Anda di halaman 1dari 45

PPPK

PEGAWAI PEMERINTAH
DENGAN
PERJANJIAN KERJA
Badan
Badan Kepegawaian
Kepegawaian Daerah
Daerah
Provinsi
Provinsi Jawa
Jawa Tengah
Tengah
Semarang,
DASAR HUKUM

1 6
UU No. 5 Tahun 2014 PermenPANRB No. 71 Tahun 2020
Tentang Aparatur Sipil Negara Tentang Pemberian Kuasa Pengangkatan PPPK

2 7
PP No. 49 Tahun 2018 PermenPANRB No. 72 Tahun 2020
Tentang Manajemen PPPK Tentang Perubahan atas PermenpanRB Nomor 2 Tahun
2019 tentang Pengadaan PPPK

3
Perpres No. 38 Tahun 2020
Tentang Jenis Jabatan yang dapat diisi oleh PPPK
8 Peraturan Menteri Keuangan Nomor
202/PMK.05/2020
Tentang Tata Cara Pembayaran Gaji dan Tunjangan

4
Perpres No. 98 Tahun 2020
Tentang Gaji dan Tunjangan PPPK PPPK pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

9 Perka BKN No. 18 Tahun 2020


Tentang Perubahan atas Perka BKN No. 1 Tahun 2019
5
PermenPANRB No. 70 Tahun 2020
Tentang Masa Hubungan Perjanjian Kerja PPPK tentang Juknis Pengadaan PPPK

2
UU NOMOR 5 TAHUN 2014

3
PRINSIP DASAR UU ASN

4
RUANG LINGKUP DAN TUJUAN MANAJEMEN
ASN

PROFESIONALITAS
Manajemen PNS
MEMILIKI NILAI DASAR &
ETIKA
MANAJEMEN
ASN BEBAS DARI INTERVENSI
POLITIK
Manajemen PPPK
BERSIH DARI KKN

5
ASN DILINGKUNGAN PPPK
PEMERINTAH  Menduduki jabatan pemerintahan
 Jabatan ASN yang dapat diisi: JF
& JPT Madya dan Utama tertentu
PNS
 Diangkat dengan perjanjian kerja
sesuai kebutuhan instansi
 Menduduki jabatan pemerintahan
 Memiliki NIP secara Nasional
 Mengisi seluruh jabatan ASN
 Melaksanakan tugas pemerintahan
 Berstatus pegawai tetap
 Usia paling rendah 20 thn dan
 Memiliki NIP secara Nasional
paling tinggi setahun sebelum
 Melaksanakan tugas
batas usia jabatan
pemerintahan ASN  Masa kerja paling singkat 1 tahun
 Usia paling rendah 18 thn dan
 Gaji berdasarkan perundang-
paling tinggi 35 thn
undangan
 Gaji berdasarkan perundang-
 Perlindungan: JHT, JamKes, JKK,
undangan
JKM, BanHK
 Perlindungan: Pensiun, JHT,
JamKes, JKK, JKM, BanHK

6
Instansi menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PPPK berdasarkan analisis jabatan dan
analisis beban kerja untuk 5 tahun ditetapkan dengan Keputusan Menteri, memperhatikan pendapat
Kemenkeu dan pertimbangan teknis Kepala BKN

 Perencanaan
MANAJEMEN PPPK  Pengumuman lowongan
(Pasal 93 UU 5/2014 dan Pasal 3  Pelamaran
PP 49 Tahun 2018)  Seleksi
 Pengumuman hasil seleksi
 Pengangkatan menjadi PPPK
PENETAPAN KEBUTUHAN
Berdasarkan perjanjian kerja di tingkat individu dan unit atau organisasi dengan memperhatikan
target, sasaran, hasil, manfaat yang dicapai, dan perilaku pegawai.
PENGADAAN
Gaji dan tunjangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi PNS
PENILAIAN KINERJA
Setiap PPPK memiliki kesempatan yang sama untuk pengembangan kompetensi

PENGGAJIAN & TUNJANGAN  Tanda kehormatan


 Kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi
PENGEMBANGAN KOMPETENSI  Kesempatan menghadiri acara resmi dan/atau acara kenegaraan

PEMBERIAN PENGHARGAAN Tata cara pengenaan sanksi disiplin dilaksanakan sesuai peraturan Disiplin PNS.

 Dengan hormat
DISIPLIN  Dengan hormat tidak atas permintaan sendiri
 Tidak dengan hormat.
PEMUTUSAN HUBUNGAN PERJANJIAN
 Jaminan hari tua  Jaminan kematian
PERLINDUNGAN  Jaminan kesehatan  Bantuan hukum.
 Jaminan kecelakaan kerja 7
PENGERTIAN PPPK

Sesuai dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang


Aparatur Sipil Negara Pasal (6) bahwa Pegawai ASN terdiri
atas :
a. PNS;
b. dan PPPK
PPPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 huruf b
merupakan Pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai
dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan Kebutuhan Instansi Pemerintah dan ketentuan
Undang-Undang yang berlaku.

