Anda di halaman 1dari 38

PELATIHAN KONVENSI HAK ANAK

BAGI ASN
KABUPATEN JEMBER

FA S I L I TAT O R
Tujuan

• Membangun Pemahaman bersama ASN tentang Klaster


Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan
budaya
• Memahami detaile Implementasi klaster kesehatan dan
pendidikan sesuai KHA
• Membangun Pemahaman tentnag strategi Implementasi
Kesehatan dan pedndidikan
• Membangun langkah langkah implementasi Klater
Kesehatan dan pendidikan dalam KLA
film
Klaster VII
pendidikan, waktu luang, dan
kegiatan budaya
KONVENSI HAK-HAK ANAK (KHA)
KLASTER
VIII. Langkah-langkah Perlindungan Khusus :
I. Langkah-Langkah
1.Anak dalam situasi darurat
Umum Implementasi
2.Anak yang berkonflik dengan hukum
3.Anak dalam situasi eksploitasi :
• Eksploitasi ekonomi; II. Definisi Anak
• Dieksploitasi sebagai Pengguna dan atau
Pengedar Narkoba
• Ekspl Seksual & Kekerasan Seksual III. Prinsip-Prinsip
(perkosaan, Incest, pelecehan seksual, Umum KHA
sodomi)
• Penculikan, perdagangan dan trafiking KHA
• Eks. Bentuk lain
IV. Hak Sipil dan
4. Kelompok minoritas & suku terasing
Kebebasan

V. Lingkungan keluarga
dan pengasuhan
VII. Pendidikan, Waktu VI. Kesehatan & alternatif
Luang & Kegiatan Kesejahteraan Dasar
Budaya
pendidikan, waktu luang, dan
kegiatan budaya

• Negara menjamin hak anak atas


pendidikan
a) Mewajibkan pendidikan dasar dan
GRATIS
b) Mendorong pendidikan menengah
umum dan kejururan serta
mempermudah akses bagi setiap
anak
c) Mempermudah akses ke
pendidikan yang lebih tinggi
dengan penyediaan fasilitas yang
memadai
• c) Menyediakan informasi dan panduan tentang
• pendidikan
• d) Mengambil langkah-langkah untuk mendorong
• kehadiran di sekolah dan penurunan tingkat
• putus sekolah
• Mengambil langkah agar disiplin di sekolah
dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan
martabat anak dan KHA
• Kerjasama internasional dibidang pendidikan
29. Tujuan pendidikan
1. Negara peserta menyepakati bahwa pendidikan anak diarahkan :
 Pengembangan :
o Kepribadian
o Bakat
o Mental dan
o Fisik anak semaksimal mungkin
 Pengembangan rasa hormat terhadap HAM (Hak Asasi Manusia) serta prinsip-prinsip yang tercantum dalam
piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
 Pengembangan rasa hormat pada :
o Orangtua anak
o Identitas budaya
o Bahasa
o Nilai-nilai dan
o Tahapan peradaban yang berbeda
 Persiapan anak untuk hidu secara bertanggung jawa dalam masyarakat yang bebas
 Pengembangan rasa hormat terhadap lingkungan alam
29 Tujuan pendidikan

• Negara-negara Pihak sependapat bahwa pendidikan anak harus diarahkan


untuk:
• pengembangan kepribadian, bakat dan kemampuan mental dan fisik anak hingga
mencapai potensi mereka sepenuhnya;
• pengembangan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan dasar, dan
atas prinsip-prinsip yang diabadikan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa;
• pengembangan rasa hormat kepada orangtua anak, identitas budaya, bahasa dan nilai-
nilainya sendiri, kepada nilai-nilai nasional negara tempat anak bermukim, anak
berasal, dan penghormatan kepada peradaban-peradaban yang berbeda dari
peradabannya sendiri;
• penyiapan anak untuk kehidupan yang bertanggungjawab dalam suatu masyarakat
yang bebas, dalam semangat saling pengertian, perdamaian, toleransi, kesetaraan jenis
kelamin, dan persahabatan antar semua bangsa, suku bangsa, kelompok nasional dan
agama, dan orang-orang yang termasuk penduduk asli;.
• Pengembangan rasa hormat pada lingkungan alamiah.
Pasal 29 lanjutan

• Tidak satu pun bagian dari Pasal ini atau Pasal 28 dapat
ditafsirkan sedemikian rupa sehingga mengganggu
kemerdekaan perorangan dan lembaga-lembaga untuk
mendirikan dan menjalankan lembaga pendidikan, dan
harus selalu mengacu pada ketaatan terhadap prinsip-
prinsip yang dinyatakan dalam ayat 1 Pasal ini dan pada
persyaratan bahwa pendidikan yang diberikan lembaga-
lembaga semacam ini sesuai dengan standar minimal
yang mungkin ditetapkan Negara.
 Persiapan anak untuk hidup
secara bertanggung jawab
dalam masyarakat yang bebas
 Pengembangan rasa hormat
terhadap lingkungan alam

