Anda di halaman 1dari 72

Mata Kuliah (SA-5053)

PENGELOLAAN BENDUNGAN

Kelompok 1:
1. Annisa Rahma      ( 25820014 )
2. Ilmiadin Rasyid    ( 25820043 )
3. Irpan Chumaedi   ( 25820305 )
4. Siti Nur Atiah       ( 25820002 )

STUDI RENCANA TANGGAP DARURAT (RTD)


BENDUNGAN BILI-BILI KABUPATEN GOWA
OUTLINE
Pendahuluan
Analisa Keruntuhan Bendungan
Pembuatan Peta Genangan
Penentuan Tingkat Bahaya Keruntuhan Bendungan
Penyusunan Buku RTD
Kesimpulan
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
 Bendungan Bili-Bili terletak ± 30 km sebelah Timur Kota Makassar pada
jalan poros Makassar – Malino, tepatnya di Dusun Bili-Bili, Desa
Romangloe, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi
Selatan.
 Bendungan Bili-Bili merupakan bendungan multifungsi. Antara lain
sebagai pengendalian banjir (reduksi debit 2200 m3/dtk menjadi 1200
m3/dtk), penyediaan air baku sebesar 3300 liter/dtk, pelayanan air irigasi
dengan luas potensial 23,690 Hektar, PLTA dengan kapasitas terpasang
20.1 MW, Pariwisata/olah raga air, dan perikanan darat.
LATAR BELAKANG
 Terjadinya cuaca ekstem pada tanggal 22-24 Januari 2019 mengakibatkan
banjir besar di wilayah hilir dari Bendungan Bili-Bili yang terdiri dari 5
(lima) Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Gowa, Kota Makassar,
Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Selayar.
 Total korban yang hilang, meninggal, dan sakit sejumlah 115 orang.
Sedangkan korban yang mengungsi sebanyak 6,757 orang.
 Dengan begitu banyaknya kerusakan yang terjadi, maka diperlukan
analisa lebih lanjut sebagai upaya evaluasi mitigasi bencana jika kejadian
serupa atau lebih besar terjadi kembali di masa yang akan datang. Untuk
itu diperlukan analisa keruntuhan bendungan.
MAKSUD DAN TUJUAN
 Maksud
Maksud pekerjaan ini adalah membuat Studi Rencana Tanggap Darurat Bendungan Bili-
Bili, yang digunakan bila terjadi suatu keadaan yang diperkirakan akan mempengaruhi
kondisi keamanan struktur bendungan / faktor kondisi geologis batuan sekitarnya, dan
atau terjadi pengeluaran debit air dari waduk yang melebihi kapasitas/daya tampung alur
sungai di hilir bendungan sehingga digolongkan sebagai keadaan darurat, dan
memerlukan tindakan darurat guna melindungi manusia dan harta benda.
 Tujuan
Melakukan analisis atas berbagai alternatif debit air keluaran dari waduk yang melebihi
kapasitas/daya tampung alur sungai di hilir bendungan dan tingkat kerusakan yang
ditimbulkannya dalam berbagai alternatif tingkat kerusakan bendungan ditinjau dari
aspek hidrologi, hidrolika, sedimentasi waduk, termasuk berbagai alternatif dampak
kerusakan/kerugian yang ditimbulkannya di bidang sosial, ekonomi, lingkungan dan
aspek lainnya yang akan dipakai sebagai sarana pendukung dalam penyusunan Studi
SUMBER DATA

 Bahan Informasi Bendungan Bili Bili Pada Tanggal 22-24 Januari 2019
dari BBWS Pompengan Jenebarang berupa data teknis bendungan, pola
operasi pintu, serta inflow dan outflow bendungan dengan interval 10
menit.
 Data Topografi DEM Nasional dengan resolusi 8.4 x 8.4 meter.
 Peta Rupa Bumi Indonesia Skala 1:50.000
LOKASI PEKERJAAN
DATA TEKNIS BENDUNGAN
Nama Sungai : Jeneberang
Luas DAS : 784,01 km2
Luas genangan : 1.650 Ha
Banjir Desain : 1,800 m3/dtk
Vol Tampungan maksimum : ± 375 juta m3
Vol Tampungan efektif : ± 346 juta m3
Vol Tampungan mati : ± 29 juta m3
Elev. Muka air banjir : + 103,00
Elev. Muka air normal : + 99,50
Elev. Muka air rendah : + 65,00

