Anda di halaman 1dari 26

Prinsip Taksonomi

Kelompok 1 :
Alya Damianti(20231099)
my
Azia Busri(20231049)
Devina Santri(20231105)

Dosen pemebimbing: Tuti Lestari Ssi.Msi


01
Prinsip
Identifikasi
2. Identifikasi
Identifikasi makhluk hidup yaitu Proses
Membandingkan Hasil deskripsi Makhluk hidup dengan
mahkluk Hidup lain dan untuk mengetahui Persamaan dan
perbedaan karakteristik tertentu.
2. Identifikasi
Prinsip Atau Proses yang dilakukan saat Identifikasi Yaitu:
- Jika ditemukan Suatu Organisme baru atau yang belum dikenal
Organisme tersebut perlu di identifikasi
- Proses Identifikasi diawali dengan Mengamati ciri-cirinya
- Pedoman Untuk mengidentifikasi Makhluk hidup yaitu Kunci
Determinansi
02
Prinsip
Klasifikasi
2. Klasifikasi Mahkluk Hidup
Klasifikasi makhluk hidup yaitu Pengelompokan
Mahkluk Hidup dalam golongan tertentu berdasarkan
kesamaan dan perbedaan yang dimiliki.
Klasifikasi
Makhluk hidup
Sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki tingkatan-tingkatan
pengelompokan atau disebut dengan takson. Carolus Linnaeus
memperkenalkan 7 tingkatan dari tingkatan tertinggi hingga terendah
yaitu:
-Kingdom (kerajaan), contohnya Kingdom animalia
untuk hewan dan plantae untuk tumbuhan.
-Filum digunakan untuk hewan dan Divisio untuk tumbuhan.
-Classis/kelas,
-Ordo/Bangsa.
-Familia(keluarga atau Suku)
-Genus (Marga)
- Spesies(Jenis)
Klasifikasi
Makhluk hidup
Prinsip atau Dasar-dasar dalam klasifikasi:

1.Persamaan yang dimiliki


2.Perbedaan yang dimiliki
3.Klasifikasi berdasarkan ciri morfologi dan
anatomi
4.Klasifikasi berdasarkan Biokimia
5.Klasifikasi BerdasarkanManfaat
Klasifikasi
Makhluk hidup
Terdapat 3 Sistem
Klasifikasi:

1. Sistem Alami
2. Sistem Buatan
3. Sistem Filogeni
03
Cara Penamaan
atau
NomenKlatur
3. Nomenklatur
Cara Penamaan atau
nomenklatur ini diperkenalkan
oleh “Bapak Taksonomi” yatu
Carolus Linnaeus. Sistem
Klasifikasi Linnaeus memberi 2
kata untuk tiap nama mahkluk
hidup yang disebut Fig. 01 Fig. 02

Nomenklatur Binomial
3. Nomenklatur
Berikut Adalah cara Penamaannya:

● Terdiri dari 2 kata dalam Bahasa Latin


● Kata Pertama adalah Genus dan kata
kedua adalah Spesies
● Kata Pertama diawali dengan Huruf
Besar sedangkan kata kedua dengan
Huruf Kecil
● Bila Tulis tangan diberi garis bawah,bila
diketik ditilis dengan huruf miring

● Contoh: Oryza sattiva Fig. 01 Fig. 02


04
Kunci
Determinansi
Kunci Determinansi
ooo Kunci determinasi adalah cara atau langkah
untuk mengenali organisme dan
mengelompokkannya pada takson makhluk
hidup.
Tiap Langkah dalam kunci tersebut terdiri atas
2 ciri yang berlawanan sehingga disebut Kunci
Dikotomis
1.Cara Membuat Kunci
Determinansi
ooo

Berikut ini terdapat beberapa cara membuat kunci determinasi,


terdiri atas:
1. Kunci harus dikotom (berlawanan), sehingga satu bagian
dapat diterima,
sedangkan yang lain ditolak
2. Ciri yang dimasukkan mudah diamati
3. Deskripsi karakter dengan istilah umum sehingga dapat
dimengerti orang
Cara Membuat Kunci
Determinansi
4. Menggunakan kalimat sesingkat mungkin
ooo 5. Setiap kuplet diberi nomor
6. Kata pertama dari setiap pernyataan dalam satu kuplet harus
identik
Contoh: Tumbuhan memiliki bunga …………….
Tumbuhan tidak memiliki bunga ……….
7.Hindari pemakaian kisaran yang tumpang tindih atau hal-hal
yang bersifat relatif dalam kuplet
Contoh: Panjang daun 4 – 8 cm
2.Cara Mengunakan Kunci Determinansi

1.Bacalah dengan teliti kunci determinasi mulai dari


permulaan, yaitu nomor 1a.
2.Cocokkan ciri-ciri tersebut pada kunci determinasi dengan
ciri yang terdapat pada makhluk hidup yang diamati.
ooo 3.Jika ciri-ciri pada kunci tidak sesuai dengan ciri makhluk
hidup yang diamati, harus beralih pada pernyataan yang
ada di bawahnya dengan nomor yang sesuai. Misalnya,
pernyataan 1a tidak sesuai, beralihlah ke pernyataan 1b.
Cara Mengunakan Kunci Determinansi
4. Jika ciri-ciri yang terdapat pada kunci determinasi sesuai dengan ciri
yang dimiliki organisme yang diamati, catatlah nomornya.
Lanjutkan pembacaan kunci pada nomor yang sesuai dengan
nomor yang tertulis di belakang setiap pernyataan pada kunci.
5. Jika salah satu pernyataan ada yang cocok atau sesuai dengan
makhluk hidup yang diamati, alternatif lainnya akan gugur. Sebagai
ooo contoh, kunci determinasi memuat pilihan:
tumbuhan berupa herba, atau
tumbuhan berkayu.
6. Jika yang dipilih adalah 1a (tumbuhan berupa herba), pilihan 1b
gugur.
Begitu seterusnya hingga diperoleh nama famili, ordo, kelas, dan
divisio atau filum dari makhluk hidup yang diamati .
.
3.Saran Mengunakan Kunci Determinansi
Saran-saran dalam penggunaan kunci determinasi:
1.Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang ciri
tumbuhan yang akan dideterminasi (kalau ada lengkap
vegetatif dan generatif)
2. Pilih kunci yang sesuai dengan materi tumbuhan dan daerah
ooo geografi di mana tumbuhan tersebut diperoleh
3.Baca pengantar kunci tersebut dan semua singkatan atau hal-
hal lain yang lebih rinci
4.Perhatikan pilihan yang ada secara hati-hati
Saran Mengunakan Kunci Determinansi
5.Hendaknya semua istilah yang ada dipahami artinya. Gunakan
glossary atau kamus
6.Bila spesimen tersebut tidak cocok dengan semua kunci dan semua
pilihan layaknya tidak kena, mungkin terjadi kesalahan, ulangi ke
belakang
7.Apabila kedua pilihannya mugkin, coba ikuti keduanya
8.Konfirmasikan pilihan tersebut dengan membaca deskripsinya
ooo 9.Spesimen yang berhasil dideterminasi sebaiknya diverifikasi dengan
ilustrasi atau specimen herbarium yang ada
Contoh

ooo
05
Sejarah
Sistem
Klasifikasi
3,4,dan 5
3 3 kingdom
Klasifikasi 3 kingdom ini diperkenalkan oleh Ernst
Haeckel, seorang ahli biologi kebangsaan Jerman.
Dimana, ada 3 klasifikasi organisme yaitu plantae
(tumbuhan), animalia (hewan), dan protista.
Sistem klasifikasi 3 kingdom ditandai dengan adanya
kelompok organisme yang tidak termasuk ke dalam
kingdom tumbuhan maupun hewan seperti Euglena dan
jamur lendir. Oleh karena itu, organisme tersebut
dikelompokkan ke dalam kingdom baru yaitu kingdom
protista Fig. 01 Fig. 02
3 4 kingdom
Klasifikasi 4 kingdom muncul setelah
ditemukannya mikroskop elektron.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada
organisme yang tidak memiliki
membran inti (prokariot) dan ada yang
memiliki membran inti (eukariot).
Maka organisme prokariot seperti
bakteri dimasukan ke dalam kelompok
yang baru yaitu kingdom monera.
Fig. 01 Fig. 02
35 kingdom
Klasifikasi 5 kingdom dikemukakan oleh
Robert H. Whittaker pada tahun 1969,
dimana ia mengusulkan bahwa fungi harus
dikelompokan ke dalam kingdom
tersendiri karena fungi tidak dapat
berfotosistesis melainkan menyerap nutrisi
dari organisme lain.
Selain itu, fungi juga berbeda dengan
tumbuhan dalam beberapa hal seperti
komponen dinding sel dan cara
reproduksi. Maka dalam klasifikasi 5
kingdom ini meliputi, plantae (tumbuhan),
animalia (hewan), protista, monera, dan Fig. 01 Fig. 02

fungi (jamur)
FINISH
TERIMAKASIH