Anda di halaman 1dari 14

TIPE-TIPE PEMISAHAN DENGAN METODE

DISTILASI, DISTILASI FRAKSIONAL, DISTILASI


TUTUP GELEMBUNG

Kelompok 3 Offering I

1. Mohammad Sauki Zamzam (190332622408)


2. Muhammad Hafidz Ramadhan (190332622464)
3. Muhammad Fathul Mubin (190332622455)
4. Nabila Azfa Fauziah   (190332622413)

Jurusan Kimia - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Tipe atau Jenis Distilasi
1. Distilasi Konvensional
Destilasi konvensional merujuk pada destilasi sederhana yang sering dilakukan di
laboratorium pendidikan. Proses distilasi berlangsung jika campuran dipanaskan dan sebgian
komponen volatile menguap naik dan didinginkan sampai mengembun di dinding kondensor.
Destilat ini ditampung di sebuah tempat baru.

Furniss BS, Hannaford AJ, Smith PWG, and Tatchell AR (1989) Vogel's Textbook of Practical
Organic Chemistry, 5th edn., pp. 168–197. Harlow: Longman Scientific and Technical.
2. Distilasi Vakum
Distilasi vakum dilakukan dengan menurunkan tekanan dari beberapa ratus mmHg sampai
0,001 mmHg atau hampir vakum. Tujuan utamanya adalah menurunkan titik didih cairan yang
bersangkutan. Hal ini dilakukan jika senyawa-senyawa target mudah terdekomposisi pada titik
didihnya atau jika titik didih senyawa target susah untuk dicapai. Tambahan lagi, volatilitas
relatif juga meningkat jika tekanan diturunkan.

https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2211926416301448
Penurunan titik didih dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Clausius-Clapeyron.

Integrasi persamaan Clausius-Clapeyron biasanya digunakan untuk menghitung tekanan uap


pada temperatur yang baru, diberikan temperatur saat ini atau temperatur aslinya. ΔHvap adalah
entalpi penguapan; R adalah konstanta gas. Integrasi ini mengasumsikan bahwa entalpi molar
penguapan tidak bervariasi dengan suhu melebihi batas integrasi.
3. Distilasi Uap
Distilasi uap dilakukan untuk memisahkan campuran pada temperature lebih rendah dari
titik didih normal komponen-komponennya. Dengan cara ini pemisahan dapat berlangsung
tanpa merusak komponen-komponen yang hendak dipisahkan. Cara ini dapat dipilih jika
komponen-komponen yang dipisahkan sensitif terhadap panas dan harus dijaga.

Gambar. Peralatan distilasi uap


Ada dua cara melakukan destilasi uap. Yang pertama adalah dengan menghembuskan uap
secara kontinu di atas campuran yang sedang diuapkan. Cara kedua adalah dengan mendidihkan
senyawa yang dipisahkan bersamadengan pelarut yang diuapkan.
4. Distilasi Azeotropik
Distilasi azeotropik (AD) adalah proses untuk memecah azeotrop di mana komponen lain
yang mudah menguap, yang disebut entrainer, pelarut, atau agen pemisah massa (MSA),
ditambahkan untuk membentuk azeotrop baru dengan titik didih rendah yang heterogen.
Tipe destilasi semacam ini biasa digunakan unutk campuran azeotropik di mana komponen
campuran yang dipanaskan bersama-sama membentuk titik azeotropik karena sifat kimia yang
berdeda dari komponen-komponen yang ada dalam campuran.

Gambar (3). Diagram fase untuk campuran azeotropik yang memiliki minima
4. Distilasi Azeotropik
Distilasi azeotropik (AD) adalah proses untuk memecah azeotrop di mana komponen lain
yang mudah menguap, yang disebut entrainer, pelarut, atau agen pemisah massa (MSA),
ditambahkan untuk membentuk azeotrop baru dengan titik didih rendah yang heterogen.
Tipe destilasi semacam ini biasa digunakan unutk campuran azeotropik di mana komponen
campuran yang dipanaskan bersama-sama membentuk titik azeotropik karena sifat kimia yang
berdeda dari komponen-komponen yang ada dalam campuran.

