Anda di halaman 1dari 28

SESI 3

SURVEY PENDAHULUAN
DAN SURVEY DETAIL
UNTUK DESAIN JEMBATAN
Oleh :

Andi Indianto, Drs. Ir . MT.

Disampaikan pada acara desiminasi jembatan di Palu

KEMENTRIAN PEKERJAAN UMUM


DIREKTORAT JENDRAL BINA MARGA
DIREKTORAT BINA TEKNIK
Jakarta, Oktober 2013
MATERI BAHASAN

1. Survey Pendahuluan
2. Survey Detail
3. Pradesain
4. Kriteria Desain Jembatan
PERANCANGAN JEMBATAN

Perancangan jembatan harus mengacu pada:

1. Teori-teori yang relevan.

2. Kajian dan penelitian yang memadai.

3. Aturan / tata cara yang berlaku.


ACUAN PERANCANGAN
• Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan,
BMS, 1992.
• Pembebanan Untuk Jembatan (SK.SNI T-
02-2016),
• Perencanaan Struktur Beton untuk
Jembatan (SK.SNI T-12-2004),
• Perencanaan struktur baja untuk jembatan
(SK.SNI T-03-2005),
• Standar perencanaan ketahan gempa
untuk jembatan (SNI 2833:2008/2016)
KRITERIA DESAIN JEMBATAN
• Memenuhi standar fungsi, kapasitas jembatan harus sesuai
dengan fungsi jalan.
• Memenuhi standar kenyamanan: Pengguna lalulintas tidak perlu
merubah kecepatan ketika melalui jembatan, pengguna lalulintas
tidak merasa terganggu perjalanannya dan tidak menimbulkan
kemacetan lalulintas.
• Memenuhi standar Keamanan: lalu lintas aman, tidak terjadi
kecelakaan lalulintas yang disebabkan oleh adanya jembatan.
• Memenuhi standar kekuatan dan kestabilan: Jembatan kuat dan
stabil dalam menahan beban baik beban lalulintas, aksi
lingkungan atau beban khusus
• Memenuhi standar ekonomi: secara ekonomi jembatan
menguntungkan, dapat menumbuhkan ekonomi daerah.
• Mudah dalam pelaksanaan. peralatan konstruksi tidak lebih
mahal dari jembatannya.
DIAGRAM ALIR PERENCANAAN

Survey Jembatan

Kompilasi data

Evaluasi data Pradesain

a. Type/model struktur
b Lebar jembatan dan bentang jembatan
c. Pilar jembatan
d. Posisi / letak kepala jembatan
e. Posisi struktur atas terhadap MAB/HWS/ bangunan lain dibawahnya
f. Bahan jembatan
g. Ukuran kepala dan pilar jembatan
h. Penentuan metoda konstruksi

Investigasi tanah

Evaluasi Modifikasi
Desain Pradesaian
akhir

Pembebanan Analisa struktur dan Gambar kostruksi -


Perhitungan dimensi Dokumen Hitungan -
Tahapan Perencanaan Jembatan.
Untuk menjamin desain jembatan memenuhi kriteria desain, maka desain jembatan
harus mengikuti proses desain sebagai berikut:
• Melakukan survey untuk mengumpulkan data-data dasar perencanaan dan untuk
mengetahui letak jembatan.
• Membuat pradesain/ rancangan awal berdasarkan hasil survey pendahuluan
• Melalukan pengkajian hasil pradesain , dan jika perlu melukan survey kembali untuk
memastikan:
1. Lebar dan Bentang jembatan.
2. Perlu tidaknya pilar.d. Letak kepala jembatan.
3. posisi struktur atas jembatan terhadap muka air banjir atau permukaan air laut
tertinggi atau bangunan lain yang ada dibawahnya.
4. Bahan – beban lain/khusus yang mungkin bekerja pada jembatan
5. Metoda konstruksi yang akan digunakan
• Menentukan desain akhir dari struktur atas dan bawah jembatan
• Melakukan Investigasi tanah
• Menentukan beban – beban yang bekerja pada jembatan
• Melakukan perhitungan / analisa struktur
• Menentukan dimensi tiap elemen jembatan
• Membuat gambar hasil perencanaan.
Rincian Tahapan Perencanaan Jembatan.
SURVEY PELAPOR
PRADESAIN SURVEY DETAIL DESAIN (PER. TEKNIS)
PENDAHULUAN AN

DAAT UTAMA .TOPOGRAFI


Study Literatur- Kontur sekiatar
-Peta topografi rencana jembatan PERHIT. STRUKTUR
-Peta geologi pada radius 100 m. Lantai jembatan.
-Perta tata guna lahan
Struktur atas jembatan.
-Hidrologi/Curah hujan
Kepala jembatan
-Penampang sungai. .GEOTEKNIK Pilar jembatan
Characteristic sungai- Sondir. Pondasi
-MAB dan MAN N SPT Bang. Pelengkap jembatan
(visual dan Borring
informasi dari
Penentuan B. atas.
.masyarakat)
Penentuan B bawah. Gambar
Elevasi permukaan desain.
lantai jembatan. Laporan
Posisi kep jemb dan .GAMBAR teknis.
pilar Lay out lokasi jembatan.
PENDUKUNG
DATA PENDUKUNG Tampak atas.
Aspek Lingkungan.
Jaringan jalan. Potongan memanjang
Pengumpulan doc
LHR. Potongan melintang.
amdal.
Lokasi material. Detail lantai dan struktur atas.
Lalu linta / Akses
Harga satuan bahan Detail kepala dan pilar jemb.
road
dan upah. Detail bangunan pelngkap
(sandaran, Exp joint, tumpuan,
jalan pendekat dll)
SURVEY PENDAHULUAN
DATA UTAMA : KEGUNAAN

 Study Literatur : Dokumen Amdal, Tata ruang


 Peta topografi dan geometri : Kontur/ letak/posisi jembatan
 Peta geologi : longsoran dan gempa
 Peta tata guna lahan : Rencana pengembangan
 Hidrologi dan Curah hujan : Perkiraan debit banjir
 Characteristic sungai : Posisi dan perlindungan pilar & kep. jemb
 MAB dan MAN : Penentuan clearance awal
(visual dan informasi dari masyarakat).
 Penampang sungai : bentuk dan bentang jembatan

DATA PENDUKUNG : KEGUNAAN

 Jaringan jalan. : Metoda konstruksi


 LHR. : Lebar jembatan
 Lokasi material. : Mobilisasi Bahan
 Harga sat bahan &upah. : Anggaran
SURVEY DETAIL
PARAMETER SURVEY KEGUNAAN

UTAMA •
 Topografi /
Kontur pada radius 100 m dari jembatan : Site plan
 Geoteknik : Investigasi tanah

PENDUKUNG •
 Aspek Lingkungan. : Sosiologi pelaksanaan
 Pengumpulan doc amdal : Penyusunan RPL & UPL
 Lalu lintas / Akses road : Sarana dan prasarana Transportasi
SURVEY DETAIL
PENENTUAN AREA SURVEY TOPOGRAFI
survey topografi dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan oleh
perencana berdasarkan survai lapangan.

Area yang harus disurvai topografi pada umumnya :

• 200 meter arah jalan masuk dan 200 meter arah jalan keluar jembatan.

• Juga pada daerah sungai sendiri sekitar 50 meter ke hulu dan 50


meter ke hilir untuk sungai yang lurus,

• tetapi untuk sungai yang berkelok paling sedikit 2 kelokan arah hulu
sungai dan 1 kelokan ke arah hilir sungai.
Peta situasi/topografi
INVESTIGASI TANAH ( IT)
IT dilaksanakan untuk :
Perancangan Pondasi jembatan
Perancangan Jalan pendekat jembatan (bridge approach/oprit)
Perancangan Stabilitas tebing sungai

JENIS
JENIS
No INVESTIGASI HASIL INVESTIGASI PARAMETER
PENGUJIAN
TANAH
1 Sondir Lapangan Daya dukung ujung dan qs dan qb
daya lekat / gesek tanah
2 N SPT Lapangan Tingkat kepadatan pada Nilai jumlah
tiap lapisan tanah pukulan (N)
3 Borring Laboratorium Kedalaman tiap lapisan h, , c, , q
tanah, Jenis tanah, berat isi
tanah, nilai cohesi, sudut
geser dalam, daya dukung
tanah,
PEMILIHAN JENIS
INVESTIGASI TANAH ( IT)

BENTANG JENIS JUSTIFIKASI


JEMABTAN INVESTIGASI
KURANG sondir (Dutch Cone) Minimal 2 titik dalam arah lebar
jembatan.
20 M
Atau 3 titik dalam arah panjang
jembatan.
Perlu ditambah jumlah titik uji jika
hasil uji meragukan.

LEBIH lebih baik dilakukan Cukup 1 titik untuk sekelompok


dengan Sondir ,bor pondasi
20 M
dan SPT.
PRADESAIN
Data – Data yang diperlukan
- Peta situasi/topograffi; penentuan posisi jembatan terhadap jalan dan sungai
- Peta geologi; berhubungan dengan peninjauan gempa dan longsoran
- Penampang sungai ; penentuan bentang , perlu tidaknya pilar, penentuan letak
pilar, penentuan letak kepala jembatan.
- Jenis sungai ; penentuan letak kepala jembatan, Clearance, perlu tidaknya pilar
- Muka air banjir ; posisi struktur atas
- Kecepatan arus air banjir ; gaya pada pilar

Setelah data-data diperoleh dan dianalisa, lalu ditentukan:


a. Letak / posisi jembatan
b. Tinggi jembatan dari muka air banjir/Elevasi permukaan lantai jembatan.
c. Letak / posisi kepala jembatan dan pilar (jika diperlukan )
d. Bentang jembatan
e. Bentuk struktur atas dan bawah jembatan
f. Penampang jembatan
PRADESAIN JEMBATAN
Parameter Perancangan / Kriteria desain

Tanjakan / Turunan
Perbandingan 1:30 untuk kecepatan kendaraan > 90 km/jam
Perbandingan 1:20 untuk kecepatan kendaraan 60 s/d 90 km/jam
Perbandingan 1:10 untuk kecepatan kendaraan < 60 km/jam

C = 0,5 m ; untuk jembatan di atas sungai pengairan


C = 1,0 m ; untuk sungai alam yang tidak membawa hanyutan .
C = 1,5 m ; untuk sungai alam yang membawa hanyutan ketika banjir
C = 2,5 m ; untuk sungai alam yang tidak diketahui kondisinya.
C = 5,1 m ; untuk jembatan jalan layang.
C  15 m; untuk jembatan di atas laut dan di atas sungai yang digunakan
untuk alur pelayaran. jenis sungainya, jalan : 5 m, laut 15 m ).
BIDANG AMAN DIBAWAH JEMBATAN
PENENTUAN POSISI DAN BENTUK JEMBATAN
PENENTUAN BENTANG JEMBATAN
DAN LETAK KEPALA JEMBATAN
DESAIN (PER. TEKNIS)
PERHIT. STRUKTUR •
 Lantai jembatan.
 Struktur atas jembatan.
 Kepala jembatan
 Pilar jembatan
 Pondasi
 Bang. Pelengkap jembatan

.GAMBAR •
 Lay out lokasi jembatan.
 Tampak atas.
 Potongan memanjang
 Potongan melintang.
 Detail lantai dan struktur atas.
 Detail kepala dan pilar jemb.
 Detail bangunan pelngkap (sandaran, Exp joint, tumpuan,
jalan pendekat dll)
Perencanaan dengan Batas Daya Layan ( ASD )
Perencanaan untuk perhitungan kekuatan struktur didasarkan kepada
tegangan kerja atau yang di ijinkan dari meterial pembentuk struktur
tersebut.
  Tegangan yang di ijinkan