8
PERSYARATAN PPPK JABATAN FUNGSIONAL

 usia min 20 tahun dan max 1 tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan
dilamar.
 tidak pernah dipidana dengan pidana penjara.
 tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan
hormat sebagai PNS, PPPK, Prajurit TNI, Anggota Polri, atau diberhentikan tidak dengan
hormat sebagai pegawai swasta.
 tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.
 memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan.
 memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi keahlian tertentu yang masih berlaku
dari lembaga profesi yang berwenang untuk jabatan yang mempersyaratkan.
 sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar.
 persyaratan lain sesuai kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh PPK.
9
JABATAN PPPK
(Perpres 38 Tahun 2020)

JENIS JABATAN PPPK

10
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

11
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

12
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

13
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

14
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

15
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

16
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

17
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

18
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

19
LAMPIRAN PERPRES NOMOR 38 TAHUN 2020

20
PENETAPAN KEBUTUHAN PPPK

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014


Pasal 94

1. Jenis jabatan yang dapat diisi oleh PPPK diatur dengan Peraturan Presiden
2. Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan
PPPK berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja
3. Penyusunan kebutuhan jumlah PPPK sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun
berdasarkan prioritas kebutuhan
4. Kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PPPK sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
ditetapkan dengan Keputusan Menteri

21
PENETAPAN KEBUTUHAN PPPK

Pemerintah Nomor 49 Tahun 2019


Pasal (4)
1. Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PPPK
berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.
2. Penyusunan kebutuhan jumlah PPPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas
kebutuhan.
3. Penyusunan kebutuhan jumlah PPPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan satu
kesatuan dengan penyusunan kebutuhan PNS.
4. Penyusunan kebutuhan jumlah PPPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan satu
kesatuan dengan penyusunan kebutuhan PNS.
5. Kebutuhan PPPK yang beke4ja pada instansi pemerintah secara nasional ditetapkan oleh
Menteri pada setiap tahun, setelah memperhatikan pendapat menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang keuangan dan pertimbangan teknis Kepala BKN.

22
SKEMA PENETAPAN KEBUTUHAN

23
PENGADAAN PPPK

UU ASN Pasal 94
1. Setiap Warga Negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi
calon PPPK setelah memenuhi persyaratan.
2. Pengadaan calon PPPK merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pada Instansi
Pemerintah.
3. Pengadaan calon PPPK dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengumuman lowongan,
pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi, dan pengangkatan menjadi PPPK.
4. Pengangkatan calon PPPK ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian.
5. Masa perjanjian kerja paling singkat 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan
dan berdasarkan penilaian kinerja.
6. PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS.
7. Untuk diangkat menjadi calon PNS, PPPK harus mengikuti semua proses seleksi yang
dilaksanakan bagi calon PNS dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

24
PENILAIAN KINERJA PPPK

UU ASN Pasal 100


1. Penilaian kinerja PPPK dilakukan berdasarkan perjanjian kerja di tingkat individu dan tingkat
unit atau organisasi dengan memperhatikan target, sasaran, hasil, manfaat yang dicapai, dan
perilaku pegawai.
2. Penilaian kinerja PPPK dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan
transparan.
3. Penilaian kinerja PPPK berada dibawah kewenangan Pejabat yang Berwenang pada Instansi
Pemerintah masing-masing.
4. Penilaian kinerja PPPK didelegasikan secara berjenjang kepada atasan langsung dari PPPK.
5. Penilaian kinerja PPPK dapat mempertimbangkan pendapat rekan kerja setingkat dan
bawahannya.
6. Hasil penilaian kinerja PPPK dimanfaatkan untuk menjamin objektivitas perpanjangan
perjanjian kerja, pemberian tunjangan, dan pengembangan kompetensi.
7. PPPK yang dinilai oleh atasan dan tim penilai kinerja PPPK tidak mencapai target kinerja
yang telah disepakati dalam perjanjian kerja diberhentikan dari PPPK

25
PENGGAJIAN DAN TUNJANGAN

UU ASN Pasal 101

1. Pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PPPK.
2. Gaji diberikan berdasarkan beban kerja, tanggung jawab jabatan, dan
resiko pekerjaan.
3. Gaji dibebankan pada APBN untuk PPPK di Instansi Pusat dan APBD
untuk PPPK di Instansi Daerah.
4. Selain gaji, PPPK dapat menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

26
PENGGAJIAN DAN TUNJANGAN

Pasal 100 Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja mengamanatkan pengaturan ketentuan gaji dan tunjangan PPPK dengan Peraturan Presiden yang saat ini telah
ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK. Selanjutnya, Pasal 7 ayat (2)
Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 mengamanatkan kepada Menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang dalam negeri untuk mengatur teknis pemberian gaji dan tunjangan PPPK yang berkerja pada
instansi pemerintah daerah. Tunjangan sebagaimana dimaksud terdiri atas:
• Tunjangan keluarga;
• Tunjangan pangan;
• Tunjangan jabatan struktural;
• Tunjangan jabatan fungsional; atau
• Tunjangan lainnya.
• Selain gaji dan tunjangan-tunjangan, kepada PPPK dapat diberikan uang lembur, uang makan, vakasi, dan Tambahan
Penghasilan Pegawai, serta diberikan perlindungan Sistem Jaminan Sosial Nasional.

27
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PPPK

1. PPPK diberikan kesempatan untuk pengembangan kompetensi.


2. Kesempatan untuk pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud
direncanakan setiap tahun oleh Instansi Pemerintah.
3. Pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud harus dievaluasi
oleh PyB dan dipergunakan sebagai salah satu dasar untuk perjanjian
kerja selanjutnya.

28
PENGHARGAAN PPPK

1. PPPK yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan,


kejujuran, kedisiplinan, dan prestasi kerja dalam melaksanakan
tugasnya dapat diberikan penghargaan.
2. Penghargaan sebagaimana dimaksud dapat berupa pemberian:
a. tanda kehormatan;
b. kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi; dan/atau
c. kesempatan menghadiri acara resmi dan/atau acara kenegaraan.
3. PPPK yang dijatuhi sanksi administratif tingkat berat berupa
pemutusan hubungan perjanjian kerja tidak dengan hormat dicabut
haknya untuk memakai tanda kehormatan berdasarkan Undang-
Undang ini.
29
DISIPLIN

UU ASN Pasal 104

1. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam kelancaran


pelaksanaan tugas, PPPK wajib mematuhi disiplin PPPK.
2. Instansi Pemerintah wajib melaksanakan penegakan disiplin
terhadap PPPK serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan
disiplin.
3. PPPK yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman
disiplin

30
PEMUTUSAN HUBUNGAN PERJANJIAN KERJA

UU ASN Pasal 105


1. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dilakukan dengan
hormat karena:
a. Jangka waktu perjanjian kerja berakhir;
b. meninggal dunia;
c. atas permintaan sendiri;
d. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang
mengakibatkan pengurangan PPPK; atau
e. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat
menjalankan tugas dan kewajiban sesuai perjanjian kerja yang
disepakati.

31
PEMUTUSAN HUBUNGAN PERJANJIAN KERJA

UU ASN Pasal 105


2. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dilakukan dengan
hormat tidak atas permintaan sendiri karena:
a. Dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah
memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak
pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan
tindak pidana tersebut dilakukan dengan tidak berencana;
b. melakukan pelanggaran disiplin PPPK tingkat berat; atau
c. tidak memenuhi target kinerja yang telah disepakati sesuai dengan
perjanjian kerja.

32
PEMUTUSAN HUBUNGAN PERJANJIAN KERJA

UU ASN Pasal 105


3. Pemutusan hubungan perjanjian kerja PPPK dilakukan tidak dengan hormat
karena :
a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD1945;
b. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah
memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan
atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana
umum;
c. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik; atau
d. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan
hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara
paling singkat 2 (dua) tahun atau lebih dan tindak pidana tersebut dilakukan dengan
berencana
33
PERLINDUNGAN

UU ASN Pasal 106


1. Perlindungan Pemerintah wajib memberikan perlindungan berupa:
a. jaminan hari tua;
b. jaminan kesehatan;
c. jaminan kecelakaan kerja;
d. jaminan kematian; dan bantuan hukum.
2. Perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan
kecelakaan kerja, dan jaminan kematian dilaksanakan sesuai dengan
sistem jaminan sosial nasional.
3. Bantuan hukum, berupa pemberian bantuan hukum dalam perkara
yang dihadapi di pengadilan terkait pelaksanaan tugasnya.

34
LARANGAN

PP NOMOR 49 TAHUN 2018


Pasal 96

1. PPK dilarang mengangkat pegawai non-PNS dan/atau non-PPPK untuk mengisi


jabatan ASN.
2. Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku juga bagi pejabat lain di
lingkungan instansi pemerintah yang melakukan pengangkatan pegawai non-
PNS dan/atau non-PPPK.
3. PPK dan pejabat lain yang meng€rngkat pegawai nonPNS dan/atau non-PPPK
untuk mengisi jabatan ASN dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.

35
RENCANA SELEKSI GURU PPPK TAHUN 2021

36
RENCANA SELEKSI GURU PPPK TAHUN 2021

37
Sumber :
Ditjen Guru dan Tenaga Pendidikan
Kemendikbud Tahun 2020

38
39
40
41
KEBIJAKAN
PENDANAAN PPPK
43
44
TERIMA KASIH
45