Gambar (3). Diagram fase untuk campuran azeotropik yang memiliki minima
Ada beberapa persyaratan yang harus diperhitungkan untuk sebuah entrainer yang baik. Di
antaranya adalah:
1. Senyawa-senyawa ini harus mempunyai titik didih antara 10-40°C di bawah titik didih dari
campuran hidrokarbon tersebut.
2. Harus memberikan deviasi positif terhadap sistem yang dapat membentuk titik didih azeotrop
minimum dengan salah satu hidrokarbon dalam sistem.
3. Senyawa ini harus sangat bercampur dengan hidrokarbon pada temperature distilasi dan dapat
larut dalam air pada temperature kamar sehingga sisanya dapat dengan mudah dibersihkan
dengan air.
4. Murni dan murah harganya serta tidak membentuk reaksi baru dengan sampel.
5. Distilasi Ekstraksi
Distilasi ekstraktif mirip dengan distilasi azeotropik dalam hal penambahan senyawa lain
untuk mempermudah proses pemisahan. Dalam hal ini entrniner disebut juga pelarut yang
melakukan ekstraksi karena senyawa yang ditargetkan dapat larut dengan baik dalam pelarut
yang dipilih. Pelarut yang diberikan dimaksudkan untuk mengubah volatilitas relatif salah satu
komponen dan mengubah titik didih campuran.

Hartanto Y, Santoso H, dkk. 2017. DISTILASI EKSTRAKTIF PADA PEMISAHAN ASETON DAN METANOL. Jurnal
Integrasi Proses Vol. 6, No. 4. 168 - 175
6. Sublimasi
Sublimasi pada dasamya adalah perubahan fase dari padat menjadi uap tanpa melalui fase cair.
Dengan demikian, proses perubahan fase ini dapat disebut sebagai distilasl padatan. Biasanya cara
ini ditempuh untuk menjaga keutuhan senyawa-senyawa yang tidak tahan panas dan harus dilakukan
preparasi pada temperatur rendah. Jika tekanan uap senyawa yang disublimasi cukup rendah (di
bawah tekanan atmosfir) maka distilasi sublimasi dilakukan pada tekanan rendah pula. 

Gambar. Diagram tiga fase


Distilasi Fraksional
Destilasi fraksional adalah memisahkan komponen-komponen
cair, dua atau lebih dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik
didihnya yang berdekatan. Distilasi ini juga dapat digunakan untuk
campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C dan bekerja
pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah.
Distilasi fraksional sangat bergantung pada kondisi campuran
yang akan dipisahkan. Jumlah piring teoritis yang dilukiskan dala
persamaan Fenske dan secara operasional masih ada beberapa koreksi
dari apa yang telah dikemukakan pada persamaan Fenske. Metode
McCabe-Thielle memperhitungkan garis aktual yang berbeda dari garis Perbandingan hasil distilasi fraksi
operasi ideal (garis X=Y). Dengan demikian, dalam metode ini ada minyak bumi untuk distilasi
sederhana dan distilasi fraksional
garis baru didekat garis operasi yang memperhitungkan kemungkinan
dengan 100 piring teoritis
perbedaan komposisi cair dan uap yang diasumsikan konstan. 
Distilasi Tutup Gelembung
Kolom tutup gelembung adalah sebuah plate column yang dilengkapi dengan topi (cap) kecil
disepanjang plate. Cap adalah topi yang menutupi lubang pada plate, yang mempunyai slot untuk
mengatur gas dari bawah ke atas.  Antara plate atas dan bawah dihubungkan dengan pipa (downcomer
/ downflow) untuk menyalurkan liquid dari atas ke bawah. Sehingga di plate   terjadi kontak antara
liquid dan gas. 

https://courses.nus.edu.sg/course/chesf/cn2113/UO/UO_SeparationProcess/column_distil
lation_bubble_cap_trays.htm
Bubble cap sendiri adalah suatu piringan yang dilengkapi dengan sebuah lubang pipa yang
dilewati oleh uap dari bagian bawah piringan. Tiap-tiap   pipa   arah naik (riser) ditutupi oleh sumbat
(cap) berbentuk seperti bel. Sumbat-sumbat tersebut  diberi bingkai agar tersedia ruang yang cukup
antara riser (pipa naik) dan sumbat sebagai tempat keluarnya uap.
Kolom tutup gelembung memiliki riser atau cerobong asap yang dipasang di setiap lubang, dan
tutup yang menutupi riser. Tutup dipasang sehingga ada ruang antara riser dan tutup untuk
memungkinkan lewatnya uap. Uap naik melalui cerobong asap dan diarahkan ke bawah oleh
tutupnya, akhirnya keluar melalui slot di tutupnya, dan akhirnya menggelembung melalui cairan di
atas nampan.

http://www.wermac.org/equipment/distillation_part2.html
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai