Anda di halaman 1dari 12

TEKSTIL DAN

LINGKUNGAN
Sit Dolor Amet
Outline
◦ Degradasi
◦ Berkurangnya sumber daya dan polusi
◦ Sumber tekstil yang merusak lingkungan
◦ Sumber polusi tekstil
◦ Pengaruh terhadap lingkungan
◦ Pencegahan Kerusakan Lingkungan
◦ Prospek di masa yang akan datang
Introduction
◦ Manusia harus bertahan hidup dengan berbagai cara salah dengan menjaga suhu tubuh, untuk
dapat menjaga suhu tubuh kita membutuhkan apa yang dinamakan tekstil.
◦ Tekstil tidak saja melindungi suhu tubuh manusia, secara khusus tekstil dapat memberikan
perlindungan langsung dalam bentuk struktur arsitektural, tenda atau kantong tidur untuk
perlindungan terhadap iklim dingin, dan geotekstil untuk melindungi dari banjir atau
melawan lepasnya bahan kimia berbahaya
Degradasi
◦ Degradasi adalah suatu penurunan kualitas, pembahasan kita kali ini mengenai
tekstil dan lingkungan berarti dapat penurunan tekstil maupun lingkungannya.
◦ Degradasi dapat diartikan sebagai efek visual, yang tidak sedap dipandang, atau fisik materi
yang hancur oleh sebuah beban. Produk akhir menjadi tidak dapat diterima konsumen untuk
layanan yang bermanfaat. Dalam kasus teknologi tekstil, mungkin juga berbahaya jika tali
putus, struktur arsitektur yang fleksibel atau elemen struktur komposit yang diperkuat serat
runtuh, atau lapisan timbunan sampah.
Karateristik Limbah Cair Tekstil

◦ Karakter Fisika
Karakter fisika limbah cair meliputi temperatur, bau, warna, dan padatan.
Temperatur menunjukkan derajat atau tingkat panas air limbah yang diterapkan
kedalam skala. Bau merupakan parameter yang subyektif. Pengukuran bau
tergantung pada sensitivitas indera penciuman seseorang. Adanya bau yang lain
pada air limbah, menunjukkan adanya komponenkomponen lain di dalam air
tersebut. Misalnya, bau seperti telur busuk menunjukkan adanya hidrogen
sulfida. Pada air limbah, warna biasanya disebabkan oleh adanya materi
disolved, suspended, dan senyawa-senyawa koloidal, yang dapat dilihat dari
spektrum warna yang terjadi. Padatan yang terdapat di dalam air limbah dapat
diklasifikasikan menjadi floating, settleable, suspended atau dissolved.
◦ Karakter Kimia
Karakter kimia limbah cair meliputi senyawa organik dan senyawa anorganik. Senyawa
organik adalah karbon yang dikombinasi dengan satu atau lebih elemen-elemen lain.
Saat ini terdapat lebih dari dua juta senyawa organic yang telah diketahui. Senyawa
anorganik terdiri atas semua kombinasi elemen yang bukan tersusun dari karbon
organik. Karbon anorganik dalam air limbah pada umumnya terdiri atas grit dan
mineral-mineral, baik tersuspensi maupun terlarut. Misalnya: klorida, ion hidrogen,
nitrogen, fosfor, logam berat dan asam.
◦ Karakter Biologi
Banyak mikroorganisme yang terkandung dalam air limbah. Kebanyakan merupakan sel
tunggal yang bebas ataupun berkelompok dan mampu melakukan proses kehidupan
(tumbuh, metabolisme, dan reproduksi). Secara tradisional, mikroorganisme dibedakan
menjadi binatang dan tumbuhan. Namun, keduanya sulit dibedakan. Oleh karena itu,
mikroorganisme kemudian dimasukkan kedalam kategori protista, status yang sama
dengan binatang ataupun tumbuhan. Virus diklasifikasikan secara terpisah. Keberadaan
bakteri dalam unit pengolahan limbah cair merupakan kunci efisiensi proses biologis.
Bakteri juga berperan penting untuk mengevaluasi kualitas limbah cair.
PENGOLAHAN LIMBAH

◦ Limbah dari industri tekstil : limbah cair dari proses basah tekstil, debu dan
kebisingan terutama dari proses proses pemintalan, penenunan, perajutan,
serta limbah padat berupa potongan serat, benang, kain, dan bekas kemasan
serta lumpur dari unit pengolahan limbah cair
◦ Masalah pencemaran lingkungan oleh limbah cair dari proses penyempurnaan
tekstil
Pengolahan Air Limbah Industri
Tekstil

◦ Tahapan pengolahan air limbah industri tekstil :


◦ Pemisahan padatan kasar
◦ Segregrasi
◦ Ekualisasi
◦ Penghilangan /penurunan atau penghancuran bahan organik terdispersi.
◦ Penghilagan bahan organik dan anorganik terlarut.
Pengolahan Air Limbah Industri
Tekstil

◦ Proses fisik : adsorbsi


◦ Proses kimia : koagulasi, oksidasi kimia
◦ Proses biologi : aerobik, anaerobik dan gabungan aerobik dengan anaerobik
◦ Teknologi AOP dengan kombinasi ozon dan ultraviolet
Pengolahan limbah cair dengan teknologi Advanced
Oxidation Processes (AOP)

◦ AOP : kombinasi beberapa proses seperti ozone, hydrogen peroksida,


ultraviolet light, titanium oxide, photo catalyst, sonolysis, electron beam,
electrical discharges (plasma) serta proses lainya untuk menghasilkan
hidroksil radikal.
◦ Hidroksil radikal adalah spesies aktif yang dikenal memiliki oksidasi
potensial tinggi 2.8 V melebihi ozone yang memiliki 2.07 V. Hal ini membuat
hidroksi radikal sangat mudah bereaksi dengan senyawa senyawa lain yang
ada disekitarnya.
◦ Ozon dapat digunakan untuk menghilangkan warna atau bau. Ultraviolet
dapat menghilangkan warna.
Kelebihan Pengolahan limbah cair dengan teknologi
Advanced Oxidation Processes (AOP)

Keunggulan system AOP dibandingkan dengan unit pengolahan limbah lainnya


adalah :
◦ Tidak memerlukan areal instalasi pengolahan air limbah yang cukup luas
◦ Waktu pengolahan limbah cepat
◦ Penggunaan bahan kimia sedikit
◦ Penguraian senyawa organic efektik
◦ Pengeluaran limbah Lumpur sedikit
◦ Air hasil olahan dapat dipergunakan kembali sebagai air baku
Diagram Proses teknologi Advanced Oxidation
Processes (AOP)