Tipe bendungan : Urugan Batu dengan Inti


Tinggi Bendungan : 56 m
dari dasar sungai
Tinggi Bendungan : 73 m Pintu spillway (2 Unit)
dari pondasi Tipe : Radial
Elevasi Puncak : + 106,00 Ukuran : 7 x 7,7 m
Panjang Puncak : 1.808 m Elevasi dasar pintu : + 91,80
Elevasi Spillway : + 99,50
Lebar Puncak : 10 m
Embankment : 5,29 juta m3
Outlet
Panjang terowongan 1 : 300 m
Spillway : Ogee dengan pintu
Panjang terowongan 2 : 290 m
Debit Banjir PMF : 3.800 m3/dtk
Kapasitas : 44,8 m3/dtk
Kapasitas Spillway : 2.000 m3/dtk
Diameter terowongan : 9,30 m
Panjang mercu pelimpah : 70,00 m Tipe Terowongan : Bulat

Sumber: BBWS Pompengan-Jeneberang


SKEMA SUNGAI JENEBERANG
SUNGAI MALINO SUNGAI JENEBERANG
A = 85,90 Km2
A = 256,94 Km2
L = 16,70 Km
DAERAH TANGKAPAN AIR L = 43,60 Km
QMax = 450 m3/dtk
BENDUNGAN BILI-BILI QMax = 2.240 m3/dtk
QMin = 1 m3/dtk
QMin = 5 m3/dtk
 
A = 384,40 Km2
L = 43,60 Km SUNGAI BONTOJAI

INFLOW A = 41,56 Km2


QMax = 3.198,18 m3/dtk L = 17,40 Km
QMax = 260 m3/dtk
QMin = 6,5 m3/dtk
QMin = 0,5 m3/dtk
TGL. 22 JANUARI 2019
(Pukul 10:10)
INFLOW 3.025,48 m3/dtk
OUTFLOW 875,48 m 3/dtk

BENDUNGAN
BILI-BILI
OUTFLOW BENDUNG BILI-BILI
Qmax = 1.426,86 m3/dtk A = 2.300 Ha, Q = 2,76 m3/dtk
QMin = 145 m3/dtk
SUNGAI JENELATA
Qmax = 1.800 m3/dtk (Kapasitas Tampung Aliran Spillway)
A = 222,61 Km2
BENDUNG BISSUA L = 33,97 Km
A = 10.785 Ha, Q = 12,94m 3/dtk Qmax = 937,24 m3/dtk (Kapasitas Tampung
BENDUNG KAMPILI
Aliran Sungai)
A = 10.545 Ha, Q = 12,65 m 3/dtk QMin = 0,11 m3/dtk
(Debit Aliran yang terjadi pada tanggl 22 Januari
2019, Pukul 12.00 sebesar 1.200 m3/dtk)
BENDUNG KARET
Air Baku = 1.000 Ltr/dtk MUARA SUNGAI JENEBERANG

A = 177 Km2
L = 32 Km
SELAT MAKASSAR Qmax = 2.300 m3/dtk
(Kapasitas Tampung Aliran Sungai)
Sumber: BBWS Pompengan-Jeneberang
KURVA ELEVASI-VOLUME
Ku rva E levasi-V olu me T amp u n gan
110

105

100

95

90
Elevasi (m)

85

80

75

70

65
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

Volume (Juta m3)

Sumber: BBWS Pompengan-Jeneberang


PETA TOPOGRAFI (DEM NASIONAL)

Bendungan Bili-
Bili

Overlay Peta Topografi dari DEMNAS dengan Posisi As Bendungan Bili-Bili dan Peta Administrasi Kecamatan
ANALISA KERUNTUHAN
BENDUNGAN
BAGAN ALIR PENELITIAN
PEMODELAN HEC-RAS
 Skema Pemodelan

Storage Area

Mesh 2D

Inline Structure
(As Bendungan)
MANNING REGION
PEMODELAN HEC-RAS
 Inline Structure (As Bendungan)

Mercu

140 Legend

Spillway
130
TW Cell Min Elev
Centerline Terrain
120
Pintu Spillway 2@ 7 x 7.7 m
110
Elevation (m)

100

90

80

70
Pengaturan Pintu Spillway.
Pintu terbuka ketika elevasi di Hulu +99.43
60

50
0 500 1000 1500 2000 2500
Station (m)
PEMODELAN HEC-RAS
 Syarat Batas
SA: 106 m
3500 Legend

Normal Depth. 0.08567


Lateral Inflow

3000
Qp = 3464.98 m3/dtk
2500

Lateral Inflow (m3/s)


