Anda di halaman 1dari 8

Filsafat Ilmu

Stanley S Tjahjadi 11-777-035


Sakinah Alwy Alaydrus 11-777-036
Kelompok 7
Regita Ginanti Lalusu 11-777-037
Dewi Sartika Muliadi 11-777-038
Harry Susanto 11-777-039
Aliran
Epistemologi
 Epistemologi, berasal dari bahasa Yunani“episteme” (pengetahuan) dan
“logos” (kata/pembicaraan/ilmu/teori) adalah cabang filsafat yang
berkaitan dengan asal, sifat, dan jenis pengetahuan.
 Menurut Langeveld (1961), epistemologi membicarakan hakikat
pengetahuan, unsure-unsur dan susunan berbagai jenis pengetahuan,
pangkal tumpuannya yang fundamental, metode-metode dan batasa-
batasannya. 
 Menurut Musa Asy’arie, epistemologi adalah cabang filsafat yang
membicarakan mengenai hakikat ilmu, dan ilmu sebagai proses adalah
usaha yang sistematik dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran
yang terdapat pada suatu obyek kajian ilmu.
Empirisme
kata ini berasal dari kata Yunani empeirikos yang berasal dari kata

empeiria, artinya pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh

pengetahuannya melalui pengalamannya. Bila dirujuk kembali kepada kata

asalnya, pengalaman yang dimaksud ialah pengalaman inderawi.  Manusia

tahu gula manis karna ia pernah merasakannya. Menurut aliran ini

pertama-tama manusia itu kosong dari pengetahuan, lantas pengalamannya

mengisi jiwa yang kosong itu, lalu ia memiliki pengetahuan. sesuatu yang

tidak dapat diamati dengan panca indera bukan dinamakan

pengetahuan,jadi aliran ini menyatakan pengelaman indera itulah sumber

pengetahuan yang sebenarnya.


Rasionalisme
 Menurut aliran rasionalisme, sumber pengetahuan yang memadai dan dapat
dipercaya adalah rasio (akal). Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akallah
yang memenuhi syarat yang dituntut oleh sifat umum dan yang mutlak, yaitu syarat
yang dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah.
 aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan.
 manusia, menurut aliran ini, memperoleh pengetahuan melalui  kegiatan akal
mengakap objek. Tokoh alira nini Rene Descartes. Aliran Rasionalisme tidak
mengingkari peranan indera dalam memperoleh pengetahuan tetapi ia hanya sebatas
perangsang akal dan memberikan bahan-bahan  yang menyebabkan akal dapat
bekerja.
Intuisionisme
 Hendri Bergson adalah tokoh aliran ini. Ia menganggap tidak hanya indera yang

terbatas, akalpun terbatas. Objek-objek yang kita tangkap itu adalah objek yang

selalu berubah, jadi menurut aliran ini pengetahuan kita tentunya juga tidak pernah

tetap. Akal juga terbatas, akal hanya dapat memahami suatu objek bila ia

mengonsentrasikan dirinya pada objek tersebut, jadi dalam hal ini manusia tidak

mengetahui keseluruhan, tidak juga dapat memahami sifat-sifat yang tetap pada

objek, akal hanya mampu memahami bagian tertentu pada objek kemudian bagian-

bagian itu digabungkan oleh akal, sehingga terbentuk pengetahuan yang utuh.
Positivisme
 tokoh aliran ini August Compete (1798-1857) aliran ini menyatakan bahwa
indera itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, akan tetapi harus
dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen.
Kekeliruan indera dapat dikoreksi melalui eksperimen. Eksperimen
memerlukan ukuran-ukuran yang jelas dan sistematik. Panas diukur
dengan derajat panas, jauh diukur dengan meteran, berat dengan kiloan
dan sebagainya. Jadi pada dasarnya aliran positivisme bukanlah aliran
yang khas berdiri sendiri,ia hanya menyempurnakan aliran empirisme dan
rasionalisme yang bekerja sama.
Thankyou