Anda di halaman 1dari 71

KEPANITERAAN ILMU KEDOKTERAN KELUARGA

PERIODE 3 OKTOBER 2016 – 5 NOVEMBER 2016


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
2016

INFEKSI SALURAN KEMIH

TRIANA KONSTANTIA NIMAN


1161050036
 STATUS PASIEN
 Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Puskesmas Kelurahan Malaka Sari
 Nomor rekam medis : 241.15.8
 Pasien ke : 25

 DATA ADMINISTRASI
 Tanggal 18 Oktober 2016
 Diisi oleh: Triana Konstantia Niman
 NIM : 11-036
STATUS PASIEN
  Pasien Keterangan

Nama Ny. Kusdjarwati  


Umur 70 tahun  
Alamat
Jl. Malaka IV Blok 2 No 10 RT 004 / RW
008 Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Rumah sendiri
Duren Sawit, Jakarta Timur

Jenis Kelamin Perempuan  


Agama Islam  
Pendidikan SMA Tamat
Pekerjaan Ibu Rumah Tangga  
Status Perkawinan Suami sudah meninggal,
Cerai Mati
mempunyai 3 orang anak
Suku Jawa  
Kedatangan yang ke – 1 Pasien datang sendiri
Telah diobati
-  
sebelumnya
Alergi obat Tidak  
Sistem pembayaran BPJS  
ANAMNESIS
• Anyeng-
KELUHAN anyengan
UTAMA

KELUHAN • Badan meriang


TAMBAHA
N
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG (1)

o Pasien datang dengan keluhan anyeng-anyengan atau nyeri berkemih sejak ±

1 hari yang lalu.

o Keluhan anyang-anyangan dirasakan setiap mulai dan selesai berkemih.

o Sensasi nyeri terasa seperti menyengat.

o Pasien mengaku ± 1 hari belakangan ini menjadi lebih sering untuk berkemih

kira-kira lebih dari > 10 kali sehari


RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG (2)

o Awalnya pasien mengeluh ± 2 hari terakhir mengalami demam. Demam tidak

diukur, pasien hanya merasakan bahwa badannya terasa lebih hangat dari

biasanya. Demam tidak sampai menggigil dan pasien tidak meminum obat

untuk megurangi keluhan.

o Kencing terputus, kencing mengejan untuk memulai berkemih ataupun saat

berkemih, riwayat kencing berwarna merah, nyeri di bagian pinggang,

disangkal.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

• Keluhan ini belum pernah dialami sebelumnya

• Keluhan belum diobati oleh pasien

• Pasien mengaku mempunyai riwayat kolestrol namun tidak


meminum obat secara teratur.

• Pasien juga sudah pernah dirawat di rumah sakit Budi Asih dengan
penyakit rematik dan dilakukan operasi pergantian tempurung lutut
tahun 2015 sebanyak 2 kali, pasien masih rutin kontrol ke RS Cipto
Mangunkusumo

• Pasien tidak pernah mengalami trauma atau cedera yang berat.


RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Di keluarga pasien, tidak ada anggota keluarga


yang memiliki keluhan yang sama seperti pasien
GENOGRAM

MENINGGAL

PASIEN

PEREMPUAN
RIWAYAT PERILAKU & KEBIASAAN
PRIBADI
 Pasien mengaku sering menahan keinginan untuk berkemih, terutama

apabila pada saat malam hari ketika pasien sedang tidur

 Pasien mengaku mengetahui cara membersihkan kemaluan yang baik

setelah berkemih, yaitu membasuh dari arah depan ke belakang

kemaluan.
RIWAYAT PERILAKU & KEBIASAAN
PRIBADI
 Pasien mengaku bahwa pasien sering membilas daerah genitalia

dengan sabun antiseptik setiap kali BAK yang kira-kira dilakukan 6

hingga 7 kali dalam sehari.

 Pasien berolahraga setiap hari jalan pagi mengelilingi daerah rumah.

 Pasien mempunyai hobi merawat tanaman


RIWAYAT SOSIAL EKONOMI

 Pasien tinggal sendiri dirumah pribadi.


