Anda di halaman 1dari 64

SESI I

SISTEM SERTIFIKASI BNSP

SISTEM SERTIFIKASI
MUTU PELAYANAN
MUTU PELAYANAN

KAN
INDUSTRI ISO...............

MUTU
MUTU
PRODUCT PERSON

SNI BNSP
23/2006
33PILAR
PILARUTAMA
UTAMA
PENGEMBANGANSDM
PENGEMBANGAN SDM BERBASIS
BERBASISKOMPETENSI
KOMPETENSI

INDUSTRI

KKNI
SKKNI

DIKLAT SERTIFIKASI
LDP PROFESI KOMPETENSI BNSP/LSP
(CBT) (CBA)
Sistem Pelatihan Kerja Nasional
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
(UU.20/2004, UU. 12/2012, PERPRES.8/2012, PP.23/2004)

KKNI Std.Itl.& Khs


BNSP
 PP  PP
SKKNI R .8
/ 20 LSP
.2
3/
20
12 04
DUDI

S PROGRAM T NAKER
E LULUSAN U SERTIFI-
SERTIFI- NAKER
KOMPETE
CALON PESERTA KBK LULUSAN KOMPETEN
L KASI
KASI
K
DIDIK E
K
S
I
Sarana/Prasarana
Tenaga Pendidik UU
Biaya 20 NAKER
NAKER
Manajemen /2
0 PENGLAMAN
PENGLAMAN
04
PENDIDIKAN VOKASI

BAN-PT AKRIDITASI
KETERKAITAN SISTEM
KETERKAITAN SISTEM SERTIFIKASI
SERTIFIKASI

SKEMA
SERTIFIKASI
(PBNSP 210)
BNSP

LSP
Pedoman
SDM
Pembelajaran
KOMPETENSI
TUK

SISTEM SISTEM
ASESOR PELATIHAN
ASESMEN
Strategi
Pembelajaran
MENTORING
MUK
Acuan Normatif
 Regulasi teknis:
 UU No. 13/2003 tentang KETENAGAKERJAAN
 UU No. 20/2003 tentang SISDIKNAS
 UU No. 12/2012 tentang PENDIDIKAN TINGGI
 PP 23/2004 tentang BNSP
 PP 31/2006 tentang SISLATKERNAS
 PERPRES 8/2012 tentang KKNI
 PERMENAKERTRANS 05/2012 tentang SKKNI
diperbaharui dengan PERMENAKER No.03 Thun 2016
 Standar:
 Unit Kompetensi Asesmen
 Pedoman-pedoman BNSP terkait.

SRN - IMT2015
PP NO. 23 TAHUN 2004 tentang BNSP
(atas amanat UU no 13 tahun 2003 tentang KETENAGAKERJAAN)

 Bab 2 Pasal 2 Ayat 1


BNSP merupakan lembaga yang INDEPENDEN dalam melaksanakan tugasnya dan
bertanggung jawab kepada PRESIDEN
 Bab 2 Pasal 3
BNSP mempunyai tugas melaksanakan SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA

Guna terlaksananya tugas tersebut BNSP dapat memberikan lisensi kepada LSP
yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan BNSP.

 Bab 7 Ketentuan Lain-lain, Pasal 18


Pelaksanaan SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA yang telah dilakukkan oleh
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku dan/atau telah diakui oleh lembaga internasional tetap dilaksanakan oleh
Lembaga Sertifikasi Profesi yang bersangkutan.
PP NO. 10 TAHUN 2018 tentang BNSP
(atas amanat UU no 13 tahun 2003 tentang KETENAGAKERJAAN)

