Anda di halaman 1dari 24

Akuntansi pajak Penghasilan

pasal 22

Kelompok 2 :

1. Pratiwi cynthia lukito (18.05.52.0013)


2. Lutfiana rezky anggraeni (18.05.52.0023)
3. M. Sabiq Fannul Ulum (18.05.52.0028)
4. Vannesa natalie (18.05.52.0032)
5. Viktoria angreini (18.05.52.0036)
6. Intan puspita sari (18.05.52.0046)
Your Picture Here and Send to Back

Menurut UU Pajak Penghasilan


(PPh) Nomor 36 tahun 2008 Objek PPh Pasal 22
sesuai PMK No 34/PMK.010/2017 adalah:
PPh Pasal 22 adalah bentuk
pemotongan atau pemungutan
pajak yang dilakukan satu pihak 1. Impor barang dan ekspor 
terhadap wajib pajak dan 2. Pembayaran atas pembelian barang
berkaitan dengan kegiatan 3. Pembayaran atas pembelian barang
dengan mekanisme uang persediaan
perdagangan barang. 4. Pembayaran atas pembelian barang
kepada pihak ketiga 
Hal ini dikenakan kepada badan- 5. Pembayaran atas pembelian barang dan/atau
badan usaha tertentu, baik milik bahan-bahan untuk keperluan kegiatan usahanya
pemerintah maupun swasta yang BUMN
6. Penjualan hasil produksi kepada distributor 
melakukan kegiatan perdagangan 7. Penjualan kendaraan bermotor 
ekspor, impor dan re-impor 8. Penjualan bahan bakar minyak
Modern Portfolio
9. Pembelian bahan-bahan dari pedagang pengumpul 
Designed 10. Penjualan barang yang tergolong sangat mewah 
Subjek pemotong PPh pasal 22
Pemungut atau yang memotong PPh pasal 22

Kuasa Pengguna Anggaran


Bendahara pengeluaran  3 4
(KPA)

Bendahara Pemerintah 5 Badan Usaha Milik Negara


2 (BUMN)
dan Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) 
6 Industri dan eksportir

. Bank Devisa, 1
Direktorat Jenderal Bea dan START 7 Industri
Cukai (DJBC)  atau badan usaha
Subjek pemotong PPh pasal 22
Wajib pajak badan atau perusahaan swasta yang wajib memungut
PPh pasal 22 saat penjualan

Badan usaha 1.
1.

Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), Agen Pemegang


2.
2.
Merek (APM), dan importir umum kendaraan bermotor

Produsen atau importir bahan bakar minyak 3.


3.

Badan usaha yang bergerak dalam bidang


usaha industri baja 4.
4.

Pedagang pengumpul  5.
5.

WP badan yang melakukan penjualan


6.
barang yang tergolong sangat mewah
Impor Pembelian barang yang Penjualan penjualan pembelian
dilakukan oleh DJPB, hasil produksi hasil produksi bahan-bahan
Bendahara Pemerintah, tertentu migas untuk keperluan
BUMN/BUMD industri 
yang Kertas = 0.1% x Tarifnya
menggunakan DPP PPN (Tidak 0,25%-0,3%.
1,5% x harga pembelian Final) 0,25 % x
API = 2,5% x Pungutan PPh
nilai impor; (tidak termasuk PPN dan Semen = 0.25% x
Pasal 22 kepada harga
non-API = 7,5% tidak final.) DPP PPN (Tidak
penyalur/agen, pembelian
Final)
x nilai impor; Baja = 0.3% x DPP bersifat final. (tidak
yang tidak PPN (Tidak Final) Selain termasuk
dikuasai = 7,5% Otomotif = 0.45% penyalur/agen PPN)
x harga jual x DPP PPN (Tidak bersifat tidak
lelang. Final) final

1. 2. 3. 4. 5.
ck
Send to Ba
Atas impor komoditas yang menggunakan API = 0,5% x nilai impor.
6 Your Picture
Here and Lanjutan…

.
7
Atas Ekspor Komoditas Tambang sebesar 1,5% dari nilai ekspor
.
8
Atas Penjualan Kendaraan Bermotorsebesar 0,45% dari DPP PPN
.
Atas Penjualan Emas Batangan sebesar 0,45% dari harga jual
9
emas batangan .
Atas penjualan Barang Mewah 10
•Sebesar 1% atas Penjualan Barang Mewah, tidak termasuk PPN dan PPnBM atas barang,yaitu :
 Rumah beserta tanahnya, dengan harga jual atau harga pengalihannya lebih dari Rp30 miliar atau
.
luas bangunan lebih dari 400 meter persegi
 Apartemen, kondominium dan sejenisnya, dengan harga jual atau pengalihannya lebih dari Rp30 miliar
atau luas bangunan lebih dari 150 meter persegi
•Sebesar 5% atas Penjualan Barang Mewah tidak termasuk PPN dan PPnBM atas barang ini berlaku
untuk:
 Pesawat terbang pribadi dan helikopter
 Kapal pesiar, yacht dan sejenisnya
 Kendaraan bermotor roda 4 pengangkutan orang kurang dari 10 orang berupa sedan, jeep, SUV,
MPV, minibus dan sejenisnya, dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar atau dengan kapasitas silinder
lebih dari 3.000cc
 Kendaraan bermotor roda 2 dan 3 dengan harga jual lebih dari Rp300 juta atau dengan kapasitas
silinder lebih dari 250cc
Your Picture Here and Send to Back
Impor barang-barang dan/atau penyerahan
barang yang berdasarkan ketentuan peraturan 1.
perundang-undangan tidak terutang PPh.

Impor barang-barang yang dibebaskan


dari bea masuk 2.

Pembayaran atas penyerahan barang  3.

Pembayaran untuk pembelian bahan bakar  4.


Your Picture Here and Send to Back

Beriku t C o n to h
Soal
Transa k s i P P h
Pasal 22
Contoh Perhitungan PPh Pasal 22 atas Impor

PT Barakuda tanggal 22 Januari 2020 melakukan impor barang


(memiliki API) dari Canada dengan harga faktur senilai
US$540.000. Barang yang diimpor berupa kedelai, gandum, dan
tepung terigu.
Biaya asuransi yang dibayar di luar negeri sebesar 2,5% dari harga
faktur dan biaya angkut sebesar 6% dari harga faktur.
Bea Masuk (BM) sebesar 10% dan Bea Masuk Tambahan sebesar
6%. Kurs pajak saat itu sebesar Rp14.400 per dolar Amerika
Serikat.
Maka, perhitungan PPh Pasal 22 yang dipungut Ditjen Bea Cukai adalah:
No Diketahui Perhitungan Nilai
a. Harga Faktur (Cost) US$540.000 
b. Biaya Asuransi (Insurance) ( 2,5% x US$540.000 ) US$ 13.500
c. Biaya Angkut (Freight) ( 6% x US$540.000 ) US$ 32.400
CIF(Cost, Insurance,Freight) (a + b + c) US$585.900

d. CIF (dalam rupiah) ( Rp585.900 x Rp14.400 ) Rp8.436.960.000


e. Bea Masuk ( 10% x Rp8.436.960.000 ) Rp 843.696.000
f. Bea Masuk Tambahan ( 6% x Rp8.436.960.000 ) Rp 506.217.600
Nilai Impor (d + e + f) Rp9.786.873.600

PT Barakuda memiliki angka pengenal impor, maka hitungan PPh Pasal 22


dari impor barang tersebut sebagai berikut:
= (Tarif PPh Pasal 22 memiliki API x Nilai Impor)
= 0,5% x Rp9.786.873.600
= Rp 48.934.368
Jadi, PPh Pasal 22 yang dipungut Ditjen Bea Cukai atas impor PT Barakuda sebesar
Rp. 48.934.368
Your Picture Here and Send to Back

Jurnal Transaksi Atas Impor

Jurnal PT Barakuda (dalam Rp)

22/1/2020(D) Pembelian 7.776.000.000


Biaya Asuransi 194.400.000
Biaya Angkut 466.560.000
Biaya Masuk 843.696.000
ng ut
Biaya Masuk tmbhn 506.217.600 Dipu
PPh 22 Impor 48.934.368
(K) Hutang Usaha 9.835.807.968

