Anda di halaman 1dari 39

PELATIHAN KONVENSI

HAK ANAK
BAGI ASN

KABUPATEN JEMBER

FA S I L I TAT O R
Modul 1. Pengantar tentang HAM dan Hak-hak Anak,

©KemenPP&PA

2
Tujuan Pembelajaran
Pada akhir sesi ini, peserta diharapkan dapat memahami:
• HAM , Hak-hak anak dan ruang lingkup menurut cluster
(klaster) Konvensi Hak Anak;
• Kewajiban negara untuk menghormati, memajukan,
memenuhi, dan melindungi hak-hak anak;
• Pembagian klaster Hak anak dalam KHA

3
HAK ASASI MANUSIA
 Mahfud MD
HAM sebagai hak yg melekat pada martabat manusia sebagai mahluk
ciptaan tuhan , dan hak tersebut dibawa manusia sejak lahir ke muka
bumi sehingga hak tersebut bersifat fitri (kodrati).

Menurut UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia


Pasal 1

Hak Asasi Manusia adalah :


seperangkat hak yang melekat pada hakikát dan keberadaan manusia
sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, dan merupakan anugerah-
Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh
negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan dan
perlindungan harkat dan martabat manusia.
SUBJEK HAK ASASI MANUSIA

1.PEMEGANG HAK (Rights Holder).


Pemegang hak adalah
manusia sebagai individu maupun kelompok
yang memiliki hak, yang wajib dihormati,
dilindungi dan dipenuhi oleh Negara.

2.PEMANGKU KEWAJIBAN
(Duty Bearer ) dalam pelaksanaan HAM
adalah Negara.
Pendekatan berbasis HAM
• Adalah cara pandang dari sudut sebuah RELASI antara
PEMANGKU KEWAJIBAN dan PEMEGANG HAK
( warga negara, perempuan, anak, disabilitas dll)
• Berdasarkan instrumen hak asasi manusia, maka NEGARA di
tempatkan sebagai pemangku tanggung jawab/kewajiban (duty
bearer/holder ), dn menempatkan WARGA
NEGARA/MASYARAKAT sebagai pemegang hak (rights holder)
• Konsepsi ini menegaskan kembali bahwa negara memeiliki kewajiban
(oblgation n responsibility)..to fulfill, to protect, torespect dan to promote..
• Hak Negara .....Hak menrima pajak, menerima kepatuhan hukum,
menyelenggarakan , membuat dan mengakkan hukum,mengelola
sumberdaya alam dan sumberdaya lainya
INSTRUMEN HAM
INTERNASIONAL

Universal Declaration
Of Human Rights

International Covenant On Economic, International Covenant


Social And Cultural Rights On Civil & Political Rights
(ICESCR) (ICCPR)
Kovenan Ekosob Kovenan Si-pol
Ratifikasi Oleh RI Ratifikasi Oleh RI
melalui UU No 11 Tahun 2005 melalui UU No 12 Tahun 2005
DEKLARASI UNIVERSAL HAK ASASI MANUSIA
10 DESEMBER 1948

 Respond dari Akibat kekejaman PD II dikeluarkanlah UDHR


(The Universal Declaration of Human Rights) di Paris
Th.1948
 UDHR terdiri dr 30 pasal memuat: kebebasan, persamaan,
pemilikan harta, hak perkawinan, pendidikan,kerja, dan
beragama, hak tunjangan ekonomi, jaminan sosial, kehidupan
yang layak dan pendidikan.
6 PRINSIP POKOK HAK ASASI MANUSIA
1. Tidak bisa dibagi (INDIVISIBILITY)
2. Saling bergantung dan berkaitan (INTERDEPENDENCE AND
INTERRELATION)
3. Universal dan tidak dapat DICABUT (UNIVERSALITY AND
INALIENABILITY)
4. Kesetaraan dan non diskriminasi (EQUALITY AND NON-
DISCRIMINATION)
5. Partisipasi dan kontribusi (PARTICIPATION AND CONTRIBUTION)
6. Tanggung jawab Negara dan penegakan Hukum (STATE RESPONSIBILITY
AND RULE OF LAW)
Jenis Hak-hak Asasi Manusia :
Hak-hak asasi pribadi (personal rights)  kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan
memeluk agama, dan kebebasan bergerak

Hak-hak asasi ekonomi (property rights)  hak untuk memiliki sesuatu, membeli, dan
menjual serta memanfaatkannya

Hák-hak asasi politik (political rights)  hak untuk ikut serta dalam pemerintahan, hak
pilih (dipilih dan memilih dalam suatu pemilihan umum), dan hak untuk mendirikan partai
politik

Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan
pemerintahan (rights of legal equality).