 Bab II Pasal 2 Ayat 2


BNSP merupakan lembaga yang INDEPENDEN dalam melaksanakan tugasnya dan
bertanggung jawab kepada PRESIDEN
 Bab II Pasal 3
BNSP mempunyai tugas melaksanakan SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA
Fungsi BNSP :
a) Pelaksanaan dan pengembangan sistem sertifikasi kompetensi kerja
b) Pelaksanaan dan pengembangan sisitem sertifikasi pendidikan dan pelatihan
vokasi
c) Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan sistem sertifikasi kompetensi kerja
nasional
d) Pengembangan pengakuan sertifikasi kompetensi kerja nasional dan
internasional
e) Pelaksanaan dan pengembangan kerja sama antar lembaga, baik nasional dan
internasional dibidang sertifikasi profesi, dan
f) Pelaksanaan dan pengembangan sistem data dan informasi sertifrkasi
kompetensi kerja yang terintegrasi.
LANJUTAN BNSP
 Pasal 4 : BNSP memberikan lisensi kepada LSP yang
memenuhi persyaratan untuk melaksanakan
sertifikasi kompetensi.
 BAB VII, Pasal 23 : Pelaksanaan sistem sertifikasi
kompetensi kerja yang selama ini sudah berjalan di
Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang –
Undang dan / atau telah diakui lembaga internasional,
tetap berlaku dan disesuaikan dengan sistem
sertifikasi kompetensi yang dilakukan oleh BNSP.
PRINSIP DASAR :
Pengembangan Sistem Sertifikasi Kompetensi Kerja Indonesia

Mengacu pada SKKNI, STANDAR


TERUKUR
INTERNASIONAL, STANDAR KHUSUS

OBYEKTIF Tidak terjadi konflik kepentingan

Keseluruhan proses terdokumentasi dan


TERTELUSURI
terkendali

KEBERTERIMAAN
Dapat diterima semua stakeholders
(ACCEPTABLE)

ACCOUNTABLE Tanggung jawab dan tanggung gugat


KETELUSURAN SISTEM SERTIFIKASI
BNSP
(INDONESIAN Koordinasi Instansi Teknis,
PROFESSIONAL
CERTIFICATION Fasilitasi KADIN, BKSP dll
AUTHORITY)
PP, ISO 17011, BNSP
Licensing Guidelines
 Accreditation Asesor Lisensi
ISO 19011, ISO 17024, ISO 17011
BNSP Guidelines 201 & 202
LSP
(PROFESSIONAL CERTIFICATION BODY)
ISO 17024, BNSP Guidelines

Verification
Asesor Lisensi
ISO 19011, ISO 17024, Specific Standard
BNSP Guidelines
TUK
BNSP Guidelines, QMS

Certification Asesor Kompetensi


SKKNI
BNSP Guidelines
ASESI
SKKNI/International Standard/
Harmonised Standard
SRN - IMT2015
KLASIFIKASI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI (LSP)

L i s e n s i

LSP-P3 LSP-P2 LSP-P1 ind LSP-P1 Pend

S e r t i f i k a s i K o m p e t e n s i

Profesi: Profesi di perusahaan Profesi di perusahaan Peserta didik , Alumni


•Memenuhi bukti & Jejaring tempat kerja : dan Profesi
• Memenuhi • Memastikan & • Memastikan &
kompetensi &
permintaan memelihara memelihara
terpelihara
•Memenuhi permintaan asesmen dari klien kompetensi tenaga kompetensi
kerjanya peserta didikmya
klien
•Memenuhi regulasi
PENERAPAN SERTIFIKASI

Pemberlakuan:

Wajib (Compulsary):
Pemerintah boleh mewajibkan sertifikasi bila
berkaitan dengan sefety, security, dan mempunyai
potensi perselisihan besar dimasyarakat.
Disarankan (advisory):
Biasanya diterapkan untuk mendorong penerapan
untuk mencapai efisiensi dan efektivitas
pengembangan SDM, atau transisi menuju wajib.
Sukarela (Voluntary)
SERTIFIKASI DAN KOMPETENSI
PENGERTIAN DASAR SERTIFIKASI
Sertifikasi merupakan suatu proses untuk
mendapatkan pengakuan resmi
(keabsahan) atas produk, proses,
keterangan, kepemilikian barang, atau
orang
SERTIFIKASI dan SERTIFIKAT
• SERTIFIKASI kepemilikan, misalnya untuk
mendapatkan bukti pengakuan kepemilikan atas
sebidang tanah. Bila pengakuan ini didapatkan,
maka keluarlah SERTIFIKAT TANAH tersebut.
• SERTIFIKASI produk, misalnya untuk
mendapatkan pengakuan HALAL atas produk
makanan tertentu. Bila pengakuan ini didapatkan,
maka keluarlah SERTIFIKAT HALAL atas produk
makanan tersebut.
Lanjutan ….
Sertifikasi dan Sertifikat
• SERTIFIKASI keterangan , misalnya untuk
mendapatkan pengakuan atas tanggal kelahiran.
Bila pengakuan ini didapatkan, maka keluarlah
SERTIFIKAT (Akte) KELAHIRAN.
• Selain dari itu, sertifikasi keterangan bisa juga
untuk mendapatkan pengakuan atas adopsi anak.
Bila pengakuan ini didapatkan, maka keluarlah
SERTIFIKAT Adopsi Anak.
Lanjutan ….
Sertifikasi dan Sertifikat
• SERTIFIKASI untuk orang diberikan karena yang
bersangkutan mempunyai KOMPETENSI atas suatu
tugas/pekerjaan/jabatan.

• Proses ini dikenal juga dengan SERTIFIKASI KOMPETENSI

• Bila yang bersangkutan telah mendapatkan pengakuan


atas kompetensinya, maka ia akan mendapatkan
SERTIFIKAT KOMPETENSI
SERTIFIKASI KOMPETENSI
Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh LSP untuk
menetapkan bahwa seseorang memenuhi persyaratan
kompetensi yang ditetapkan, mencakup :
pendaftaran,
asesmen,
keputusan sertifikasi,
survailen,
sertifikasi ulang, dan
penggunaan sertifikat.
APA ITU
KOMPETE
NSI
SRN - IMT2015
Apa itu kompetensi
Knowledge, Skills and Attitudes yang
diperlukan oleh individu agar sukses
menangani pekerjaannya

SRN - IMT2015
KOMPETENSI
TASK MANAGEMENT SKILLS
TASK SKILLS

SKILL

WORK PLACE
JOB ROLE /
ENVIRONMENT SKILLS
ATTITUDE KNOWLEDGE

TRANSFER SKILLS
CONTINGENCY
MANAGEMENT SKILLS
SRN - IMT2015
DIMENSI KOMPETENSI
Melaksanakan tugas individu
TASK SKILL (TS)

TASK MANAGEMENT Mengelola sejumlah tugas yang berbeda dalam satu


SKILL (TMS) pekerjaan

CONTINGENCY Kemampuan merespon dan mengelola ketidakteraturan dan


MANAGEMENT SKILL masalah-masalah dalam pekerjaan rutin
(CMS)
JOB ROLE/ ENVIRONMENT Kemampuan menyesuaikan dengan tanggung jawab dan
SKILL (JRES) harapan lingkungan kerja

TRANSFER SKILL (TRS) Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan maupun alat yang
baru

SRN - IMT2015
DIMENSI SDM Kompeten

Kemampuan memenuhi tuntutan


lingkungan (Akurasi)
ENVIRONMENT TASK SKILL
KEMAMPUAN MENGELOLA

MANAGEMEN TASK SKILL

KEMAMPUAN MENGATASI MASALAH


SEJUMLAH TUGAS

CONTIGENCY MANAGEMEN SKILL

(efisiensi, dan tingkat kesulitan)

Kemampuan melaksanakan tugas (keterampilan Dasar)


