Anda di halaman 1dari 14

Saatnya muslimah mengambil

peran
Kenapa harus memahami peran?
• hari ini pertama saya sharing dengan tema ketika mahasiswa muslimah
mengambil peran. bicara tentang peran, maka tidak lepas dari tugas
seseorang atau fungsi, dalam istilah kbbi peran dimaknai pemain sandiwara.
• sebenarnya juga tidak salah dengan istilah sebagai panggung sandiwara,
karena waktu di dunialah kita akan memainkan peran, setelah mati tidak ada
lagi peran, tinggal hisab atau pertanggungjawaban.
• sehingga, kita perlu benar-benar memahami hakikat peran kita yang kita
miliki saat ini, dan kemana arah kita harus berperan?
• kalau salah peran, dalam sandiwara atau film akan gak nyambung, harusnya
berperan menghibur malah marah-marah, maka bisa dipastikan hiburan gak
akan lucu, gak terapai tujuan awalnya. sama dengan hidup kita, salah
mengambil peran akan berdampak besar terhadap ketercapaian tujuan
untuk apa kita diciptakan atau hidup itu sendiri.
• Kita sebagai apa sig temen2? Oke mahasiswa,
Disini acarajnya perempuan-perempuan kan
ya, oke berarti semua disini muslimah,
perempuan yang beragama islam.
• Dari muslimah, baru diintegrasikan ibu
generasi
Siapakah kita?
• Mahasiswa
Berarti bukan lagi siswa smp, siswa sma. Maha, berarti besar, besar apanya? Besar
fikirannya, besar hatinya dalam mengkondisikan emosional kita, besar karyanya. Ya
meskipun mungkin kita memiliki fokus yang berbeda2, kalau disini adalah para
saintis, yang suka menghitng, silahkan rumuskan pemetaan yang ...
dan tidak mungkin ide akan menghasilkan sebuah karya, kalau kita tidak mampu
mengontrol emosi kita. Banyak sekali mahasiswa yang punya ide kreatif, tapi tidak
menghasilkan apapun karena berhenti pada ide, karena emosi yang terdistrack oleh
hal lain, atau ia dengan sengaja mengambil peran yang tidak seharusnya, seharusnya
tidak direpotkan selain dari peran sebagai mahasiswa, anak, ia memilih menambah
peran sebagai pacar. Sesuatu yang bukan tanggung jawabnya, bukan juga
kewajibannya, justru larangan baginya.
Salah satu contoh saja, kita memang perlu mengontol diri dari emosional, dan emosi
akan muncul jika ada stimulus, maka mulailah kia mencari lingkungan terbaik, yang
mengingatkan kita kepada Allah, menguatkan, buka n sesuatu yang negatif, toxic dll.
• Mahasiswa merujuk kepada kata keduanya,, berarti siswa yang derajatnya
tinggi.
• Siswa itu apa?tujuan daripada kita itu belajar, tujuan sekolah menjadi murid
termasuk menjadi mahasiswa.
• Kita akses pendidikan agar apa? Tahu dan paham, dan menyelesaikan masalah.
• Kalau anak paud belajar untuk apa? Agar menyelesaiakn masalah dirinya
bersosialisasi, dll. Kalau anak sd biar tau hitung2an, bahasa inggris.
• Bedanya kita mahasiswa terlepas dari yang namanya pendidikan dasar (wajib
belajar 9 tahun), lalu kita memilih bidang dengan tujuannya masing2, misal,
anak biologi pengen apa? Buat apa tau?
• Sebagai seorang intelektual, dia adalah yang intelektualitasnya jauh lebih tinggi
dari orang pada umumnya, dia punya tugas. Tugasnya apa?
• Agents of change, bukan hanya dirinya, bahkan menjadi penyambung lidah
masyarakat, menjadi pemimpin di masa depan.
• Muslimah
Peran yang paling utama, yang akanterus ada
dan dibutuhkan bahkan sampai kita mati.
Sebenarnya peran inilah yang akan menentukan
apakah peran yang lain berarti?
• Muslimah
Peran yang paling utama, yang akanterus ada dan dibutuhkan bahkan sampai kita mati. Sebenarnya
peran inilah yang akan menentukan apakah peran yang lain berarti?
Oke kita mahasiswa dan muslimah, menurut temen2 apakah kedua peran ini berbeda? Apakah
seperti antagonis dan protagonis? Apakah ini menjadi peran yang sama?
Kadang mahasiswa merasa tidak punya tugas sebagai muslimah, kadang muslimah tidak merasa
punya tugas sebagai mahasiswa/intelektual.
Kita itu, muslimah yang kebetulan mahasiswa, atau mahasiswa yang kebetulan muslimah?
Kita menjadi muslimah sudah dari awal sebelum menjadi mahasiswa, meski gak jadi mhasiswa pun kit
a tetap muslimah. Sedangkan ketika mengambilperan mahasiswa, kita tidak elepaskan identitas
sebagai muslimah.
Kalau jadi mahasiswa, temen2 memilih ngaak? Terpaksa atau memilih? Kalau memilih berarti
mengambil konsekuensi dari peran itu..
Menjadi mahasiswa itu pilihan kita, kalau memilih seharunya mau menerima konsekuensi itu. Kalo
ada tugas, pasti dikerjakan, kenapa? Karena temen2 mau lulus mau berperan sebagai mahasiswa,
kenapa karena temen2 memilih untuk kuliah.
Muslimah juga begitu, apakah temen2 menyadari bahwa menjadi muslimah juga pilihan loh, karena
kalau mau gapapa dan boleh kalau gak milih islaam. Pertanyaanna adalaha, temen2 apakah sudah
menyadari kalau temen2 memilih mengambil peran sebagai muslimah?
• Apasih hakikat sebagai seorang muslimah?
• Artinya kita mengambil jalan hidup sebagai seorang muslim, menjadikan islam sebagai
padnangan hidup kita.
• Meyakini bahwa Allah menciptakan kita, ada tujuan dari penciptaan dan konsekuensi.
Peran sebagai muslimah sedalem itu, kita ingin menjalankan seluruh apa yang Allah
inginkan.
• Sebenernya muslim dan muslimah sama aja, hidup untuk taat kepada Allah.
• Apalagi kalau muslimah ada predikat khusus, sebagai seorang perempuan.
• Kalo perempuan itu identik perannya dengan apa sih?
• Ternyata di dalam islam, seorang perempuan punya tugas yang sangat mulia.
• Perempuan sebagai tiang negara. “didiklah seorang pperempuan maka kamu akan
mendidik peradaban” , bahwa dari lahir seorang perempuan akan lahir generasi2, generasi
itulah yang akan menentukan bagaimana peradaban dan kondisi masyarakat.
• Kita sering bilang, pemuda akan merubah, tapi yang lebih punya peran ini adalah
perempuan, karena ia kan mendidik orang2 seperti itu.
• Ibu generasi
Kita adalah para calon ibu, bagaimana kita akan
menentukan bagaimana anak dan suami kita
serta seluruh keluarga. Jika dikatakan
perempuan adalah tiang negara, ini tidak
berlebihan, karena ia berperan besar terhadap
kualitas para pemimpin dan calon pemimpin
masa mendatang.
• Kalau kita sudah paham terhadap peran kita, berarti kita adalah mahasiswa,
intelektual muda, kita adalah mahasiswa muslimah. Yang bukan hanya
menjadikan ilmu sedekar prestis aja, cari kerja, dapret nilai dll.
• Ternyata ilmu ini untuk menambah ketaatan kepada Allah, contoh, semakin
belajar biologi, semakin kita blajar untuk menghadapi masalah .... Sebagai
muslim menghibahkan ilmunya utuk perubahan
• Seorang muslim selain tugasnya beribadah, juga menjadi khalifah fil ard,
menjadi pemimpin di muka bumi. Bumi dititipkan kepada seorang muslim.
• Sebagai perempuan, apakah kita sudah menghadapi peran itu? Kita sendiri
sudah menghayati sebagai mahasiswa? Sebagai muslimah? Perempuan?
Sedalam itu, dan menjalankannya berperan sesuai tugas itu?
• Gimana dg temen2 kita diluar sana yang juga sebagai mahsiswa dan muslimah?
Bagaimana potret hari ini?
• Mahasiswa seharusnya menyelesaikan
persoalan, apa yg sekarang terjadi? Maah
menambah persoalan.
• Mahasiswa muslimah harusnya apa, yang
terjadi apa.
• Menegasikan dg peran sebelumnya
Kenapa fakta itu terjadi?
• Mahasiswa muslimah kehilangan jati diri. Hal ini disebabkan lemahnya landasan kenapa harus berislam dan
bagaimana seharunya seorang muslim. Kok bisa kita sebagai muslim gak pernah diarahkan untuk bener2 full
feeling meresapi sebagai mahasiswa muslimah begini? Mungkin kita ngalir aja sebagai status sebagai muslim,
atau kita lahir ditengah masyarakat yang gak mengarahkan seperti itu.
• Temen2 tau gak tentang sistem pendidikan islam soal ekonomi? (kasih contoh yang sulit), kok bisa banyak hal
dari keislaman kita sendiri kita gak paham, karena dari kecil kita gak dididik dengan islam. kalo kita masuk
pendidikan umum, mungkin kita gak akan diajarkan islam.
• Apakah kita disiapkan untuk menjadi seorang ibu generasi untuk bisa menjalankan perannya? Misalnya kita
diajarkan bagaimana menjadikan generasi cemerlang dengan ASI, temen2 tau gak betapa pentngnya air susu
ibu? Padahal kedepan ini sangat penting, ternyata susu ibu ini akan membentuk sisitem imun. Ada fenomena
baby blush, ibu yang stress karena gak siap menjadi ibu. Seharunya kalau kita memahami peran penting in
harunysa memahami.
• Udah tau belum pola asuh yang terbaik? Jangan2 kita belajar ketika sudh punya anak? Gapapa ish terlambat,
jadinya kuran goptimanl dan persoalan.
• Banyak gak sih yang menyadari bahwa kita menuntut ilmu itu untuk Allah?
• Minimnya pendidikan kepribadian islam. karena memang.
• Diserang oleh fun, food, fashion
• Rancu dengan standar bahagia yang hari ini diaruskan (memandang kesuksesan sekedar pencapaian materi)
• Adanya upaya kontra produktif terhadap fitrah perempuan yang sebenarnya (feminisme barat)
Apapun yang dibahas di sebelumnya, harus
menunjukkan sekulerismenya.
Apa yang harus kita lakukan agar tetap bisa mengambil
peran ideal seorang mahasiswa muslimah?

• Belajar ilmu islam secara intensif


• Berkumpul dengan orang-orang yang akan
mampu mengarahkan ke peran yang sebenarnya,
punya visi yang sama agar seperti itu.
• Mulai merubah set hidup, menentukan target
kedepan
• Hindari lingkungan toxic dan distraksi
semacamnya.