Hak-hak asasi sosial dan kebudayaan (social and culture rights)  hak untuk memilih
pendidikan dan hak untuk mengembangkan kebudayaan

Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata-cara peradilan dan perlindungan


(procedural rights)  peraturan dalam hal penahanan, penangkapan, penggeledahan,
dan peradilan
HAK-HAK POLITIK:
1. Hak untuk menyampaikan pendapat
2. Hak untuk berkumpul dan berserikat
3. Hak untuk mendapatkan persamaan
di depan umum
4. Hak untuk memilih dan dipilih
HAK EKONOMI DAN SOSIAL:
1. Hak untuk bekerja
2. Hak untuk mendapatkan upah yang sama
3. Hak untuk tidak dipaksa bekerja
4. Hak untuk cuti
5. Hak atas makanan
6. Hak atas perumahan
7. Hak atas kesehatan
8. Hak atas Pendidikan
9. Hak untuk memperoleh lingkungan hidup yang sehat
10. Hak untuk memperoleh perumahan yang layak
11. Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang
memadai
HAK ASASI MANUSIA YANG TIDAK DAPAT
DIKURANGI
- Hak Hidup
- Hak untuk tidak disiksa
- Hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati
nurani
- Hak beragama
- Hak untuk tidak diperbudak
- Hak untuk diakui sebagai pribadi dan
persamaan dihadapan hukum
- Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum
yang berlaku surut (adalah HAM yang tidak
dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan
oleh siapapun, Pasal 4 UU No. 39 Tahun 1999)
INSTRUMEN HAM NASIONAL
- Undang-Undang Dasar 1945
- TAP MPR No. XVII/MPR/1998 tentang HAM
- UU No. 3 Tahun 1977 tentang Peradilan Anak
- UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana
- UU No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan
- UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan
Pendapat di Muka Umum
- UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM
- UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM
 UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian
 UU No. 4 Tahun 2004 tentang KekuasaanKehakiman
 UU No. 8 Tahun 2004 tentang Peradilan Umum
 UU No. 9 Tahun 2004 tentang PTUN
 UU No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik
Indonesia
 Keppres Nomor 129 Tahun 1998 tentang RANHAM I
Tahun 1998-2003
 Keppres Nomor 40 Tahun 2004 tentang RANHAM
II Tahun 2004-2009
 Perpres Nomor 23 Tahun 2011 tentang RANHAM III
Tahun 2011-2014
HAM DALAM UUD 1945
1. Pembukaan UUD 1945 pada Alinea I
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa
dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus
dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan
perikeadilan.
2. Batang Tubuh UUD 1945 pada Pasal 27, 28, 29, 30, 31 dan 34
a. Pasal 27
- Segala warga negara bersamaan kedudukannya
didalam hukum dan Pemerintahan dan wajib
menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya
- Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
b. Pasal 28
- Hak untuk hidup dan mempertahankan hidup dan
kehidupannya (Pasal 28 A)
- Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan
keturunan melalui perkawinan yang sah (28 B ayat 1)
- Hak anak untuk kelangsungan hidup, tumbuh dan
berkembang serta berhak atas perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi (28 B ayat 2)
- Hak untuk mangembangkan diri melalui
pemenuhan kebutuhan dasar (28 C ayat 1)
- Hak untuk mendapatkaf pen$idikan dan memperoleh
- Hak memajukan diri Dalam memperjuangkan
haknya secara kolektIf untuk membangun
masyarakat bangsa dan negaranya. (28 C ayat 2)
- Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan
kepastian hukum yang adil serta pengakuan yang sama
di hadapan hukum (28 B ayat 1)
- Hak untuk bekerja dan dapat imbalan serta perlakuan
yang adil dan layak dalam hubungan kerja (28 D ayat
2)
- Hak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam
pemerintahan (28 D ayat 3)
- Hak atas status kewarganegaraan (28 D ayat 4)
- Hak Kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah
menurut agamanya (28 E ayat 1)
- Hak memilih pekerjaan (28 E ayat 1)
- Hak memilih kewarganegaraan (28 E ayat 1)
- Hak memilih tempat tinggal di wilayah negara dan
meninggalkanya,serta berhak untuk kembali (28 E ayat
1)
-Hak kebebasan untuk meyakini kepercayaan, menyatakan
pikiran dan sikap sesuai hati nuraninya (28 E ayat 2)
-Hak kebebasan untuk berserikat, berkumpul dan
mengeluarkan pendapat (28 E ayat 3)
-Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi
(28 F)
-Hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan,
martabat dan harta benda (28 G ayat 1)
-Hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan
untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak
asasi (28 G ayat 1)
-Hak untuk bebas dari penyiksaan (torture) dan perlakuan yang
merendahkan derajat martabat manusia. (28 G ayat 2)
 Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan
lingkungan hidup yang baik dan sehat (28 H ayat 1)

 Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan (28 H ayat 1)