TASK SKILL
SDM KOMPETEN

A STANDAR
S K KOMPETENSI
KOMPETENSI

A = ATTITUDE
PENERAPAN
PENERAPAN
SDM S = SKILL EFEKTIF
EFEKTIF DI
DI
KOMPETEN TEMPAT
TEMPAT KERJA
KERJA
K = KNOWLEDGE

STANDAR
STANDAR
E R A KINERJA
KINERJA

Aspek Pencapaian hasil


E = EXPERIENCE kerja ( pertanggungjawab )
R = RESPONSIBILITY
Hasil Dapat
A = ACCOUNTABILITY dipertagungjawabkan
THE SIX RINGS OF
COMPETENCY BASED PERFORMANCE

A
S K
E R A
A S K E R A’s
A = ATTITUDE E = EXPERIENCE
S = SKILLS R = RESPONSIBILITY
K = KNOWLEDGE A = ACCOUNTABILITY
APA YANG DIMAKSUD DENGAN
KOMPETENSI ?
Kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai
Kinerja yang Efektif dalam melaksanakan
Pekerjaan

K A
Suatu Unit Standar Kompetensi terdiri dari
Spesifikasi Sikap, Pengetahuan dan
Keterampilan
S serta Penerapan yang Efektif dari
A Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan tersebut
terhadap Standar – standar yang
dipersyaratkan di Tempat Kerja
E (workplace)
K

S
APA ITU
STANDAR
KOMPETENSI
STANDAR KOMPETENSI dari PERSPEKTIF BAHASA

Standar Ukuran yang disepakati

Didiskripsikan kemampuan yang


dilandasi oleh pengetahuan,
ketarampilan dan sikap kerja untuk
menyelesaikan tugas atau pekerjaan

Kompetensi
Apa yang dimaksud Standar Kompetensi
Kerja

Adalah rumusan kemampuan kerja yang


mencakup aspek pengetahuan, keterampilan
dan/atau keahlian serta sikap kerja yang
relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat
jabatan yang ditetapkan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan
Penerapan Standar Kompetensi di Indonesia
Mengacu pada :

1. SKKNI
2. STANDAR INTERNASIONAL
3. STANDAR KHUSUS

SRN - IMT2015
KETELUSURAN STRUKTUR STANDAR KOMPETENSI DENGAN SISTEM INDUSTRI
Aktifitas
Pekerjaan/fungsi
dasar Instruksi Kerja pada
Industri yang Terukur
Rincian dan dapat
Unit Langkah – langkah
Unit –– unit
unit Dapat berupa proses manajemen diobservasi
kompetensi
kompetensi atau proses produksi
Produk / Jasa

Elemen
Elemen
Kompetensi
Kompetensi Kontekstual di
tempat kerja

Kriteria
Kriteria Unjuk
Unjuk
Kerja
Kerja Deskripsi aspek kritis
pengetahuan dan
ketrampilan penting
untuk asesmen
Batasan
Batasan
Variabel
Variabel

Panduan
Panduan
Penilaian
Penilaian
SRN - IMT2015
FORMAT SKKNI
KODEUNIT :
JUDUL UNIT :
DESKRIPSI UNIT :
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1. 1.1
1.2
2. 2.1
2.2
BATASAN VARIABEL
(Konteks variabel, Peralatan dan perlengkapan, Peraturan yang diperlukan, Norma dan
Standar)
PANDUAN PENILAIAN
(Konteks penilaian, Persyaratan kompetensi, Pengetahuan dan keterampilan yang
diperlukan, Sikap kerja yang diperlukan, Aspek kritis
SKEMA SERTIFIKASI & STANDAR KOMPETENSI

UNIT KOMPETENSI
UNIT KOMPETENSI DIKEMAS /
STANDAR DIPAKETKAN
UNIT KOMPETENSI
KOMPETENSI
UNIT KOMPETENSI SKEMA SERTIFIKASI
SKEMA SERTIFIKASI
DARI PERSPEKTIF BAHASA

SKEMA POLA/BENTUK/CARA

Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh LSP untuk menetapkan


bahwa seseorang memenuhi persyaratan kompetensi yang
ditetapkan, mencakup :
pendaftaran,
asesmen,
keputusan sertifikasi,
survailen,
sertifikasi ulang, dan
penggunaan sertifikat

