Anda di halaman 1dari 30

Dr .dr. TJOK GB MAHADEWA, M.Kes.

, SpBS
 Kasus Bedah saraf: Trauma>>,
Tumor, Infeksi, Kongenital,
Degeneratif, dll
 Kecelakaan Lalu lintas di Bali
2009: 1794 kasus naik 22,62%
dibanding 2008:1463 kasus
(Polda Bali, 2009)
 Jan-Jun 2009 : 726 kasus
kecelakaan, korban 247 mati,
418 luka berat, 745 ringan
(Polda Bali, 2009)
 Kurikulum Lalu lintas diselipkan  Cedera Kepala
dalam pelajaran PPKN  Cedera Leher
 Cedera Maksilofacial
 Cedera tulang belakang (Spine)
 Cedera Thorak
 Cedera abdomen
 Cedera muskuloskletal
 Cedera Urologi
 Benturan jelas pada Pasien mesti :
kepala;
cephalhematome, jejas,
 Terjaga patensi airway
luka terbuka, tertusuk,  Tidak mengalami aspirasi
tertimpa pd kepala  Optimal perfusi cerebral
 Pingsan dan atau  Bebas dari trauma
Amnesia sebelumnya
 normal core body
 Mengeluh: Nyeri kepala, temperature
pusing, mual,muntah,  Bebas infeksi
kejang, gelisah,
lateralisasi, penurunan
kesadaran sampai koma
 Cedera kulit kepala Kulit, subkutis, galea
aponeurotika, jaringan ikat longgar, periosteum
{Sefal hematum}
 Fraktur atap-Fratur Basis
 Hematom(Contusio,EDH,ICB,IVH,SAH)
Subconjuctival haematoma
Periorbital ecchymosis

Batle sign= retroauricular haematoma (Brill hematoma = Racoon eyes)


SDH + IVH EDH

ICB

SD Higroma
Pneumocephalus
 Aerocele, Pneumocephalus
 Infeksi Meningen,otak
 lesi nervus I, II, VII, VIII
 CCF
 Hidrosefalus
Eye Opening
Best motor


Spontaneous 4
To verbal command 3
response
 To pain 2  Obeys verbal command 6
 None 1  Localized pain 5
Best Verbal response
 Flexion, withdrawal 4
 Abnormal flexion,
 Oriented, conversing 5 decorticate 3
 Disoriented, conversing 4
 Inappropriate words 3
 Extension decerebrate 2
 Incomprehensible sounds 2  None 1
 None 1
Membuka mata: Verbal
 4 membuka mata spontan
Ngoceh 5
Nangis iritatif 4
 3 diajak bicara/perabaan Nangis dengan nyeri 3
halus Menggeram dengan nyeri 2
 2 dengan nyeri Tidak ada respon 1
 1 tidak ada respon
Motorik

Gerakan spontan normal 6


Mengelak dengan sentuhan 5
Mengelak dengan nyeri 4
Fleksi abnormal 3
Ekstensi abnormal 2
Tidak ada respon 1
 Cedera kepala ringan (CKR) = mild head
injury GCS 14 -15
 Cedera kepala sedang (CKS) = moderate head
injury GCS 9-13
 Cedera Kepala Berat (CKB) = severe head
injury GCS 3-8
Cerebral Blood Flow=CBF
Regulation of Cerebral Vascular
Resistance
CBF

