Anda di halaman 1dari 13

C-ARM

RADIOLOGI LANJUT II
ADAMAS BAGAS SUSANTO
P22040118002
PENGERTIAN
C Arm adalah salah satu alat radiologi yang biasanya digunakan dalam proses operasi.
Mesin ini cukup besar serta memiliki bentuk seperti huruf C. Alat radiologi ini digunakan
untuk melihat gambar atau objek dari pasien yang dilihat langsung dengan cara fluoroskopi
dengan bantuan layar monitor. Alat ini memiliki fungsi utama yaitu menunjang proses
pelayanan medis pada penanganan penyakit organ dalam, tulang, dan tindakan operasi.
C-Arm merupakan alat radiologi yang menghasilkan sinar-X dengan fluoroskopi dan
pancaran radiasi yang kecil, oleh karena itu operator yang menggunakan alat ini harus
menggunakan alat pelindung atau aparon yang dilapisi dengan Pb (timbal) dengan
ketebalan setara 2 mm. C-Arm juga dapat digunakan untuk pilihan radiogradi apabila
menghendaki untuk menghasilkan gambar atau film sinar-X. Uniknya lagi, teknologi C-
Arm ini mampu menampilkan obyek secara tiga demensi, sehingga dapat dilihat lebih
jelas dan utuh dari berbegai sisi dan posisi. Kecanggihan alat ini, C-Arm dapat
meminimalkan kesalahan dalam memprediksi letak obyek, diagnose, dan tindakan
medis lainnya.
KEGUNAAN C-ARM
Digunakan untuk melihat gambar atau obyek dari pasien yang akan
dilihat langsung dengan cara floroscopi dengan bantuan layar monitor.
Berfungsi untuk menunjang proses pelayanan medis pada penanganan
penyakit organ dalam, tulang, dan tindakan operasi. Hal itu merupakan
keunggulan teknologi C-Arm ini. Dengan menggunakan alat tersebut,
letak benda atau obyek pemeriksaan yang berada di dalam tubuh dengan
mudah dapat dideteksi, bahkan dapat dilihat langsung secara real time.
Uniknya lagi, teknologi C-Arm ini mampu menampilkan objek secara
tiga dimensi, sehingga dapat dilihat dengan lebih jelas dan utuh dari
berbagai sisi dan posisi.
Click icon to add picture TAMPILAN FISIK
C-ARM
Click icon to add picture BAGIAN-BAGIAN
C-ARM
• Display monitors : Menampilkan hasil
pengambilan gambar, dan proses editing
• Image intensifier : Mengubah sinar x
menjadi cahaya tampak dan
memperkuat berkaas-berkas cahaya
sehingga gambar yang dihasilkan lebih
tajam
• Detektor : Terbuat dari crystals iodide
(CsI) yang mempunyai sifat
memendarkan cahaya apabila terkena
radiasi sinar-X. Absorpsi dari detektor
sebesar 60% dari radiasi sinar-X
• X-Ray Tube : Penghasil sinar x
• C-arm motion : Untuk menggerakkan
lengan dari pesawat C-arm
• Colimator : Untuk menentukan luas
penyinaran sinar x
• TV camera : Mengubah cahaya tampak
menjadi sinyal listrik
• Control table : Untuk pemilihan mode c-
arm difungsikan sebagai fluoroscopy
atau radiologi, pemilihan kV dan mA
KOMPONEN C-ARM
• X-ray tube dan generator
Tabung sinar-X fluoroskopi sangat mirip desainnya dengan tabung sinar-X diagnostik konvesional kecuali
bahwa tabung sinar-X fluoroskopi dirancang untuk dapat mengeluarkan sinar-X lebih lama dari pada tube
diagnostik konvensional dengan mA yang jauh lebih kecil. Dimana tipe tabung diagnostik konvensional memiliki
range mA antara 50-1200 mA sedangkan range mA pada tabung sinar-X fluoroskopi antara 0,5-5,0 mA.
Sebuah Intensification Tube (talang penguat) dirancang untuk menambah kecerahan gambar secara elektronik
Pencerah gambar modern sekarang ini mampu mencerahkan gambar hingga 500-8000 kali lipat
• Image Intensifier