SERTIFIKASI
PEMAHAMAN SKKNI- BT-SK-001 44
SKEMA SERTIFIKASI

 Skema Sertifikasi adalah: Persyaratan sertifikasi spesifik yang


berkaitan dengan kategori profesi yang ditetapkan dengan
menggunakan standar dan aturan khusus yang sama, serta
prosedur yang sama.
 Standar Kompetensi dalam pengembangan Skema sertifikasi
harus diverifikasi: SKKNI, Standar khusus, Standar
Internasional.
 Dikembangkan oleh Komite Skema.
o Skema KKNI dan Okupasi Nasional: oleh Komite Skema
Otoritas Kompeten.
o Skema Sertifikasi Klaster, unit dan profisiensi: oleh Komite
Skema LSP.

SRN - IMT2015
Jenis-jenis Skema Sertifkasi

Skema Sertifikasi Kualifikasi Kerja Nasional


Indonesia

Skema Sertifikasi Kualifikasi Okupasi


Nasional

Skema Sertifikasi berdasar Paket


Kompetensi (cluster)

SRN - IMT2015
Skema sertifikasi KKNI dan kesetaraan dgn DikLat dan jenjang tempat kerja
JENJANG PENDIDIKAN NONFORMAL,
JENJANG PENDIDIKAN FORMAL INFORMAL, PELATIHAN, PENGALAMAN

S3 Subspesialis
9
AHLI
S2 Spesialis 8

Profesi 7

S1 6
D IV
TEKNISI/ANALIS
D III 5

D II 4

DI 3
OPERATOR
Sekolah Sekolah 2
Menengah Menegah
Umum Kejuruan 1

PROGRAM KEJURUAN, VOKASI,


AKADEMIK PROFESI
TUGAS 1
1. AKSES SKEMA SERTIFIKASI SESUAI PROFESI /
BIDANG DI LSP MASING MASING
2. AKSES STANDAR KOMPETENSI / UNIT-UNIT
KOMPETENSI YANG ADA DALAM SKEMA
SERTIFIKASI
3. PRINTOUT SKEMA SERTIFIKASI DAN STANDAR
KOMPETENSI TERSEBUT
TERIMAKASIH
SESI II
ASESMEN KOMPETENSI

ASESMEN
KOMPETENSI ??
SERTIFIKASI KOMPETENSI
Kegiatan lembaga sertifikasi profesi dalam menentukan
bahwa seseorang memenuhi persyaratan sertifikasi,
yang mencakup (Istilah Klausal 3.6):
- pendaftaran,
- Penilaian/asesmen, TUGAS
- keputusan sertifikasi, ASESOR
- pemeliharaan sertifikasi,
- sertifikasi ulang, dan
- penggunaan sertifikat
PROSES SERTIFIKASI ( PBNSP 201)
Sesuai dengan Pedoman BNSP Klausal 9
1.Pendaftaran,
2.asesmen TUGAS
3.Proses Uji Kompetensi
4.Keputusan Sertifikasi,
ASESOR
5. Survailen (Pembekuan dan Pencabutan Sertifikasi, Penambahan
dan Pengurangan Lingkup Sertifikasi )
6.Sertifikasi ulang
7.Penggunaan sertifikat.
8.Banding atas keputusan Sertifikasi
9.Keluhan

ISO :17024 tahun 2012


Pedoman BNSP 201, Klausal 9
PENGERTIAN ASESMEN
Asesmen adalah sebuah proses yang sistematis untuk,

• MENGUMPULKAN BUKTI-BUKTI,
• kemudian MEMBANDINGKAN BUKTI
dengan STANDAR KOMPETENSI/ ACUAN
PEMBANDING

• MEMBUAT KEPUTUSAN apakah seseorang


telah mencapai kompetensi.
Asesmen dilakukan oleh ASESOR KOMPETENSI
membandingkan

EVIDENCE (Bukti)