2000

1500

1000

500

0
0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0

Simulation Time (days)

Inflow Bendungan

Inflow Sungai Jenelata


SA: Rev_MESH BCLine: Hulu_Jenelata
1400 Legend

1200 Flow
Qp = 1212.743 m3/dtk
1000

Flow (m3/s)
800

600

400

200

0
0.0 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0

Simulation Time (days)


PEMODELAN HEC-RAS
 Hasil Simulasi

Kondisi Maksimum. 22-25 Januari 2019


PEMODELAN HEC-RAS
 Kalibrasi Dengan Tinggi Muka Air Sekitar Jembatan kembar

Kembar
mbatan
Deck Je
+10.5

±3 m

+7.52
±3 m

Hilir

Hasil Model Kejadian di Lapangan


PEMODELAN HEC-RAS
 Flow Hydrograph Di Jembatan Kembar

Qp akibat Sungai Jenelata. 600.123 m 3/dtk

Qp akibat dibuka pintu air. 500.261 m 3/dtk


PEMODELAN HEC-RAS
 Breach Structure

Bave = 222 meter


Tf = 3.47 jam
PEMODELAN HEC-RAS
 Running Simulasi Keruntuhan Bendungan
PEMODELAN HEC-RAS
 Kondisi Maksimum Keruntuhan Bendungan

Qp = 24079.02 m3/dtk
HUBUNGAN ANTARA RESIKO BENCANA, KERENTANAN DAN
BAHAYA

Rangkaian Kerentanan Bahaya

Penyebab Kondisi tidak aman


yang Tekanan dinamis Bencana
Lingkingan fisik
mendasari Kurangnya:
yang rentan: Kejadian-kejadian
Kemiskinan • Institusi Lokal
• Loksi yang Pemicu
Akses yang • Pendidikan
berbahaya = Gempa Bumi
terhadap: • Pelatihan
• Infrastruktur dan Kerentanan Angin kencang
•Struktur- • Keterampilan
bangunan yang + Banjir
struktur yang memadai
berbahaya Bahaya Letusan Gunung
tenaga Listrik • Investasi local
Ekonomi lokal yang Api
•Sumber daya • Kebebasan Pers
rentan: Tanah Longsor
Ideologi Kekuatan Makro: • Kehidupan yang
• Ekspansi Kekeringan
Sistem beresiko Perang/konflik sipil
Ekonomi Penduduk • Tingkat pendapatan
• Urbanisasi Kecelakaan
Faktor-faktor yang rendah teknologi
pra kondisi • Degradasi
Tindakan Umum
umum Lingkungan

Sumber : Hubungan Antara Resiko Bencana, Kerentanan dan Bahaya

25
HASIL PEKERJAAN

Hasil Pekerjaan

Penentuan Penyusunan Buku


Pembuatan Peta
Klasifikasi Tingkat Panduan RTD
Genangan
Bahaya Bendungan

Hasil Klasifikasi Panduan RTD


Peta Banjir &
Evakuasi Tingkat Bahaya

Diseminasi

Pengesahan
RTD

26
PEMBUATAN PETA GENANGAN
PEMETAAN GENANGAN BANJIR

   Gambar peta dambreak analysis


• Peta Kedalaman banjir
• Peta Kecepatan banjir
• Peta Arrival Time

    Keterangan Pada Peta Genangan harus memuat :


• Kecamatan Terdampak
• Legenda

28
PETA KEDALAMAN BANJIR

29
PETA ARRIVAL TIME  BANJIR

30
PETA KECEPATAN BANJIR

31
PENENTUAN KLASIFIKASI
TINGKAT BAHAYA BENDUNGAN
Penentuan Klasifikasi Tingkat Bahaya Bendungan

Jarak Bagian Hilir dari Bendungan (km)


Jumlah Keluarga
Kumulatif 0–5 5 – 10 10 – 20 20 – 30 >30

0 1 1 1 1 1

1 – 20 3 3 2 2 2

21 – 200 4 4 4 3 3

>200 4 4 4 4 4

Klasifikasi Bahaya Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen SDA No.257/KPTS/D/2011, 30 Mei


2011Keterangan :
Klasifikasi Bahaya = 1 : bahaya rendah
Klasifikasi Bahaya = 2 : bahaya sedang
Klasifikasi Bahaya = 3 : bahaya tinggi
Klasifikasi Bahaya = 4 : bahaya sangat tinggi