 Pasien memiliki 3 anak laki-laki dari pernikahannya dengan
suami pasien.
 Sehari-hari pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga, yaitu
mengerjakan aktivitas rumah tangga.
 Pasien mengaku selama pasien menikah dengan suami
pasien, pasien tidak bekerja.
 Suami pasien meninggal tahun 2012 akibat penyakit
Diabetes Melitus. Dulu suami bekerja di dinas kesehatan
dan pensiun tahun 2005.
RIWAYAT SOSIAL EKONOMI
 Anak pasien yang pertama sudah bekerja sebagai wartawan
dan mempunyai seorang istri dan 2 orang anak yang
sekarang berdomisili di Cileungsi.

 Anak kedua bekerja sebagai wiraswasta mempunyai satu


orang istri dan 2 orang anak sekarang berdomisili di Padang.

 Anak ketiga bekerja sebagai wartawan dan mempunyai satu


orang istri dan 5 orang anak yang berdomisili di Bangka.

 Pasien mengaku mendapatkan tunjangan dari pensiunan


suami kurang lebih sebanyak 2.500.000.
RIWAYAT SOSIAL EKONOMI
 Pasien juga mengaku bahwa terkadang anak-anaknya juga sering
memberikan uang tambahan kepada pasien atau membelikan barang kepada
pasien.

 Rumah yang pasien tempati adalah rumah pribadi. Luas tanah milik pasien
sebesar 200m2 dengan luas bangunan 180m2.

 Di dalamnya terdapat pekarangan yang cukup luas dengan tanaman hias,


 5 kamar tidur, 3 kamar tidur di bawah, 2 kamar tidur atas, 2 kamar mandi,
dapur, ruang makan, ruang tamu, gudang dan tempat cuci dan menjemur
pakaian.

 Atap rumah tertutup oleh genteng. Langit-langit atau plafon dalam rumah
pasien nampak cukup terawat tertutup oleh triplek dan lantai rumah pasien
terbuat dari keramik.
RIWAYAT SOSIAL EKONOMI

 Masing-masing kamar mempunyai satu ventilasi yang selalu


terbuka namun memiliki penyinaran kurang baik. Pasien
sering menyimpan barang yang cukup banyak di rumahnya
dan ditumpuk sehingga debu terlihat pada sekitar barang.
 Sumber air yang digunakan berasal dari air PAM.
 Sampah keluarga pasien diangkut oleh truk sampah setiap 2
hari sekali.
 Pasien tidak memiliki kendaraan pribadi.
 Hubungan sosial pasien dengan keluargannya baik, begitu
juga dengan tetangga dirumah pasien dan lingkungan
sekitar.
DATA ANGGOTA KELUARGA SERUMAH

No. Nama Umur Status Jenis Penyakit


(tahun) kelamin

1. Ny. 70 Pasien Perempuan ISK


Kusdjarwati (Ibu)
PEMERIKSAAN FISIK
PERTEMUAN PERTAMA 18 OKTOBER 2016
A. Keadaan Umum dan Tanda-tanda Vital 19
Termasuk Status Gizi
 Kesadaran : Kompos mentis
 Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
 Tinggi Badan : 160 cm
 Berat Badan : 68 kg
 Status Gizi: Obese kelas I : 25-29,9

Tanda Vital
 Tekanan darah : 120/80 mmHg
 Nadi : 80 x / menit
 Pernafasan : 22 x / menit
 Suhu : 37,5˚ C
STATUS GENERALIS

 Kepala : Normocephali, rambut hitam, distribusi merata.

 Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, reflex cahaya

langsung +/+, reflex cahaya tidak langsung +/+, ukuran pupil 3 mm/3

mm, isokor, lensa jernih +/+

 Telinga : Liang telinga lapang/ lapang, tidak ada serumen, sekret -/-
STATUS GENERALIS

 Hidung : Tidak ada deformitas, cavum nasi lapang/ lapang, konka

eutrofi, tidak hiperemis, sekret -/-, krusta -/-

 Tenggorokan: Uvula ditengah, arkus faring simetris, arkus faring

hiperemis, Tonsil hiperemis, T1-T1

 Gigi dan mulut: bibir tidak sianosis, lidah ditengah, gusi tidak

tampak hiperemis, tidak ada karies gigi


STATUS GENERALIS
Leher
JVP 5 – 2 cm, trakea ditengah,
kelenjar tiroid dalam batas normal
KGB : Suprasternal : -/- Colli anterior : -/-
Colli posterior : -/-

