Anda di halaman 1dari 30

OM

SWASTIASTU
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN KEHILANGAN &BERDUKA
KELOMPOK 2 :
NI LUH MAS ERA JULIARTINI
NI NYOMAN GDE LURAH SANTI TRI P.
NI KADEK SINTHA YULIANA SARI
DEWA AYU LILIK SARASWATI
DEFINISI DARI
SUB BAB
KEHILANGAN
DAN BERDUKA

ASUHAN
RENTANG
KEPERAWATAN
RESPON SIFAT-SIFAT
KLIEN DENGAN
KEHILANGAN KEHILANGAN
KEHILANGAN
DAN BERDUKA
DAN BERDUKA
DEFINISI DARI KEHILANGAN DAN BERDUKA

• Kehilangan adalah suatu keadaan individu yang


berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada,
kemudian menjadi tidak ada , baik terjadi sebagian
atau keseluruhan (Lambert dan Lambert,1985,h.35).
• Kehilangan merupakan pengalaman yang pernah
dialami oleh setiap individu dalam rentang
kehidupannya. Sejak lahir individu sudah mengalami
kehilangan dan cenderung akan mengalaminya
kembali walaupun dalam bentuk yang berbeda
(Direja,2011).
DEFINISI DARI KEHILANGAN DAN BERDUKA

• Berduka adalah reaksi terhadap kehilangan


yang merupakan respons emosional yang
normal. Berduka merupakan suatu proses
untuk memecahkan masalah, dan secara
normal berhubungan erat dengan kematian.
RENTANG RESPON KEHILANGAN DAN BERDUKA
Gambaran rentang respon individu terhadap kehilangan
dan berduka menurut Kublier-rose, 1969 :

1. FASE
PENGINGKARAN
(DENIAL)

5. FASE 2. FASE MARAH


PENERIMAAN (ANGER)

3. FASE TAWAR
4. FASE DEPRESI
MENAWAR
(DEPRESSION)
(BARGAINING)
1. FASE PENGINGKARAN (DENIAL)

Reaksi pertama individu yang mengalami kehilangan


adalah syok, tidak percaya atau menolak kenyataan
bahwa kehilangan itu terjadi, dengan mengatakan “
Tidak, saya tidak percaya bahwa itu terjadi”, “ Itu tidak
mungkin”.

Reaksi fisik yang terjadi pada fase peenginkaran adalah


letih, lemah, pucat, mual, diare, gangguan pernapasan,
detak jantung cepat, menangis, gelisah, tidak tahu
berbuat apa.
2. FASE MARAH (ANGER)

Fase ini dimulai dengan timbulnya kesadaran akan kenyataan terjadinya


kehilangan. Individu menunjukkan perasaan yang meningkat yang
sering diproyeksikan kepada orang yang ada di lingkungannya, orang
orang tertentu atau ditujukan kepada dririnya sendiri. Tidak jarang
menunjukkan perilaku agresif, bicara kasar, menolak pengobatan

Respon fisik yang terjadi pada fase ini antara lain, muka merah, nadi
cepat, gelisah, susah tidur, tangan mengepal.
3. FASE TAWAR MENAWAR (BARGAINING)

Respon ini sering dinyatakan dengan kata-kata “


Kalau saja kejadian ini bisa ditunda maka saya yang
akan sering berdoa” Apabila proses berduka ini
dialami oleh keluarga maka pernyataan sebagai
berikut sering dijumpai “Kalau saja yang sakit bukan
anak saya”.
4. FASE DEPRESI (DEPRESSION)

Individu pada fase ini sering menunujukkan sikap antara


lain menarik diri, tidak mau bicara, kadang-kadang bersikap
sebagai pasien yang sangat baik dan menurut, atau dengan
ungkapan-ungkapan yang menyatakan keputusasaan,
perasaan tidak berharga.

Gejala fisik yang sering diperlihatkan adalah menolak


makan, susah tidur, letih, dorongan libido menurun.
5. FASE PENERIMAAN

Fase ini berkaitan dengan reorganisasi perasaan kehilangan. Pikiran


selalu terpusat kepada objek atau orang hilang akan mulai berkurang
atau hilang, individu telah menerima kenyataan kehilangan yang
dialaminya, gambaran tentang objek atau irang yang hilang mulai
dilepaskan dan secara bertahap perhatian beralih pada objek yang baru.