 Hak untuk mendapat kemudahan dan perlakuan khusus guna mencapai persamaan dan
keadilan (28 H ayat 2)
 Hak atas jaminan sosial (28 H ayat 3)
 Hak atas milik pribadi yang tidak boleh diambil alih sewenang-wenang oleh siapapun (28
H ayat 4)
 Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut (retroaktif) (28 I ayat 1)
 Hak untuk bebas dari perlakuan diskriminasi atas dasar apapun dan hak mendapat
perlindungan diskriminatif tersebut (28 I ayat 2)
 Hak atas identitas budaya dan hak masyrakat tradisional (28 ayat 3)
Pasal 29
---------------------------
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing-
masing dan beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu (Pasal 29 ayat 2)
UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999
10 HAK ASASI

1. Hak untuk Hidup


Hak untuk hidup, mempertahankan hidup, meningkatkan
taraf hidup, hidup tentram, damai, bahagia, sejahtera dan
lingkungan hidup yang baik dan sehat
2. Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan
Hak membentuk suatu keluarga dan melanjutkan
keturunan melalui perkawinan
3. Hak Mengembangkan Diri
Hak memenuhi kebutuhan dasar, perlindungan bagi
pengembangan pribadi, memperoleh manfaat ilmu
pengetahuan dan teknologi, berkomunikasi dan
memperoleh informasi, memperjuangkan hak
pengembangan diri dan hak untuk melakukan pekerjaan
sosial
4. Hak Memperoleh Keadilan
Hak memperoleh keadilan, dianggap tidak
bersalah, mendapatkan bantuan hukum, tidak
dituntut dua kali dalam perkara yang sama, dan
hak tidak dirampas seluruh harta bendanya
5. Hak Atas Kebebasan Pribadi
Hak untuk tidak diperbudak keutuhan pribadi,
bebas memeluk agama dan kepercayaannya,
keyakinan politik, berserikat, menyampaikan
pendapat, status kewarganegaraan dan bebas
bergerak dan bertempat tinggal
6. Hak Atas Rasa Aman
Hak suaka, hak rasa aman, tidak diganggu tempat
kediaman, rahasia surat menyurat, bebas dari
penyiksaan, tidak ditangkap sewenang-wenang dan
hidup damai dan tentram
7. Hak Atas Kesejahteraan
Hak mempunyai milik, tidak dirampas hak miliknya,
pekerjaan yang layak dan upah yang adil, mendirikan
serikat pekerja, tempat tinggal yang layak, jaminan
sosial dan hak perawatan, pendidikan, dan bantuan
hukum bagi lansia dan orang cacat.
8. Hak Turut Serta Dalam Pemerintahan
Hak memilih, di[ilih, diangkat dalam suatu jabatan,
dan usul/ pendapat untuk pemerintahan yang bersih
dan berwibawa
9. Hak Wanita
Hak keterwakilan wanita dalam pemerintahan,
kewarganegaraan, pendidikan, memilih/ dipilih,
perbuatan hukum sendiri, dan hak tanggung jawab
yang sama dengan suami dalam keluarga
10. Hak Anak
Hak perlindungan, hak untuk hidup, nama dan
kewarganegaraan, perawatan, pendidikan, beribadah,
mengetahui orang tuanya, dipelihara orangtuanya,
perlindungan hukum, tidak dipisah dari orang tua,
beristirahat dan bermain, mendapatkan kesehatan,
perlindungan eksploitasi ekonomi dan seksual, bebas
dari penganiayaan, mendapatkan bantuan hukum dan
tidak dirampas milik dan kebebasannya
HAK ANAK
HAK-HAK ANAK
Merupakan bagian integral dari Hak Asasi Manusia

UNIVERSAL
Berlaku untuk semua manusia di mana
saja

INALIENABLE
Tidak boleh dirampas siapa pun dan
tidak boleh diserahkan walaupun
secara sukarela

INDIVISIBLE
Tidak ada hirarki antara satu hak dan
hak lainnya
Hak anak adalah bagian dari HAM.

ADA PIHAK YANG KEHILANGAN


NILAI-NILAI KEMANUSIAAN

KARENA ADA RELASI YANG TIDAK


ADIL

Hak-hak Sipil dan


Politik
HAK ASASI
MANUSIA – MANUSIA MANUSIA
Hak-hak Ekonomi,
Sosial dan Politik

HAK ASASI
LAKI-LAKI – PEREMPUAN
PEREMPUAN

HAK ASASI ANAK


DEWASA – ANAK
INSTRUMENT INTERNASIONAL TENTANG HAM

Universal Declaration
Of Human Rights

International Covenant
International Covenant On Economic,
On Civil & Political Rights
Social And Cultural Rights
(ICCPR) (ICESCR)
Kovenan Si-pol
Kovenan Ekosob
Diratifikasi melalui UU
Ratifikasi Oleh RI
No. 12 Tahun 2005
melalui UU No 11 Tahun 2005

CRC
Convention on the Rights
Of The Child (KHA)
POLA HUBUNGAN PEMEGANG HAK
(RIGHTS HOLDER) DAN PENGEMBAN
TUGAS (DUTY BEARERS)

31
PENDEKATAN Hak Anak