Anda di halaman 1dari 26

- Nabilla Febrianur Saida

Kelompok (181031312013)
- Rahayu ( 1810313120037)
1 - Husnul Khotimah
( 1810313120007)

1
Modul 2
Siklus Penjualan dan Penagihan
Piutang Usaha
Program Audit
Piutang Usaha Penjualan

✔ Piutang yang tercatat merupakan tagihan yang sah dan ✔ Hasil penjualan yang tercatat merupakan milik perusahaan
merupakan milik perusahaan (validity and ownership). (ownership).
✔ Semua tagihan perusahaan telah dicatat dengan lengkap ✔ Semua hasil penjualan telah dicatat dengan akurat, lengkap,
dan tepat dalam pisah batas (completeness and cut-off). dan tepat dalam pisah batas (accuracy, completeness and cut-
off).
✔ Cadangan piutang tidak tertagih atau penghapusan
piutang telah dinilai dengan cukup memadai (valution). ✔ Hasil penjualan telah diklasifikasikan dengan akun yang
tepat dan pendapatan di luar usaha dicantumkan secara
✔ Piutang yang dijadikan jaminan atau dihipotekkan telah terpisah sebagai pendapatan lain-lain pada laporan laba rugi
diungkapkan dalam laporan keuangan secara memadai (classification).
(presentation and disclosure). ✔ Metode pengakuan penjualan harus sesuai dengan sifat
✔ Piutang telah diklasifikasikan dengan tepat kegiatan perusahaan tersebut dan prinsip akuntansi yang
(classification). tepat (accuracy).
✔ Hal-hal yang perlu diungkapkan harus dijelaskan dalam
3
laporan keuangan disertai dengan catatan yang memadai
✔ Prosedur Audit untuk Pengujian Ketaatan: Piutang Usaha dan
Penjualan
Untuk melakukan pengujian ketaatan terhadap piutang usaha dan penjualan maka perlu dilakukan
pemeriksaan secara sampel bukti penjualan seperti faktur penjualan dan surat jalan. Kemudian
memeriksa bukti penerimaan kas untuk sampel bukti piutang usaha. Sampel diambil dengan memeriksa
beberapa bukti penjualan setiap bulannya atau secara penuh untuk beberapa bulan, terutama yang

mempunyai tingkat penjualan yang tinggi .

✔ Prosedur Audit untuk Pengujian Kewajaran: Piutang Usaha dan Penjualan


Daftar piutang usaha digunakan untuk memulai pengujian kewajaran terhadap piutang
usaha. Daftar tersebut terdiri atas nama, alamat pelanggan, nomor bukti, tanggal, dan
jumlahnya. Kemudian dicocokkan dengan saldo di buku besar .
4
Kuesioner Pengendalian Internal PT
Sugus
( Berikut kuesioner pengendalian internal dari buku 1 halaman 46-50)

5
6
7
Analisis Kuesioner Pengendalian Internal
(Internal Control Questionnaire – ICQ)
Dari hasil jawaban kuesioner di atas, dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal yang dilakukan PT Sugus telah cukup baik atau
memadai, tetapi masih ditemukan beberapa kelemahan yang sebaiknya diperbaiki. Berdasarkan hasil kuesioner di atas, kekuatan yang
ditemukan yaitu sebagai berikut :

✔ Pada setiap kegiatan atau aktivitas yang memerlukan otorisasi telah dilakukan oleh orang yang berwenang atas kegiatan atau
aktivitas tersebut.
✔ Memiliki pedoman yang dibuat secara tertulis yang cukup memadai mengenai pemberian potongan pada transaksi penjualan.
✔ Penggunaan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan transaksi penjualan seperti pada Delivery Order (DO) dan faktur
penjualan telah dibuat dengan nomor urut tercetak.
✔ Prosedur penjualan yang ada pada perusahaan telah cukup efisien.
✔ Adanya kartu piutang yang rutin diadakan pencocokkan terhadap saldo buku besar piutang serta pengendaliannya yang
memadai.
✔ Apabila terdapat suatu perselisihan dengan pelanggan, penanganannya tidak dilakukan oleh kasir melainkan petugas
administrasi piutang. 8
Sedangkan kelemahan yang ditemukan adalah sebagai berikut.