Fase menerima biasanya dinyatakan dengan kata-kata “Saya betul-betul


menyayangi baju saya yang hilang tapi baju saya yang baru manis juga,”
atau “Apa yang dapat saya lakukan agar saya dapat cepat sembuh?”.
SIFAT-SIFAT KEHILANGAN

• Kehilangan secara tiba-tiba dan tidak


Tiba – tiba diharapkan dapat mengarah pada pemulihan
(Tidak dapat dukacita yang lambat. Kematian karena tindak
kekerasan, bunuh diri, pembunuhan atau
diramalkan) pelalaian diri akan sulit diterima.

Berangsur – • Penyakit yang sangat menyulitkan,


angsur berkepanjangan, dan menyebabkan yang
ditinggalkan mengalami keletihan emosional
(Dapat (Rando:1984)
Diramalkan)
MENURUT BURGGER DAN LAZARE,KARAKTERISTIK
BERDUKA ANTARA LAIN:

Berduka yang menunjukkan reaksi syok dan ketidakyakinan.

Berduka yang menunjukkan perasaan sedih dan hampa bila teringat tentang
kehilangan orang yang disayangi.

Berduka yang menunjukkan perasaan tidak nyaman dan sering disertai dengan
menangis, serta keluhan-keluhan sesak pada dada, rasa tercekik, napas pendek.

Mengenang almarhum terus menerus.

Memperoleh pengalaman perasaan berduka.

Cenderung menjadi mudah tersinggung dan marah.


SEDANGKAN KARAKTERISTIK KEHILANGAN
ANTARA LAIN
Kehilangan orang bermakna, misalnya akibat kematian atau
dipenjara.

Kehilangan kesehatan bio-psiko-sosial, misalnya menderita


penyakit, amputasi, kehilangan pendapatan, kehilangan perasaan
tentang diri, kehilangan pekerjaan, kehilangan kedudukan dan
kehilangan kemampuan seksual.
Kehilangan milik pribadi (misalnya uang, perhiasan).
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN KEHILANGAN & BERDUKA
PENGKAJIAN
• Pengkajian meliputi upaya mengamati dan mendengarkan isi duka

cita klien: apa yang dipikirkan, dikatakan, dirasakan, dan

diperhatikan melalui perilaku. Beberapa percakapan yang

merupakan bagian pengkajian agar mengetahui apa yang mereka

iagn dan rasakan adalah :

• Persepsi yang adekuat tentang kehilangan

• Dukungan yang adekuat ketika berduka akibat kehilangan

• Perilaku koping yang adekuat selama proses


Terdapat 7 Faktor Yang Mempengaruhi
Rentang Respon Kehilangan, Yakni:
FAKTOR GENETIK

1. Faktor
KESEHATAN JASMANI

predisposis
KESEHATAN MENTAL

i
PENGALAMAN KEHILANGAN DI MASA LALU

STRUKTUR KEPRIBADIAN
Terdapat 7 Faktor Yang Mempengaruhi
Rentang Respon Kehilangan, Yakni:
KEHILANGAN KESEHATAN

2. Faktor
KEHILANGAN FUNGSI SEKSUALITAS

presipitas
KEHILANGAN PERAN DALAM KELUARGA

i
KEHILANGAN POSISI DI MASYARAKAT

KEHILANGAN HARTA BENDA ATAU ORANG YANG DICINTAI

KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN
Terdapat 7 Faktor Yang Mempengaruhi
Rentang Respon Kehilangan, Yakni:
3. Mekanisme koping
Koping yang sering dipakai individu dengan
kehilangan respon antara lain: Denial, Represi,
Intelektualisasi, Regresi, Disosiasi, Supresi dan
Proyeksi yang digunakan untuk menghindari
intensitas stress yang dirasakan sangat
menyakitkan.
Terdapat 7 Faktor Yang Mempengaruhi
Rentang Respon Kehilangan, Yakni:
Kecewa dan marah terhadap Tuhan

Penderitaan karena ditinggalkan atau merasa


4. Respon Spiritual ditinggalkan

Tidak memilki harapan; kehilangan makna

Sakit kepala, insomnia

Gangguan nafsu makan

5. Respon Fisiologis Berat badan turun

Tidak bertenaga

Palpitasi, gangguan pencernaan


Terdapat 7 Faktor Yang Mempengaruhi
Rentang Respon Kehilangan, Yakni:
6. Respon Emosional
• Merasa sedih, cemas
• Kebencian
• Merasa bersalah
• Perasaan mati rasa
• Emosi yang berubah-ubah
• Penderitaan dan kesepian yang berat
• Keinginan yang kuat untuk mengembalikan ikatan dengan
individu atau benda yang hilang
• Depresi, apati, putus asa selama fase disorganisasi dan
keputusasaan
• Saat fase reorganisasi, muncul rasa mandiri dan percaya diri
Terdapat 7 Faktor Yang Mempengaruhi
Rentang Respon Kehilangan, Yakni:
7. Respon Kognitif
• Gangguan asumsi dan keyakinan
• Mempertanyakan dan berupaya menemukan makna
kehilangan
• Berupaya mempertahankan keberadaan orang yang
meninggal
• Percaya pada kehidupan akhirat dan seolah-olah orang
yang meninggal adalah pembimbing.
DIAGNOSA
Adapun beberapa diagnose yang berkaitan
dengan kondisi berduka dan kehilangan,
antara lain:
• Isolasi Sosial
• Gangguan Konsep Diri
• Defisit Perawatan diri
Prinsip Tindakan Keperawatan pada klien dengan respon
kehilangan.
A. Prinsip tindakan keperawatan pada tahap penyangkalan adalah memberikan
kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan perasaanya
Tindakan Keperawatan:
• Doronglah pasien untuk mengungkapkan perasaan dukanya.
• Tingkatkan kesadaran pasien secara bertahap tentang kenyataan, kehilangan,
apabila ia sudah siap secara emosional.
• Dengarkan pasien dengan penuh pengertian dan jangan menghukum atau
menghakimi.
• Jelaskan kepada pasien bahwa sikapnya itu wajar terjadi pada orang yang
mengalami kehilangan.
• Beri dukungan kepada pasien secara nonverbal, seperti memegang tangan,
menepuk bahu, merangkul.
• Jawab pertanyaan pasien dengan bahasa sederhana, jelas dan singkat.
• Amati dengan cermat respons pasien selama berbicara.
• Tingkatkan secara bertahap kesadaran pasien terhadap kenyataan.
Prinsip Tindakan Keperawatan pada klien dengan respon
kehilangan.

B. Prinsip tindakan keperawatan pada tahap marah adalah


member dorongan, member kesempatan kepada pasien untuk
mengungkapkan rasa marahnya secara verbal,tanpa melawan
dengan kemarahan. Perawat harusmenyadari bahwa perasaan
marah adalah ekspresi dari perasaan frustasi dan
ketidakberdayaan.
Tindakan keperawatan:
• Terima semua perilaku keluarga akibat kesedihannya (misalnya
marah, menangis)
• Dengarkan dengan empati, jangan member respons yang
mencela.
• Bantu pasien memanfaatkan sistem pendukung.
Prinsip Tindakan Keperawatan pada klien dengan respon
kehilangan.

C. Prinsip tindakan keperawatan pada tahap tawar


menawar adalah membantu pasien
mengidentifikasikan rasa bersalah dan perasaan
takutnya.
Tindakan keperawatan:
• Amati perilaku pasien.
• Diskusikan bersama pasien mengenai perasaannya.
• Tingkatkan harga diri pasien.
• Cegah tindakan merusak diri
Prinsip Tindakan Keperawatan pada klien dengan respon
kehilangan.

D.Prinsip tindakan keperawatan pada tahap depresi adalah


mengidentifikasi tingkat depresi, risiko merusak diri, dan
membantu pasien mengurangi rasa bersalah.
Tindakan Keperawatan:
• Amati periaku pasien.
• Diskusikan bersama pasien mengenai perasaanya.
• Cegah tindakan merusak diri.
• Hargai perasaan pasien.
• Bantu pasien mengidentifikasi dukungan positif yang terkait
dengan kenyataan.
• Beri kesempatan pada pasien mengungkapkan perasaannya, bila
perlu biarkan ia menangis sambil tetap didampingi.
• Bahas pikirann yang selalu timbul bersama dengan pasien.
Prinsip Tindakan Keperawatan pada klien dengan respon
kehilangan.

E. Prinsip tindakan perawatan tahap penerimaan adalah


membantu pasien untuk menerima kehilangan yang tidak
bisa dielakan.
Tindakan keperawatan:
• Sediakan waktu untuk mengunjungi pasien secara teratur
PERENCENAAN, IMPLEMENTASI,
EVALUASI DAN CONTOH KASUS

GO TO MS-WORD
OM SANTIH
SANTIH
SANTIH OM