Anda di halaman 1dari 35

METODE PEMETAAN GEOLOGI

TEKNIK
DEFENISI
 Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan
informasi geologi suatu daerah/wilayah/kawasan
dengan tingkat kualitas berdasarkan skala.
 Peta geologi menggambarkan informasi sebaran
dan jenis serta sifat batuan, umur, stratigrafi,
stuktur, tektonika, fisiografi dan sumberdaya
mineral serta energi
PETA GEOLOGI
 Petageologi yang akurat merupakan dasar dari
semua pekerjaan geologi. Ketika Anda seorang
ahli geologi, Anda harus ingat bahwa. Hal ini
gunanya untuk membuat penyelidikan rinci dari
spesimen yang asalnya tidak pasti atau belum
detail.
JENIS PETA GEOLOGI BERDASARKAN
UKURAN SKALA DIBEDAKAN MENJADI:
 Peta Geologi penyelidikan. Kecil 1:250.000
atau lebih kecil .
 Peta Geologi Regional. Skala 1:50.000 atau
1:25.000
 Peta Geologi Rinci. Peta daerah terbatas. Skala
1:10.000
 Peta yang dibuat untuk tujuan khusus skala
dari 1:1.000 sampai 1:2.500 untuk tujuan
ekonomi dalam rencana tambang terbuka
SIKAP DAN PERRILAKU
 Dilarang menginjak-injak tanaman, dan tidak
meninggalkan sampah atau mengganggu komunitas
tumbuhan dan hewan.
 Jangan menggunakan palu sebarangan (1930,
p.289). Amati bahwa menggunakan palu
sembarangan adalah tanda dari seorang pemula
(beberapa
bukti menunjukkan struktur yang indah telah
dirusak oleh palu geologi, pengeboran dan grafity).
 Sebelum Anda memulai lapangan perlu dipelajari
aturan-aturan yang ada disekitar daerah pembuatan
peta geologi.
PERALATAN

sights
Compasses designed for the geologist. (a) lid
Finnish Suunto compass,
similar to the Swedish Silva Ranger 15 mirror
bearing
TDCL. (b) American Brunton ‘pocket mark
transit’. (c) Swiss Meridian compass and orienting
(d) French Chaix-Universelle. The Brunton arrow
and Meridian can also be used as hand
levels. orienting
lines
magnetic
needle
azimuth ring
GPS : GLOBAL POSITIONING SYSTEM
 Sebuah system yang dapat menunjukkan posisi
benda di permukaan bumi secara cepat, di semua
tempat, pada semua kondisi dan pada setiap
waktu.

 GPS : merupakan perkembangan paling modern


sistem navigasi kuno

 •GPSdikontrol oleh U. S. Department of


Defense (DOD).
CARA KERJA GPS
Prinsipnya adalah :
 Satelit GPS memberikan
informasi kepada receiver
GPS mengenai jarak/
posisi satelit. Sehingga
kita tahu bahwa kita
berada pada suatu radius
tertentu dari satelit.
 Bila ada dua satelit maka kita tahu posisi kita, berada
pada 2 lokasi, yaitu perpotongan dua radius tadi. GPS
receiver mampu menghitung tempat yg paling mungkin.
 Semakin banyak sinyal satelit ditangkap semakin teliti
satelit menghitung posisi ---- metoda Trilateration
GPS ERROR SOURCE
 Noise : Gangguan pada signals
 Bias : Selective Availability (SA), Multipath, Delay oleh
Ionosphere dan Troposphere
 Blunder : Kesalahan user (kesalahan datum, kesalahan
komputer pada segment kontrol)
AKURASI PADA GPS
AKURASI PADA GPS

 Kevin W. Hall, Joanna K. Cooper, and Don C. Lawton (2008


Wisconsin Departement Of Natural Resouerces
(2001)
Jenis-jenis GPS
 (a) Basic rugged 12-channel Garmin GPS, which
only provides locational coordinates but can be
used with pocket PC (d).
 (b) Garmin GPS unit with ability to plot location
onto a simple on-screen base map.
 (c) Mobile phone with GPS app installed.

 (d) Field-rugged Trimble pocket PC, which can


take input from a GPS via cable or Bluetooth
connection.

Loupe dan
Palu Geologi
PERALATAN
POSISI MENCARI DI MAPS
 Sebuah
keterampilan
mendasar adalah
dapat
memposisikan
diri pada peta
dasar dengan
benar.
CARA MENENTUKA POSISI
 Periksa orientasi Grid pada Peta
 Periksa kompas, mengatur deklinasi.

