Anda di halaman 1dari 37

PELATIHAN KONVENSI HAK ANAK

BAGI ASN
KABUPATEN JEMBER

FA S I L I TAT O R
RANCANGAN PERATURAN MENTERI
PPPA
tentang
PENYELENGGARAAN KLA

2
PENGERTIAN
Anak
adalah seseorang yang belum berusia 18
(delapan belas) tahun, termasuk Anak yang
masih dalam kandungan.

3
PENGERTIAN
Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)
adalah kabupaten/kota dengan sistem
pembangunan yang menjamin pemenuhan
hak Anak dan perlindungan khusus Anak yang
dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan
berkelanjutan.

4
PENGERTIAN
Kebijakan KLA
adalah pedoman penyelenggaraan KLA bagi
kementerian/lembaga, pemerintah daerah
provinsi, dan pemerintah daerah
kabupaten/kota untuk mempercepat
terwujudnya Indonesia layak Anak.

5
PENGERTIAN
Perlindungan Anak
adalah segala kegiatan untuk menjamin dan
melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup,
tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara
optimal sesuai dengan harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.

6
KOMPOSISI PENDUDUK INDONESIA
TAHUN 2017

Penduduk Jumlah Jumlah


INDONESIA KELUARGA ANAK

257 juta 65 juta 87 juta


83,4 juta

Sumber: Profil Anak Indonesia, KPPPA, 2017


7
ANAK INDONESIA, TAHUN 2017
ANAK INDONESIA, TAHUN 2016
83,4 Juta
ANAK

33,4%

66,6%
Penduduk Usia
> 18 Tahun

Sumber : Profil
Sumber AnakAnak,
: Profil Indonesia
20172016

8
Intervensi ?
Strategi ?

Masalah?

0 - <18 th 28 - <46 th

83,4 juta < 83,4 juta

Th Th
2017 2045
9
5 KLASTER KONVENSI HAK ANAK
di Era Otda Diwujudkan dalam “KLA”
KLASTER I
HAK SIPIL DAN KEBEBASAN

KLASTER II
LINGKUNGAN KELUARGA DAN
PENGASUHAN ALTERNATF Pemenuhan
KLASTER III Hak Anak
KESEHATAN DASAR DAN
KESEJAHTERAAN
PERLINDUNGAN
KLASTER IV
PENDIDIKAN, PEMANFAATAN WAKTU ANAK
LUANG, DAN KEGIATAN BUDAYA

KLASTER V Perlindungan
PERLINDUNGAN KHUSUS Khusus Anak
KLA
10
KLA Terintegrasi dengan
“Sistem Kabupaten/Kota di Indonesia”

Kab/Kota
Hijau
Kab/Kota
Cerdas Kab/Kota
Kab/Kota Kab/Kota
Peduli
Inklusi Layak HAM
Anak
(KLA)
Kab/Kota
Aman
Kab/Kota Bencana
Sehat

11
SIAPA
Dunia Layak Anak (World Fit for Children) 2000

Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2010


27 K/L
yang Berperan 117 Es II
Provinsi Layak Anak (PROVILA) 2006, revitalisasi 2010
Mewujudkan
KLA ? Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2006, revitalisasi 2010

PEMENUHAN HAK ANAK PERLINDUNGAN KHUSUS ANAK

Klaster V:
Klaster I Klaster II Klaster III Klaster IV
15 Kategori
AMPK

5 KLASTER HAK ANAK *)

Media Dunia
PT Usaha
Lembaga Forum Lembaga (PSW/G/A)
Lembaga Pemerintah:
Legislatif Anak Yudikatif
Masyarakat K/L, SKPD Prov, SKPD Kab/Kota

Kecamatan Layak Anak (KELANA) 2014

*)
Desa/Kelurahan Layak Anak (DEKELA) 2014 RW RT
Klaster I: Hak Sipil dan Kebebasan
Kalster II: Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
Klaster III: Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
KELUARGA
Klaster IV: Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Keg. Budaya
Klaster V: Perlindungan Khusus 12
ANAK
MENGAPA
KLA Diperlukan?
• Anak 1/3 dari total penduduk.
• Amanah Internasional dan Nasional.
• Anak merupakan investasi SDM.
• Anak sebagai tongkat estafet penerus masa
depan bangsa.
• KLA sebagai wujud nyata implementasi
Konvensi Hak Anak dan berbagai peraturan
perundang-undangan dan kebijakan terkait
“Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan
Khusus Anak”
13
KAPAN KLA mulai
Dikembangkan?
2030