Jurnal Ditjen Bea Cukai (dalam Rp)

22/1/2020 (D) Piutang usaha 9.835.807.968


(K) PPh 22 impor 48.934.368
Pemungut Penjualan 9.786.873.600
Contoh Perhitungan PPh Pasal 22 atas pembelian
Your Picture Here and Send to Back

PT Senandung Rindu berkedudukan di Kota Surabaya, menjadi pemasok alat-


alat tulis kantor untuk Dinas Pendidikan Kota Semarang. Pada tanggal 13 Mei
2020, PT Senandung Rindu melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP)
dengan nilai kontrak sebesar Rp33.000.000 (nilai sudah termasuk PPN).

Maka, perhitungan PPh Pasal 22 yang dipungut oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang
adalah:
No. Diketahui Nilai
1 Nilai kontrak termasuk PPN Rp33.000.000
2 DPP (100/110) x Rp33.000.000 Rp30.000.000
3 PPN dipungut (10% dari DPP) Rp3.000.000
4 PPh Pasal 22 yang dipungut (1,5% x Rp30.000.000) Rp450.000

Jadi, besar PPh Pasal 22 yang dipungut Dinas Pendidikan Kota Semarang
sebesar Rp.450.000
Jurnal Transaksi Atas Pembelian BKP
Your Picture Here and Send to Back

Jurnal PT Senandung Rindu (dalam Rp)

• Saat terjadi transaksi


13/5/2020 (D) Kas 33.450.000
(K) Penjualan 30.000.000
PPn Pemungut 3.000.000
PPh 22 terutang 450.000
Dipungut
• Saat Penyetoran PPh 22 (Dihari yang sama pada saat penyerahan barang)
13/5/2020 (D) PPh 22 terutang 450.000
(K) Kas 450.000
Jurnal yang disusun Dinas Pendidikan Kota semarang (dalam Rp)

• Saat Pembelian barang


13/5/2020(D) Pembelian 30.000.000
PPh ps.22 450.000
PPn Pemungut 3.000.000
Pemu (K) Kas 33.450.000
ngut • Saat Penyetoran PPh 22 (Dihari yang sama pada saat penyerahan barang)
13/5/2020 (D) PPh terutang 450.000
(K) PPh ps.22 450.000
Your Picture Here and Send to Back

Contoh Perhitungan PPh Pasal 22 atas penjulan hasil produksi tertentu

PT Helwa merupakan perusahaan baja yang menjual hasil produksinya pada


tanggal 13 Juli 2020 kepada PT Gorden senilai Rp2.200.000.000. Harga ini
sudah termasuk PPN sebesar 10%.
Perhitungan PPh Pasal 22 atas penjualan baja adalah:
DPP PPN:
= (100/110) x Rp2.200.000.000
= Rp2.000.000.000

PPh Pasal 22 penjualan kertas:


= (Tarif PPh Pasal 22 atas penjualan baja x DPP PPN)
= 0,3% x Rp2.000.000.000
= Rp6.000.000
Jadi, PPh Pasal 22 PT Helwa atas penjulan hasil produksi tertentu
sebesar Rp. 6.000.000
Jurnal Transaksi Atas Penjulan Hasil Produksi Tertentu
Your Picture Here and Send to Back

Jurnal PT Helwa (dalam Rp)


• Saat terjadinya transaksi
13/7/2020 (D) Kas 2.206.000.000
(K) Penjualan 2.000.000.000
PPn Pemungut 200.000.000
ung ut
PPh 22 terutang 6.000.000 Pem
• Pada saat penyetoran PPh 22 (Tanggal 10 bulan berikutnya)
10/8/2020 (D) PPh 22 terutang 6.000.000
(K) Kas 6.000.000

Jurnal PT Gorden (dalam Rp)


• Saat terjadinya transaksi
13/7/2020 (D)Pembelian 2.000.000.000
PPn Pemungut 200.000.000
PPh 22 dibayar dimuka 6.000.000
(K) Kas 2.206.000.000
Dipun
gut • Pada saat pengkreditan PPh 22 terutang (akhir tahun)
30/12/2020 (D) PPh 22 terutang 6.000.000
(K) PPh 22 dibayar dimuka 6.000.000
Contoh Perhitungan PPh Pasal 22 atas penjulan barang mewah

