Anda di halaman 1dari 57

9-1

BAB 9
PERSEDIAAN:
ISU PENILAIAN TAMBAHAN

Akuntansi Keuangan Menengah


Edisi IFRS
Kieso, Weygandt, dan Warfield

9-2
Tujuan
Tujuan Pembelajaran
Pembelajaran
1. Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.

2. Menjelaskan kapan perusahaan menilai persediaan pada nilai realisasi


neto.

3. Menjelaskan kapan perusahaan menggunakan metode nilai penjualan


relatif terhadap nilai persediaan.

4. Mendiskusikan isu-isu akuntansi yang terkait dengan komitmen


pembelian.

5. Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode laba bruto.

6. Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan


ritel.

7. Menjelaskan bagaimana melaporkan dan menganalisis persediaan.


9-3
Persediaan:
Persediaan: Isu
Isu Penilaian
Penilaian Tambahan
Tambahan

Lower-of-Cost-
Metode
or-Net Dasar Metode Laba Penyajian dan
Persediaan
Realizable Penilaian Bruto Analisis
Ritel
Value (LCNRV)

Nilai realisasi Situasi Persentase Konsep Penyajian


neto penilaian laba bruto Metode Analisis
Ilustrasi khusus Evaluasi atas konvensional
LCNRV Nilai penjualan metode Item khusus
Penerapan relatif
Evaluasi atas
LCNRV Komitmen metode
Mencatat nilai pembelian
realisasi neto
Penggunaan
penyisihan
Pemulihan
kerugian
persediaan
Evaluasi aturan

9-4
Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

LCNRV
Sebuah perusahaan meninggalkan prinsip
biaya historis ketika utilitas masa depan
(kemampuan menghasilkan pendapatan) dari
aset turun di bawah biaya aslinya.

9-5 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Nilai Realisasi Neto


Estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal
dikurangi dengan estimasi biaya untuk
menyelesaikan dan estimasi biaya untuk melakukan
penjualan.
Ilustrasi 9-1

9-6 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Nilai Realisasi Neto Ilustrasi 9-2


Pengungkapan LCNRV

9-7 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Ilustrasi LCNRV: Regner Foods menghitung


persediaannya pada LCNRV.
Ilustrasi 9-3

9-8 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Metode Penerapan LCNRV


Ilustrasi 9-4

9-9 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Metode Penerapan LCNRV


► Dalam kebanyakan situasi, perusahaan menetapkan
harga persediaan secara per item.

► Peraturan pajak di beberapa negara mengharuskan


perusahaan menggunakan basis item individu.

► Pendekatan item individu memberikan penilaian


termurah untuk tujuan laporan posisi keuangan.

► Metode harus diterapkan secara konsisten dari satu


periode ke periode lain.

9-10 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value
Mencatat Nilai Realisasi Neto (NRV) dan Bukan Biaya

Beban pokok penjualan (sebelum peny. ke NRV) $ 108.000


Persediaan akhir (biaya) 82.000
Persediaan akhir (pada NRV) 70.000

Metode Kerugian krn penurunan ke NRV 12.000


Metode
Kerugian
Kerugian Persediaan 12.000

Metode
Metode Beban pokok penjualan 12.000
COGS
COGS Persediaan 12.000

9-11 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Penyajian Laporan Posisi Keuangan


Laporan Parsial Metode Metode
COGS Kerugian
Aset lancar:
Persediaan $ 70.000 $ 70.000
Uang muka 20.000 20.000
Piutang usaha 350.000 350.000
Kas 100.000 100.000
Total aset lancar 540.000 540.000

9-12 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value
Penyajian Laporan Laba Rugi Metode Metode
COGS Kerugian
Penjualan $ 200.000 $ 200.000
Beban pokok penjualan 108.000 120.000
Laba bruto 92.000 80.000
Beban operasi:
Penjualan 45.000 45.000
Umum dan administrasi 20.000 20.000
Total beban operasi 65.000 65.000
Pendapatan dan beban lain-lain:
Kerugian krn NRV atas persediaan 12.000 -
Pendapatan bunga 5.000 5.000
Total lain-lain (7.000) 5.000
Laba dari operasi 20.000 20.000
Laba beban pajak 6.000 6.000
Laba neto $ 14.000 $ 14.000
9-13 TP 1
Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Penggunaan Penyisihan
Alih-alih mengkredit akun Persediaan untuk penyesuaian
nilai realisasi neto, perusahaan umumnya menggunakan
akun Penyisihan.