 M
W
  y dimana :  y  Tegangan leleh
n
n = Angka keamanan
 Untuk Baja : n = 1,5
Untuk beton Uji kubus :
y n = 3 ( pembebanan tetap; D+L )
n = 1,8 (pemb. sementara; D+L+W(E))
Untuk beton Uji Silinder :
n = 2,5 ( pembebanan tetap; D+L )
 n = 1,5 (pemb. sementara; D+L+W(E))
Diagram Tegangan - Regangan .M  Momen beban yang bekerja
( tanpa faktor reduksi )
.W  Momen lawan
f c  0,83K
'
KOMBINASI BEBAN
Cara Batas Daya Layan (ASD)
Perhitungan berdasarkan ASD Tegangan berlebih diperbolehkan

Tegangan berlebihan yang diberikan dalam Tabel dibawah adalah


sebagai prosentase dari tegangan kerja yang diizinkan.
Perencanaan dengan batas kekuatan (UD)
Perencanaan untuk perhitungan kekuatan struktur didasarkan kepada tegangan
putus/ hancur dari meterial pembentuk struktur tersebut. 
u
 u  Tegangan ultimate
u  Mu
Z
M u  Momen Ultimate (Momen berfaktor )
Z  Momen lawan plastis

Diagram Tegangan - Regangan
NO JENIS BEBAN SIMBUL FAKTOR BEBAN
1 Beban mati (berat sendiri) DL Baja 1,1
      Beton pracetak 1,2
      Beton cor ditempat 1,3
2 Beban mati tambahan DL+   2
3 Gaya prategang Pr   1,15
Beban hidup lalu lintas (P,q,T,Rem,
4
Sentrifugal) LL   1,8
5 Beban tumbukan (kendaraan, kapal) Tef   1
6 Beban tumbukan (benda hanyutan ) Tef Jemb. (khusus) 2
      Jemb. Perm & semn. 1,5
7 Tekanan air mengalir Teu   1
8 Beban angin Tew   1,2
9 Beban gempa Teq   1
Umur rencana Jembatan
• Umur rencana jembatan min 50 tahun. Umur rencana
dipengaruhi oleh material/bahan jembatan dan aksi
lingkungan yang mempengaruhi jembatan. Jembatan
dengan umur rencana lebih panjang harus direncanakan
untuk aksi yang mempunyai periode ulang lebih panjang.

Pereode ulang (tahun)


Umur rencana
No Keadaan Batas Keadaan Batas
(tahun)
Layan Ultimate
1 50 20 1000
2 100 20 2000
Bahan Jembatan
• Bahan utama jembatan ditentukan berdasarkan bentuk dan bentang jembatan,
lokasi jembatan, dan umur rencana jembatan. Penggunaan bahan khusus
harus melalui uji material untuk mengetahui karakteristik dan sifat-sifat
fisiknya. Secara umum jembatan dapat menggunakan bahan:
• Beton bertulang dan Beton Prategang
• Baja dan Baja mutu tinggi

Mutu Beton ( fc’ ) ( Mpa) 30 40 50 60


Kuat Tekan (kg/cm2) 300 400 500 600

Jenis Baja Tegangan putus Tegangan leleh


minimum, fu minimum, fy
[MPa] [MPa]
BJ 34 340 210
BJ 37 370 240
BJ 41 410 250
BJ 50 500 290
BJ 55 550 410
Perhitungan mekenika teknik
( Analisa Struktur )
Struktur 2 Dimensi
• Rangka : Cremona , Ritter, KTS, SAP. MIDAS
• Balok tunggal : Kesetimbangan
• Balok menerus : Clapeyron, SAP
• Portal : Cross, Kani, Takabeya
• Lantai dan dinding : SAFE

Struktur 3 Dimensi
• Rangka, Girder, portal : SAP, MIDAS
• Jembatan gantung : SAP, MIDAS
• Jembatan Cable Stayed : SAP, MIDAS