Paru
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris
Palpasi : Vokal fremitus teraba simetris
Perkusi : Paru kiri dan kanan sonor/sonor
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, Rh -/-, Wh -/-
STATUS GENERALIS
Leher
JVP 5 – 2 cm, trakea ditengah,
kelenjar tiroid dalam batas normal
KGB : Suprasternal : -/- Colli anterior : -/-
Colli posterior : -/-

Paru
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris
Palpasi : Vokal fremitus teraba simetris
Perkusi : Paru kiri dan kanan sonor/sonor
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, Rh -/-, Wh -/-
STATUS GENERALIS
Leher
JVP 5 – 2 cm, trakea ditengah,
kelenjar tiroid dalam batas normal
KGB : Suprasternal : -/- Colli anterior: -/-
Colli posterior: -/-

Paru
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris
Palpasi : Vokal fremitus teraba simetris
Perkusi : Paru kiri dan kanan sonor/sonor
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, Rh -/-, Wh -/-
STATUS GENERALIS
Jantung

 Inspeksi : Iktus kordis terlihat

 Palpasi : Iktus kordis teraba 2 jari dibawah areola mamae sinistra

 Perkusi : Batas Paru hati: ICS 6 garis mid klavikula dextra

 Batas Paru Lambung : ICS 7 garis axilaris anterior sinistra

 Batas Jantung kanan : ICS 4 garis parasternal sinistra

 Batas Jantung kiri : ICS 5 garis midclavicula sinistra

 Kesan : Tidak ada pembesaran jantung

 Auskultasi : S1=S2, reguler, gallop (-), murmur (-)


STATUS GENERALIS
Abdomen

 Inspeksi : tampak datar, umbilikus tidak menonjol, distensi vena

(-), gerakan hiperperistaltik (-), jejas (-), kelainan kulit (-), baji (-).

 Auskultasi : Bising usus (+), normal 5x/menit

 Perkusi : Timpani diseluruh lapang abdomen

 Palpasi : Hepar, limpa tidak teraba membesar, nyeri tekan

epigastirum (-), defence muscular (-), balotement -/-.


STATUS GENERALIS 27

Urologi

Inspeksi : Suprapubik tampak datar, hiperemis (-)

Palpasi : Nyeri tekan suprapubik (+)

Perkusi : Pekak, nyeri ketuk suprapubik (+), nyeri ketuk CVA (-/-)
STATUS GENERALIS 28

 Ekstremitas

Atas : Akral hangat, capillary refill time < 2 detik, edema (-), jejas dan

kelainan bentuk (-), turgor baik, edem (-), normotonus, eutrofi

Bawah : Turgor baik, akral hangat,capillary refill time < 2 detik,

edema (-), normotonus, eutrofi

Tulang belakang : Tidak terdapat kelainan


STATUS GENERALIS 29
Status Neurologis:
Refleks fisiologis ++/++
Refleks patologis -/-
Rangsangan meningen -/-
Saraf kranial dan sensorik normal
 
Sensibilitas
Extremitas Atas : Suhu +/+, nyeri +/+, raba +/+
Extremitas Bawah : Suhu +/+, nyeri +/+, raba +/+
 
Motorik
Extremitas Atas : normotonus, 5555/5555
Extremitas Bawah : normotonus, 5555/5555
Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan Darah Rutin (Leukosit, LED, Hemoglobin)

 Urinalisa ( warna, pH, eritrosit, leukosit, dan epitel)


TATALAKSANA AWAL

 Non medikamentosa (KIE)


 Istirahat yang cukup
 Tidak menahan kemih
 Banyak minum air putih
 Melanjutkankebiasaan jalan pagi setiap hari selama
minimal 30 menit
 Kembali lagi untuk melakukan pertemuan ke 2

 Medikamentosa
Simptomatik :
 Paracetamol 500 mg 3 x 1 
PERTEMUAN KEDUA 20 OKTOBER 2016
A. Keadaan Umum dan Tanda-tanda Vital 33
Termasuk Status Gizi
 Kesadaran : Kompos mentis
 Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
 Tinggi Badan : 160 cm
 Berat Badan : 68 kg
 Status Gizi: Obese kelas I : 25-29,9

Tanda Vital
 Tekanan darah : 120/80 mmHg
 Nadi : 80 x / menit
 Pernafasan : 22 x / menit
 Suhu : 37,5˚ C
STATUS GENERALIS

 Kepala : Normocephali, rambut hitam, distribusi merata.

 Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, reflex cahaya

langsung +/+, reflex cahaya tidak langsung +/+, ukuran pupil 3 mm/3

mm, isokor, lensa jernih +/+

 Telinga : Liang telinga lapang/ lapang, tidak ada serumen, sekret -/-
STATUS GENERALIS

 Hidung : Tidak ada deformitas, cavum nasi lapang/ lapang, konka

eutrofi, tidak hiperemis, sekret -/-, krusta -/-

 Tenggorokan: Uvula ditengah, arkus faring simetris, arkus faring

hiperemis, Tonsil hiperemis, T1-T1

 Gigi dan mulut: bibir tidak sianosis, lidah ditengah, gusi tidak

tampak hiperemis, tidak ada karies gigi


STATUS GENERALIS
Leher
JVP 5 – 2 cm, trakea ditengah,
kelenjar tiroid dalam batas normal
KGB : Suprasternal : -/- Colli anterior : -/-
Colli posterior : -/-

Paru
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris
Palpasi : Vokal fremitus teraba simetris
Perkusi : Paru kiri dan kanan sonor/sonor
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, Rh -/-, Wh -/-
STATUS GENERALIS
Leher
JVP 5 – 2 cm, trakea ditengah,
kelenjar tiroid dalam batas normal
KGB : Suprasternal : -/- Colli anterior : -/-
Colli posterior : -/-

Paru
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris
Palpasi : Vokal fremitus teraba simetris
Perkusi : Paru kiri dan kanan sonor/sonor
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, Rh -/-, Wh -/-
STATUS GENERALIS
Leher
JVP 5 – 2 cm, trakea ditengah,
kelenjar tiroid dalam batas normal
KGB : Suprasternal : -/- Colli anterior: -/-
Colli posterior: -/-

Paru
Inspeksi : Gerakan dinding dada simetris
Palpasi : Vokal fremitus teraba simetris
Perkusi : Paru kiri dan kanan sonor/sonor
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, Rh -/-, Wh -/-
STATUS GENERALIS
Jantung

 Inspeksi : Iktus kordis terlihat

 Palpasi : Iktus kordis teraba 2 jari dibawah areola mamae sinistra

 Perkusi : Batas Paru hati: ICS 6 garis mid klavikula dextra

 Batas Paru Lambung : ICS 7 garis axilaris anterior sinistra

 Batas Jantung kanan : ICS 4 garis parasternal sinistra

 Batas Jantung kiri : ICS 5 garis midclavicula sinistra

 Kesan : Tidak ada pembesaran jantung

 Auskultasi : S1=S2, reguler, gallop (-), murmur (-)


STATUS GENERALIS
Abdomen

 Inspeksi : tampak datar, umbilikus tidak menonjol, distensi vena

(-), gerakan hiperperistaltik (-), jejas (-), kelainan kulit (-), baji (-).

 Auskultasi : Bising usus (+), normal 5x/menit

 Perkusi : Timpani diseluruh lapang abdomen

 Palpasi : Hepar, limpa tidak teraba membesar, nyeri tekan

epigastirum (-), defence muscular (-), balotement -/-.


STATUS GENERALIS 41

Urologi

Inspeksi : Suprapubik tampak datar, hiperemis (-)

Palpasi : Nyeri tekan suprapubik (-)

Perkusi : Pekak, nyeri ketuk suprapubik (+), nyeri ketuk CVA (-/-)
STATUS GENERALIS 42

 Ekstremitas

Atas : Akral hangat, capillary refill time < 2 detik, edema (-), jejas dan

kelainan bentuk (-), turgor baik, edem (-), normotonus, eutrofi

Bawah : Turgor baik, akral hangat,capillary refill time < 2 detik,

edema (-), normotonus, eutrofi

Tulang belakang : Tidak terdapat kelainan


STATUS GENERALIS 43
Status Neurologis:
Refleks fisiologis ++/++
Refleks patologis -/-
Rangsangan meningen -/-
Saraf kranial dan sensorik normal
 
Sensibilitas
Extremitas Atas : Suhu +/+, nyeri +/+, raba +/+
Extremitas Bawah : Suhu +/+, nyeri +/+, raba +/+
 
Motorik
Extremitas Atas : normotonus, 5555/5555
Extremitas Bawah : normotonus, 5555/5555
Pemeriksaan Penunjang (19/10/16)
 Pemeriksaan Darah Rutin (Leukosit, LED, Hemoglobin)

Hemoglobin : 12.1 g/dL


Leukosit : 12.000/µL
Hematokrit : 36,2%
Trombosit : 205.000/mm3
 
Pemeriksaan Penunjang (19/10/16)
 Urinalisa

• Warna : kekuningan
• Eritrosit : 0 – 1 LPB
• pH : 5
• Epitel +
• Leukosit : >5 LPB

• Kristal -
Perumusan Masalah
Kesehatan Pasien
DIAGNOSTIK HOLISTIK
ASPEK PERSONAL
 Keluhan utama : Anyang-anyangan
 Kekhawatiran : Pasien khawatir keluhan yang dirasakan akan
semakin berat.
 Harapan : Pasien berharap agar keluhannya segera hilang sehingga
dapat
 beraktivitas dengan normal kembali.

ASPEK KLINIS
 Diagnosa Kerja : Infeksi saluran kemih (ISK)
 Diagnose banding : urethrolithiasis
 Status Gizi : Obesitas kelas I, tidak ada defisiensi
 Terapi : Ciprofloxacin 500 mg 2x1; Paracetamol 500 mg 3 x 1
ASPEK RESIKO INTERNAL
 Usia pasien diatas 45 tahun
 Pasien memiliki kebiasaan menahan keinginan untuk berkemih
 Pasien memiliki kebiasaan mencuci daerah genital dengans sabun
antiseptik

ASPEK PSIKOSOSIAL DAN EKONOMI


 Pasien dalam keadaan ekonomi yang baik
 Pasien tidak sedang dalam kondisi yang banyak menyita tenaga
dan pikiran
 
DERAJAT FUNGSIONAL
 Derajat satu : pasien tidak memiliki keterbatasan beraktivitas dan
masih dapat melakukan pekerjaan sendiri.
RENCANA
PENATALAKSANAA
N PASIEN
No Kegiatan Rencana intervensi Sasaran Waktu Sasaran yang diharapkan

1 Aspek Personal Evaluasi : Pasien 50 menit - Keluhan dan

-Keluhan, kekhawatiran dan   kekhawatiran pasien

harapan pasien. dapat berkurang.

   

Edukasi : - Pasien dapat mengerti

Memberikan informasi tentang penyakit,

mengenai penyakit yang pencegahan dan

dialami pasien, penyebab, pengobatan atas

gejala klinis, pengobatan, penyakit yang dialami

prognosis, serta pasien.

pencegahannya.

Menyakinkan pasien bahwa

penyakitnya diberikan

pengobatan dan memberi


2 Aspek Klinis Evaluasi : Pasien 20 menit - Pasien benar-benar
  - Pemeriksaan tanda vital dan fisik menjalankan terapinya
Infeksi saluran kemih umum. dengan baik dan benar.
(ISK)  
Terapi
Medikamentosa :
 Ciprofloxacin 500 mg, 2x1,
Paracetamol 500 mg, 3 x 1
Edukasi:
 Menginformasikan cara minum
obat
 Mengurangi kebiasaan pasien
untuk membilas daerah genital
dengan sabun antiseptik
 Melanjutkan untuk tetap jalan
selama 30 menit
3 Aspek Resiko Internal Edukasi : Pasien. 15 menit  
     
     
Usia pasien diatas 45 tahun  Memberitahukan kepada pasien untuk  
  menjaga gaya hidup pasien, mengontrol Pasien memiliki kesadaran untuk
  makanan, dan pola makan serta olahraga memperbaiki gaya hidup pasien.
  pasien. Memberitahukan resiko resiko  
  penyakit yang muncul pada usia lanjut.  
     
   
  Memberitahukan kepada pasien agar tidak  
Kebiasaan menahan menahan kencing pada malam hari, dan
kencing untuk mengurangi minum air putih pada
malam hari jika pasien tidak ingin Pasien memiliki kesadaran untuk
terbangun untuk buang air kecil mengubah kebiasaan untuk tidak
menahan buang air kecil
4. Aspek Psikososial, Edukasi: Pasien 15 menit - Hubungan pasien dengan
keluarga, dan - Memberikan keluarga dapat membaik
lingkungan pasien - motivasi kepada pasien untuk - Pasien dapat menceritakan
dapat mensyukuri kehidupannya masalah yang ia hadapi pada
 
- Menjadi sarana bagi pasien orang yang ia percayai
untuk mencurahkan isi hatinya,  
sehingga tidak ada masalah yang
dipikirkan oleh pasien seorang
diri
TINDAK LANJUT
DAN
HASIL
INTERVENSI
Tanggal Intervensi yang dilakukan, diagnostik holistik dan rencana selanjutnya
Pertemuan ke 1 Saat kedatangan yang pertama dilakukan beberapa hal yaitu
18 Oktober 2016 1. Mengucapkan salam, memperkenalkan diri dan menjalin hubungan yang
baik dengan pasien.
2. Menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan dan mempersiapkan
alat yang akan dipergunakan.
3. Memastikan pasien telah mengerti tujuan prosedur pemeriksaan.
4. Meminta persetujuan pemeriksaan kepada pihak pasien.
5. Melakukan anamnesis mulai dari identitas sampai riwayat psikososial
ekonomi dan melakukan pemeriksaan fisik.
6. Membuat diagnostik holistik pada pasien.
7. Menyusun penatalaksanaan masalah yang dialami pasien dan keluarga.
Intervensi yang diberikan:
1. Memberi tentang penyakit, faktor resiko dan cara pencegahan
2. Memberikan semangat, dan menenangkan pikiran pasien
3. Memberitahukan bahwa obat yang diberikan diminum secara rutin
4. Mengedukasi gaya hidup pasien.

Pertemuan ke 2 Intervensi yang diberikan:


20 Oktober 2016 1. Memeriksa kembali keadaan fisik pasien untuk mengetahui apakah
sudah terjadi perubahan atau belum.
2. Mengevaluasi intervensi yang diberikan sebelumnya.
3. Mengingatkan untuk melanjutkan terapi yang sudah diberikan.
4. Memantau terus pasien agar obat diminum rutin
5. Mengedukasi tentang kebersihan diri pasien
Kesimpulan
Penatalaksanaan Pasien
Dalam Binaan Pertama
ASPEK PERSONAL:
• Pasien khawatir keluhan yang dirasakan akan semakin
berat. Pasien berharap agar keluhannya segera hilang dan
dapat beraktivitas dengan normal kembali.
 
ASPEK KLINIS:
• Diagnosis :Infeksi saluran kemih (ISK)
Terapi :
1. Ciprofloxacin 500 mg 2 x 1
2. Paracetamol 500 mg 3 x 1

• Pasien dapat sadar benar mengenai penyakit serta faktor


risikonya dan berusaha untuk minum obat secara teratur

 Keluhan berkurang
ASPEK RESIKO INTERNAL :
 Pasien memiliki kesadaran untuk minum obat sesuai ketentuan yang
sudah dianjurkan oleh dokter
 Pasien memiliki kesadaran untuk memperbaiki gaya hidup dan pola
higiene pasien
 
ASPEK PSIKOSIAL DAN EKONOMI
• Pasien dalam keadaan ekonomi yang baik;
• Pasien tidak sedang dalam kondisi yang banyak menyita tenaga
dan pikiran
•  
DERAJAT FUNGSIONAL
• Derajat satu yaitu pasien tidak memiliki keterbatasan
beraktifitas dan masih dapat melakukan pekerjaan sendiri
HOME VISIT
Home Visit Senin, 24 Oktober 2016
Nama KU KT RPD RPK RKP Pemeriksaan
Fisik
- • Pasien
Ny. K - Belum pernah Tidak Ada memperbaiki TD : 110/70
mengalami keluhan waktu untuk mmHg
beristirahat.
keluhan seperti yang sama N : 76x/menit
• Pasien makan
ini pada makanan yang RR: 20x/menit
keluarga bergizi dan Suhu : 36.8ºC
menjaga
pasien higiene.
PEMERIKSAAN FISIK (STATUS GENERALIS)

Kepala Dalam Batas Normal


Mata Dalam Batas Normal
Telinga Dalam Batas Normal
Hidung Dalam Batas Normal
Tenggorokan Dalam Batas Normal
Gigi dan Mulut Dalam Batas Normal
Leher Dalam Batas Normal
KGB Dalam Batas Normal
Paru Rhonki -/-
Abdomen Dalam Batas Normal
Urologi Dalam Batas Normal
ASPEK SOSIAL
ASPEK Yang di Baik Cukup Kurang Tidak Baik Tidak bisa dinilai Keterangan
observasi