Kerugian karena penurunan


Metode
Metode persediaan ke NRV 12,000
Kerugian
Kerugian
Penyisihan untuk mengurangi
persediaan ke NRV 12,000

9-14 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Penyajian Laporan Posisi Keuangan


Laporan Parsial Metode Metode
COGS Kerugian
Aset lancar:
Persediaan $ 70.000 $ 82.000
Penyisihan utk mengurangi persediaan (12.000)
Persediaan pada NRV 70.000
Uang Muka 20.000 20.000
Piutang usaha 350.000 350.000
Kas 100.000 100.000
Total aset lancar 540.000 540.000

9-15 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Pemulihan Kerugian Persediaan


► Jumlah penurunan nilai dipulihkan.

► Nilai pemulihan terbatas pada jumlah penurunan nilai


sebelumnya.

Melanjutkan contoh Ricardo, asumsikan bahwa nilai realisasi


neto naik menjadi $74,000 (kenaikan sebesar $4,000). Ricardo
membuat jurnal berikut, menggunakan metode kerugian.
Penyisihan utk mengurangi persediaan ke NRV 4.000
Pemulihan kerugian persediaan 4.000

9-16 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value

Pemulihan Kerugian Persediaan


Akun penyisihan kemudian disesuaikan pada periode
berikutnya, sehingga persediaan dilaporkan pada LCNRV.
Ilustrasi 9-8

Persediaan tidak boleh dilaporkan pada nilai di atas nilai aslinya.

9-17 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value
Evaluasi Aturan LCM
Beberapa kekurangan:
 Penurunan nilai aset dan membebankannya pada periode di mana
kerugian tersebut terjadi, bukan dalam periode dimana aset tersebut dijual.
 Kenaikan nilai aset (yang melebihi biaya asli) hanya pada saat penjualan.
 Inkonsistensi karena sebuah perusahaan dapat menilai persediaan pada
biaya dalam satu waktu, dan pada nilai realisasi neto di tahun berikutnya.
 LCNRV menilai persediaan secara konservatif. Laba neto untuk tahun di
mana perusahaan menelan kerugian pastinya lebih rendah. Laba neto
periode berikutnya mungkin lebih tinggi dari normal jika pengurangan
harga jual yang diharapkan tidak terwujud.

9-18 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value
S9-1: Remmers Company memproduksi meja. Kebanyakan produk meja
perusahaan adalah model standar dan dijual berdasarkan harga katalog. Pada
tanggal 31 Desember 2010, persediaan meja yang telah selesai muncul dalam
persediaan perusahaan sebagai berikut.

Diminta: Pada nilai berapa meja tersebut seharusnya muncul dalam catatan
persediaan perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010, dengan asumsi
bahwa perusahaan telah mengadopsi pendekatan lower-of-FIFO-cost-or-net
realizable value untuk penilaian persediaan berbasis item individu?

9-19 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Lower-of-Cost-or-Net
Lower-of-Cost-or-Net Realizable
Realizable Value
Value
S9-1: Remmers Company memproduksi meja. Kebanyakan produk
meja perusahaan adalah model standar dan dijual berdasarkan harga
katalog. Pada tanggal 31 Desember 2010, persediaan meja yang telah
selesai muncul dalam persediaan perusahaan sebagai berikut.