33
KLASIFIKASI RISIKO BAHAYA TERHADAP
KERUBUHAN

34
Penentuan Klasifikasi Tingkat Bahaya Bendungan

35
ZONA BAHAYA BANJIR AKIBAT DAMBREAK

36
PETA KEDALAMAN BANJIR

37
PENYUSUNAN BUKU PANDUAN
RTD
PENYUSUNAN PANDUAN RENCANA TINDAK DARURAT
Panduan Rencana Tindak Darurat (RTD) disusun mengacu pada Pedoman Penyiapan Rencana
Tindak Darurat (Balai Keamanan Bendungan), yang mencakup aspek-aspek antara lain:
 Pengenalan Keadaan Darurat (Keruntuhan bendungan, siaga bendungan, overtopping
(Limpasan), siaga gempa bumi, sabotase)
 Tanggung Jawab, Pemberitahuan dan Komunikasi
 Peta Genangan
 Pengungsian / Evakuasi
 Pengakhiran Keadaan Darurat

39
PENYEBAB KERUNTUHAN BENDUNGAN

Overtopping/Peluapan
Air waduk meluap melalui puncak bendungan sehingga
bendungan runtuh dan air tumpah yang menyebabkan
banjir besar dan mendadak.

40
Klasifikasi Kondisi Bahaya Bendungan dan
Matrik Penanganannya

Kondisi Kondisi Kondisi


Waspada Siaga Awas

41
Klasifikasi Kondisi Bahaya Bendungan

Klasifikasi
No. Kegiatan Utama Kesiapan
Kondisi Bahaya
Identifikasi dan
1 Waspada pengamatan terhadap Kondisi siap
gejala
Tanggapan pengamanan Kondisi akan bergerak
2 Siaga
dan langkah perbaikan (siap evakuasi )
Awas/ Start untuk Kondisi bergerak
3 Bendungan mulai runtuh
evakuasi (pelaksanaan evakuasi)

42
Matriks Potensi Masalah Bendungan Bili – Bili Akibat Didih Pasir

43
Matriks Potensi Masalah Bendungan Bili – Bili Akibat Rembesan

44
Matriks Potensi Masalah Bendungan Bili – Bili Akibat Longsor

45
Matriks Potensi Masalah Bendungan Bili – Bili Akibat Penurunan

46
Matriks Potensi Masalah Bendungan Bili – Bili Akibat Retak Tubuh Bendungan

47
• Matriks Potensi Masalah Bendungan Bili – Bili Akibat pusaran air dihulu, pintu pelimpah rusak, level
muka air bergerak naik dengan cepat dan luapan (overtopping)

48
TANGGUNG JAWAB MASING-MASING LEMBAGA/INSTITUSI

No. Nama Lembaga/Institusi Tanggung Jawab

1 Balai Bendungan 1. Melakukan pembinaan teknis dari segi keamanan bendungan

2 Direktorat Bendungan 1. Melakukan pembinaan teknis dari segi pengelolaan dan


dan Danau penanganan tindak darurat akibat keruntuhan bendungan

3 Komisi Keamanan 1. Mengkoordinir pelaksanaan penanganan tindak darurat


Bendungan akibat keruntuhan bendungan, baik di lokasi bendungan
maupun di hilir bendungan.
4 BBWS Pompenang- 1. Melaksanakan operasi, pemeliharaan dan pemantauan rutin
Jeneberang bendungan dengan dukungan Pengamat/Juru bendungan.
2. Menyampaikan laporan hasil pemantauan kondisi
bendungan kepada Kepala Pengelola Bendungan.
3. Menyampaikan usulan untuk dimulainya pelaksanaan RTD
kepada Kepala Pengelola Bendungan, bila ditemukan adanya
potensi ancamanan keamanan bendungan.
4. Melaksanakan pemantauan intesif bendungan dan tindakan
pengamanan bendungan pada saat keadaan darurat sesuai
arahan.

