Anda di halaman 1dari 32

Kelompok 4

Novika Abadi 7182220005


Nur R. Hanum 7183520005
Rieke Anggresti 7183520022
Lia Monica 7193220020
Nur Ika C. 7193520044

Bab 5 – Hak
Asasi Manusia
WARGA NEGARA

• Peserta , anggota atau warga dari suatu negara, yakni


peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan
kekuatan bersama atas dasar tanggung jawab bersama
dan untuk kepentingan bersama ( Rosyana, 2003).
• Anggota dari sebuah komunitas yang membentuk
negara itu sendiri (Hikam 1999).
• Bangsa Negara Indonesi asli dan bangsa lain yang
disahkan Undang-Undang sebagai Warga Negara
( Pasal 26UUD ‘45)
ELEMEN-ELEMEN DASAR
KEWARGANEGARAAN

• Keanggotaan dalam suatu komunitas/ level negara, di

dalam mana seseorang menjadi bagiannya dan yang

lainnya berada di luarnya.


• Identitas yang dimiliki bersama.
• Simbolisme yang dibuat oleh generasi sebelumnya yang

kemudian mengalami rekonstruksi terus menerus.


• Pragmatis.
• Kekuasaan membutuhkan legitimasi warga negara tetapi

sekaligus dapat membatasi.


ASAS KEWARGANEGARAAN

Kelahirann Perkawinan Pewarganegaraan

Ius Soli
Ius Sanguinis
Kesatuan Persamaan
(Tempat (Keturunan) Hukum Derajat
Lahir) Pasif

Aktiv
STATUS
KEWARGANEGARAAN

Bipatride Multi-patride
seseorang yang memiliki dua
Apatride
Keadaan dimana kewarganegaraan, hal ini terjadi jika orang
seseorang memiliki yang tinggal di negara A menikah dengan
Keadaan dimana seseorang 2 kewarganegaraan orang yang tinggal di negara B dan negara
tidak memeiliki status sekaligus, hal ini A dan B menganut asas sanguinus. mereka
kewarganegaraana diakibatkan karena pindah ke negara C ynag menganut juga
,diakibatkan negara asal atau negara asal dan negara asas ius sanguinus dan melahirkan
tempat kelahiran menganut kelahiran menganut seorang bayi. bayi tersebut memiliki tiga
Asas Ius Sanguinis. Asas Ius Soli. kewarganegaraan yang berasal dari negara
A, B, dan C.
WARGA NEGARA INDONESIA
Pasal 4 UU No. 12 Tahun 2006

Warga Negara Indonesia adalah:

1. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian

Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang-Undang ini berlaku sudah

menjadi Warga Negara Indonesia;

2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia;

3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga

negara asing;

4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara

Indonesia; 

5. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak

mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan

kepada anak tersebut;


6. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari
perkawinan yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia;
7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia;
8. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang
ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut
berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin;
9. Aanak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status
kewarganegaraan ayah dan ibunya;
10. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak
diketahui;
11. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai
kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya;
12. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara
Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan
kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan;
13. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah
atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
Pasal 5 UU No. 12 Tahun 2006
 
(1) Anak Warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18
(delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang
berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia.
 
(2) Anak Warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah
sebagai anak oleh warga negara asing berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui
sebagai Warga Negara Indonesia.
ASAS KEWARGANEGARAAN

1. Asas Ius Soli (Asas Kedaerahan)

2. Asas Ius Sanguinis (Asas Darah atau


Asas Keturunan)

3. Asas yang Bersifat Campuran


Ius Soli adalah penentuan status kewarganegaraan
berdasarkan tempat atau daerah atau kelahiran Asas Ius Soli
seseorang. (Asas Kedaerahan)

Beberapa negara di dunia menerapkan asas


kewarganegaraan Ius Soli antara lain :
• Brasil
• Meksiko
• Venezuela
• Argentina
• Ekuador
• Kanada
• Guatemala
• Peru
• Fiji
• Chili
• Amerika Serikat (khusus fungsinya sebagai
anggota Dewan Keamanan PBB)
Asas Ius Sanguinis Asas Ius Sanguinis adalah asas yang mengakui
(Asas Darah atau Asas kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunannya.
Keturunan) Kedudukan warga negara atau penduduknya didasarkan
kepada ikatan darah yang terjalin antara bayi yang baru lahir
dengan orang tuanya.

Beberapa negara yang menerapkan asas Ius Sanguinis


antara lain :
• Malaysia
• India
• Turki
• Belanda
• Brunei Darussalam
• Polandia
• Yunani
• Italia
• RRC (Republik Rakyat Cina)
• Korea Selatan
• Spanyol
• Jepang
Asas bersifat campuran ini dapat menyebabkan
terjadinya apatride (tanpa kewarganegaraan) atau
bipatride (kewarganegaraan ganda).