2. Memberi kebebasan kepada individu atau lembaga


dalam mengarahkan atau mengembangkan Institusi
Pendidikan sepanjang tidak bertentangan dengan
pasal ini, serta standard minimum yang ditetapkan
oleh Negara
Pasal 2 konvensi Hak Anak

• Memberi kebebasan kepada individu


atau lembaga dalam mengarahkan atau
mengembangkan Institusi Pendidikan
sepanjang tidak bertentangan dengan
pasal ini, serta standard minimum yang
ditetapkan oleh Negara
31. Hak anak atas waktu luang, rekreasi
dan budaya
• Negara mengakui hak anak atas :
 Waktu luang dan istirahat
 Mengahargai dan meningkatkan hak
anak untuk berpartisipasi secara penuh
dalam ;
o Dunia seni
o Budaya
o Rekreasi dan
o Waktu luang
31. Hak anak atas waktu luang, rekreasi dan
budaya

• Negara-negara Pihak mengakui hak anak untuk


beristirahat dan bersantai, untuk bermain dan turut
serta dalam kegiatan rekreasi yang sesuai dengan usia
anak yang bersangkutan, dan untuk berpartisipasi
secara bebas dalam kehidupan budaya dan seni.
• Negara-negara Pihak harus menghormati dan
memajukan hak anak untuk berpartisipasi sepenuhnya
dalam kehidupan budaya dan seni, dan harus
mendorong pengaturan yang layak dan kesempatan
yang sama untuk kegiatan-kegiatan budaya, seni,
rekreasi dan santai.
DEKLARASI UNIVERSAL HAM
pasal 26
• Setiap orang mempunyai hak atas pendidikan.
Pendidikan harus bebas, paling tidak ditingkat
pendidikan dasar. Pendidikan harus diwajibkan
( compulsory ). Wajib tersedia pendidikan profesi
dan tehnik secara berjenjang, mudah di-akses untuk
semua “
KOVENAN TENTANG HAK-HAK
EKOSOB
DAN KONVENSI HAK-HAK ANAK

KOVENAN EKOSOB, pasal 13.2 :“ Pendidikan dasar harus


diwajibkan dan tersedia bebas untuk semua

KHA, CLUSTER VII :


pasal 28 tentang hak pendidikan ( Child’s Right to Education),
pasal 29 tentang Tujuan Pendidikan ( The Aims of Education ), dan
pasal 31 tentang hak waktu luang, bermain dan budaya ( Child”s
Right to Leisure, Play and Culture ).
HUBUNGAN ANTARA KHA PASAL
28 DENGAN PASAL 19 serta UUPA

• PASAL 28 : PENEGAKKAN DISIPLIN ANAK


MEMPERHATIKAN MARTABAT ANAK
• PASAL 19 : PERLINDUNGAN ANAK DARI SEMUA
BENTUK KEKERASAN DAN EKSPLOITASI
• UUPA 23/2002,pasal 54 : Anak di dalam dan di
lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan
kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah
atau teman-temannya di dalam sekolah yang
bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya.
HUBUNGAN ANTARA KLASTER VII
(PENDIDIKAN) DENGAN KLASTER III

• PENDIDIKAN MEMPERHATIKAN PRINSIP-


PRINSIP UMUM KHA:
- NON DISKRIMINASI
- KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK
- HAK HIDUP, KELANGSUNGAN HIDUP DAN
PERKEMBANGAN
- MENGHARGAI PANDANGAN ANAK
INDIKATOR PENDIDIKAN KLASTER VII
:Mandat yang tertera dalam statement pasal tersebut mengandung beberapa pengertian dan langkah-langkah yang harus
diambil oleh para aktor pendidikan ( dari level pembuat kebijakan sampai ke level implementator ), diantaranya :

