Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN GANGGUAN DENGUE HEMMORHAGIC FEVER


(DHF)

Kelompok :
1.Cicih Kuraesih
2.Cindy Adhi Gusti
3.Dewi Nurhayati
4.Endah Fatihatul Aini
5.Lilis Rismayanti
6.Pebbi Irmala Desinawati.

Reg.Keperawatan C
PENGERTIAN…

 Dengue Haemoragic Fever (DHF) adalah


infeksi akut yang disebabkan oleh Arbovirus
(arthropodborn virus) dan ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes
Albopictus  penyakit ini lebih dikenal dengan
sebutan Demam Berdarah Dengue .
ETIOLOGI…

1.Virus Dengue.
Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit ini
termasuk ke dalam Arbovirus (Arthropodborn virus)
group B.

2.Vektor.
nyamuk Aedes aegypti adalah spesies yang paling utama
sebagai vektor penular dengue. Spesies nyamuk lain
yang dapat menularkan penyakit ini adalah aedes
albopictus, aedes polynesiensis dan aedes scutellaris.
MANIFESTASI KLINIS…

MENURUT WAHIDAYAT (2005) MANIFESTASI KLINIS DHF SEBAGAI


BERIKUT :
 Demam tinggi (2-7 hari)  Perdarahan :
 Pembesaran hati  Petekia dan purpura
(hepatomegali), tekanan
darah menurun,
 Pembesaran kelenjar limfa,
gelisah, timbul sianosis di
sekitar mulut, muntah,
melena.
 epiktasis/mimisan
 perdarahan gusi
KLASIFIKASI…

Derajat penyakit DHF diklasifikasikan menjadi 4


golongan, yaitu :
 Derajat I : Demam disertai gejala klinis lain, tanpa
perdarahan spontan.
 Derajat II : sama dengan derajat I, ditambah gejala
pendarahan spontan.
 Derajat III : ditandai oleh gejala kegagalan peredaran
darah seperti nadi lemah dan cepat,tekanan darah rendah
(Hipotensi),gelisah.
 Derajat IV : nadi tidak teraba, tekanan darah tidak
teratur.
PENATALAKSANAAN…

Penatalaksanaan penderita dengan DHF adalah sebagai


berikut :
1. Tirah baring atau istirahat baring.
2. Diet makan lunak.
3. Minum banyak (2-2,5 liter/24 jam) dapat berupa : susu,
teh manis, sirup dan beri penderita sedikit oralit.
4. Pemberian cairan intravena (biasanya ringer laktat,
NaCl Faal) merupakan cairan yang paling sering
digunakan.
5. Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu, nadi, tensi,
pernafasan) jika kondisi pasien memburuk, observasi ketat
tiap jam.
Lanjutan....

6. Periksa Hb, Ht dan trombosit setiap


hari.Pemberian obat antipiretik sebaiknya dari
golongan asetaminopen.
7. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut.
8. Pemberian antibiotik bila terdapat kekuatiran
infeksi sekunder.
9. Monitor tanda-tanda dan renjatan meliputi
keadaan umum, perubahan tanda-tanda vital, hasil
pemeriksaan laboratorium yang memburuk.
10. Bila timbul kejang dapat diberikan Diazepam
PENCEGAHAN…

 Pencegahan penyakit DBD dapat dilakukan


dengan menggunakan beberapa metode yang
tepat, yaitu :
1. Lingkungan, antara lain dengan
pemberantasan sarang nyamuk,dsb.
2.Biologis, antara lain dengan menggunakan
ikan pemakan jentik.
3.Kimiawi, contohnya pengasapan.
PENGKAJIAN…

Pengkajian Keperawatan
a. Data Subyektif (data yang didapat dari pasien yang
dirasakan) :
 Ibu pasien mengatakan anaknya deman sejak 3 hari yang
lalu, demam meningkat dimalam hari, batuk-batuk.
 Ibu pasien mengatakan anaknya nafsu makan menurun.
 Ibu pasien mengatakan anaknya hanya minum ±1
gelas/hari.
 Ibu pasienmengatakan anaknya semenjak sakit tidak BAB
 b.Data Obyektif :
1.Suhu tubuh tinggi, menggigil.
2.Mukosa bibir kering.
3.Konjungtiva anemis
4.Turgor kulit kering.
5.Test rumple leed (+)
6.tampak patekia ≥20 pada lengan.
DIAGNOSA…
 Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) berhubungan dengan
infeksi virus dengue.
 Defisit cairan tubuh berhubunga dengan ketidakseimbangan
input dan output cairan.
 Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan
mual,muntah.
 Resiko tinggi terjadinya syok hipovolemik berhubungan
dengan pendarahan hebat, penurunan tekanan osmotik.
 Resiko terjadinya pendarahan lebih lajut berhubungan
dengan trombositopenia.
 Kecemasan orang tua/keluarga berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan dan kurang informasi.
INTERVENSI…

 Observasi tanda-tanda vital pasien setiap 2 atau 4 jam sekali.


 Beri kompres hangat pada dahi, untuk mengembalikan suhu
normal memperlancar sirkulasi.
 Monitor status hidrasi (kelembapan membran mukosa, nadi
adekuat, tekanan darah ortostatik jika diperlukan).
 Monitor status cairan termasuk intake dan output.
 Anjurkan pasien agar minum yang cukup ±1-1,5 liter/hari,
sedikit tapi sering.
 Kolaborasi dengan dokter pemberian terapi Antipiretik dan
Antibiotik.
 kolaborasi pemberian cairan intravena.
Semoga Bermanfaat,,,