Anda di halaman 1dari 4

TREE PROBLEM

ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM SANITASI


TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) PILAR
PERTAMA STOP BUANGAIR BESAR
SEMBARANGAN (BABS) DI KABUPATEN LEBONG
Latar Belakang
• Tahun 2019 penduduk dengan akses sanitasi layak yaitu kepemilikan jamban sehat
sebanyak 59.938 KK (Kepala Keluarga) dengan persentase sebesar 58,7%. Hal ini
masih jauh dari target pembangunan nasional yang membuat target kepemilikan
jamban yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 80% (Dinkes Kabupaten
Lebong, 2015). Salah satu tujuan dari STBM Pilar STOP BABS ini adalah setiap
keluarga memiliki jamban sehat agar tidak buang air besar sembarangan. Sehingga
upaya penurunan penyakit berbasis lingkungan dapat dikendalikan seperti diare
ataupun muntaber. Terkait dengan geografis Wilayah, Kabupaten Lebong memiliki
banyak sungai dan beberapa desa berada di daerah aliran sungai dengan jarak
sungai dengan rumah yang sangat dekat. Dikarenakan letak geografis yang berada
di pinggir sungai maka masyarakat memanfaatkan sungai sebagai sarana MCK,
Mandi Cuci dan kakus. Kebiasaan ini sudah sangat lama dilakukan dan dilakukan
turun temurun oleh masyarakat. Sehingga banyak sekali faktor yang menghambat
pelaksanaan STBM pilar STOP BAB. Khususnya pencapaian deklarasi Open
Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.
RUMUSAN MASALAH
• Bagaimana analisis pelaksanaan program
STBM pilar pertama stop buang air besar
sembarangan di Kabupaten Lebong?