√ Nota kredit tidak terkontrol dengan pemberian nomor urut tercetak.


√ Pencatatan di kartu piutang tidak sering bergilir sehingga dapat berisiko terjadi kecurangan.
√ Perusahaan tidak mengadakan pengiriman rekening koran (statement of account) kepada
pelanggan.
√ Penggunaan analisis umur piutang dan yang sudah lama jatuh tempo dalam penghapusan piutang
tidak relevan.
√ Bukti kuitansi tidak diberikan nomor urut tercetak.

9
Kesimpulan Analisis
Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis kekuatan dan kelemahan yang ditemukan pada
kuesioner di atas adalah pengendalian internal yang dilakukan PT Sugus dapat dikatakan baik,
namun masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki oleh perusahaan. Pemberian
nomor urut tercetak sebaiknya dilakukan pada nota kredit dan kuitansi agar dapat lebih
memudahkan dalam hal pemeriksaan atas bukti-bukti tersebut di kemudian hari. Perusahaan juga
bisa mengadakan pencatatan di kartu piutang dengan bergilir secara berkala agar risiko
kecurangan atau penyelewengan dalam pencatatannya dapat diminimalisir atau dihindari. Selain
itu, pengadaan pengiriman rekening koran (statement of account) kepada pelanggan juga dapat
dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan, agar memudahkan dalam penelusuran transaksi.
Kemudian dalam penghapusan piutang perusahaan juga perlu menggunakan analisis umur piutang
dan yang sudah lama jatuh tempo karena berguna untuk menghapus piutang yang tidak dapat
tertagih lagi.
10
Prosedur Audit
(Berikut ini adalah prosedur audit yang diperlukan dalam pemeriksaan
ini)

11
Kertas Kerja
Catatan Pemeriksaan
1. Kami telah melakukan compliance test atas piutang usaha dengan memeriksa bukti penerimaan kas dengan
mencocokkan pada buku penerimaan kas secara detail untuk bulan desember 2018.
Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan :
- Kebenaran jurnal dan kelengkapan dokumen.
- Pengawasan terhadap piutang yang telah jatuh tempo dan limit kredit

13
2. Berdasarkan pemeriksaan ditemukan :

4 Piutang dagang 15,000,000  


PT SUGUS   Kas   15,000,000
Jurnal Penyesuaian   (kesalahan mencatat PT Zebra)    
No Keterangan Debit Kredit        
1 Penjualan 10,000,000  
5 Kas 15,000,000  
  PPN Keluaran 1,000,000  
  Piutang dagang   11,000,000   Piutang dagang   15,000,000
(kesalahan mencatat dua kali PT   (kesalahan mencatat PT Lestari)    
  Krakatau)            
        6 Kerugian penghapusan piutang 11,000,000  
2 Penjualan 20,000,000  
  PPN Keluaran 2,000,000  
  Piutang dagang   11,000,000
  Piutang dagang   22,000,000   (costumer pailit PT Orientasi)    
  (Pembatalan pengiriman barang)            
        7 Kerugian penghapusan piutang 15,000,000  
3 Penjualan 22,000,000  
  Piutang dagang   15,000,000
  Piutang dagang   22,000,000
  Piutang dagang 220,000,000   (penggelapan uang oleh salemen
  Penjualan   220,000,000   pada PT Tempo    
(kesalahan mencatat PT Usaha        
  Lancar)         331,000,000 331000000
Tambahan terdapat pelunasan piutang dengan menerimanya giro yang belum dikliringkan yaitu :
- PT Wahana sebesar Rp. 1.500.000 jatuh tempo pada 27 Desember 2018
- PT Zeira sebesar Rp. 400.000 jatuh tempo pada 28 Desember 2018
14
Penjelasan Buku 2 Halaman 23

15
Penjelasan Buku 2 Halaman
25
Hasil konfirmasi:

CB = Confirming Balance ( Jawaban


Konfirmasi yang cocok)