Negara yang menerapkan bipatride


Asas yang Bersifat (kewarganegaraan ganda) antara lain :
Campuran • India
• Pakistan
Asas Kewarganegaraan Asas Kewarganegaraan
Umum Dalam UU No.12 Khusus Dalam UU No. 12
Tahun 2006 Tahun 2006

1. Asas kelahiran 1. Asas kepentingan Nasional


2. Asas keturunan 2. Asas perlindungan maksimum
3. Asas kewarganegaraan tunggal 3. Asas persamaan didalam hukum dan
4. Asas kewarganegaraan ganda pemerintahan
terbatas 4. Asas kebenaran substantif
5. Asas non diskriminatif
6. Asas pengakuan dan permohonan
terhadap HAM
7. Asas keterbukaan
8. Asas publisitas
Cara Memperoleh dan Kehilangan
Kewarganegaraan Indonesia
1. Citizenship by birth,
Cara meperoleh kewarganegaraan berdasarkan
kelahiran. Asas yang digunakan adalah asas ius soli.
Cara 2. Citizenship by descent
Memperoleh Cara memperoleh kewarganegaraan berdasarkan
Status keturunan.
Kewarganegaraan 3. Citizenship by naturalisation
Pewarganegaraan orang asing melalui permohonan
menjadi warga negara setelah memenuhi
persyaratan-persyaratan yang ditentukan.
4. Citizenship by registration
Perolehan kewarganegaraan bagi mereka yang telah
memenuhi syarat-syarat tertentu dianggap cukup
dilakukan melalui prosedur administrasi pendaftaran
yang lebih sederhana.
5. Citizenship by incorporation of territo
Proses pewarganegaraan karena terjadinya perluasan
wilayah negara.
1. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya
sendiri
2. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan
lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat
kesempatan untuk itu
Cara Kehilangan Status 3. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas
Kewarganegaraan
permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah
berusia18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di
luar negeri.
4. Masuk ke dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu
dari Presiden (tidak berlaku bagi mereka yang mengikuti
program pendidikan)
5. Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan
Cara Kehilangan Status
Kewarganegaraan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai peraturan
perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh WNI.
6. Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji
setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut
7. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang
bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing
8. Mempunyai paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan
sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas
namanya
Cara Kehilangan
Status 9. Bertempat tinggal di luar wilayah NKRI selama 5 tahun secara terus-
Kewarganegaraan menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan
dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI
kepada perwakilan RI yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal
yang bersangkutan padahal perwakilan RI tersebut telah memberitahukan
secara tertulis kepada yang bersangkutan.
HAM bukan sekedar ha-hak dasar yang
Konsep Dasar Hak dimiliki manusia sejak dilahirkan ke dunia,
Asasi Manusia tetapi juga standar normatif yang bersifat
universal bagi perlindungan hak-hak dasar itu
dalam lingkup pergaulan nasional, regional,
dan global.
 
1. Piagam Madinah (Madinah 622)

2. Magna Charta (Inggris 1215)


Sejarah Hak
Asasi Manusia 3. Declaration of Independence (Revolusi Amerika

1276)

4. Declaration des Droits de’I Ihomme et du

Citoyen (Revolusi Prancis 1789)


PRINSIP – PRINSIP
HAM
1. Prinsip Universal
HAM berlaku bagi semua orang, tidak
3. Prinsip tidak dapat dipisahkan (indivisible)
memandang jenis kelamin, ras, agama, suku
Hak-hak sipil dan politik, maupun hak-hak
bangsa, dan statusnya.
ekonomi, sosial dan budaya serta hak
pembangunan, tidak dapat dipisah-pisahkan
2. Prinsip tidak dapat dilepaskan (inalienable)
baik dalam penerapan, pemenuhan,
Siapapun, dengan alasan apapun tidak dapat
pemantauan maupun penegakkannya.
dan tidak boleh mengambil hak asasi
seseorang. Seseorang tetap mempunyai hak
4. Prinsip saling tergantung (inter
asasinya kendati hukum di negaranya tidak
dependent)
mengakui dan menghormati hak asasi orang itu
Bahwa disamping tidak dapat dipisahkan, hak-
atau bahkan melanggar asasi tersebut.
hak asasi itu saling tergantung satu sama
lainnya, sehingga pemenuhan hak asasi yang
satu akan mempengaruhi pemenuhan hak
asasi lainnya.
5. Prinsip keseimbangan 6. Prinsip partikularisme
Perlu ada keseimbangan dan keselarasan diantara Khususan nasional dan regional serta berbagai
HAM perorangan dan kolektif di satu pihak dengan latar belakang sejarah, budaya, dan agama adalah
tanggungjawab perorangan terhadap individu yang sesuatu yang penting dan harus terus menjadi
lain, masyarakat dan bangsa di pihak lainnya. pertimbangan. Namun, hal ini tidak serta merta
Keseimbangan dan keselarasan antara kebebasan menjadi alasan untuk tidak memajukan dan
dan tanggungjawab merupakan faktor penting dalam melindungi HAM yang merupakan tugas semua
penghormatan, pemajuan, pemenuhan dan negara.
perlindungan HAM.
HAM DALAM UUD 1945
Adapun tujuan negara yang merupakan tujuan yang tidak pernah berakhir (never ending goal) adalah
sebagai berikut:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
2. Untuk memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial.

Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam permbukaan UUD 1945 tersebut,
negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia pada warganya.
Berikut merupakan rincian dari hak-hak asasi manusia yang terdapat dalam pasal-pasal UUD 1945:
Dan yang terakhir:
Terima Kasih
-Kelompok 4-

EVA SMITH ANNE JOHANSSON RICHARD ROE


“Venus has a beautiful name “Jupiter is a gas giant and the “Despite being red, Mars is a
and is the second planet from biggest planet in our Solar cold place, not hot. It’s full of
the Sun. It’s terribly hot, even System. It’s also the ourth- iron oxide dust, which gives
hotter than Mercury” brightest object in the sky” the planet its reddish cast”