49
BAGAN ALIR PEMBERITAHUAN KEADAAN DARURAT
BENDUNGAN JATIBARANG
BAGAN ALIR PEMBERITAHUAN KASUS KEADAAN DARURAT BENDUNGAN JATIBARANG

Kepala UMB
Bendungan Jatibarang
Tanda Darurat
Bendungan Jatibarang Nama :
Telp K : 08156421804

3
Juru Pengamat
Bendungan 1 Ketua Tim RTD
Jatibarang

Nama :
Telp K :

UPB
Kasi O dan P Balai PSDA
Balai Keamanan Bendungan WS Pemali-Juana
Plt Walikota Semarang Kodim 0733/BS Unsur Polrestabes Dinas Sosial BPBD
BPBD
3 3 Nama : Nama : Nama :
Nama : 3 Nama :
Nama : Nama : Kota Semarang Telp K : 024 3542259 Telp K : 024 8412891 Telp K : (024) 8311729 Telp K : 024-6730212
Telp K : (021) 75908364 Telp K : (0231) 242343 Telp K :
Dinas Perhubungan KABID Kesehatan , Dinas RSU Kariadi Basarnas
Kesehatan
Nama : Nama : Nama : Nama :
Telp K : (024) 7604640 Telp K : (024) 3511337 Telp K : 024 841 3993 Telp K : 024-7628345

Pengelola Bendungan
Dinas penerangan jalan KABID. peralatan dan Unsur LANAL Unsur Banteng Rider
3 BBWS Pemali-Juana
dan reklame pompa pengelolaan SDA
dan ESDMl Nama : Nama :
3 Nama : Telp K : (024) 7623036, Telp K : 024 74752565
Nama : Nama :
Telp K : 024-3548920
Telp K : 024 - 760687
Komite Keamanan Bendungan Telp K : Unsur Satbrimob unsur ORARI, RAPI
Kepala Bid.Peralatan Nama : Nama :
KABID. Opsdal dan dinas
dan Pembekalan dinas
kebakaran Telp K : (024) 7462863 Telp K : (024) 354-1257
Nama : binamarga
Nama : Nama :
Telp K : (021) 7222804 Direktorat Sungai dan Pantai Unsur telkom ranger Unsur PMI
Telp K : (024) 7611339 Telp K : 024 7605871
Nama : Nama :
Unsur Kwartil Cabang Telp K : 024-3541237
Unsur tagana Telp K :
3 Nama : (ubaloka)
Nama : Nama :
HP :0811822434 Telp K :024-8663649 Telp K : 024-70260288 Unsur lembaga
Telp. K :(021) 75908364HP Unsur komunitas
penanggulangan
independen SAR
1 bencana ormas
Semarang
muhammadiyah
Dinas Penerangan Nama : Nama :
Tindak Menyampaikan Berita Telp K : Telp K :
4
Darurat Kepada Masyarakat

Keterangan :
Tahap Pemberitahuan 1. SPB = Satuan Pengaman Bendungan
2. PB = Penanggulangan Bencana
1. Observasi Kejadian 3. PBP = Penanggulangan dan Bencana Pengungsi
2. Mengevakuasi dan mengambil tindakan yang penting
3. Pemberitahuan kepada pihak lain untuk melakukan tindak lanjut
4. Penyebarluasan berita

50
BAGAN ALIR PEMBERITAHUAN KEADAAN DARURAT KABUPATEN
GOWA
KONDISI WASPADA KONDISI SIAGA KONDISI AWAS

1. BALAI BENDUNGAN 1. BALAI BENDUNGAN


TANDA 2. KOMISI KEAMANAN BENDUNGAN 2. KOMISI KEAMANAN BENDUNGAN
DARURAT 3.PEMBINA DIREKTUR SUNGAI DAN PANTAI 3.PEMBINA DIREKTUR SUNGAI DAN PANTAI
BEND.
JATIBARANG TIM KAJI TIM KAJI
CEPAT 4 CEPAT
4

PENDUDUK DI
PENGELOLA BENDUNGAN

EVAKUASI

WILAYAH
PENGELOLA BENDUNGAN

ZONA 1
PENGELOLA BENDUNGAN
KEPALA BBWS PEMALI - JUANA WALIKOTA WALIKOTA WALIKOTA
1
WALIKOTA
Kantor : Jl. Brigjend.S.Soediarto 375
Telp. K : (0231) 205876 - Fax (0231) 205875 TINDAKAN TINDAKAN
PENCEGAHAN 3
3 PENCEGAHAN BPBD
BPBD

JURU PENGAMAT KEPALA UPB


KASI O & P BALAI PSDA

BPBD
BENDUNGAN
2 WS PEMALI - JUANA WALIKOTA
JATIBARANG/ TIDAK YA
PENCEGAHAN PERLU TIDAK
PETUGAS UPB EVAKUASI PENDUDUK PENCEGAHAN
BERHASIL ? EVAKUASI ? EVAKUASI PENDUDUK
Kantor : Jl. Brigjend.S.Soediarto , Semarang DIWILAYAH ZONA 2 BERHASIL DIWILAYAH ZONA 1
Telp. K :
Radio VHF :
TIDAK