• Jumlah anggaran keseluruhan yang ditujukan bagi


anak dan dialokasikan untuk berbagai bentuk
kegiatan
• Pengembangan data terhadap biaya riil bagi
keluarga untuk pendidikan anak dan bantuan yang
diberikan;
• Langkah-langkah yang diambil untuk menjamin
agar anak diajar dalam bahasa daerah, asli atau
minoritas, serta bahasa nasional
INDIKATOR PENDIDIKAN
KLASTER VII :
• Mekanisme yang dikembangkan untuk menjamin akses
semua anak, termasuk anak perempuan, anak-anak
dengan kebutuhan khusus dan anak-anak yang berada
dalam situasi khusus, pada pendidikan yang bermutu
yang disesuaikan dengan usia dan kematangan anak;
• Langkah-langkah yang diambil untuk menjamin agar
tersedia guru-guru yang memadai dalam sistem
sekolah, untuk meningkatkan kompetensi mereka, dan
untuk menjamin serta mengukur kualitas pengajaran;
INDIKATOR PENDIDIKAN
KLASTER VII :
• Langkah-langkah yang diambil untuk menyediakan fasilitas
pendidikan yang memadai, yang bisa diakses oleh semua anak;
• Berbagai mekansime monitoring yang dikembangkan, faktor-
faktor dan kendala yang dihadapi serta target yang dikehendaki
untuk masa mendatang;
• Data relevan lainnya mengenai anak yang bersangkutan,
termasuk tentang hasil pendidikan, yang telah dikelompokkan,
antara lain menurut usia, jenis kelamin, wilayah, daerah
perkotaan/pedesaan, serta suku bangsa, kelompok sosial dan
etnis.
INDIKATOR PENDIDIKAN
KLASTER VII :
• Untuk mendorong kehadiran di sekolah secara teratur dan
mereduksi tingkat drop out, termasuk riset, berbagai
mekanisme yang dikembangkan untuk mengukur situasi
dan insentif yang diberikan untuk mendorong pendaftaran
sekolah, kehadiran di sekolah secara teratur serta betah di
sekolah, berbagai alternatif yang disediakan bagi anak-
anak yang dikeluarkan dari sekolah, serta data relevan
lainnya yang telah dikelompokkan, antara lain menurut
usia, jenis kelamin, wilayah, daerah perkotaan/pedesaan,
serta suku bangsa, kelompok sosial dan etnis.
INDIKATOR PENDIDIKAN
KLASTER VII :
• Informasi tentang berbagai kategori atau kelompok anak
yang tidak menikmati hak atas pendidikan situasi dimana
anak-anak mungkin dikeluarkan dari sekolah untuk
sementara atau secara permanen (misalnya cacat,
perampasan kebebasan, kehamilan, infeksi HIV/AIDS),
termasuk berbagai rencana yang dibuat untuk mengatasi
situasi tersebut dan untuk menjamin pendidikan alternatif.
Harus diberikan data yang dikelompokkan, menurut usia,
jenis kelamin, wilayah, daerah pedesaan/perkotaan,
kelompok sosial dan etnis.
INDIKATOR PENDIDIKAN
KLASTER VII :
• langkah yang diambil sesuai dengan pasal 28, ayat 2, untuk
menjamin agar disiplin sekolah dilaksanakan dengan cara
yang sesuai dengan martabat anak dan KHA, termasuk:
• Peraturan sekolah negeri dan swasta serta lembaga-lembaga
pendidikan dan yang melarang segala bentuk kekerasaan,
termasuk hukuman fisik, serta berbagai langkah pendisiplinan
lainnya yang tidak sesuai dengan martabat kemanusiaan anak
atau ketentuan KHA, termasuk pasal 19, 29, 37 (a), dan
prinsip-prinsip umumnya khususnya non-diskriminasi,
kepentingan terbaik dan kehormatan atas pandangan anak;
INDIKATOR PENDIDIKAN
KLASTER VII :
• Berbagai sistem monitoring atas pelaksanaan disiplin
sekolah, serta mekanisme pelaporan dan keluhan;
• Berbagai mekanisme independen yang dikembangkan
untuk tujuan tersebut;
• Peraturan yang memberikan kesempatan pada anak
untuk berpartisipasi dalam proses administratif dan
peradilan yang berkaitan dengan pendidikan dan yang
mempengaruhi, termasuk peraturan yang berkaitan
dengan pilihan sekolah, pengeluaran dari sekolah.
INDIKATOR PENDIDIKAN KLASTER
VII (TUJUAN PENDIDIKAN):

• Dikembangkannya langkah-langkah edukatif, dan langkah lainnya yang


diambil untuk menjamin agar tujuan pendidikan yang ditetapkan sekolah
sesuai dengan ketentuan pasal ini, khususnya berkaitan dengan:

1. Perkembangan atas penghormatan bagi kepribadian, bakat, serta kemampuan


mental dan fisik anak secara maksimal;

2. Perkembangan atas penghormatan bagi HAM dan kebebasan mendasar, serta


bagai prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam PBB, dengan
menunjukkan apakah masalah HAM secara umum, dan hak-hak anak secara
khusus sudah dimasukkan kedalam kurikulum sekolah dan dipromosikan
dalam kehidupan sekolah;
INDIKATOR PENDIDIKAN KLASTER
VII (TUJUAN PENDIDIKAN):