Normal
50 - 100
ml / min

MAP PaCo2
(mmHg) (mmHg)
Normal 60 - 150 mmHg Normal 30 - 50 mmHg

Adapted from: Rogers (1996) Textbook of Pediatric


Intensive Care pp. 648 - 651
 10 mm Hg = Normal
 >20 mm Hg = Abnormal
 >40 mm Hg = Severe
 Many pathologic processes affect outcome
  ICP →  Brain function,  outcome
 Mendeteksi sedini mungkin adanya
komplikasi akut cedera kepala.
 Memberikan suasana optimal intrakranial dan
extrakranial untuk kesembuhan cedera
 Penderita tidak sadar
 GCS < 15
 Sefal hematoma < 5cm
 Anak-anak (sulit evaluasi)
 Orang tua > 60 th
 Fraktur basis cranii
 Fraktur atap tengkorak
 Luka tusuk
 Luka tembak
 Multiple trauma
 Nyerikepala , mual, muntah, vertigo observasi 2 jam menetap
 Focal neurologic defisit.
 Tidak ada yang mengawasi dirumah
 Sadar baik tidak ada keluhan
 Sadar baik setelah observasi 2 jam keluhan
hilang.
 Bukan orang tua
 Bukan anak-anak
 Tidak ada multiple trauma
 Tidak ada luka tusuk
 Tidak ada focal neurologic defisit
 Ada yang mengawasi dirumah.
 Penderita tidak sadar
 Nyeri kepala persisten
 Focal neurologic defisit
 Perlukaan kulit kepala (jejas >5cm)
 Curiga luka tembus
 Otorhea dan rhinorhea
 Terlihat dan teraba fraktur
 Kesulitan menilai secara klinis ; alkohol,
intoxikasi obat, epilepsi dan anak-anak.
 GCS<9
 GCS menurun 2 poin
 GCS 9-13 lebih dari 2 jam
 Nyeri kepala, mual, muntah dan vertigo yang
persisten.
 Ada lateralisasi
 Ada gejala deficit nerologis focal
 Ada atau curiga fraktur tulang kepala
 Luka tuuk jelas atau dicurigai
 Umur diatas 50 th
 Evaluasi post operasi
 Keluhan : nyeri kepala, mual, muntah
dan vertigo bertambah berat atau dari
tidak ada menjadi ada.
 Gelisah
 Cushing response
 Kesadaran menurun
 Ada lateralisasi
 Pupil anisocor
 Reflek cahaya pupil kanan dan
kiri berbeda.
 Hemiparese atau hemiplegi
 Reflek babinsky positif salah satu
kaki
 Perdarahan intrakranial kesadaran turun
cepat :

Manitol bisa dicapai <2jam

Burrhole explorasi tranfer > 2jam

Trepanasi, kraniotomi
 Ada fraktur tulang kepala
 GCS menurun, epilepsi ada tanda focal
neurologis.
 Setelah resusitasi GCS <9
 Sefalgia, mual, muntah dan vertigo
bertambah berat.
 Fraktur deprepsive terbuka
 Luka tembus
 CT scan abnormal.
 Memperbaiki osigenasi sel otak
 Memperbaiki brain perfusion
 Memperbaiki cerebral perfusion pressure
(CPP).

Optimalisasi extrakranial factor


dan intrakranial factor
 Adult, children, pregnant women –
Priorities are the same !
A Airway with c-spine protection
B Breathing –Ventilatory Support
C Circulation with hemorrhage control
D Disability
E Exposure/Environment
RESUSITATION
 Protect and secure airway

 Ventilate and oxygenate

 Stop the bleeding

 Vigorous shock therapy

 Protect from hypothermia


 Craniotomy Evacuation (Trepanasi)
 EDH (Epidural Hematoma)
 SDH (Subdural Hematoma)
 ICH (Intrra Cerebral Hematoma)
 Craniectomy Elevasi-Debridement
 Open Depressed Fracture
 Craniectomy Decompression
 Brain Edema dengan Hematoma
 Boor Hole Drainage
 SDH Kronis
 External Drainage
 Hidrosefalus dg IVH (Intraventricular Hematoma)
 Hidung dan telinga tutup gas steril
 Jangan ditampon
 Antibiotik Profilaktik 3-5hari (debatable)
 Posisi tidur
 Hipoksia  Obstivasi
 Jalan nafas  Dehidrasi
inadekwat  Lapar
 Ventilasi tgg.  Psikosa SOO.
 Perfusi tgg.
 ICP meningkat.
 Nyeri
 Intoksikasi alkohol.
 Blader penuh

Analgetik Paracetamol dan


codeine phosphate
 Head aches, tinitus, vertigo, gait tgg
 Emosi labil, sulit tidur, mata kabur
 Irritable.

Beberapa minggu,bulan, tahun jarang sekali permanen.

90% sembuh dalam 2 minggu

Obat: beta bloker


tricyclic antidepresant
NSAiD
 Pencegahan

Sadar : phenytoin oral 400 mg


12 jam kemudian 400 mg
diulang 3x100 mg.

Tidak sadar: IV 1 g kecepatan <50mg/menit.


selanjutnya 3x100mg IV.
 ABC
 Euvolemia
 Cegah cedera otak sekunder (akibat
Hipo/hiper/taki/bradi-glikemia, tensi,
kardia, pneu, volume, termia dll)
 CT-Scan setelah resusitasi
 Segera konsultasi dan transfer setelah
ektrakranial stabil.
 Ulang serial pemeriksaan status neurologis.