 GPS-banyak digunakan.
OBSERVE

 Kegiatan selanjutnya adalah. Apa jenis batuan? Mineral-


komposisi? Ukuran butir? Tekstur? Struktur apa yang
dapat dilihat? -Bedding? Tektonik? Struktur sedimen?
TES PIT
 Untuk memperoleh bukti mengenai keberadaan suatu
endapan bahan galian atau mengetahui jenis lothologi di
bawah tanah dan mengambil contoh batuan (rock
samples)-nya biasanya digali sumur uji (test pit) dengan
mempergunakan peralatan sederhana seperti cangkul,
linggis, sekop, pengki, dsb.
 ukurannya berkisar antara 75 x 100 m sampai 150 x 200
m.
 Jika menggunakan peyangga kedalamannya > 5 m. Bila
tanpa penyangga kedalaman sumur uji itu berkisar antara
4 - 5 m.
TES PIT

 Macam bentuk penampang sumur uji

•Keuntungan utama dari pitting adalah


memberikan sampel volume yang sangat besar.
•Memberikan gambaran profil lothologi
DALAM PEMBUATAN SUMUR UJI
TERSEBUT PERLU DIPERHATIKAN HAL-
HAL SEBAGAI BERIKUT :
 ketebalan horizon B (zona
laterit/residual),
 ketinggian muka airtanah,

 kemungkinan munculnya
gas-gas berbahaya (CO2,
H2S),
 kekuatan dinding lubang, dan

 kekerasan batuan dasar.


TRENCHING
 Pada dasarnya maksud dan tujuannya sama dengan
penyelidikan yang mempergunakan sumur uji. Demikian
pula cara penggaliannya.
 Yang berbeda adalah bentuknya ; parit uji digali
memanjang di permukaan bumi dengan bentuk
penampang trapesium dan kedalamannya 2-3 m
 sedang panjangnya tergantung dari lebar atau tebal
singkapan endapan bahan galian yang sedang dicari dan
jumlah (volume) contoh batuan (samples) yang ingin
diperoleh.
PEMBUATAN TRENCHING (PARITAN) INI
DILAKUKAN DENGAN KONDISI UMUM SEBAGAI
BERIKUT :
 Terbatas pada overburden yang tipis,
 Kedalaman penggalian umumnya 2–2,5 m (dapat
dengan tenaga manusia atau dengan
menggunakan eksavator/back hoe),
 Pada kondisi lereng (miring) dapat dibuat mulai
dari bagian yang rendah, sehingga dapat terjadi
mekanisme self drainage (pengeringan
langsung)
 Gambar penampang trenching
berbentuk trapesium

 Gambar penampang trenching


dengan menggunakna exavator
TRENCHING HARUS DIPETAKAN.
BERIKUT LANGKAH MEMBUAT PETA
 Mengukur panjang parit dan meberikan tanda dengan
menggunakan pita.
 Menggunakan tanda dan nomor pada dinding parit
dengan semprotan cat setiap dua meter. Jika lantai parit
miring, klinometer harus digunakan untuk menghitung
koreksi kemiringan sebelum dinding ditandai.
 Skala pemetaan adalah skala 1:50 sampai 1:500 sesuai
untuk kebutuhan.
 parit dangkal yang terbaik dipetakan dalam gambaran
peta, dengan informasi yang terlihat pada dinding parit
diproyeksikan pada peta ( Gambar).
 Gambar pemetaan pada trenching (Roger Marjoribanks, 2010)
STRIKE AND DIP SYMBOLS FIELD
SIMBOL-SIMBOL PADA PETA GEOLOGI
OBSERVE

 Pengamatan dicatat dalam dua cara;


• Pada peta lapangan
• Dalam notebook lapangan
(informasi yang tidak dapat
ditampung di lapangan peta)
TEKNIK PEMETAAN
Traversing
Following Contacts (Boundary
mapping)
Exposure or Green Line Mapping
TRAVERSES

Cross-section traverses

Stream traverses

Road traverses
TRAVERSING
 Berjalan sepanjang
rute yang telah
ditentukan dan
direncanakan
 Metode ini digunakan
terutama untuk
kegiatan penyelidikan
 Sebagian besar
wilayah ditutupi oleh
top soil.
 GPS adalah bantuan
yang jelas dalam
melintasi.
PEMBUATAN PETA GEOLOGI
PETA HASIL PENGAMATAN

 Dua peta ini


dibuat oleh
dua orang
gaologist
pada lokasi
yang sama.
buktinya
bahwa
mereka
bekerja
secara
independen.
REFERENSI
- J. Lisle Richartd, Barnes John W, 2011, “Basic
Geological Mapping”, John Wiley & Sons, Ltd,
UK.
- J. Lisle Richartd, 2004, “Geological Structures and Maps
A Practical Guide”, Pergamon Press, British.
- Marjoribanks Rogers, 2010, Geological Method In
Mineral Exploration and Mining, Springer, New
York.
- U.S. Geological Survey for the Federal Geographic Data
Committee, 2006, FGDC Digital Cartographic
Standard for Geologic Map Symbolization, USGS,
Amerika.
TERIMA KASIH