Anda di halaman 1dari 25

Oleh:

Rizha Fauziah NIM 162036


KASUS PERDARAHAN Siti Nurkayah NIM 162040
MUDA DALAM Yohane Septi NIM 162047

OBSTETRI
PERDARAHAN MUDA

Perdarahan pada kehamilan harus selalu dianggap


sebagai suatukelainan yang berbahaya. Pendarahan
pada kehamilan muda disebut keguguran atau
abortus
Plasenta
Previa

Plasenta
Solusio
sirkum
valata Plasenta

MACAM – MACAM
PERDARAHAN HAMIL
MUDA

Ruptura Ruptura
Sinus
Marginalis Uteri

Insersio
Velamento
sa
PLASENTA PREVIA
Plasenta yang berimplantasi di atas
atau mendekati ostium servik interna.
Macam – macam
plasenta previa

1. Plsenta previa totalis


2. Plasenta previa parsialis
3. Plasenta previa Marginalis
4. Plasenta previa letak
rendah
Faktor predisposisi:

1.Kehamilan dengan ibu Diagnosa:


berusia lanjut
2. Multiparitas 1. Perdarahan tanpa nyeri, usia kehamilan
3. Riwayat sc sebelumya
lebih dari 22 minggu
2. Darah segar yang keluar sesuai dengan
beratnya anemia
3. Syok
4. Tidak ada kontraksi Uterus
5. Bagian terendah janin tidak masuk PAP
6. Kondisi janin normal/terjadi gawat janin
Penengakkan diagnosi pemeriksaan USG
PENATALAKSANAAN

– Penatalaksanaan Umum – Penatalaksanaan Khusus


1. Tidak dianjurkan melakukan VT 1. Terapi Konservatif
2. 2. Perbaiki kekurangan cairan/darah 2. Terapi Aktif
dengan infus NaCl 0.9% atau RL
3. Melakukan penilaian jumlah
perdarahan
4. Jika perdarahan banyak dan
berlangsung persiapkan sc tanpa
memperhitungkan usia kehamilan
SKEMA
PENATALAKSANAAN
PLASENTA PREVIA
SOLUSIO PLASENTA

Terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya


 
Factor predisposisi:
1. Hipertensi
2. Trauma abdomen
3. Hidramnion
4. Gemeli
5. Defisiensi besi

Diagnosis
1. Perdarahan dengan nyeri intermiten atau menetap
2. Warna darah kehitaman dan cair, tetapi mungkin ada
bekuan jika solusio relative baru
3. Syok tidak sesuai dengan jumlah darah keluar
(tersembunyi)
4. Anemia berat
5. Gawat janin atau hilangnya denyut jantung janin
6. Uterus tegang terus menerus dan nyeri
PENATALAKSANAAN

1. Harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap


2. Jika terjadi perdarahan hebat (nyata atau tersembunyi) dengan
tanda – tanda awal syok pada ibu lakukan persalinan segera
3. Jika perdarahan ringan atau sedang belum terdapat tanda-tanda
syok, maka tindakan tergantung pada DJJ
4. Lakukan uji pembekuan darah sederhana.
 
SKEMA
PENATALAKSANAAN
SOLUSIO PLASENTA
  Plasenta Previa Solusio Plasenta
Perdarahan Merah tua s/d coklat hitam, Mearah segar, berulang, tidak
terus menerus di sertai nyeri nyeri

Uterus Tegang, bagian bagian janin Tidak tegang, tidak nyeri tekan
tak teraba, nyeri tekan

PERBEDAAN PLASENTA Syok/Anemia Lebih sering, tidak sesuai Jarang, sesuai dengan jumlah
PREVIA DENGAN SOLUSIO dengan jumlah darah yang darah yang keluar
PLASENTA keluar

Fetus 40 % fetus sudah mati, tidak Biasanya fetus hidup, disertai


disertai kelainan letak kelainan letak

Pemeriksaan Ketuban menonjol walaupun Teraba plasenta atau perabaan


dalam tidak menonjol fornik ada bantalan antara bagian
janin dengan jari pemeriksaan
RUPTURA UTERI
Ruptura uteri atau robeknya dinding Rahim terjadi akibat
terlampauinya daya regang myometrium.Pada bekas SC,
resiko terjadinya ruptura uteri lebih tinggi.
Penyebab:

1.Tindakan Obstetri
2. Ketidakseimbangan fetopelvik
3. Letak lintang yang diabaikan
4. Kelebihan dosis obat bagi nyeri
persalinan atau induksi persalinan
5. Jaringan perut pada uterus:
keadaan setelah sc,miomenukleasi,
eksisi biji suatu tuba
6. Kecelakaan (Kecelakaan lalu lintas)
 
Diagnosis

1. Perdarahan intraabdominal, dengan atau tanpa perdarahan pervaginam


2. Nyeri perut bebas (dapat berkurang setelah rupture terjadi)
3. Syok
4. Ada cairan bebas abdominal
5. Hilangnya gerak dan denyut janin
6. Bentuk uterus abnormal atau konturnya tidak jelas
7.Dapat didahului oleh lingkaran kontruksi (Bandl’s ring)
8.Nyeri raba atau tekan dinding perut
9. Bagian- bagian janin mudah dipalpasi
PENATALAKSANAAN

– Penatalaksanaan Umum – Penatalaksanaan Khusus

1. Memberikan Oksigen 1. Jika uterus dapat diperbaiki dengan


resiko operasi lebih rendah dari pada
2. Perbaiki kehilangan volume darah histerektomi dan tepi robekan uterus
dengan pemberian infus cairan tidak nekrotik, lakukan respirasi
intravena (NaCl 0.9% atau RL) uterus (histerorafi).
sebelum tindakan pembedahan
2. Jika uterus tidak dapat diperbaiki,
3. Jika kondisi ibu stabil, lakukan sc lakukan histerektomi subtotal. Jika
untuk melahirkan bayi dan robekan memanjang hingga servik
plasenta dan vagina, histerektomi total
mungkin diperlukan.
INSERSIO VELAMENTOSA
Insertio velamentosa adalah insersi
tali pusat pada selaput janin. Pada insersi
velamentosa, tali pusat dihubungkan
dengan plasenta oleh selaput janin.