Pada tanggal 17 Oktober 2020, PT Tanjung menjual kapal pesiar dengan


nilai Rp550.000.000.000 kepada PT Laut. Nilai ini tidak termasuk PPN
dan PPnBM. Dengan demikian perhitungan PPh Pasal 22 atas penjualan
kapal pesiar ini adalah:
= (Tarif PPh Pasal 22 atas penjualan barang mewah kapal pesiar x Nilai
jual barang mewah)
= 5% x Rp550.000.000.000
= Rp27.500.000.000

Jadi, PPh Pasal 22 PT Tanjung atas penjulan barang mewah


sebesar Rp. 27.500.000.000
Jurnal Transaksi Atas Penjualan Barang Mewah
Your Picture Here and Send to Back

Jurnal PT Tanjung (dalam Rp)

13/7/2020(D) Kas/Piutang 577.500.000.000


t
(K) Aset Tetap
PPh 22 terutang
550.000.000.000
27.500.000.000
Pemungu

Jurnal PT Laut (dalam Rp)


13/7/2020 (D) Aset 550.000.000.000
PPh 22 terutang 27.500.000.000
Dipungut (K) Utang 577.500.000.000
Your Picture Here and Send to Back

Contoh pelaporan
PPh 22 ataupun
pajak penghasilan
pajak lainnya
pada PT Hanjaya
Mandala
Samporna Tbk.
Pajak terdapat
pada laporan
posisi keuangan
konsolidasian
dalam kolom aset
lancar akun pajak
penghasilan lain-
lain (pajak
dibayar di muka)
Your Picture Here and Send to Back

PT Hanjaya
Mandala
sampoerna
memiliki hutang
pajak dalam akun
pajak
penghasilan
lainnya sebesar
Rp.776.611.000
.000 pada kolom
liabilitas jangka
pendek.
Your Picture Here and Send to Back

Pada laporan laba


rugi komprehensif
PT Hanjaya Mandala
Samporna Tbk tidak
di rinci, tetapi bisa
mengetahui bahwa
terdapat PPh di
dalamnya, Karena
ada keterangan
beban pajak
penghasislan di
Tahun 2019
Rp. 3.219.109jt
sedangkan di Tahun
2020
Rp. 2.068.137jt.
Pengungkapan pph 22 PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk. dalam CALK
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan
tangguhan.

Beban pajak penghasilan diakui dalam laba rugi konsolidasian interim, kecuali
apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui
ke ekuitas atau pendapatan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut diakui
langsung pada ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.

metode liabilitas neraca (balance sheet liability method) pada akuntansi pajak
tangguhan yang timbul akibat perbedaan temporer yang ada antara aset dan
liabilitas atas dasar pajak dengan nilai tercatat aset dan liabilitas dalam laporan
keuangan konsolidasian interim. Untuk masing-masing entitas anak yang
dikonsolidasi, aset atau liabilitas pajak tangguhan disajikan dalam jumlah bersih.
Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak berdasarkan
undangundang yang telah diberlakukan atau secara substansi telah diberlakukan pada akhir
periode laporan dan diharapkan berlaku pada saat aset pajak tangguhan direalisasikan atau
liabilitas pajak tangguhan diselesaikan

Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada
masa datang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset
pajak tangguhan tersebut. Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang
berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.

Aset dan liabiltas pajak kini diukur sebesar nilai yang diharapkan akan dibayarkan kepada
otoritas pajak. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang
berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan
jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Fitriya. 2020. “Panduan Lengkap PPh Pasal 22 Impor, Hitung dan Lapor SPT PPh 22”
(Online), (https://klikpajak.id/, diakses 5 Maret 2021).

Mardiasmo. 2019. Perpajakan Edisi 2019. Jogjakarta : Andi.

Pajak, Online. 2016. “Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPh Pasal 22)” (Online),
(https://www.online-pajak.com/, diakses 5 Maret 2021).
SEKIAN
dan
TERIMA KASIH

http://www.free-powerpoint-templates-design.com