2006-2010: 20 Kab/Kota
2010 Revitalisasi
2011-2017: 349 Kab/Kota

2006
2006
Piloting
Piloting KLA
KLA
di 5 kab/kota
di 5 kab/kota

2018
2018
2016
2016 Pengemb
Pengemb
Pengemb
Pengemb
KLA
KLA di >400
KLA di >400
KLA di
di 302
302 kab/kota
kab/kota kab/kota
kab/kota
2013
2013 2014
2014 2015 2017
2015 2017
Pengemb
Pengemb Pengemb
Pengemb Pengemb
Pengemb Pengemb
Pengemb
KLA
KLA di
di 184 KLA
KLA di
di 239
239
2010
2010 2012
2012 184 KLA
KLA di
di 264
264 KLA di 349
KLA di 349
2008 kab/kota kab/kota
kab/kota
2008 Piloting
Piloting KLA
KLA di
di Pengemb KLA kab/kota
Pengemb KLA kab/kota
kab/kota kab/kota
kab/kota
Piloting
Piloting KLA
KLA di
di 20 kab/kota
20 kab/kota
2011
2011 di
di 60
60 kab/kota
kab/kota
10
10 kab/kota
kab/kota Pengemb
Pengemb KLA
KLA di
di 14
35 kab/kota
35 kab/kota
2030
PROVINSI 34
LAYAK ANAK
(PROVILA)
KAB/KOTA 516
LAYAK ANAK
(KLA)

KECAMATAN 6.793
LAYAK ANAK
(KELANA)
83,4
Juta
ANAK
DESA/
KELURAHAN 79.075
LAYAK ANAK
(DEKELA)
KELUARGA
65
RAMAH
Juta
ANAK 15
BAGAIMANA Mengembangkan
KLA?

7. Pelaporan

6. Pemantauan & Evaluasi

5. Pelaksanaan

Tahap Perencanaan 4. Penyusunan Rencana Aksi Daerah

3. Pengumpulan Data Basis


Tahap Persiapan

2. Pembentukan Gugus Tugas

1. Komitmen

16
STRATEGI INTERVENSI:
FOKUS PADA “PENCEGAHAN”
Melalui Keluarga: Melalui Sekolah:
- Pengasuhan Berbasis Hak - Sekolah Ramah Anak
Anak Melalui
- dll
- PUSPAGA Lingkungan:
- Pencegahan Perkawinan Anak - RBRA
- dll - RASS+ZOSS
- PKA
Melalui Keluarga

Anak
- MRA
Pengganti:
- Panti/LKSA - PRA di Faskes
- LPKA
- Boarding School
- Pesantren
- dll
Melalui Region/Wilayah:
- IDOLA 2030
- PROVILA
Langsung ke Anak: - KLA
- Akta Kelahiran - KELANA
- ILA: PISA dan TeSA 129 - DEKELA
- Forum Anak: 2P, PAPP

17
24 Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)

21. Korban 4. Akta Kelahiran


Kekerasan & 5. Informasi Layak Anak 7. Perkawinan Anak
Eksploitasi 6. Partisipasi Anak 8. Lembaga Konsultasi bg
22. Korban Ortu/Keluarga
Pornografi & 9. Lembaga Pengasuhan
Situasi Darurat Alternatif
23. Penyandang 10. PAUD-HI
Disabilitas 11. Infrastruktur Ramah Anak
24. ABH, Kluster I
Terorisme,
Stigma
Hak Sipil
Kebebasan
Lingkungan
Keluarga &
Perlindungan Pengasuhan
Khusus Alternatif
Kluster II
Kluster V
Kelembagaan
12. Persalinan di
Faskes
13. Prevalensi Gizi
18. Wajar 12 Th 14. PMBA
19. SRA 15. Faskes dgn
20. PKA Pendidikan,
Kesehatan Pelayanan
Pemanfaatan Ramah Anak
Dasar &
Waktu Luang 16. Air Minum dan
Kesejahteraan Sanitasi
& Kegiatan
17. KTR dan Iklan,
Kluster IV Budaya Kluster III Promosi dan
Sponsor Rokok

1. Perda KLA; 2. Terlembaga KLA; 3. Keterlibatan Masyarakat, Dunia Usaha & Media 18
KABUPATEN/KOTA YANG TELAH
MENGINISIASI “KLA”
HINGGA SEPTEMBER 2018

Sudah Menginisiasi
Belum
128
(24%)

386
(76%)

19
386 Kabupaten/Kota Yang Telah Menginisiasi “KLA”
Hingga September 2018

5
28

9
9 8 2
6
4
19 8

2 7
7 3
4 3
7
10 12
2 10 6
17
8
6

8
18
35
32
5 9 6 2

20
PENERIMA PENGHARGAAN KLA BERDASARKAN KATEGORI
Tahun 2011, 2012, 2013, 2015, 2017, dan 2018

Kategori Penghargaan KLA:


