Anda di halaman 1dari 32

KELOMPOK 11

INFEKSI VIRUS PADA SALURAN REPRODUKSI

ANGGOTA KELOMPOK :
1. BAGAS SETIAWAN
2. CANTIKA VIOLETTA DYAH SAVITRI
3. ILHAM HABIBI SETYADI
HERPES

O Herpes merupakan infeksi kulit kelamin yang disebabkan


oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seks.
Terkadang ditemukan juga pada mulut penderita karena
yang bersangkutan melakukan oral seks dengan penderita
herpes.
JENIS JENIS HERPES

1. Herpes Simpleks
2. Herpes Genitalis
3. Herpes Zoster
4. Herpes Zoster Oftalmik
HIV & AIDS
(Human Immunodefiency Virus & Acquired Immunodeficiency Syndrome)

O HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang


dapat menyebabkan AIDS. HIV termasuk keluarga virus
retro yaitu virus yang memasukan materi genetiknya ke
dalam sel tuan rumah ketika melakukan cara infeksi
dengan cara yang berbeda (retro), yaitu dari RNA menjadi
DNA, yang kemudian menyatu dalam DNA sel tuan
rumah, membentuk pro virus dan kemudian melakukan
replikasi.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)

O AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)


merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan
virus HIV dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV
membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS
yang mematikan dan sangat berbahaya.
O Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau
menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya
dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak
dirusak oleh Virus HIV.
GEJALA TERSERANG VIRUS HIV/AIDS

O Tanda-tanda klinis penderita AIDS :


1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan
neurologis
5. Dimensia / HIV ensefalopati
O Gejala minor :
1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
2. Dermatitis generalisata yang gatal
3. Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang
4. Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
CARA PENULARAN HIV

1. Hubungan seksual, baik secara vaginal, oral, ataupun


anal dengan seorang pengidap.
2. Kontak langsung dengan darah / produk darah / jarum
suntik.
3. Secara vertical dari ibu hamil pengidap HIV kepada
bayinya, baik selama hamil, saat melahirkan ataupun
setelah melahirkan.
CARA PENCEGAHAN HIV/AIDS

1. Hindarkan hubungan seksual diluar nikah.


2. Pergunakan kondom bagi resiko tinggi apabila
melakukan hubungan seksual.
3. Ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata
mengandung virus, hendaknya jangan hamil.
4. Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya ( akupuntur,
tato, tindik ) harus dijamin sterilisasinya.
CARA PENANGANAN HIV/AIDS

O Penanganan Umum
a) Setelah dilakukan diagnosa HIV, pengobatan dilakukan
untuk memperlambat tingkat replikasi virus.
b) Pengobatan-pengobatan ini tentu saja memiliki efek
samping, namun demikian ternyata mereka benar-benar
mampu memperlambat laju perkembangan HIV didalam
tubuh.
c) Pengobatan infeksi-infeksi appertunistik tergantung pada
zat-zat khusus yang dapat menginfeksi pasien.
O Penanganan Khusus
a) Penapisan dilakukan sejak asuhan antenatal dan pengujian
dilakukan atas permintaan pasien dimana setelah proses
konseling risiko PMS dan hubungannya dengan HIV, yang
bersangkutan memandang perlu pemeriksaan tersebut.
b) Konseling spesifik bagi mereka yang tertular HIV,
terutama yang berkiatan dengan kehamilan da risiko yang
dihadapi
c) Berikan nutrisi dengan nilai gizi yang tinggi, atasi infeksi
oportunistik.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

O Terdapat dua uji yang khas digunakan untuk mendeteksi


antibodi terhadap HIV :
1. Enzymelinked Immunosorbent Assay (ELISA).
bereaksi terhadap adanya antibodi dalam serum dengan
memperlihatkan warna yang lebih jelas apabila terdeteksi
antibodi virus dalam jumlah besar.
2. Uji Western Blot
KANKER

Kanker adalah suatu pertumbuhan sel-sel abnormal atau


proliferasi sel-sel yang tidak dapat diatur. Tingkat poliferasi
antara sel kanker berbeda beda antara satu dengan yang
lainnya.
KANKER SERVIKS

Kanker serviks merupakan gangguan pertumbuhan seluler


dan merupakan kelompok penyakit yang dimanifestasikan
dengan gagalnya untuk mengontrol proliferasi dan maturasi
sel pada jaringan serviks.
SIFAT SEL KANKER

1. Bentuk dan struktur sel bermacam-macam (polymorph)


2. Tumbuh autonom
3. Mendesak dan merusak sel-sel normal disekitarnya
4. Dapat bergerak sendiri (amoeboid)
5. Tidak mengenal koordinasi dan batas-batas kewajaran.
PENYEBAB TERBENTUKNYA KANKER