Finished Desks A B C D
FIFO cost inventory at 12/31/10 $ 470 $ 450 $ 830 $ 960
Est. cost to complete and sell 50 110 260 200
Catalog selling price 500 540 900 1,200

Net realizable value 450 430 640 1,000


Lower-of-cost-or-NRV 450 430 640 960

9-20 TP 1 Menjelaskan dan menerapkan aturan lower-of-cost-or-net.


Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Situasi Penilaian Khusus


Beralih dari aturan LCNRV mungkin dapat dibenarkan dalam
situasi di mana
► biaya sulit ditentukan,

► item mudah dipasarkan pada harga pasar kuotasi, dan

► unit produk dapat dipertukarkan.

Dua situasi umum di mana NRV menjadi aturan umum:


► Aset agrikultur

► Komoditas yang disimpan oleh broker-trader.

9-21 TP 2 Menjelaskan kapan perusahaan menilai persediaan pada nilai realisasi neto .
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Persediaan Agrikultur NRV


Aset biologis (diklasifikasikan sebagai aset tak lancar) adalah
hewan atau tanaman hidup, seperti domba, sapi, pohon buah-
buahan, atau tanaman kapas.

► Aset biologis diukur pada pengakuan awal dan pada


setiap akhir periode pelaporan pada nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual (NRV).

► Perusahaan mencatat keuntungan atau kerugian pada


pendapatan yang diakibatkan perubahan NRV dari aset
biologis ketika perubahan tersebut terjadi.

9-22 TP 2 Menjelaskan kapan perusahaan menilai persediaan pada nilai realisasi neto .
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Persediaan Agrikultur NRV


Hasil agrikultur adalah produk yang dipanen dari aset
biologis, seperti wol dari domba, susu dari sapi perah, buah
dari pohon buah, atau kapas dari tanaman kapas.

► Hasil agrikultur diukur pada nilai wajar dikurangi biaya


untuk menjual (NRV) pada titik panen.

► Setelah dipanen, NRV menjadi biaya aset tersebut.

9-23 TP 2 Menjelaskan kapan perusahaan menilai persediaan pada nilai realisasi neto .
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Ilustrasi: Bancroft Dairy menghasilkan susu untuk dijual ke pembuat keju


lokal. Bancroft mulai beroperasi pada 1 Januari 2011 dengan membeli 420
ekor sapi perah seharga total € 460.000. Bancroft memberikan informasi
berikut yang berhubungan dengan pemerahan sapi.
Ilustrasi 9-9

9-24 TP 2 Menjelaskan kapan perusahaan menilai persediaan pada nilai realisasi neto .
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian
Ilustrasi 9-9

Bancroft membuat jurnal berikut untuk mencatat perubahan nilai


tercatat sapi perah.

Aset Biologis—Sapi Perah 33.800

Keuntungan/Kerugian Belum Direalisasi—Laba 33.800

9-25 TP 2 Menjelaskan kapan perusahaan menilai persediaan pada nilai realisasi neto .
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Aset Biologis—Sapi Perah 33.800


Keuntungan/Kerugian Belum Direalisasi—Laba 33.800

Dicatat dalam laporan posisi keuangan yang menyajikan


Aset Biologis—Sapi Perah sebagai aset tak lancar pada nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual (NRV).

Dicatat sebagai “Pendapatan dan beban lain-lain” dalam


laporan laba rugi.

9-26 TP 2 Menjelaskan kapan perusahaan menilai persediaan pada nilai realisasi neto .
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian
Ilustrasi: Bancroft membuat jurnal ringkasan berikut untuk mencatat
susu yang dipanen pada bulan Januari.

Persediaan Milk 36.000


Keuntungan/Kerugian Belum Direalisasi—Laba 36.000

Asumsikan susu yang dipanen pada Januari dijual kepada pembuat


keju lokal seharga €38.500, Bancroft mencatat penjualan berikut.

Kas 38.500
Penjualan 38.500

Beban Pokok Penjualan 36.000


Persediaan Susu 36.000
9-27 TP 2
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Komoditas Broker-Traders NRV


Umumnya mengukur persediaan mereka pada nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual (NRV), dengan perubahan NRV
akan diakui di laporan laba rugi periode saat perubahan terjadi.

► Membeli atau menjual komoditas (seperti jagung panen,


gandum, logam mulia, minyak pemanas).

► Tujuan utamanya adalah untuk menjual komoditas dalam


waktu dekat dan menghasilkan laba dari fluktuasi harga.

9-28 TP 2 Menjelaskan kapan perusahaan menilai persediaan pada nilai realisasi neto .
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Penilaian Menggunakan Nilai Penjualan Relatif


Dibolehkan oleh GAAP berdasarkan kondisi berikut:
(1) terdapat pasar terkendali dengan harga kuota yang
berlaku untuk semua kuantitas, dan
(2) tidak ada penjualan yang signifikan (khususnya logam
langka dan hasil agrikultur)

atau
(3) terlalu sulit untuk mendapat angka biaya (meatpacking).

TP 3 Menjelaskan kapan perusahaan menggunakan metode


9-29
nilai penjualan relatif terhadap nilai persediaan.
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian
Penilaian Menggunakan Nilai Penjualan Relatif
Digunakan ketika membeli sekelompok unit yang berbeda dalam satu
pembelian tunggal.
L9-9: Larsen Realty Corporation membeli sebidang tanah yang belum digarap
seharga $55.000. Tanah ini digarap dan dibagi-bagi menjadi petak-petak untuk
bangunan dengan biaya tambahan sebesar $ 30.000. Petak-petak bangunan ini
semua berukuran sama tetapi dijual pada harga yang berbeda-beda karena
perbedaan lokasi yang ditawarkan, yang rinciannya sebagai berikut. Beban usaha
untuk tahun yang dialokasikan untuk proyek ini berjumlah $18.200.

No. of Price Lots Unsold Diminta: Hitung laba neto


Group Lots per Lot at Year-End yang direalisasikan pada
1 9 $ 3,000 5 proyek tersebut sampai saat
2 15 4,000 7 ini.
3 19 2,000 2

TP 3 Menjelaskan kapan perusahaan menggunakan metode


9-30
nilai penjualan relatif terhadap nilai persediaan.
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

L9-9 (Metode Nilai Penjualan Relatif):

No. of
x Price =
Selling Relative
x Total
=
Cost Cost
Group Lots per Lot Price Sales Price Cost Allocated Per Lot
1 9 $ 3,000 $ 27,000 $27,000/125,000 $ 85,000 $ 18,360 $ 2,040
2 15 4,000 60,000 60,000/125,000 85,000 40,800 2,720
3 19 2,000 38,000 38,000/125,000 85,000 25,840 1,360
$ 125,000 $ 85,000

Lots Price Total Cost Total Cost Calculation of Net Income


x = Sales
Group Sold per Lot Per Lot of Goods Sales $ 78,000
1 4 $ 3,000 $ 12,000 $ 2,040 $ 8,160 Cost of good sold 53,040
2 8 4,000 32,000 2,720 21,760 Gross profit 24,960
3 17 2,000 34,000 1,360 23,120 Expenses 18,200
$ 78,000 $ 53,040 Net income $ 6,760

TP 3 Menjelaskan kapan perusahaan menggunakan metode


9-31
nilai penjualan relatif terhadap nilai persediaan.
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Komitmen Pembelian—Masalah Khusus


► Umumnya penjual tetap memiliki hak atas barang.
► Pembeli tidak mengakui aset atau liabilitas.
► Jika jumlahnya material, pembeli harus mengungkapkan
rincian kontrak tersebut dalam catatan atas laporan
keuangan.
► Jika harga kontrak lebih besar dari harga pasar, dan
pembeli memperkirakan kerugian akan terjadi ketika
pembelian dieksekusi, pembeli harus mengakui liabilitas dan
kerugian terkait pada periode di mana penurunan harga
pasar tersebut terjadi.
9-32 TP 4 Mendiskusikan isu-isu akuntansi yang terkait dengan komitmen pembelian.
Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Ilustrasi: St. Regis Paper Co. menandatangani kontrak


pemotongan kayu yang akan dieksekusi pada 2013 dengan harga
$10.000.000. Asumsikan bahwa harga pasar hak pemotongan kayu
pada 31 Desember 2012 turun menjadi $7.000.000. St. Regis akan
membuat jurnal berikut pada 31 Desember 2012.