Pemeriksaan penunjang:
1. USG : biometri janin, plasenta (letak,
derajat maturasi, dan kelainan), ICA.
2. Kardiotokografi:kehamilan > 28 minggu.
3. Laboratorium : darah perifer lengkap.
TANDA DAN GEJALA

1. Dapat timbul perdarahan pada kehamilan 20


minggu
2. Darah berwarna merah segar
3. Tidak disertai atau dapat disertai nyeri perut
(kontraksi uterus)
4. Perdarahan segera setelah ketuban pecah
dan karena perdarahan ini berasal dari anak
maka dengan cepat bunyi jantung anak
menjadi buruk. 
 
PENATALAKSANAAN

Bidan tidak memiliki kewenangan untuk menangani insersio


velamentosa. Hanya melakukan diagnosa dan bila dicurigai bahwa ibu
hamil mengalami kehamilan ganda dengan melakukan USG. Dan
apabila mengetahui ibu positif mengalami insersio velamentosa, lakukan
rujukan pada Rumah Sakit tetapi lakukan pemasangan cairan infus
secara intravena terlebih dahulu.
RUPTUR SINUS MARGINALIS
Ruptur sinus marginalis adalah
terlepasnya sebagian kecil plasenta
dari tempat implantasinya di dalam
uterus sebelum bayi dilahirkan.
Berdasarkan tanda dan gejalanya
Ruptur Sinus Marginalis ini
merupakan salah  satu  klasifikasi dari
solusio plasenta yaitu solusio plasenta
ringan.
Predisposisi:
1. Faktor Trauma
2. Faktor Usia Ibu
3. Faktor
Penggunaan
Kokain
Diagnosis:
4. Faktor Kebiasaan
Dari hasil anamnesa terdapat perdarahan
Merokok
pervaginam, warnanya kehitam-hitaman dan sedikit
5. Riwayat Solusio
sakit. Perut terasa agak sakit, atau terasa agak tegang
Plasenta
yang sifatnya terus menerus.  Walaupun demikian,
Sebelumnya
bagian-bagian janin masih mudah diraba pada
pemeriksaan dalam  terdapat pembukaan dan ketuban
tegang dan menonjol. Pada waktu persalinan,
perdarahan terjadi tanpa sakit dan menjelang
pembukaan lengkap perlu dipikirkan kemungkinan
perdarahan karna sinus marginalis yang pecah.
PENATALAKSANAAN
Bila usia kehamilan kurang dari 36 minggu dan bila ada perbaikan (perdarahan
berhenti, perut tidak sakit, uterus tidak tegang, janin hidup) dengan tirah baring dan
observasi ketat, kemudian tunggu persalinan spontan.
Bila ada perburukan (perdarahan berlangsung terus gejala solusio plasenta
makin jelas, pada pemantauan dengan USG daerah solusio plasenta bertambah luas),
maka kehamilan harus segera diakhiri. Bila janin hidup, lakukan seksio sesaria, bila
janin mati lakukan amniotomi disusul infus oksitosin untuk mempercepat persalinan
(Sarwono, 2005)
PLASENTA SIRKUM VALATA
Selama perkembangan amnion
dan korion melipat kebelakang
disekeliling tepi-tepi plasenta.
Dengan demikian korion ini masih
berkesinambungan dengan tepi
plasenta tapi pelekatannya melipat
kebelakang pada permukaan foetal.
Pada permukaan foetal
dekat pada pinggir plasenta
terdapat cincin putih. Cincin putih
ini menandakan pinggir plasenta.
DIAGNOSA

Diagnosis dari circumvallate plasenta dan pembatasan


pertumbuhan intrauterin awal kehamilan adalah penting
untuk memastikan perawatan yang tepat dan pemantauan
bayi. Hal ini penting untuk dilakukan ultrasound dan
pemeriksaan rutin. Circumvallate plasenta adalah ketika
kantong membran berada di belakang plasenta, membatasi
efektivitas plasenta. Kantong membran, yang dikenal
sebagai cincin, membatasi perluasan pembuluh darah janin.
PENATALAKSANAAN

1.      Jika pada kehamilan terjadi perdarahan intermitten dan belum terjadi abortus ibu
disarankan untuk beristirahat total untuk mencegah terjadinya abortus.
2.      Jika sudah terjadi abortus lakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan yang
berwenang dalam hal ini dokter obsgin untuk mencegah perdarahan yang dapat
mengancam jiwa ibu.
3.      Jika mengakibatkan solutio plasenta lakukan penanganan seperti pasien solutio
plasenta, jika terjadi perdarahan hebat (nyata atau tersembunyi) lakukan persalinan
segera.
4.      Seksio caesarea dilakukan jika janin hidup  atau terdapat gawat janin akan tetapi
persalinan pervaginam tidak dapat dilaksanakan dengan segera karena pembukaan belum
lengkap.
5.      Seksio caesarea juga dilakukan jika janin mati tetapi kondisi serviks tidak
memungkinkan persalinan pervaginam dapat berlangsung dalam waktu singkat.
6.      Persiapan, cukup dilakukan penanggulangan awal dan segera lahirkan bayi karena
operasi merupakan satu-satunya cara efektif untuk menghentikan perdarahan.
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai