Anda di halaman 1dari 3

Modul 12.

Wakil Pimpinan Cabang Bidang Operasional


Wakil pimpinan bidang oparasional adalah karyawan
yang bertugas membantu pimpinan cabang dalam
mengawasi dan memastikan pelaksanaan tugas
operasional cabang pada unit teller, customer service,
back office, unt kliring dan inkaso, satpam, office boy /
girl dan SDM.
Dalam menjalankan fungsinya wakil pemimpin cabang
operasional / manajer operasional biasanya dibantu oleh
beberapa supervisi seperti head teller dan head customer
service.
113
Tugas dan tanggung jawab wakil pimpinan bidang operasional
Memonitor pelaksanaan open branch dan memastikan user petugas sign on
Melaksanakan testkey
Menyetujui dan memverivikasi transaksi operasional sesuai batas kewenangan yang dimilikinya.
Mengkoordinir karyawan dibawahnya untuk dapat bekerjasama dengan karyawan bidang lain.
Memastikan SOP dan kebijaksanaan bidang operasional telah tersosialisasi dan dilaksanakan dengan baik.
Bertanggung jawab terhadap laporan LBU dan SID agar tepat waktu
Terselenggaranya dual kontrol yang baik
Memonitor log book dalam ruang khasanah
Membantu memastikan penerapan KYC, STR dan CTR
Membantu memonitor resiko operasional cabang
Bertanggung jawab atas kerahasiaan bank
Melakukan pengecekan kelengkapan di banking hall
Memonitor persediaan uang tunai di khasanah cash kecil
Memonitor pelaksanaan kliring maupun inkaso
Memonitor transaksi pelayanan kepada nasabah selama jam kerja
Melakukan pemeriksaan terhadap fisik surat berharga
Melakukan meeting baik harian, minguan ataupun bulanan
Memastikan pelaksanaan close branch telah benar dan seluruh user d sign off
Melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan oleh Kepala Cabang

114
Praktikum wakil pemimpin operasional
Praktikum pelaksanaan tugas operasional dimaksudkan agar mahasiswa
memahami tugas-tugas dari wakil pimpinan cabang bidang operasional.
Praktikum ini dilakukan antara lain :
1. Praktik memberikan arahan, motivasi dan koordinasi dengan unit kerja
dibawahnya.
2. Praktik memberi teguran kepada karyawan yang menyimpang dari
aturan.
3. Praktik melakukan open branch dan closed branch
4. Praktik melakukan verivikasi terhadap transaksi sesuai kewenangannya.
5. Praktik melakukan stok opname terhadap persediaan uang dan surat
berharga.
115