1.Kabupaten/Kota Layak Anak
2.Utama
3.Nindya
4.Madya
5.Pratama

21
PERATURAN PRESIDEN
TENTANG
KEBIJAKAN KABUPATEN/KOTA
LAYAK ANAK (KLA)

untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 ayat (6) Undang-


Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak

Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak


= PERLINDUNGAN ANAK

22
UU 35/2014 tentang Perubahan Atas
UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak
Pasal 21
• Ayat (4) Untuk menjamin pemenuhan hak anak dan
melaksanakan kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat
(3), Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung
jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan
nasional dalam penyelenggaraan Perlindungan Anak di
daerah.
• Ayat (5) Kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat
diwujudkan melalui upaya daerah membangun Kabupaten/
Kota Layak Anak.
• Ayat (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan
Kabupaten/Kota Layak Anak sebagaimana dimaksud pada
ayat (5) diatur dalam Peraturan Presiden.
23
KEBIJAKAN KLA

bertujuan untuk:
a. mewujudkan kabupaten/kota di seluruh
Indonesia menjadi KLA; dan
b. mewujudkan pemenuhan hak Anak dan
perlindungan khusus Anak.

24
KEBIJAKAN KLA

terdiri atas:
a. Dokumen Nasional Kebijakan KLA; dan
b. Rencana Aksi Nasional Penyelenggaraan
KLA.

25
DOKUMEN NASIONAL
KEBIJAKAN KLA

• menjadi acuan bagi kementerian/lembaga, pemerintah


daerah provinsi, dan pemerintah daerah
kabupaten/kota dalam penyelenggaraan KLA.
• dilakukan reviu setiap 5 (lima) tahun sekali.
• tercantum dalam Lampiran I Peraturan Presiden.

26
RENCANA AKSI NASIONAL (RAN)
KEBIJAKAN KLA

• merupakan penjabaran dari Dokumen Nasional


Kebijakan KLA.
• terdiri atas kelembagaan dan 5 (lima) klaster hak Anak:
a. hak sipil dan kebebasan;
b. lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif;
c. kesehatan dasar dan kesejahteraan;
d. pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan
kegiatan budaya; dan
e. perlindungan khusus.

27
RENCANA AKSI NASIONAL (RAN)
KEBIJAKAN KLA

• pertama kali ditetapkan pada periode tahun 2018-2019


 Lampiran II Peraturan Presiden.
• Rencana Aksi Nasional Penyelenggaraan KLA
selanjutnya ditetapkan oleh Presiden setiap 5 (lima)
tahun.

28
PENYELENGGARAAN KLA

• Dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.


• Dilakukan melalui pengintegrasian kebijakan, program,
dan kegiatan pembangunan pemerintah pusat dan
pemerintah daerah.
• Diatur dengan Peraturan Daerah.
• Peraturan Daerah harus memuat Rencana Aksi Daerah
KLA yang mengacu kepada Kebijakan KLA.

29
PENYELENGGARAAN KLA

1. masyarakat:
– orang perseorangan;
– lembaga perlindungan Anak;
– lembaga kesejahteraan sosial;
– organisasi kemasyarakatan; dan
– lembaga pendidikan.
2. media massa
3. dunia usaha

30
MENTERI PPPA

 Mengoordinasikan pelaksanaan Kebijakan KLA.


 Melakukan evaluasi penyelenggaraan KLA
secara berkala setiap tahun dan sewaktu-waktu
apabila diperlukan.

31
GUBERNUR

 Bertanggung jawab atas terwujudnya KLA di


provinsi.
 Melakukan evaluasi penyelenggaraan KLA
secara berkala setiap tahun sesuai
kewenangannya.

32
BUPATI/WALIKOTA

 Bertanggung jawab atas penyelenggaraan KLA di


kabupaten/kota.
 Membentuk gugus tugas KLA.
 Melakukan evaluasi penyelenggaraan KLA secara
berkala setiap tahun sesuai kewenangannya.

33
PASAL 11 PERPRES

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara


penyelenggaraan KLA diatur dengan
Peraturan Menteri.

34
PENDANAAN KEBIJAKAN KLA

bersumber dari:
a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
dan/atau
c. sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

35
PASAL 13 PERPRES

Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku,


semua peraturan perundang-undangan yang
merupakan peraturan pelaksanaan mengenai
Kabupaten/Kota Layak Anak dinyatakan masih
tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan
belum diganti dengan yang baru berdasarkan
Peraturan Presiden ini  TAHUN 2010-2011
terdapat 8 PERMEN PPPA

36
0816 75 86 00
lennyrosalin@gmail.com
37