Anda di halaman 1dari 28

WE ARE KELOMPOK

KECE-KECE

Abdul Latip
Budiman
Yulia Arsita
BAB
BAB11
Wawasan
WawasanDasar
Dasar
Pengelolaan
PengelolaanPendidikan
Pendidikan
A.Konsep Pengelolaan
Pendidikan

B.Fungsi Dan Prinsip Pengelolaan


Pendidikan
1.Membuat Putusan
2.Merencanakan
3.Mengorganisasikan
4.Mengkomunikasikan
5.Mengkoordinasikan
6.Mengawasi
7.Menilai
C.Pendekatan-Pendekatan Dalam Pengelolaan
Pendidikan

1.Pendekatan Organisasi
Klasik
2.Pendekatan Hubungan
Manusia
3.Pendekatan Perilaku
D.Peramasalahan Pengelolaan Pendidikan

Sistem Desentralisasi Dalam Pengelolaan Pendidikan


Penerapan Otonomi Dalam Pengelolaan Pendidikan
Tinggi
Profesionalisasi Jabatan Tenaga Kependidikan
Kendali Mutu Pedidikan Nasional
SUBTANSI
PERMSALAHAN
1. Apakah Data-data Dari Pengelola
Pendidikan Itu Akurat Atau Tidak?

2. Apa Penyebab Kurangnya


3. Mengapa Banyak Tenaga
Pengawasan Terhadap Peserta
Pendidik Yang Tidak Profesional?
Didik?
5 Fakta-Fakta Penyelewangan Dana BOS,
Ironi “Sekolah Gratis”
1. Sebanyak 62.85% sekolah tidak mencantumkan
penerimaan BOS dan DPL (indikasi korupsi)
2. Sebanyak 4.12% sekolah tidak mengratiskan biaya
operasional sekolah pada siswa didiknya
3. Dana BOS sebesar Rp28.14 miliar digunakan tidak
sesuai peruntukannya (indikasi korupsi).
4. Buku dana BOS buku sebesar Rp562.4 juta tidak sesuai
dengan buku panduan BOS  (indikasi korupsi) dan
senilai Rp656.7 juta belum/tidak dapat dimanfaatkan.
5. Terjadinya indikasi korupsi sebesar Rp 2.41 miliar dana
safeguarding
Mengatasi Permasalah Peserta Didik Di Sekolah
Disekolah pada umumnya selalu
disibukan dengan masalah-masalah
yang terjadi antara anak. Hampir tiap
hari ada saja kejadian yang harus
ditangani. Baik itu yang bersifat
pribadi atau umum (kelas).
Beberapa masalah yang sering terjadi
diantaranya perkelahian antar pelajar
1. Kegiatan Belajar Mengajar kurang begitu aktif
2. Kurang adanya pengawasan dari semua guru
3. Peraturan dan tata tertib siswa yang belum
dibuat atau tidak dijalankan dengan baik
4. Tidak adanya kesadaran dari anak untuk
menjaga dan rasa memiliki terhadap sarana di
sekolah
5.Terlalu banyak celah untuk bolos
6.Pergaulan yang tidak wajar
PROFESIOALISASI JABATAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
Mengapa
banyak tenaga
pendidik yang
tidak
profesional????
Seperti
inikah
Calon
kepala
sekolah
?
BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB :

1. Rendahnya Kualitas Guru.

Banyak Guru belum memiliki Profesionalisme yang


memadai sesuai dengan Pasal 39 UU no. 20 tahun
2003.

Hal itu di buktikan dengan masih benyaknya guru yg


belum sarjana, namun sudah mengajar, serta
banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan
disiplin ilmu yang mereka miliki.
Berdasarkan Survey United Nations
Educational, Scientific and Cultural
Organization (UNESCO) terhadap
kualitas pendidikan di Negara-negara
berkembang di Asia Pacific, Indonesia
menempati peringkat 10 dari 14 negara.

Sedangkan untuk kualitas para guru,


kulitasnya berada pada level 14 dari 14
negara berkembang.
2. RENDAHNYA
KESEJAHTERAAN GURU

Di lingkungan pendidikan swasta, masalah


kesejahteraan masih sulit mencapai terap
ideal.

Sebanyak 70% dari 403 PTS di JAWA


BARAT dan BANTEN tidak sanggup untuk
menyesuaikan kesejahteraan Dosen sesuai
dengan amanat UU Guru dan Dosen.

“Pikiran Rakyat, 9 Januari 2006”


3. AKIDAH AKHLAK ( SECARA AGAMA )

Sesungguhnya yang termasuk tugas


pengajar tidaklah hanya mengajarkan ilmu –
ilmu saja, bahkan lebih dari itu, seorang
pengajar harus mampu menegakkan
pendidikan yang mencakup pembersihan
akidah  – akidah dan perilaku yang bertolak
belakang dengan agama islam.
FIRMAN ALLAH :

ُ ‫ون هَّللا َ فَاتَّبِ ُعو ِني يُ ْح ِب ْب ُك ُم هَّللا ُ َويَ ْغفِ ْر لَ ُك ْم ُذنُوبَ ُك ْم ۗ َوهَّللا‬
َ ‫قُ ْل إِن ُكنتُ ْم تُ ِح ُّب‬
‫َغفُو ٌر َّر ِحي ٌم‬
“katankanlah : jika kamu (benar – benar) mencintai
Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa – dosamu. Allah Maha pengampun
Lagi Maha Penyayang” [ Ali Imran : 31]

 Seorang pengajar harus bersifat dengan sifat  – sifat


bijaksana, pengajar dan pengarah, selalu berkeinginan
baik, lembut, cinta dan ikhlas. apabila dia diberi
walaupun sedikit harus bersyukur, dan apabila tidak di
beri bersabar, dan allah akan memberikan rizki di
dunia dan menulis pahala di akherat.
Firman allah dalam surat al-baqarah :
62.
Yang artinya:
Sesungguhnya orang-orang mu’min,
orng-orang yahudi, nasrani dan orang-orang
shabiin), siapa saja diantara mereka yang
benar-benar beriman kepada allah), hari
kemudian dan beramak saleh), mereka akan
menerima pahala dari tuhan mereka, tak
ada kekhawatiran terhadap mereka dan
tidak (pula) mereka bersedih hati.
KAMI, KECE-
KECE PAMIT
UNDUR DIRI
WASSALAMUALA
IKUM
WAROHMATULLA