Keuntungan/Kerugian Belum Direalisasi—Laba 3.000.000


Liabilitas Komitmen Pembelian 3.000.000

Pendapatan dan beban lain-lain dalam laporan laba rugi.

Liabilitas lancar dalam laporan posisi keuangan.

9-33 TP 4 Mendiskusikan isu-isu akuntansi yang terkait dengan komitmen


Dasar
Dasar Penilaian
Penilaian

Ilustrasi: Ketika St. Regis memotong kayu dengan biaya $10


juta, mereka akan membuat jurnal berikut.

Pembelian (Persediaan) 7.000.000


Liabilitas Komitmen Pembelian 3.000.000
Kas 10.000.000

Asumsikan pemerintah membolehkan St. Regis untuk mengurangi


harga kontrak dan otomatis komitmennya senilai $1.000.000.

Liabilitas Komitmen Pembelian 1.000.000


Keuntungan/Kerugian Belum Direalisasi—Laba 1.000.000

9-34 TP 4 Mendiskusikan isu-isu akuntansi yang terkait dengan komitmen


Metode
Metode Laba
Laba Bruto
Bruto dalam
dalam Mengestimasi
Mengestimasi Persediaan
Persediaan

Pengganti Ukuran untuk Memperkirakan Persediaan


Bergantung pada Tiga Asumsi:

(1) Persediaan awal ditambah pembelian sama dengan total


barang yang akan diperhitungkan.

(2) Barang tidak terjual yang tersimpan.

(3) Penjualan, pada angka biaya, dikurangi dari jumlah


persediaan awal ditambah pembelian, sama dengan
persediaan akhir.

9-35 TP 5 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode laba bruto.


Metode
Metode Laba
Laba Bruto
Bruto

Ilustrasi: Cetus Corp. memiliki persediaan awal sebesar €60.000


dan pembelian €200.000, keduanya pada biaya. Penjualan pada
harga jual berjumlah € 280.000. Laba bruto pada harga jual
sebesar 30 persen. Cetus menerapkan metode marjin bruto
sebagai berikut.
Ilustrasi 9-13

9-36 TP 5 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode laba bruto.


Metode
Metode Laba
Laba Bruto
Bruto

Perhitungan Persentase Laba Bruto


Ilustrasi 9-16

9-37 TP 5 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode laba bruto.


Metode
Metode Laba
Laba Bruto
Bruto
L9-14: Astaire Company menggunakan metode laba bruto untuk
memperkirakan persediaan untuk tujuan pelaporan bulanan.
Informasi untuk bulan Mei disajikan di bawah ini.

Diminta:
(a) Hitung estimasi persediaan pada tanggal 31 Mei, dengan asumsi
bahwa laba bruto adalah senilai 25% dari penjualan.
(b) Hitung estimasi persediaan pada tanggal 31 Mei, dengan asumsi
bahwa laba bruto adalah senilai 25% dari biaya.

9-38 TP 5
Metode
Metode Laba
Laba Bruto
Bruto
L9-14 (Jawaban):
(a) Hitung estimasi persediaan dengan asumsi laba bruto adalah 25% dari penjualan.

Inventory, May 1 (at cost) € 160,000


Purchases (gross) (at cost) 640,000
Purchase discounts (12,000)
Freight-in 30,000
Goods available (at cost) 818,000
Sales (at selling price) € 1,000,000
Sales returns (at selling price) (70,000)
Net sales (at selling price) 930,000
Less gross profit (25% of €930,000) 232,500
Sales (at cost) 697,500
Approximate inventory, May 31 (at cost) € 120,500

9-39 TP 5 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode laba bruto.


Metode
Metode Laba
Laba Bruto
Bruto
L9-14 (Jawaban):
(b) Hitung estimasi persediaan dengan asumsi laba bruto adalah 25% dari biaya.

Inventory, May 1 (at cost) € 160,000


Purchases (gross) (at cost) 25% 640,000
= 20% of sales
Purchase discounts 100% + 25% (12,000)
Freight-in 30,000
Goods available (at cost) 818,000
Sales (at selling price) € 1,000,000
Sales returns (at selling price) (70,000)
Net sales (at selling price) 930,000
Less gross profit (20% of €930,000) 186,000
Sales (at cost) 744,000
Approximate inventory, May 31 (at cost) € 74,000

9-40 TP 5 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode laba bruto.


Metode
Metode Laba
Laba Bruto
Bruto

Evaluasi
Kekurangan:

(1) Hanya menyediakan sebuah estimasi persediaan akhir.

(2) Menggunakan persentase masa lalu dalam perhitungan.

(3) Tingkat laba bruto rata-rata bisa jadi tidak representatif.

(4) Biasanya tidak dapat diterima untuk tujuan pelaporan


keuangan. IFRS mensyaratkan angka persediaan fisik
sebagai verifikasi tambahan.

9-41 TP 5 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode laba bruto.


Metode
Metode Persediaan
Persediaan Ritel
Ritel

Metode yang digunakan oleh peritel, untuk menilai persediaan


tanpa perhitungan fisik, dengan mengubah harga ritel menjadi
biaya.
Mengharuskan peritel untuk mencatat:
(1) Total biaya dan nilai ritel barang yang dibeli.
(2) Total biaya dan nilai ritel barang yang tersedia untuk dijual.
(3) Nilai penjualan untuk periode tersebut.

Metode Konvensional atau Metode Biaya


(berdasarkan LCNRV)

9-42 TP 6 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan ritel.


Metode
Metode Persediaan
Persediaan Ritel
Ritel
S9-9: Fuque Inc. menggunakan metode persediaan ritel dalam
mengestimasi persediaan akhir untuk laporan keuangan
bulanan. Data berikut berkaitan dengan sebuah departemen
untuk bulan Oktober 2011.

Diminta:
COST RETAIL
Beg. inventory, Oct. 1 $ 52,000 $ 78,000 Buatlah jadwal
Purchases 272,000 423,000 perhitungan estimasi
Freight in 16,600
persediaan ritel
Purchase returns 5,600 8,000
Additional markups 9,000 dengan
Markup cancellations 2,000 menggunakan
Markdowns (net) 3,600 metode:
Normal spoilage 10,000
Sales 390,000 (1) Konvensional
(2) Biaya

9-43 TP 6 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan ritel.


Metode
Metode Persediaan
Persediaan Ritel
Ritel
P9-9 Solution - CONVENTIONAL Method:
Cost to
COST RETAIL Retail %
Beg. inventory $ 52,000 $ 78,000
Purchases 272,000 423,000
Freight in 16,600
Purchase returns (5,600) (8,000)
Markups, net 7,000
Current year additions 283,000 422,000
Goods available for sale 335,000 / 500,000 = 67.00%
Markdowns, net (3,600)
Normal spoilage (10,000)
Sales (390,000)
Ending inventory at retail $ 96,400

Ending inventory at Cost:


$ 96,400 x 67.00% = $ 64,588

9-44 TP 6 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan ritel.


Metode
Metode Persediaan
Persediaan Ritel
Ritel
P9-9 Solution - Cost Method Cost to
COST RETAIL Retail %
Beg. inventory $ 52,000 $ 78,000
Purchases 272,000 423,000
Freight in 16,600
Purchase returns (5,600) (8,000)
Markdowns, net (3,600)
Markups, net 7,000
Current year additions 283,000 418,400
Goods available for sale 335,000 / 496,400 = 67.49%
Normal spoilage (10,000)
Sales (390,000)
Ending inventory at retail $ 96,400

Ending inventory at Cost:


$ 96,400 x 67.49% = $ 65,056

9-45 TP 6 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan ritel.


Metode
Metode Persediaan
Persediaan Ritel
Ritel

Item Khusus
 Biaya pengangkutan
 Retur pembelian
 Diskon dan penyisihan pembelian
 Transfers-in
 Kekurangan normal
 Kekurangan tidak normal
 Diskon karyawan

9-46 TP 6 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan ritel.


Metode
Metode Persediaan
Persediaan Ritel
Ritel

Item
Khusus

Ilustrasi 9-22

9-47 TP 6 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan ritel.


Metode
Metode Persediaan
Persediaan Ritel
Ritel

Evaluasi
Secara luas digunakan karena beberapa alasan berikut:
(1) Untuk memungkinkan perhitungan laba neto tanpa
perhitungan persediaan fisik.
(2) Sebagai alat kontrol dalam menentukan kekurangan
persediaan.
(3) Untuk mengatur jumlah barang dagangan yang tersedia.
(4) Sebagai informasi asuransi.
Beberapa perusahaan memperbaiki metode ritel dengan menghitung persediaan secara
terpisah di setiap departemen atau kelas barang dagangan dengan laba bruto yang hampir
sama.

9-48 TP 6 Menentukan persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan ritel.


Penyajian
Penyajian dan
dan Analisis
Analisis

Penyajian Persediaan
Standar akuntansi membutuhkan pengungkapan atas:
(1) Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam mengukur
persediaan, termasuk rumus biaya yang digunakan (rata-rata
tertimbang, FIFO).
(2) Total jumlah tercatat persediaan dan jumlah tercatat dalam
setiap klasifikasi (barang dagang, persediaan produksi, bahan
baku, barang dalam proses, dan barang jadi).
(3) Nilai tercatat persediaan dicatat pada nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual.
(4) Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode
terkait.
9-49 TP 7 Menjelaskan bagaimana melaporkan dan menganalisis persediaan.
Penyajian
Penyajian dan
dan Analisis
Analisis

Penyajian Persediaan
Standar akuntansi membutuhkan pengungkapan atas:
(5) Jumlah setiap penurunan nilai persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode terkait dan jumlah setiap
pemulihan penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang
beban pada periode terkait.
(6) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan pemulihan atas
penurunan nilai persediaan.
(7) Nilai tercatat persediaan yang dijadikan sebagai jaminan
untuk liabilitas, jika ada.

9-50 TP 7 Menjelaskan bagaimana melaporkan dan menganalisis persediaan.


Penyajian
Penyajian dan
dan Analisis
Analisis

Analisis Persediaan
Rasio yang umum digunakan dalam mengelola dan
mengevaluasi tingkat persediaan adalah rasio perputaran
persediaan dan jumlah hari rata-rata untuk menjual
persediaan.

9-51 TP 7 Menjelaskan bagaimana melaporkan dan menganalisis persediaan.


Penyajian
Penyajian dan
dan Analisis
Analisis

Rasio Perputaran Persediaan


Mengukur berapa kali rata-rata perusahaan menjual
persediaan selama periode terkait.

Ilustrasi: Dalam laporan tahunan 2009-nya Tate & Lyle plc


(GBR) melaporkan persediaan awal sebesar £562 juta, persediaan
akhir sebesar £538 juta, dan beban pokok penjualan sebesar
£2.019 juta untuk tahun tersebut.
Ilustrasi 9-25

9-52 TP 7 Menjelaskan bagaimana melaporkan dan menganalisis persediaan.