EVIDENCES, e.g.:
• 3rd party workplace
report
• Review portfolios
evidences MEASURABLE
• Observation CRITERIA
• Interviews, etc
CRITERIA, e.g.:
•Competency
ASSESSOR Standards
•SOP
•Work Instructions
ASPEK KUNCI ASESMEN :

1. ADANYA BUKTI BERKUALITAS untuk


membuat Keputusan asesmen
2. BAGAIMANAN Cara Mengumpulkan
BUKTI
BUKTI /EVIDENCE

Bukti adalah suatu bahan yang


dikumpulkan dalam rangka membuktikan
pencapaian kompetensi asesi
sebagaimana dipersyaratkan unit/sejumlah
unit standar kompetensi.
BUKTI BERKUALITAS
Bukti kompetensi yang dapat dijadikan
acuan untuk membuat keputusan asesmen
KOMPETEN, yaitu bilamana BUKTI
memenuhi :
– Aspek / Aturan Pengumpulan Bukti
(VATM)
– Dimensi Kompetensi (TS, TMS, CMS, JRES,
TRS)
ATURAN PENGUMPULAN BUKTI
Dalam
Dalam rangka
rangka menjamin
menjamin kualitas
kualitas bukti-bukti
bukti-bukti yang
yang dikumpulkan
dikumpulkan selama
selama pelaksanaan
pelaksanaan asesmen,
asesmen, maka
maka
alat
alat bukti
bukti tersebut
tersebut harus
harus memenuhi
memenuhi 44 prinsip
prinsip aturan
aturan pengumpulan
pengumpulan bukti,
bukti, yaitu
yaitu ::
1. Sahih (valid), apabila bukti :
• memperhatikan elemen dan kriteria unjuk kerja
• merefleksikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan
• memperlihatkan penggunaan sebagaimana dikemukakan pada batasan variabel
• mendemonstrasikan kinerja keterampilan dan pengetahuan yang digunakan, baik pada kondisi
kerja real ataupun simulasi
2. Asli/Otentik (Authentic), apabila bukti :
• asesi pernah mengerjakan pekerjaan dimaksud
• dapat diakui/diverifikasi
3. Terkini/ Terbaru (Current), apabila bukti :
• mendemonstrasikan keterampilan dan pengetahuan terkini asesi
• memenuhi standar keterkinian
4. Memadai/ Cukup (Sufficient), apabila bukti :
• mendemonstrasikan kompetensi setiap saat
• mendemonstrasikan kompetensi secara berulang
• tidak berkurang kemampuan/persyaratan bahasa, literasi, numerasi
DIMENSI KOMPETENSI
Melaksanakan tugas individu
TASK SKILL (TS)

TASK MANAGEMENT Mengelola sejumlah tugas yang berbeda dalam satu


SKILL (TMS) pekerjaan

CONTINGENCY Kemampuan merespon dan mengelola ketidakteraturan dan


MANAGEMENT SKILL masalah-masalah dalam pekerjaan rutin
(CMS)
JOB ROLE/ ENVIRONMENT Kemampuan menyesuaikan dengan tanggung jawab dan
SKILL (JRES) harapan lingkungan kerja

TRANSFER SKILL (TRS) Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan maupun alat yang
baru

SRN - IMT2015
BAGAIMANA
BUKTI
DIKUMPULKAN ?
BUKTI DIKUMPULKAN
BUKTI DIKUMPULKAN
PESERTA

JENIS M
BUKTI
BERKUALITAS
BUK ET
TI O
BUKTI
DIKUMPULKAN DA
ASESOR
BUKTI DIKUMPULKAN
• Adalah bukti kompetensi
diperoleh/dikumpulkan oleh
peserta dari laporan pihak
ketiga. JENIS BUKTI :
• Contohnya :
BUKTI DIKUMPULKAN – Pengalaman kerja
BUKTI TIDAK
PESERTA – Sertifikat pelatihan
– Sertifikat/surat keterangan
LANGSUNG
pengalaman kerja
• Bukti diluar yang tercantum (TL)
pada dokumen skema sertifikasi
Klausul 6 Persyaratan Peserta.
PELAKSANAAN
ASESMEN

