cepat
merasa lelah dan susah beraktivitas.
Sedangkan tanda dan gejala yang dapat ditemukan selama
pemeriksaan fisik dapat berupa murmur, baik itu sistolik maupun
diastolic, sianosis, terdapat distensi vena jugular, pembesaran hati
sehingga menimbulkan nyeri tekan, pembesaran jantung, denyut
jantung terlalu cepat, denyut jantung tidak seperti biasanya baik itu
terlalu cepat maupun terlalu lambat (palpitasi) dan edema perifer pada
bagian tubuh, khususnya di ekstremitas tubuh.
Lanjutan…
Pertolongan persalinan penyakit jantung pada kehamilan
Persalinan pada bumil yang menderita penyakit jantung disesuaikan
dengan tingkat penyakitnya, yaitu sebagai berikut:
• Tingkat I : Dapat dengan persalinan spontan
• Tingkat II-IV : Hindari kala dua panjang, profilaksis dengan forsep
ekstraksi
Postpartum
• Perhatikan regurgitasi darah yang besar sehingga dapat terjadi
dekompensasio kordis akuta
• Pada kasus dengan HPP dapat diberikan oksitosin transfuse hanya dengan
pack Cel.
• Pantau kemungkinan dekompensasio kordis pascanifas.Dapat diberikan
digalisasi atas saran ahli penyakit jantung.
D. PENYAKIT IMUNOLOGI/ALERGI
• ASMA
Asma merupakan suatu penyakit gangguan jalan
nafas obstruktif intermiten yang bersifat reversibel,
ditandai dengan adanya periode bronkospasme,
peningkatan respon trakea dan bronkus terhadap
berbagai rangsangan yang menyebabkan
penyempitan jalan nafas. Asama bronkiale
merupakan salah satu penyakit salauran nafas yang
sering di jumpai dalam kehamilan dan persalinan
Lanjutan…
Tipe asma berdasarkan penyebabnya terbagi menjadi alergi, idiopatik,
dan non alergik atau campuran (mixed).
o Asma alergik/ ekstrinsik, merupakan suatu bentuk asma dengan
alergen seperti bulu binatang, debu, ketombe, tepung sari, makanan,
dan lain-lain. Alergen terbanyak adalah airborne dan musiman
(seasonal).
o Idiopatik atau nonalergik asma/ instrinsik, tidak berhubungan secara
langsung dengan alergen spesifik. Faktor-faktor seperti common cold,
infeksi saluran nafas atas, aktivitas, emosi/stress, dan polusi
lingkungan .
o Asma campuran (mixed asma), merupakan bentuk asma yang paling
sering. Dikarakteristik dengan bentuk kedua jenis asma alergi dan
idiopatik atau non alergi
Lanjutan…
– Faktor predisposisi
Genetik
Alergen
Perubahan Cuaca
Merokok atau Asap rokok bagi perokok aktif maupun
pasif
Lingkungan kerja
Obesitas
Olahraga
Stress
Lanjutan…
– Tanda Dan Gejala:
Batuk.
Peningkatan respirasi.
Sesak nafas.
Takikardia.
Pernapasan mengi.
Penggunaan otot pernafasan tambahan.
Dada terasa sesak.
Tidak dapat mengatakan satu kalimat penuh.
Memburuk pada malam dan dini hari.
Lanjutan…
Bagi ibu hamil yang menderita penyakit asma yang berat terdapat resiko
bahwa gejala sesaknya akan bertambah parah pada kehamilan lanjut atau masa
postpartum. Penyakit asma yang ringan atau sedang dapat membaik. Pada
kehamilan tetapi menjadi lebih parah pada saat melahirkan dan sesudah
melahirkan.
Pengaruh asma pada ibu dan janin sangat tergantung dari sering dan
beratnya serangan, karena ibu dan janin akan kekurangan oksigen atau
hipoksia. Keadaan hipoksia bila tidak segera diatasi tentu akan berpengaruh
pada janin dan sering terjadi keguguran, partus prematurus, gangguan
pertumbuhan janin atau berat badan lahir rendah, lahir mati, pertambahan
berat badan ibu yang buruk, seksio sesarea, hipertensi yang diinduksi
kehamilan atau preeklamsia, takipnea sementara pada bayi baru lahir, kejang
neonatus, hipoglikemia neonatus, masuk ke unit perawatan intensif neonatus.
• HIV/AIDS
HIV/AIDS adalah suatu sindrom defisiensi imun yang ditandai oleh adanya
infeksi oportunistik dan atau keganasan yang tidak disebabkan oleh defisiensi
imun primer atau sekunder atau infeksi kongenital melainkan oleh human
immunodeficiency virus.
Kita masih belum mengetahui secara persis bagaimana HIV menular dari ibu
ke bayi. Namun, kebanyakan penularan terjadi saat persalinan (waktu bayinya
lahir). Selain itu, bayi yang disusui oleh ibu terinfeksi HIV dapat juga tertular
HIV. Namun risiko penularan lebih tinggi pada saat persalinan, karena bayi
tersentuh oleh darah dan cairan vagina ibu waktu melalui saluran kelahiran.
jangka waktu antara saat pecah ketuban dan bayi lahir juga merupakan salah
satu faktor risiko untuk penularan. Juga intervensi untuk membantu persalinan
yang dapat melukai bayi, misalnya vakum, dapat meningkatkan risiko. Karena
air susu ibu (ASI) dari ibu terinfeksi HIV mengandung HIV, juga ada risiko
penularan HIV melalui menyusui.
Lanjutan…
cara penularan :
Menular saat persalinan melalui percampuran
darah ibu dan darah bayi.
Bayi menelan darah ataupun lendir ibu.
Persalinan yang berlangsung lama.
Ketuban pecah lebih dari 4 jam.
Penggunaan elektroda pada kepala janin,
penggunaan vakum atau forceps, dan tindakan
episiotomi