• Perkembangan atas penghormatan bagi orang tua anak,


identitas budayanya, bahasa serta nilai-nilai yang dimilikinya,
bagi nilai-nilai kebangsaan dari dimana anak tinggal, dan bagi
peradaban yang berbeda dari peradabannya sendiri;
• Persiapan anak untuk hidup bertanggungjawab di masyarakat
bebas, dalam semangat pemahaman, perdamaian, toleransi,
persamaan pria dan wanita, dan persahabatan antar semua
masyarakat, etnis, kelompok suku bangsa dan agama serta
penduduk asli;
• Perkembangan atas penghormatan bagi lingkungan alam.
INDIKATOR PENDIDIKAN KLASTER
VII (TUJUAN PENDIDIKAN):

• Dinamika lainnya yang perlu dikembangkan:


Pelatihan yang diberikan bagi para guru untuk mempersiapkan
mereka guna mengarahkan pengajarannya pada tujuan-tujuan
pendidikan tersebut;

Revisi atas kebijakan sekolah dan kurikulum sekolah untuk


merefleksikan tujuan yang terdapat dalam pasal 29 di
berbagai tingkat pendidikan;
• Program dan materi relevan yang dipakai;
INDIKATOR PENDIDIKAN KLASTER
VII (TUJUAN PENDIDIKAN):

• Berbagai peer education dan peer counselling yang


dipromosikan;
• Langkah-langkah yang diambil untuk
menyesuaikan organisasi sekolah dengan prinsip-
prinsip KHA, misalnya mekanisme yang diciptakan
dalam sekolah untuk meningkatkan partisipasi
anak dalam semua keputusan yang mempengaruhi
pendidikan dan kesejahteraan mereka.
INDIKATOR PENDIDIKAN KLASTER
VII (TUJUAN PENDIDIKAN):

• Langkah-langkah yang diambil sesuai dengan pasal


29, ayat 2, untuk menjamin penghormatan atas
kebebasan individu dan lembaga untuk menetapkan
dan mengarahkan institusi-institusi pendidikan,
yang harus selalu mengikuti prinsip-prinsip yang
tertuang dalam ayat 1 dari pasal ini dan kewajiban
agar pendidikan yang diberikan dalam institusi-
institusi tersebut sesuai dengan standar minimum
yang ditentukan oleh Negara.
INDIKATOR PENDIDIKAN KLASTER
VII (TUJUAN PENDIDIKAN):

• Informasi tentang mekanisme yang sesuai yang dikembangkan untuk:


Menjamin agar tujuan pendidikan yang tercantum dalam KHA dihormati
oleh institusi-institusi tersebut;
Menjamin menghormatan atas prinsip-prinsip umum KHA, yakni non-
diskriminasi, kepentingan terbaik anak, penghormatan atas pandangan
anak, hak hidup, dan kelangsungan hidup serta perkembangan sampai
semaksimal mungkin;
Menjamin agar semua institusi-institusi tersebut dilaksanakan sesuai
dengan standar yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang, khususnya
dalam bidang keamanan, kesehatan, jumlah dan kelayakan staf, serta
pengawasan yang berkompeten.
Waktu Luang, Rekreasi dan Kegiatan Budaya
(pasal 31)

Informasi tentang langkah-langkah yang diambil,


termasuk langkah legislatif, untuk mengakui dan
menjamin hak anak untuk:
• Istirahat dan waktu luang;
• Bermain dan melakukan kegiatan rekreasi yang
sesuai dengan usia anak;
• Bebas berpartisipasi dalam kehidupan budaya dan
seni.
Waktu Luang, Rekreasi dan Kegiatan Budaya
(pasal 31)

Dalam hal ini lnformasi juga harus menunjukkan

• Kegiatan budaya, seni, rekreasi dan waktu luang, program atau


kampanye yang dikembangkan dan dilaksanakan di tingkat desa,
kecamatan, kabupaten dan jika mungkin, provinsi, untuk menjamin
pelaksanaan hak ini;
• Pelaksanaan hak yang diakui oleh pasal 31, berkaitan dengan hak-
hak lain yang diakui oleh KHA, termasuk hak atas pendidikan;
• Penghormatan yang diberikan terhadap prinsip-prinsip umum KHA,
yakni non-diskriminasi, kepentingan terbaik anak, penghormatan atas
pandangan anak, hak hidup, dan kelangsungan hidup serta
perkembangan sampai semaksimal mungkin;
Waktu Luang, Rekreasi dan Kegiatan Budaya
(pasal 31)

• Data relevan tentang anak yang bersangkutan,


termasuk menurut usia, jenis kelamin dan suku
bangsa, kelompok sosial dan etnis;
• Kemajuan yang dicapai dalam pelaksanaan pasal
31, kendala yang dihadapi serta target untuk masa
mendatang.
Terimakasih…

Thanks …