Sosial Hubungan √         Pasien sering


antar berkomunikasi dengan
keluarga keluarga via telfon

Hubungan √         Pasien dan anggota


dengan keluarga memiliki
tetangga hubungan yang baik
dengan keluarga

Spiritual Melakukan √         Pasien sering sholat


ibadah

Pergi ke √         Pasien sholat ke masjid


tempat
ibadah
ASPEK SOSIAL
Yang di observasi Ya Tidak Keterangan

Kepala keluarga bekerja   √ Kepala keluarga sudah meninggal

Mempunyai kendaraan pribadi   √ Tidak memiliki kendaraan pribadi mobil & motor

Tinggal di rumah pribadi √   Pasien tinggal sendiri

Pendapatan perbulan √   Pendapatan perbulan hasil pensiunan dari almarhum


suami

Anak bisa sekolah √   Ketiga anak sudah bekerja dan berumah tangga

Mempunyai alat elektronik di rumah √   TV, Rice cooker, kipas angin, alat setrika.

Mempunyai alat komunikasi √   Telepon genggam


EDUKASI
 Memberitahukan pasien untuk menjaga kebersihan dirinya.

 Istirahat total sampai keadaan pasien sembuh betul.

 Memberi informasi kepada pasien tentang penyakit yang di


derita

 Memberi informasi bagaimana cara menjaga kehigienitas


genitalia yang baik dan benar

 Minum obat dengan teratur

 Menjaga keharmonisan dalam keluarga dan meminta


keluarga pasien memberi dukungan kepada pasien apabila
terdapat masalah
ANALISIS LINGKUNGAN
• Berdasarkan kriteria rumah sehat, rumah pasien memenuhi kriteria
rumah sehat, dikarenakan atap rumah yang terbuat dari genteng. Dinding
ruangan yang terbuat dari batu bata , lantai terbuat dari keramik dan
luas rumah 200m2 .
• Untuk ventilasi cukup dengan 2 pintu masuk dan keluar yang dibuka, 8
jendela yang bisa di buka dan tutup sehingga sirkulasi udara cukup baik.
• Pencahayaan kurang cukup baik karena bisa membaca jika semua lampu
dimatikan. Tetapi pencahayaan ruangan kurang cukup baik karena bisa
ruangan cukup gelap jika semua lampu dimatikan dan banyaknya debu
yang menumpuk sehingga dapat dapat menyebabkan penyakit.
• Sumber air berasal dari air PAM.
• Pasien membuang sampah setiap hari ke tong sampah di depan rumah.
• Pasien mandi dua kali sehari dan berganti pakaian setiap setelah mandi.
Penentuan Kebutuhan Kalori  

Menghitung kebutuhan kalori basal ( KKB)


Wanita : BBI x 25 kal/kgBB
54 kg x 25 kal/kgBB = 1350 Kkal
 
Menghitung kebutuhan kalori total (KKT) BB : 68 Kg
TB : 160 Cm
Koreksi :
Umur 70 tahun keatas : dikurangi 20% dari 1350 kkal Menghitung berat badan ideal (BBI)
20% x 1350 kkal = 270 kkal BBI = (TB – 100) – (10% dari (TB – 100%)
= (160 – 100) – (10% x 60)
 
= 60 – 6 = 54 kg
Aktivitas ringan : ringan ditambah 20% dari 1150 kkal
20% x 1350 kkal = 270 kkal
 
Berat badan : gemuk dikurangi 20% dari 1350 kkal
TOTAL KEBUTUHAN KALORI HARIAN
20% x 1350 kkal = 270 kkal 1080 kkal
Karbohidrat
60-70 %  60% x 1080kal = 648 kalori / 4gr = 162 gr//hari
Protein
20-25 %  20% x1080kal = 216 kalori / 4gr = 54 gr/ hari
Lemak
10-15 %  15% x 1080 kkal = 162 kalori / 9 gr = 18 gr/ hari
Cairan
Kebutuhan cairan sebanyak 1,5 – 2 Liter per hari ( 6 – 8 gelas 200 cc)
DOKUMENTASI
HOME VISIT
RUANG TAMU

RUANG MAKAN
TERIMAKASIH