EVAKUASI ?
SUDAH AMAN ?
KEPALA UMB

PERLU
KEPALA UPB TIDAK
BENDUNGAN JATIBARANG
Kantor : Bendungan Jatibarang, Ds. Kreo TIDAK 3
Gunung pati Kota Semarang
Nama :
Telp. K :
KEPALA UPB WALIKOTA
HP :

WALIKOTA
TIM KAJI
4

CEPAT
Tindakan
Pencegahan
TIM KAJI CEPAT
DIRJEN, SDA, KEMENTRIAN PU

Telp. K : (021) 75908364


Pencegahan
3
Berhasil
YA TIDAK
KEPALA UPB

Dinas PSDA &ESDM BPBD KOTA SEMARANG


WALIKOTA SEMARANG
KOTA SEMARANG
3
Telp. K : KEPALA PELAKSANA BPBD
Telp. K : (024) 7606879 KETUA BPBD KOTA SEMARANG
KOTA SEMARANG

BALAI BENDUNGAN Kantor : Jl.Jati Raya B-5 Pondok


Setiabudi Semarang
Telp. K :
Telp. K : (021) 7514441 Telp. K : (024) 7471929
PEMBINA
DIREKTUR SUNGAI DAN PANTAI

KOMISI KEAMANAN BENDUNGAN


Telp. K :(021) 75908364 Keterangan : Keterangan :

Telp. K :(021) 75908364 : Data 3 : Pemberitahuan kepada Pihak lain


untuk Melakukan Tindakan
: Urutan Proses
4 : Memberi Instruksi/ Masukan
: Kegiatan
: Garis Pemberitahuan
PENGAKHIRAN KEADAAN DARURAT
DAN TINDAK LANJUT : Institusi / Lembaga Organisasi : Garis Kegiatan

: Kondisi : Garis Instruksi

PELAPORAN KEPALA UPB : 1. Pemberitahuan SB III, SB II dan SB I oleh


KEADAAN BENCANA : Informasi Pengelola Bendungan
BEND.JATIBARANG 2. Pengakhiran Keadaan Darurat di Bendungan
1 : Pengamatan / Pemantuan oleh pengelola Bendungan
(Observasi Lapangan)
WALIKOTA : 1. Keputusan untukEvakuasi Penduduk Oleh Walikota
2 : Mengevaluasi dan Mengambil 2. Pengakhiran Keadaan Darurat di Hilir Bendungan
SELESAI Tindakan Yang Penting) oleh Walikota

51
STRUKTUR ORGANISASI TIM KAJI CEPAT PENANGGULANGAN
Lampiran : Keputusan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang
Nomor : 360.1/23
Tanggal : 11 Juni 2011
Tentang : Pembentukan Tim Kaji Cepat dan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Kota Semarang

BENCANA kabupaten gowa Tim Kaji Cepat Penanggulangan Bencana


KOTA SEMARANG

Pengendali
Plt Ketua BPBD Kota

Ketua
Sekda Kota Semarang

Ketua Harian
Kepala Pelaksanaan BPBD Kota Semarang

Bendahara Sekretaris

Kepala Sub Bagian Keuangan BPBD Kota Semarang Kepala Seksi Kedaruratan Pada BPBD Kota Semarang

kepala seksi kepala


kepala kepala kepala kepala bidang kepala bidang kepala sub
BPBD Kota rekronstruksi pada kepala kepala bidang kepala bidang
kepala bidang bidang kepala bidang kepala bidang bidang pengelolaan penerangan bagian
Semarnag BPBD Kota bidang bidang perumahan kebersihan
pengembangan perencanaan PSDA bidang perkebunan rekayasa kelautan dan jalan umum peraturan
Semarang pelayanan rekayasa dan dan
teknologi dan pengembang lingkungan dan operasional dan teknis pada pesisir pada pada dinas perundang-
kesehatan teknis pada pemukiman pemeliharaan
pengembangan an wilayah TTG pada pada dinas kehutanan dinas dinas penerangan undangan
pada dinas dinas bina pada dinas pasar pada
lingkungan pada Bapermasper kebersihan pada dinas PSDA & kelautan dan jalan dan pada bagian
kesehatan marga tata kota dan dinas pasar
pada BLH Kota BAPPEDA & KB Kota Kota pertanian ESDM perikanan pengelolaan hukum
Kota Kota pemukiman Kota
Semarang Kota Semarang Semarang Kota Kota Kota reklame Kota setda Kota
Semarang Semarang Kota Semarang
Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang
Semarang