JENIS BUKTI : METODA :


BUKTI
DIKUMPULKAN LANGSUNG (L)
AKTIFITAS KERJA
ASESOR DAN
TAMBAHAN (T)
DAN
TANYA JAWAB
KESIMPULAN , ADA 3 JENIS BUKTI

• BUKTI TIDAK LANGSUNG ( TL)


• BUKTI LANGSUNG (L)
• BUKTI TAMBAHAN (T)
Jenis Bukti Langsung ( TL )
• BUKTI TIDAK LANGSUNG
Bukti kompetensi asesi
diperoleh/dikumpulkan dari laporan
pihak ketiga.

• Contohnya :
Mengkaji laporan pihak ketiga dari
sejumlah sumber
Jenis Bukti Langsung ( L )
• BUKTI LANGSUNG
Bukti yang diperoleh /dikumpulkan
dari hasil pengamatan/observasi
langsung selama asesi melakukan
aktifitas kerja baik pada saat sedang
bekerja di tempat kerja yang
sebenarnya ataupun yang
disimulasikan.

Contoh :
Pengamatan pada saat Asesi bekerja di
tempat kerjanya. Pengamatan pada saat
asesi mendemontrasikan,
mempraktekan,
mensimulasikan.Pengamatan terhadap
hasil kerja yang sedang dilakukannya.
BUKTI LANGSUNG (LANJUTAN)
Simulasi, Bermain Peran, Demonstrasi
Praktek, Project Work Project Work

Simulasi pesawat jatuh


Jenis Bukti Tambahan ( T )

• BUKTI TAMBAHAN
– Bukti yang diperoleh/dikumpulkan sebagai bukti
pendukung dari kinerja yang telah ditunjukkan
oleh asesi .
– Contohnya :
– Hasil tanya jawab yang dikembangkan
berdasarkan pengetahuan kompetensi yang
digali dari :
• Kriteria unjuk kerjanya
• Kompetensi terkait dari pengalaman asesi baik
pengalaman pendidikan/pelatihan, pengalaman
kerja dan pengalaman hidup
KEBIJAKAN SISTEM EVALUASI KOMPETENSI 201 (9.)
Berkas permohonan
SKEMA
Verifikasi permohonan berdasarkan
persyaratan skema sertifikasi (9.1)
SKKNI

Diterima sebagai peserta sertifikasi FR.APL-01


FR.APL-02
ASESMEN Konsultasi Pra Asesmen

Asesmen porto folio Asesmen uji


(9.2) kompetensi (9.3)

Rencana & Perangkat VAT Rencana & Perangkat FR.MMA


Asesmen (TL-T) Asesmen (L-T)
FR.MPA
Pelaksanaan Pelaksanaan Asesmen
FR.MAK
Asesmen
VATM VATM
KOMPETEN
PRINSIP-PRINSIP ASESMEN

1.
1. VALID
VALID Asesmen dianggap valid bila asesmen tersebut menilai apa yang
diperlukan untuk dinilai.

2. RELIABLE Asesmen dianggap dapat dipercaya bila hasil-hasilnya dinterpretasikan


secara konsisten dari konteks ke konteks dan dari orang ke orang.

3.
3. FLEXIBLE
FLEXIBLE Asesmen dianggap fleksibel bila dapat memenuhi kebutuhan
serangkaian konteks. Suatu asesmen dianggap tidak fleksibel jika hal itu
menolak hasil belajar sebelumnya atau gagal memberi kesempatan
seorang peserta kesempatan kedua atau ketiga untuk diases.

4. FAIR Suatu asesmen dianggap adil bila tidak merugikan peserta tertentu,
terbuka, bebas dari penyimpangan, mendukung peserta.
TERIMA KASIH