O Penyebab terbentuknya sel kanker disebabkan mutasi dari


sel sel normal sehingga mengalami pertumbuhan sel yang
abnormal dan difrensiasi fungsi sel.
O Mutasi sel yang membentuk sel kanker, berasal dari
rangkaian DNA kromosom didalam setiap sel yang
mengalami replikasi dengan diawali oleh proses mitosis,
dan karena adanya proses pengoreksian terhadap hasil
replikasi.
ANATOMI ALAT KANDUNGAN
GENETALIA EKSTERNA

a) Monsveneris
b) Vulva
c) Labia mayora
d) Labia minora
e) Vestibulum
f) Himen (selaput dara)
g) Perenium
GENETALIA INTERNA

a) Vagina
b) Uterus
c) Ovarium
d) Tuba fallopi
ETIOLOGI KANKER SERVIKS

Kanker serviks terjadi jika sel - sel serviks menjadi


abnormal dan membelah secara tidak terkendali, jika sel -
sel serviks terus membelah, maka akan terbentuk suatu masa
jaringan yang disebut tumor yang bisa bersifat jinak atau
ganas, jika tumor tersebut ganas maka keadaannya disebut
kanker serviks.
DIAGNOSIS

O Sitologi
Pemeriksaan sitologi dikenal dengan pemeriksaan pap
smear. Sitologi bermanfaat untuk mendeteksi sel – sel
serviks yang tidak menunjukkan adanya gejala, dengan
tingkat ketelitiannya mencapai 90%.
O Kalposkopi
Pemeriksaan kalposkopi dilakukan untuk konfirmasi apabila
hasil test pap smear abnormal dan juga sebagai penuntun
biopsy pada lesi serviks yang dicurigai.
O Biopsi
Biopsi dilakukan didaerah yang abnormal jika sambungan
skuamosa – kolumnar (SSK) yang terlihat seluruhnya
dengan menggunakan kalposkopi.
O Konisasi
Konisasi serviks adalah pengeluaran sebagian jaringan
serviks sehingga bagian yang dikeluarkan berbentuk
kerucut.
CONDYLOMATA ACUMINATA

O Definisi
Kondiloma akuminata juga dikenal sebagai anogenital warts
terdiri dari epidermis dan papula atau nodul dermal pada
perineum, genitalia, lipatan crural, dan anus.
ETIOLOGI
CONDYLOMATA ACUMINATA

O Kutil kelamin atau kondiloma disebabkan oleh infeksi


pada epidermis oleh jenis Human Papiloma Virus yang
spesifik pada sebagian besar lesi yang terjadi akibat HPV
6 dan 11 yang dijumpai.
EPIDEMIOLOGI
CONDYLOMATA ACUMINATA

O Kondiloma akuminata adalah penyakit yang


diperkenalkan oleh infeksi HPV. Pola pembelahan enzim
restriksi HPV DNA mendefinisikan jenis atau subtipe.
Jenis HPV subtipe baru kurang dari 50% homologi DNA
dengan jenis yang diketahui dan subtipe baru homologi
DNA lebih dari 50% dengan jenis yang ada, tetapi mereka
berbeda dalam pembatasan pola belahan endonuklease
mereka.
PEMERIKSAAN DIAGNOSIS

O Kondiloma akuminata terjadi pada pria terutama penis


atau sekitar anus. Pada wanita, lesi muncul di permukaan
mukosa vulva, leher rahim, pada perineum, atau sekitar
anus.

Gambar 1. Kondiloma akuminata pada penis.


Gambar 2. Kondiloma akuminata pada perianal.
DIAGNOSA BANDING

Papul dan nodul pseudoverucosa adalah suatu kondisi yang


dapat dilihat berkaitan dengan ureterostomi dan pada daerah
perianal yang berkaitan dengan defekasi yang tidak dapat
ditahan juga bisa menyerupai kondiloma acuminata.
1. Bowenoid Papulosis
Bowenoid papulosis terdiri dari papula merah-coklat atau
konfluen, kadang-kadang plak leukoplakia-like pada pasien
HIV-positif itu mungkin sulit untuk membedakan dari
kondiloma akuminata
2. Giant Condyloma Acuminatum
Giant condyloma acuminatum, atau Buschke–Löwenstein
tumor, secara klinis dicurigai oleh ukuran dan atau adanya
fistula.

Gambar 3. Bowenoid papulosis. Gambar 4. Giant condyloma acuminatum


PENATALAKSANAAN

O Karena virus infeksi HPV sangat bersifat subklinis dan


laten, maka tidak terdapat terapi spesifik terhadap virus
ini, maka perawatan diarahkan pada pembersihan kutil-
kutil yang tampak dan bukan pemusnahan virus.

O Terapi
1. Farmakologis
2. Non Farmakologis
Farmakologis
a) Podophylin
b) Podofilytocin
c) Asam Triklorasetik ( TCA )
d) Topikal 5-Fluorourasil (5 FU )
e) Interferon

Non Farmakologis
Obat Kutil pada kelamin (Kutil Kondiloma pada pria / Kutil
Jengger Ayam pada wanita).
TERIMAKASIH