kepala
kepala
bidang kasubag
seksi kepala seksi kepala seksi kasubag
rekonstruksi perencanaan kepala bidang
logistik rehabilitasi kesiapsiaga umum dan sekertaris
dan dan evaluasi kesiapsiagaan
pada pada BPBD an pada kepegawaian BPBD Kota
rehabilitasi pada BPBD pada BPBD
BPBD Kota BPBD Kota BPBD Kota Semarang
pada BPBD Kota Kota Semarang
Kota Semarang Semarang Semarang
Kota Semarang
Semarang
Semarang

52
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN

 Kecamatan Bontonompo  Kecamatan Mamajang


JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN

 Kecamatan Patangga  Kecamatan Polombangkeng Utara


JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN

 Kecamatan Bajeng
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN
 Kecamatan Rappocini dan
 Kecamatan Panakkukang Kecamatan Tamalate
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN

 Kecamatan Tamanlarea
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN
• Kecamatan Mariso
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN

Kecamatan Bontomarannu
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN
Kecamatan Bajeng Barat
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN
  Kecamatan Barongbong                                  •  Kecamatan Galesong Utara 
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN
Kecamatan Manggala   Kecamatan Manggala 
JALUR EVAKUASI PER KECAMATAN

 Kecamatan Manggala 
SALAH SATU TITIK JALUR EVAKUASI

TEMPAT KUMPUL KEL.


JL. MANGKANG WETAN -MANGUNHARJO MANGKANG
Jumlah Penris 320 jiwa

 Jarak ±1.5km
 2x trip
 Menggunakan
Truk sebanyak
4 buah

TEMPAT EVAKUASI

Tempat Evakuasi :
Lapangan Bola Kel. Mangkang
Wetan

64
SISTEM GAWAR/WARNING SISTEM

Sistim Gawar di lokasi hilir bendungan


Sisteim Gawar di lokasi bendungan
(lokasi permukiman)

Kondisi Tanda Bunyi Sirine Kondisi Tanda Bunyi Sirine

Waspada nada terputus-putus Waspada tidak ada tanda Sistim Gawar


lambat apapun
Siaga nada terputus-putus agak Siaga interval nada agak lambat
cepat
interval nada cepat,
Awas/ Start untuk membunyikan kentongan yang
nada cepat tanpa Awas/ Start untuk
Evakuasi
Evakuasi dipukul secara terus menerus
terputus-putus
atau dengan bantuan pengeras
suara keliling

65
SARANA DAN PRASARANA EVAKUASI

TENAGA LISTRIK
Ketersediaan tenaga listrik di lokasi bendungan antara lain berasal dari :
• PLN untuk penerangan daerah sekitar bendungan
• Genset / Generator dengan kapasitas 17 KVA (Untuk tenaga Cadangan apabila PLN
mati)

PERALATAN, BAHAN DAN SDM


Peralatan dan bahan yang diperlukan dalam kondisi darurat menggunakan milik Pengelola
Bendungan (BBWS Pompengan-Jenebarang), BPBD Kabupaten Gowa

Sedangkan SDM setempat cukup banyak dan dapat dengan mudah digerakkan melalui
Lurah/Kepala Desa masing-masing, tenaga Pendukung dari OP Bendungan Jatibarang, Tim
SAR, Tim Medis, Limnas, Personil TNI dan Aparat Kepolisian .

Sarana Transportasi
Ketersediaan alat transportasi

66
JUMLAH PENRIS kabupaten gowa
Luas
Kecamatan Jumlah Jumlah Penris/ kec.
N0 Kecamatan Kelurahan (Jiwa)
(Km2)
1 Semarang Tengah 6,06 13 72525
2 Semarang Timur 7,70 8 79615
3 Semarang Barat 18,63 14 151791,85
4 Semarang Selatan 5,56 3 83133
5 Semarang Utara 10,97 9 127417
6 Genuk 23,98 5 82709
7 Gayamsari 5,25 2 74590,4
8 Gajahmungkur 5,00 7 29839
9 Tugu 32,28 7 64437,87
10 Ngaliyan 7,93 3 12357,85
11 Gunung Pati 11,31 6 1929,95
12 Mijen 12,75 1 6676,2

