Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

PREEKLAMSIA DAN
EKLAMSIA
AYU PUTRI INSANI
14420201053
DEFINISI
• Preeklamsia adalah hipertensi yang terjadi
pada ibu hamil dengan usia kehamilan 20
minggu atau setelah persalinan di tandai
dengan meningkatnya tekanan darah menjadi
140/90 mmHg (Situmorang, Januari 2016).
• Eklamsia adalah preeklamsia yang disertai
kejang dan atau koma yang timbul bukan
akibat kelainan neurologi tetapi merupakan
komplikasi dari preeklamsia.
ETIOLOGI
• Penyebab preeklamsia sampai sekarang belum diketahui
secara pasti, tetapi pada umumnya disebabkan oleh
(vasospasme arteriola). Faktor – faktor lain yang dapat
diperkirakan akan mempengaruhi timbulnya
preeklamsia yaitu sebagai berikut :
• Usia ibu (< dari 20 thn atau diatas 35 tahun)
• Usia kehamilan (mulai dari 20 mgg atau > 37 mgg)
• Riwayat HT Kronik dan DM
• Kehamilan ganda
• Riwayat Keluarga
• Obesitas
• Gizi yang kurang
MANIFESTASI KLINIS
PREEKLAMSIA RINGAN PREEKLAMSI BERAT
• Kenaikan BB 1 kg atau lebih • TD diastol > 110
dalam 1 minggu • Proteinuria >+2
• TD 140/90 mmHg • Oligouria
• Edema umum, kaki, jari • Sakit kepala daerah frontal
tangan, dan muka • Rasa nyeri pada epigastrium
• Proteinuria kwantitatif 0,3 • Gangguan mata, penglihatan
gr. menjadi kabur
EKLAMSIA • Terdapat mual sampai muntah
Sama halnya dengan • Gangguan pernafasan sampai
gejala preeklamsia berat sianosis
namun disertai kejang • Terjadi gangguan kesadaran
atau koma.
PENCEGAHAN
• Mengurangi garam tambahan dalam makanan
• Cukup istirahat
• Memperbanyak konsumsi air putih, dengan
minum 8-10 gelas sehari
• Berolahraga secara teratur
• Menghindari konsumsi minuman beralkohol
dan kafein
• Rajin memeriksakan kehamilan
KOMPLIKASI
• Preeklampsia pada awalnya ringan sepanjang
kehamilan, namun pada akhir kehamilan
berisiko terjadinya kejang yang dikenal
eklampsia. Jika eklampsia tidak ditangani
secara cepat dan tepat, terjadilah kegagalan
jantung, kegagalan ginjal dan perdarahan otak
yang berakhir dengan kematian (Natiqotul,
2016).
KOMPLIKASI
PADA IBU PADA JANIN
• Eklamasia • Terhambatnya
• Solusio plasenta pertumbuhan dalam
uterus
• Perdarahan subkapsula
hepar • Prematur
• Kelainan pembekuan • Asfiksia neonatorum
darah • Kematian dalam uterus
• Ablasio retina
• Gagal jantung hingga
syok dan kematian
PENGKAJIAN
• Inspeksi : Edema yang tidak hilang dalam 24
jam
• Palpasi : TFU, letak janin, lokasi edema
• Auskultasi : Mendengarkan DJJ
• Perkusi : refleks patella
• Pemeriksaan penunjang : TTV, Pem Lab, BB,
USG
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
• Preeklamsia
• Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan
peningkatan tekanan darah.
• Hypervolemia berhubungan dengan gangguan
mekanisme regulasi.
• Ansietas berhubungan dengan krisis situasional.
• Defisit nutrisi berhubungan dengan peningkatan
kebutuhan metabolism.
• Nyeri melahirkan berhubungan dengann dilatasi
serviks. (PPNI, 2017)
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
• Eklamsia
• Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan
dengan spasme jalan nafas.
• Hypervolemia berhubungan dengan gangguan
mekanisme regulasi.
• Resiko cedera pada janin berhubungan dengan
tidak adekuatnya perfusi
darah ke placenta.
• Resiko tinggi terjadinya foetal distress pada janin
berhubungan dengan perubahan pada plasenta.