NR = No Replies ( Tidak Ada


Jawaban)

RD = Reporting Differences
( Jawaban Konfirmasi yang tidak
cocok)

16
Penjelasan Buku 2 Halaman
26
Tanggal Pengiriman Konfirmasi :
(X) Pengiriman pertama : 14 Januari 2019
( ) Pengiriman kedua : ________________
Jumlah Persentase (%) Persentase (%)
Jumlah
Konfirmasi Tahun Berjalan Tahun Lalu Penjelasan:
Saldo Menurut Konfirmasi (CB) 2 0,00
Selisih yang dilaporkan : (RD)
Hasil Konfirmasi 7 Rp 217.331.500 1,81 Hasil konfirmasi selisih yang
Selisih dengan catatan Klien Rp 11.773.641.740 98,19 dilaporkan (RD) merupakan
Kembali melalui pos 0 0,00
Tidak kembali (NR) 7 0,00 penjumlahan dari nominal
Total yang dikirim 16 Rp 217.331.500
Total Piutang Usaha Rp 11.990.973.240 100,00 penerimaan setelah tanggal
Persentase Konfirmasi yang dikirim Laporan Posisi Keuangan s.d. 28
terhadap total piutang usaha
Februari 2019 (EE) pada
perusahaan dengan hasil
konfirmasi Reporting Differences
Klien: Dibuat Oleh: Diperiksa Oleh: Indeks
(RD) di hasil konfirmasi I.
PT SUGUS EE1
Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:
Ringkasan Hasil dari Konfirmasi Positif Piutang Usaha 12/31/2018

17
Penjelasan Buku 2 Halaman
37
Tanggal Pengiriman Konfirmasi :
( ) Pengiriman pertama : ________________
( X ) Pengiriman kedua : 1 Februari 2019
Jumlah Persentase (%) Persentase (%)
Penjelasan:
Jumlah (Rp)
Konfirmasi Tahun Berjalan Tahun Lalu
Saldo Menurut Konfirmasi (CB) 1 0 Nominal pada tidak kembali (NR)
Selisih yang dilaporkan : (RD)
Hasil Konfirmasi 0 0
merupakan penjumlahan dari
Selisih dengan catatan Klien Rp 11,315,109,100 94.36 nominal penerimaan setelah
Kembali melalui pos 0 0
Tidak kembali (NR) 6 Rp 675,864,140 5.64 tanggal Laporan Posisi Keuangan
Total yang dikirim 7 Rp 675,864,140 s.d. 28 Februari 2019 (EE) pada
Total Piutang Usaha Rp 11,990,973,240 100
Persentase Konfirmasi yang dikirim perusahaan dengan hasil
terhadap total piutang usaha
konfirmasi No Replies (NR) di
hasil konfirmasi II.
Klien: Dibuat Oleh: Diperiksa Oleh: Indeks

PT SUGUS EE2
Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:
Ringkasan Hasil dari Konfirmasi Positif Piutang Usaha 12/31/2018

18
Penjelasan Buku Halaman 38-
39

1. Kami telah melakukan compliance test dan substantive test atas penjualan secara bersamaan dengan memeriksa faktur penjualan,surat
jalan,dan nota pesanan dengan mencocokkan dengan buku penjualan secara detail untuk bulan januari 2019.
Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan memperhatikan :
- Kebenaran jurnal dan kelengkapan dokumen.
- Pengawasan terhadap penjualan kredit,Penentuan harga jual,Pemberian diskon dan retur.
- Kebenaran terhadap pelaporan PPN dalam SPM dan SSP.