Semua sistem fluoroskopi menggunakan Image Intisifier yang menghasilkan gambar selama fluoroskopi dengan
mengkonversi low intensity full size image ke high- intensity minified image. Image Intisifieradalah alat yang
berupa detektor dan PMT (di dalamnya terdapat photocatoda, focusing electroda, dinode, dan output
phospor).Untuk melakukan fluoroskopi dalam kamar dengan keadaan terang dan tanpa perlu adaptasi gelap
KOMPONEN C-ARM
• Sistem Monitoring dan Video

Beberapa viewing system telah mampu mengirim gambar dari output screen
menuju alat penampil gambar (Viewer). Dikarenakan output phospor hanya
berdiameter 1 inch (2,54 cm), gambar yang dihasilkan relatif kecil, karena itu harus
diperbesar dan di monitor oleh sistem tambahan. Termasuk diantaranya Optical
Mirror, Video, Cine dan sistem spot film. Beberapa dari sistem penampil gambar
tersebut mampu menampilkan gambar bergerak secara langsung (Real-Time
Viewing) dan beberapa yang lainnya untuk gambar diam (Static Image)
Click icon to add picture
BLOK DIAGRAM
C-ARM
PROSES CITRA PADA ALAT C-ARM
Pada saat pemeriksaan berlangsung, berkas cahaya sinar-x primer menembus
tubuh pasien menuju input screen yang berada dalam Image Intensifier Tube . Input
screen yang berada pada Image Intensifier adalah layar yang menyerap sinar-x dan
mengubahnya menjadi berkas cahaya tampak, yang kemudian akan ditangkap oleh
PMT (Photo Multiplier Tube). PMT terdiri dari photokatoda, focusing elektroda, dan
anoda dan output phospor. Cahaya tampak yang diserap oleh photokatoda pada
PMT akan dirubah menjadi elektron, kemudian dengan adanya focusing elektroda
elektron-elektron negatif dari photokatoda difokuskan dan dipercepat menuju dinoda
pertama. Kemudian elektron akan menumbuk dinoda pertama dan dalam proses
tumbukan akan menghasilkan elektron-elektron lain. Elektron-elektron yang telah
diperbanyak jumlahnya yang keluar dari dinoda pertama akan dipercepat menuju
dinoda kedua sehingga akan menghasilkan elektron yang lebih banyak lagi,
demikian seterusnya sampai dinoda yang terakhir. Setelah itu elektron-elektron
tersebut diakselerasikan secara cepat ke anoda karena adanya beda potensial yang
kemudian nantinya elektron tersebut dirubah menjadi sinyal listrik yang kemudian
oleh tv monitor sinyal listrik di rubah menjadi sinyal video/gambar.
CARA KERJA
Xray tube menembakkan sinar X yang menembus pasien sebagian diserap
tubuh dan sebagian diteruskan ke image intensifier lalu oleh image intensifier Sinar
X dirubah menjadi cahaya tampak
Yang kemudian cahaya tampak akan dirubah menjadi sinyal listrik,lalu akan
teruskan ke tv camera kemudian video atau CCD camera yang dihasilkan dari tv
camera akan dirubah ke ADC dan Digital image yg akan lansung muncul di monitor.
SPESIFIKASI TEKNIK C-ARM
Teknik Sinar X-ray yang dilepaskan akan menembus bagian tubuh pasien yang diperiksa.
Kemudian, akan menciptakan suatu gambar pada detektor. Gambaran bagian tubuh pasien,
kemudian akan ditransmisikan pada monitor. Pada monitor, jaringan, atau organ dalam, atau, zat
kontras, atau alat medis yang dimasukkan kedalam tubuh pasien, dapat terlihat pergerakannya
secara detail. Jadi, bagian tubuh yang bersifat radio-opaque, atau yang diberikan zat
pewarna, atau kontras, dapat divisualisasi.
Tergantung jenis prosedural pemeriksaan, pasien dapat diminta menggerakkan bagian tubuh
tertentu, atau ubah posisi, atau menahan napas untuk beberapa saat secara interval, selama
prosedur berlangsung.

Pesawat sinar-X untuk pemeriksaan umum secara rutin harus mempunyai spesifikasi:
• Daya generator paling rendah 5 kW (lima kilowatt)

• Kuat arus tabung paling rendah 50 mA (limapuluh miliamper)

• Tegangan tabung dapat dioperasikan hingga 100 kV (seratus kilovolt)


Click icon to add picture CONTOH SPESIFIKASI
C-ARM
VIDEO C-ARM