Penyajian
Penyajian dan
dan Analisis
Analisis

Jumlah Hari Rata-rata untuk Menjual Persediaan


Ukuran yang menunjukkan jumlah hari penjualan rata-rata
di mana perusahaan memiliki persediaan di tangan.
Ilustrasi 9-25

Rata-rata Hari untuk Menjual

365 hari / 3,67 kali = setiap 99,5 hari

9-53 TP 7 Menjelaskan bagaimana melaporkan dan menganalisis persediaan.


 Persyaratan untuk akuntansi dan pelaporan persediaan lebih berbasis
prinsip dalam IFRS. Artinya, U.S. GAAP memberikan pedoman yang lebih
rinci dalam akuntansi persediaan.
 Pengakuan pihak yang memiliki barang—baik barang dalam perjalanan,
barang konsinyasi, maupun perjanjian penjualan khusus—serta biaya yang
dimasukkan dalam persediaan pada dasarnya sama menurut IFRS dan
U.S. GAAP.
 U.S. GAAP membolehkan penggunaan LIFO untuk penilaian persediaan,
sedangkan IFRS melarang penggunaannya. FIFO dan biaya rata-rata
adalah dua asumsi arus biaya yang dibolehkan menurut IFRS. Kedua
standar memungkinkan identifikasi khusus dalam situasi yang sesuai.
9-54
 Pada uji lower-of-cost-or-market untuk penilaian persediaan, IFRS
mendefinisikan pasar sebagai nilai realisasi neto. Sementara itu, U.S. GAAP
mendefinisikan pasar sebagai biaya pengganti dengan batasan nilai realisasi
neto (batas atas) dan nilai realisasi neto dikurangi markup normal (batas bawah).
Artinya, IFRS tidak menggunakan batas atas atau batas bawah untuk
menentukan pasar.
 Menurut U.S. GAAP, jika persediaan diturunkan nilainya berdasarkan penilaian
lower-of-cost-or-market, basis yang baru dianggap sebagai biaya. Sebagai
hasilnya, persediaan tidak dapat dipulihkan ke biaya aslinya pada periode
berikutnya. Menurut IFRS, penurunan nilai dapat dipulihkan pada periode
berikutnya sampai jumlah penurunan nilai sebelumnya. Baik penurunan nilai
maupun pemulihan berikutnya harus dilaporkan dalam laporan laba rugi.
9-55
 Tidak seperti aset tetap (properti, pabrik, dan peralatan), IFRS tidak
membolehkan opsi menilai persediaan pada nilai wajar. Seperti
ditunjukkan di atas, IFRS mensyaratkan persediaan untuk diturunkan
nilainya, tetapi persediaan tidak dapat dipulihkan di atas biaya aslinya.
 Seperti yang ditunjukkan, IFRS mensyaratkan baik aset biologis
maupun hasil agrikultur pada saat panen agar dilaporkan pada nilai
realisasi neto. U.S. GAAP tidak mensyaratkan perusahaan untuk
mencatat semua aset biologis dengan cara yang sama. Selanjutnya,
aset-aset tersebut umumnya tidak dilaporkan sebesar nilai realisasi
neto. Persyaratan pengungkapan juga berbeda di antara kedua
standar.
9-56
Copyright
Copyright

Copyright © 2011 John Wiley & Sons, Inc. Hak cipta dilindungi.
Dilarang memperbanyak atau menerjemahkan karya ini melebihi
yang diizinkan dalam Bagian 117 Undang-undang Hak Cipta
Amerika Serikat 1976 tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.
Permintaan informasi lebih lanjut harus ditujukan ke Departemen
Perizinan, John Wiley & Sons, Inc. Pembeli dapat membuat
salinan cadangan untuk penggunaan sendiri saja dan bukan untuk
distribusi atau penjualan kembali. Penerbit tidak bertanggung
jawab atas kesalahan, kelalaian, atau kerusakan, yang disebabkan
oleh penggunaan program tersebut atau dari penggunaan
informasi yang terdapat di sini.

9-57

Anda mungkin juga menyukai