19
2. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari penjualan ditemukan sebagai berikut :

  Keterangan Debit Kredit


1 Penjualan 10,000,000  
  PPN Keluaran 1,000,000  
  Piutang dagang   11,000,000
(kesalahan mencatat dua kali
  PT Krakatau)    
2 Penjualan 20,000,000  
  PPN Keluaran 2,000,000  
  Piutang dagang   22,000,000

  (mencatat pada PT Sejahtera)    


3 Penjualan 22,000,000  
  Piutang dagang   22,000,000
  Piutang dagang 220,000,000  
  Penjualan   220,000,000

3. Setelah dilakukan Vouching, penjualan telah dilakukan dengan cut-off yang tepat (lihat skedul PL 1)
Kesimpulan pemeriksaan : menurut pendapat kami, saldo penjualan telah disajikan secara wajar sesuai
dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku umum.
20
21
Penjelasan Buku 2 Halaman
40 Surat Jalan (SJ)
Tanggal No.
Faktur Penjualan (FP)
Tanggal No.
Nama Pelanggan Jumlah (RP) Tanggal
Pencatatan
12/26/2018 229 12/26/2018 229 PT Zeira Rp 158.600.000 Vo 12/26/2018
12/28/2018 230 12/28/2018 230 Forbox Inc Rp 90.000.000 Vo 12/28/2018
12/28/2018 231 12/28/2018 231 PT Krakatau Rp 11.000.000 Vo 12/28/2018
12/28/2018 232 12/28/2018 232 Royal Inc Rp 182.000.000 Vo 12/28/2018
12/28/2018 233 12/28/2018 233 PT Sejahtera Rp 22.000.000 Vo 12/28/2018

Catatan Pemeriksaan :
Syarat pengiriman barang adalah FOB Destination Point , penjualan dicatat (Pendapatan diakui) pada saat penyerahan
barang kepada pelanggan
Kesimpulan Pemeriksaan :
Setelah memeriksa transaksi penjualan sebelum dan sesudah tanggal neraca, kami tidak menemukan
adanya pergeseran pencatatn penjualan. Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa penjualan sudah dicatat dalam
Vo (Vouching ) :
Periksa surat jalan, faktur , dan perhitungan matematisnya. Selain itu, diperiksa pencatatan di buku
penjualan dan dibukukan ke kartu piutang dan kartu stok.

Klien: Dibuat Oleh: Diperiksa Oleh Indeks

PT SUGUS PL1.1
Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:
Uji data Pisah Batas Penjualan 12/31/2018 22
Penjelasan Buku 2 Halaman 41
Surat Jalan Faktur Penjualan Periksa Pencatatan Ke
Bukti
No. Nama Pelanggan Jumlah (Rp) Otorisasi Footing Buku Kartu
Tanggal Nomor Tanggal Nomor Pendukung Buku Besar
Penjualan Piutang
1 12/26/2018 229 12/26/2018 229 PT Zeira Rp 158.600.000 √ √ √ √ √
2 12/28/2018 230 12/28/2018 230 Forbox Inc Rp 90.000.000 √ √ √ √ √
3 12/28/2018 231 12/28/2018 231 PT Krakatau Rp 11.000.000 √ √ √ √ √
4 12/28/2018 232 12/28/2018 232 Royal Inc Rp 182.000.000 √ √ √ √ √
5 12/28/2018 233 12/28/2018 233 PT Sejahtera Rp 22.000.000 √ √ √ √ √
indeks EE Hal 57 Hal 52
Hal 62 & 65 Buku 2 E.1
Buku 2 Buku 1 buku 1

Klien: Dibuat Oleh: Diperiksa Oleh: Indeks

PT SUGUS TOC 1
Skedul: Tanggal: Tanggal: Periode:
Uji Transaksi Penjualan dan Piutang 12/31/2018

23
Penjelasan Buku 2 Halaman 21

24
Kesimpulan

Pengendalian internal yang dilakukan PT Sugus dapat dikatakan baik, namun masih terdapat
beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki oleh perusahaan, seperti pemberian nomor urut
tercetak pada nota kredit dan kuitansi, pencatatan di kartu piutang dengan bergilir, pengadaan
pengiriman rekening koran kepada pelanggan, serta menggunakan analisis umur piutang dalam
penghapusan piutang. Berdasarkan prosedur audit yang telah dikerjakan, saldo penjualan dan
piutang telah disajikan dengan wajar. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa siklus penjualan dan
penagihan piutang usaha pada PT Sugus sudah cukup baik.

25
Thank Sesi
s! Pertanyaan

26