Sumber : Data BPS Kecamatan dalam Angka 2011, Hasil Survey Lapangan dan analisis

67
PENGAKHIRAN KEADAAN DARURAT
Pengakhiran Keadaan Darurat:
• Pengakhiran keadaan darurat pada bangunan bendungan dinyatakan oleh Pengelola
Bendungan (BBWS Pompengan - Jenebarang)
• Pengakhiran keadaan darurat pada daerah hilir bendungan dinyatakan oleh
Walikabupaten gowa
Daerah Hilir Dinyatakan Aman :
• Jika Genangan Banjir yang terjadi sudah mulai surut dengan ketinggian genangan
dibawah 0.5 m dan warga bisa kembali ke daerahnya masing-masing
Tindak Lanjut:
• Perbaikan prasarana yang rusak perlu dilakukan penanganan segera
• Perbaikan terhadap kelemahan yang menyangkut prosedur penanganan keadaan darurat
• Peningkatan kemampuan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi keadaan serupa
di masa mendatang.
• Persiapan Penyusunan Laporan Bencana.

68
BAGAN ALIR PENGAKHIRAN KEADAAN DARURAT
BENDUNGAN JATIBARANG
TINDAK DARURAT

BMG Pengelola Pembina: Mewakili Pemilik


Stasiun Klimatologi bendungan  Balai Bendungan Bendungan:
dan UPB (Unit Jatibarang :  Komisi Keamanan  Direktur Bina OP, BPBD kabupaten
Pemantau  Kepala Sub UPB Bendungan Subdit OP gowa
Bendungan)  Kepala UPB Bendungan
 Kepala BBWS
Pemali-Juana

USAHA PENANGANAN EVAKUASI


BENDUNGAN MASYARAKAT
SEMENTARA

Tidak
Tidak INFORMASI
BENDUNGAN DAERAH HILIR
KE MASYARAKAT
AMAN ? AMAN ?

Ya Ya

PENGAKHIRAN
KEADAAN
DARURAT

69
DISEMINASI/SOSIALISASI
• Sampai saat ini Diseminasi/ Sosialisasi akan dilakukan setelah Buku Panduan RTD disetujui oleh
Walikota
• Peserta diseminasi/sosialisasi akan diikuti antara lain oleh :
1. Bupati Gowa
2. Kepala Bappeda kabupaten gowa
3. Kepala BPBD atau Ketua Pelaksana harian kabupaten gowa,
4. Wakil dari BBWS Pompengan-Jenebarang,
5. Wakil dari Balai PSDA Kabupaten gowa
6. Wakil dari Dinas-Dinas terkait
7. Para Camat terkait ( yang wilayahnya terkena Dampak genangan Banjir)
• Nantinya hasil dari diseminasi tersebut telah didapatkan masukan-masukan dari stake holder dan
wakil dari instansi yang terkait guna perbaikan Draft RTD yang telah disusun.
• Perlu dijelaskan tanda-tanda untuk kondisi WASPADA, SIAGA dan AWAS. Tanda-tanda yang
dimaksud selain tanda-tanda untuk kondisi bendungannya juga diutarakan tanda-tanda untuk
persiapan di masyarakat.
• Menjelaskan tindakan yang dilakukan di hilir bendungan (masyarakat) dan instansi terkait/petugas
yang bertanggung jawab.
• Menjelaskan prosedur pengungsian dan Peta Jalur Evakuasi

70
PENGESAHAN PANDUAN RTD

• Menurut peraturan yang berlaku (PP No. 37 tahun 2010 tentang Bendungan) telah
dijelaskan bahwa Panduan RTD Bendungan baru dapat disosialisasikan kepada masyarakat
apabila telah disahkan dan ditandatangani oleh Bupati/Walikota yang bersangkutan untuk
dampak keruntuhan bendungan yang menggenangi area di satu kabupaten, dan disahkan
oleh Gubernur apabila genangan banjir terjadi di lintas kabupaten, dan oleh Menteri /cq
Dirjen SDA apabila genangan banjir terjadi di lintas provinsi.
• Panduan RTD Bendungan Bili-Bili akan disahkan oleh Bupati Gowa.
• Belum ada Proses pengesahan RTD karena masih pada tahap persetujuan atas kesepakatan
materi dan kewenangan dalam RTD Bendungan Bili-Bili oleh Balai Bendungan dan belum
ada diseminasi/ sosialisasi.
• Bukti persetujuan RTD dari Bupati Gowa

71
KESIMPULAN

Anda mungkin juga menyukai