Anda di halaman 1dari 14

SEDIAAN SAMPO

KELOMPOK V
SUB POKOK
01 DEFINIS
DE

02 FUNGSI SEDIAAN
Your Text Here
03 SYARAT SEDIAAN SAMPO

SYARAT SEDIAAN
04 MACAM-MACAM SEDIAAN

Your Text Here


05 KANDUNGAN

06 FORMULA
Definisi

Shampo adalah sediaan kosmetik yang digunakan


untuk maksud mencuci rambut sehingga setelah itu kulit
kepala dan rambut menjadi bersih dan sedapat
mungkin menjadi lembut, mudah di atur dan berkilau.
Serta merupakan produk perawatan rambut yang
digunakan untuk menghilangkan minyak, debu, serpihan
kulit dan kotoran lain dari rambut.
Shampoo banyak jenis dan typenya,
formulanya dan klasifikasi preparat seperti liquid, krim,
pasta, shampoo anti dandruff, shampoo untuk anak-
anak dan sebagainya.
Fungsi Shampo

Shampo pada umumnya digunakan dengan


mencampurkannya dengan air dengan tujuan sebagai
berikut:
 Membersihkan kulit kepala dan rambut dari kotoran,
minyak dan sel-sel kulit mati.
 Merawat dan menyehatkan rambut.
 Beberapa jenis sampo juga berfungsi untuk mengatasi
beberapa gangguan pada rambut dan kulit kepala,
seperti ketombe dan rambut bercabang
Syarat Sediaan Shampo

Sampo harus memenuhi beberapa syarat yaitu:


Dapat membersihkan dengan baik (sifat deterjen)
Meniliki sifat membasahi (wetting)
Memiliki sifat dapat mengemulsi (emulsifying)
Memiliki sifat dapat membuat busa (foaming)
Dapat membersihkan dan menyehatkan kulit kepala
Mudah dicuci atau dibilas kembali
Aman untuk dipakai, tidak mengiritasi mata dan tidak toksis
Menyebarkan bau harum
Macam – Macam Sediaan Sampo

Macam–macam shampo berdasarkan


kegunaanyaantara lain :
 Shampo untuk rambut diwarnai dan dikeriting.
 Shampo untuk membersihkan secara menyeluruh
 Shampo penambah volume rambut
Kandungan Sediaan Sampo

Pada umumnya suatu shampo terdiri dari dua kelompok


utama, yaitu:
1. Bahan Utama, Bahan utama yang sering digunakan adalah
deterjen, yang biasanya dapat membentuk busa, dan bersifat
membersihkan. Deterjen dapat dibagi menjadi :
 Deterjen anionik
 Deterjen kationik
 Deterjen nonionik
Kandungan Sediaan Sampo

2. Bahan Tambahan
Bahan - bahan tambahan yang sering digunakan dalam
pembuatan shampo diantaranya :
 Opacifying Agent
 Clarifying Agent
 Finishing Agent
 Conditioning agent
 Zat pendispersi
 Zat pengental
 Zat pembusa
 Zat Pengawet
 Zat aktif
 Zat pewangi dll
Formula Sediaan Sampo
Bahan Konsentrasi Fungsi
Selenium sulfida 2,5% Zat aktif
Natrium Lauril Sulfat 15% Surfaktan anionic; detergent
Cocoamidopropil Betaine 5% Co-surfaktan
Gliserin 5% Humektan; Antibakteri
NaCl 5% Viscosity modifier
Na2 EDTA 0,1% Chelating agent

Nipagin 0,1% Preservative


Parfum Qs Pewangi
Aquadest 100% Pelarut
Alasan Pemilihan
Bahan
1. Selenium Sulfida
Selenium sulfida memiliki sifat antijamur dan antiseborrhoeic
properti. Ini digunakan secara topikal dalam pengobatan
ketombe (pityriasis capitis) dan dermatitis seboroik kulit.
2. Natrium lauril sulfat
Natrium lauril sulfat adalah suatu anionic emulsifying agent.
Merupakan detergent dan pembasah efektif baik di larutan asam,
alkali maupun dalam air keras (Sudjono, 2006).
Alasan Pemilihan
Bahan
3. Cocoamidopropil Betaine
Betaine adalah surfaktan dengan sifat pembusa, pembasah, dan pengemulsi yang
baik, khususnya dengan keberadaan surfaktan anionic. Betaine sifatnya tidak
begitu mengiritasi bahkan dengan adanya betaine dapat menurunkan efek iritasi
surfaktan anionic.
4. Gliserin
Dalam formulasi dan kosmetik farmasi topical, gliserin digunakan sebagai
humektan dan emolien.
5. Natrium Klorida
NaCl dapat berfungsi sebagai bahan pengatur kekentalan karena jika dilarutkan,
NaCl bersifat sebagai elektrolit kuat yang menyediakan ion Na + (Sihendra, 2010).
Alasan Pemilihan
Bahan
6. Na2 EDTA
Untuk mencegah pembentukan dan deposisi sabun Ca dan Mg pada
rambut saat pencucian dengan air sadah. Umunya menggunakan
garam EDTA atau polifosfat (Kartika, 2010).
7. Methyl paraben atau nipagin efektif pada rentang pH yang luas
serta memiliki aktivitas antimikroba dengan spectrum luas, selain
itu, kelarutan methyl paraben dalam air paling tinggi diantara jenis
paraben lainnya sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan
pengawet dalam medium berair (Sihendra, 2010).
8. Aquadest
Aquadest digunakan sebagai pelarut (FI edisi III).
Evaluasi Sediaan
a.Uji kestabilan fisik
Untuk menguji kestabilan fisik sediaan digunakan metode sentrifugasi,
metode freeze-thaw, dan uji dipercepat.
b.Pengamatan organoleptik
Pengamatan organoleptik meliputi bau, warna, dan pertumbuhan jamur.
c.Uji viskositas dan pH
Pengukuran viskositas sediaan dilakukan dengan alat viscometer Broo kfield,
menggunakan spindle 28 dan putaran 20 rpm. Sediaan diukur pH nya dengan
pH meter Beckam. Pengamatan dilakukan setiap minggu.
d.Pengujian aktivitas anti jamur
Sediaan shampoo yang diambil dari climatic chamber setiap minggu, diuji aktivitas
nya terhadap jamur M. furfur dengan metode pengenceran agar seperti pada
penentuan nilai KHM.
THANK YOU 

Anda mungkin juga menyukai