Anda di halaman 1dari 42

PEDOMAN PENULISAN

KARYA TULIS ILMIAH

Rochestri Sofyan
Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri
KARYA TULIS ILMIAH
(SCIENTIFIC PAPER)

 PRODUK LITBANG
 SARANA & MEDIA KOMUNIKASI
 IDENTITAS & PRESTASI DIRI
KARYA TULIS ILMIAH
BERBOBOT
KOMUNIKATIF
BERSTRUKTUR & BERPOLA

ACUAN
 PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
P3TkN, 1999
 BUKU PANDUAN LITBANG BATAN, 1991
 THE ACS STYLE GUIDE, A Manual for Authors and
Editor, Janet S. Dodd, Ed, ACS, 1990
 TRELEASE, A.J., How to Write Scientific and
Technical Papers, Academic Press, London, 1972.
KPTP BERINISIATIF
MELAKUKAN SOSIALISASI
ULANG

PENULISAN KARYA TULIS


ILMIAH
TUJUAN SOSIALISASI
 PENYEGARAN
 KOMUNIKASI & INTERAKSI
 PENINGKATAN MUTU
 MENYERAGAMKAN SISTEMATIKA
PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH DI
PTNBR
 DAPAT MEMENUHI KRITERIA PENILAIAN
KARYA TULIS ILMIAH DALAM JABATAN
FUNGSIONAL PENELITI
 LAYAK DIPUBLIKASI DAN
DISEMINARKAN (TARAF NASIONAL,
REGIONAL, INTERNASIONAL).
TUJUAN PENULISAN KARYA TULIS
ILMIAH IALAH MENYAMPAIKAN
MATERI KARYA TULIS KEPADA
MASYARAKAT ILMIAH SECARA
LENGKAP DAN JELAS
PERLU DIHINDARI :
 SUKAR DIPAHAMI & KURANG
KOMUNIKATIF
 STRUKTUR TIDAK JELAS
JENIS KARYA TULIS
 HASIL PENELITIAN/EKSPERIMEN, HASIL
PENELITIAN/PERCOBAAN/PENGUJIAN
DENGAN PERLAKUANTERTENTU UNTUK
MENDAPATKAN FAKTA, PENGERTIAN
ATAUPUN PRINSIP BARU

 HASIL KEGIATAN SURVAI, HASIL


PENGAMATAN, PENGUMPULAN, ANALISIS,
PEMERIKSAAN DATA/INFORMASI ATAS
BERBAGAI GEJALA FISIS DAN SOSIAL
UNTUK MENGETAHUI KONDISI, SITUASI,
BENTUK, NILAI ATAU KETERANGAN LAIN
TENTANG SESUATU HAL/MASALAH
JENIS KARYA TULIS

 TINJAUAN PUSTAKA, ANALISIS BERBAGAI


DATA, NFORMASI DARI BERBAGAI SUMBER
PUSTAKA/REFERENSI TENTANG SESUATU
HAL/MASALAH UNTUK MENETAPKAN/
MENGEVALUASI HASIL PENELITIAN
TENTANG MASALAH YANG DISELIDIKI
TERSEBUT
 RANCANG BANGUN, KEGIATAN RANCANG
BANGUN YANG DIANALISIS MENGIKUTI
METODE ILMIAH DAN NALAR ILMIAH DAN
TEKNOLOGI UNTUK MENCIPTAKAN,
MEMODIFIKASI PERALATAN, INSTRUMEN,
SISTEM, PROSES ATAUPUN PRASARANA
JENIS KARYA TULIS

 BAHASAN TEORITIS, PEMBAHASAN TEORITIS


SECARA ILMIAH TENTANG SUATU HAL ATAU
MASALAH UNTUK MENINJAU ATAUPUN
MENGUPAS BERBAGAI ASPEK DARI MASALAH
TERSEBUT.
 LAPORAN TEKNIS, LAPORAN TENTANG DATA
DAN INFORMASI TEKNIS PELAKSANAAN
SUATU PENELITIAN ATAU KEGIATAN RUTIN
YANG TERENCANA ATAUPUN YANG
FENOMENANYA TELAH DIKETAHUI UNTUK
MENDAPATKAN INFORMASI TENTANG
PELAKSANAAN KEGIATAN TERSEBUT
 ILMIAH RINGKAS, LAPORAN ILMIAH YANG
DITULIS SECARA RINGKAS, AKAN TETAPI
SUBSTANSINYA TETAP UTUH
SUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH
Pada umumnya mengikuti empat pola
1. Pola penyusunan karya tulis hasil
eksperimen atau survei
Judul, penulis dan alamat, abstrak (dilengkapi
kata kunci), pendahuluan, teori (bila diperlukan),
tata kerja (bahan dan metode), hasil dan
pembahasan, kesimpulan, pernyataan terima
kasih (bila ada) dan daftar pustaka.
2. Pola penyusunan karya tulis tinjauan
pustaka, rancang bangun dan bahasan
teoritis
Tidak sepenuhnya dapat dibakukan, akan tetapi
tetap seperti butir satu, tanpa tata kerja dan hasil
SUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

3. Pola penyusunan laporan teknis


Sama dengan butir 1, akan tetapi pada
umumnya belum diperoleh kesimpulan yang
mantap atau bulat dari suatu masalah.
Khususnya di BATAN, laporan teknis harus
diberi cover khusus dengan tata letak
penamaan dan tata cara penomeran tertentu
seragam di seluruh BATAN (Dapat diminta di
Subbag. Dokumentasi Ilmiah).
4. Pola penyusunan karya tulis ilmiah
ringkas
Substansinya lengkap akan tetapi ditulis
secara ringkas
FORMAT STANDAR KARYA TULIS
ILMIAH UMUMNYA MELIPUTI

 PENDAHULUAN
 TEORI
 TATA KERJA
 HASIL DAN PEMBAHASAN
 KESIMPULAN
format ini sesuai dengan pola kegiatan riset atau
penelitian dalam pemecahan sesuatu masalah
secara ilmiah yang meliputi :

 penentuan masalah yang diteliti/diselidiki (define the


problems)
 pemecahan masalah, tentukan hipotesis (create a
hypoyhesis)
 lakukan eksperimen (conduct the experiment)
 analisis dan kesimpulan (analysis and draw conclusion)

format standar hanya memuat pokok-pokok


kerangka naskah dan dapat dimodifikasi/
dikembangkan sesuai dengan jenis dan lingkup
kegiatan ilmiah yang dilakukan.
Ada 4 hal pokok yang perlu diperhatikan
dalam penulisan karya ilmiah;

1. apa yang akan ditulis/dilaporkan; hasil


penelitian/survai, review, laporan teknis,
dsb.
2. media tempat tulisan dimuat, majalah,
risalah, bagian dari buku
3. pembaca atau audience
4. keaslian, beda naskah dengan naskah
lain pada subjek yang sama
Berdasarkan 4 hal tersebut dapat dengan jelas
ditentukan tujuan naskah/tulisan yang akan
dihasilkan, kelengkapan data/bahan tulisan
untuk selanjutnya dituangkan dalam format yang
meliputi

 pendahuluan
 teori
 tata kerja
 hasil dan pembahasan
 kesimpulan
Kalimat harus utuh dan lengkap, gunakan tanda
baca pada tempatnya dan untuk membedakan
anak kalimat dari induknya, hindari penggunaan
kata ganti orang (saya, kami, kita dsb), hindari
pemotongan kata,
terutama pada dasar halaman, jika diperlukan
pemotongan kata, lakukan secara benar

Gunakan bahasa Indonesia yang


benar/baku (Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia Yang Disempurnakan, Pedoman
Umum Pembentukan Istilah, Kamus
Bahasa Indonesia).
Hal yang sudah pasti dan benar tidak
perlu diungkapkan lagi contoh :

 pupuk hijau adalah pupuk organik


 larutan NaCl adalah NaCl dalam bentuk
larutan
 letusan gunung berapi memuntahkan
lahar
 radiasi  adalah radiasi pengion yang
dipancarkan oleh zat radioaktif yang
mengalami peluruhan
FORMAT :
JUDUL
 SINGKAT,  8 – 12 KATA
 JELAS/SPESIFIK
 MENCERMINKAN ISI
JUDUL YANG TERLALU PANJANG DIUSAHAKAN
DIPERPENDEK . BILA TIDAK MUNGKIN, DAPAT
DITULIS MENJADI DUA BAGIAN YAITU: JUDUL
DAN SUBJUDUL. UNTUK MEMUDAHKAN
PEMBUATAN INDEKS, JUDUL HENDAKLAH
MENGANDUNG SATU ATAU LEBIH KATA KUNCI
PENULIS & ALAMAT
NAMA
ALAMAT PENULIS

NAMA (TANPA GELAR/PANGKAT/JABATAN)


PENULIS UTAMA, perencana & penanggung jawab
utama kegiatan
PENULIS KEDUA…… dst,
kontributor utama yang lain cukup dicantumkan
dalam ucapan terima kasih
ALAMAT,
jelas dan dapat dihubungi
ABSTRAK
Ringkasan/rangkuman isi naskah, bersifat informatif, berdiri
sendiri satu alinea, tanpa tabel, rumus, gambar dan acuan
pustaka, menarik, mengandung informasi yang menimbulkan
minat pembaca untuk membaca keseluruhan naskah. Tersusun
tidak lebih dari 200 – 250 kata, dalam bhs. Indonesia & Inggris
biasanya ditulis setelah naskah tersusun karya tulis ilmiah hasil
penelitian memuat ringkasan tentang masalah, tujuan dan lingkup
penelitian, pemecahan masalah, metode, hasil utama &
kesimpulan. Hasil review memuat scope/lingkup, sumber yang
diacu/digunakan, metode dan hasil utama & kesimpulan.
Penulisannya diawali dengan judul karya tulis yang ditulis dengan
huruf kapital, diketik lima ketukan dari margin kiri
Karya tulis dalam bahasa Indonesia diawali dengan abstrak dalam
bahasa Indonesia, kemudian abstrak dalam bahasa Inggris.
Berlaku sebaliknya untuk karya tulis dalam bahasa Inggris.
KATA KUNCI
Di bawah abstrak ditulis paling sedikit tiga kata kunci yang
relevan dengan isi karya tulis, demikian pula di bawah
abstract ditulis paling sedikit tiga key words yang sesuai
dengan kata kunci pada abstrak (bhs. Indonesia).
Kata kunci harus benar-benar merupakan kata kunci dari isi
makalah yang dibahas, berguna untuk pembuatan indeks
atau data base .

contoh:
tuberkulosis, teknesium-99m, nanopartikel, termohidrolik,
reaktor TRIGA, terapi paliatif, unsur runutan.
Contoh bukan kata kunci:
evaluasi, penyerapan, penelitian awal, preparasi senyawa,
parameter, temperatur,larutan.
PENDAHULUAN
uraian singkat tentang pokok/latar belakang masalah, tujuan
dan kepentingannya diteliti, batasan/scope kegiatan, hipotesis
ataupun teori yang digunakan, ungkapkan pula apa yang telah
dilakukan sebelumnya oleh peneliti lain dan perbedaannya dari
penelitian lain atau yang sebelumnya tentang hal serupa.

TEORI
Diperlukan terutama bila persoalan yang dibahas didasarkan
atas teori tertentu, atau penulis hendak mengetengahkan teori
yang belum pernah dilaporkan, teori tersebut perlu diuraikan
secara rinci.Untuk karya tulis hasil eksperimen dan hasil survei,
penguraian teori secara rinci akan mampu memperjelas latar
belakang penelitian yang diungkapkan pada pendahuluan.
Untuk karya tulis hasil tinjauan pustaka dan bahasan teoritis,
pengungkapan teori akan dapat mempermudah uraian yang
akan disampaikan pada pembahasan. Untuk karya tulis rancang
bangun, penyampaian teori akan memperjelas penalaran yang
mengarah kepada penyuntingan metode analisis yang relevan
dalam pekerjaan rancang bangun.
TATA KERJA (termasuk bahan dan metode)
Bagian ini hanya diperlukan pada penulisan karya tulis hasil
eksperimen dan survei. Tata kerja (experimental method)
menguraikan tentang bahan, peralatan utama dan cara, rancangan
penelitian (exp. design) atau metode penelitian atau kegiatan yang
dilakukan.
Bahan yang diungkapkan hendaklah bahan-bahan utama atau
bahan khusus yang digunakan dan bukan bahan yang umum
digunakan di Lab. Bahan Kimia apabila diperlukan dapat dituliskan
rumus molekul atau strukturnya sejauh mungkin jangan gunakan
nama pabrik atau pembuat (trademark), kecuali jika ada hal khusus.
Pearalatan, sebutkan hanya peralatan utama dan penting,
ungkapkan pula spesifikasi peralatan, ketelitian dan karakteristik
lain dan cara penentuan ketelitian/karakteristik alat.
Pada bagian ini penting pula disebutkan prosedur, rancangan
penelitian dan kegiatan lain yang berhubungan dengan
pelaksanaan penelitian, termasuk pula cara/perlakuan, pengolahan
dan analisis data
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL
Tampilkan hanya data yang relevan dan telah diolah
berikut dengan perlakuan statistik yang digunakan. Data
tersebut ditampilkan dalam bentuk Tabel ataupun Gambar
(pilih salah satu yang sesuai)

PEMBAHASAN
Pembahasan yang dilakukan haruslah objektif dan sesuai
dengan data yang diperoleh (Tabel atau Gambar)
memperhatikan ataupun merujuk pula hasil penelitian lain
ataupun terdahulu. ungkapkan pula keterbatasan ataupun
limitasi dari hasil yang diperoleh dan periksa apakah hasil
yang diperoleh telah sesuai dengan maksud dan tujuan
penelitian tersebut, ungkapkan pula saran ataupun
penelitian lanjutan yang perlu dilaksanakan.
KESIMPULAN
pada bagian ini ungkapkan esensi dan arti penting
dari hasil penelitian tanpa mengulangi apa yang telah
diungkapkan dalam bagian diskusi. Kesimpulan ini
adalah kesimpulan menyeluruh hasil penelitian dan
bukan kesimpulan dari bagian-bagian peneitian
ataupun percobaan.

UCAPAN TERIMA KASIH


(ACKNOWLEGMENT)
ucapan terimakasih pada orang, institusi atau badan-
badan lain yang telah membantu baik dalam bentuk
fasilitas, dana ataupun peralatan bagi keberhasilan dan
kelancaran kegiatan penelitian dengan demikian
pembantu (co-authors) tidak perlu disebutkan.
DAFTAR PUSTAKA (references)
Semua bahan acuan dalam bentuk jurnal, buku
ataupun naskah ilmiah yang digunakn sebagai
referensi/acuan ditulis pada bagian ini. Reference
yang dirujuk haruslah yang benar-benar
mempunyai kontribusi nyata dalam penelitian
tersebut.
1. Pustaka (reference) dapat diacu dengan 2 cara :
penomoran dalam superscript atau tanda
kurung
- dalam pustaka 2 ……….
- dalam pustaka [2] ……..
2. tahun dalam tanda kurung, struktur enzim ini
juga telah dilaporkan oleh peneliti sebelum-
nya (Dardel et al., 1984)
CONTOH PENULISAN PUSTAKA
Buku, tanpa editor
1. CHUM, H. L.; BAIZER, M. M., The Electrochemistry
of Biomass and Derived Materials, ACS Monograph
183, American Chemical Society: Washington, DC,
1985;134-157.
2. STOTHERS, J. B.,Carbon-13 NMR Spectroscopy;
Academic Press, New York, 1972; Chapter 2.

Buku dengan editor


1. KOLAR, G. F. In Chemical Carcinogens, 2nd ed.,
Searle, C. E., Ed., ACS Monograph 182, American
Chemical Society, Washington DC, 1984; Vol. 2,
Chapter 14.
2. HAMMOND, C. R., The Element, Handbook of
Chemistry and Physics, 45th ed., Weats, C. R.,
Selby, S. M., and Hodgman, C. D., Eds., The
Chemical Rubber Co. Cleveland 1964; 27-47.
CONTOH PENULISAN PUSTAKA
Majalah
 ZAHIRUDDIN, Penentuan mangan, uranium, khrom, tembaga
dan molibdenum dalam baja spesial (baja uranium) dengan
cara aktivasi neutron, Majalah BATAN XI:2 (1972) 1- 15.
 MUNCK, L., Improvement of nutritional value in cereals,
Hereditas 72 (1972) 1- 21.
 FLETCHER, T., R.; ROSENFELD, R., N., J. Am.Chem.Soc.,
107 (9) (1985) 2203-2212.

Risalah
 MITCHELL, N, T., Transfer of radionuclides to man through
environmental pathways (Proc. of a Seminar on Population
Dose Evaluation and Standards for Man and His environment,
Portoroz, 1974), IAEA, Vienna, 1974; 485.
 SUGIHARTO, et al., Studi distribusi waktu tinggal pada proses
pencampuran kontinu dengan model bejana berderet (Risalah
Pertemuan Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Aplikasi
Isotop dan Radiasi, Jakarta 6-7 November 2001), Pusat
Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi,
Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jakarta 2002; 109.
CONTOH PENULISAN PUSTAKA

PATEN
1. JORDAN, O. D., Br. Patent 2 081 298, 1982
2. SMITH, J., U. S. Patent 2 542 356, 1956; Chem.
Abstr. 51 (1961) 2870
TESIS
1. FLEISSNER, W., Ph.D. Dissertation, University of
Tennesee, 1984
LAPORAN TEKNIS
1. DUYEH SETIAWAN, Pembuatan radioisotop 58Co
dengan bahan sasaran 58NiO, Laporan Teknis
P3TkN-301010/2002, Pusat Penelitian dan
Pengembangan Teknik Nuklir, BATAN (2002).
KOMUNIKASI PRIBADI
1. .…………(komunikasi pribadi)….
CONTOH PENULISAN PUSTAKA
PUBLIKASI BADAN PEMERINTAH

Badan pemerintah selalu menerbitkan berbagai informasi atau


referensi dalam bentuk brosur, pamflet, leaflet, buku, jurnal, map
dsb. Informasi atau terbitan ini kadang-kadang mempunyai
pengarang (authors) atau editor dan kadang tidak dan kadang-
kadang diterbitkan secara khusus (bukan melalui penerbit tertentu).
Untuk mengutipnya, publikasi dalam bentuk jurnal atau buku ditulis
miring (italic) serta publikasi lain dan undang-undang ditulis dalam
tanda kutip (“”).
1. SHERMA, J. PEROZA, M., Manual of Analytical Quality Control
for Pesticide and Related Compounds ; U.S. Environmental
Protection Agency. U. S. Government Printing Office;
Washington, DC, 1979;EPA-600/1-79/008
2. “Toxic Substance Control Act”; Public Law 94-469, 1976
3. Pesticides Analytical Manual, U.S. Departement of Health,
Education and Welfare, Food and Drug Administration, U. S.
Government Printing Office: Washington, DC, 1982, Vol. 1.
GOOD FORM AND USAGE
Tenses
1. Experimental facts: The experimental facts should be
given in the past tense. For example: The plants grew
better in A than in B. The dry weight was greater in A
than in B.
2. Presentation: The remark about the presentation of
data should be mainly in the present tense. For
example: Diagram of dry yields are shown in Figure 3.
The second column of Table 2 represent the dry
weight of tops.
3. Discussion of result: Discussion of result may be in
both the present and past tense, swingging back and
forth from the experimental facts to the presentation.
For example: The highest dry weight is shown for
culture A, which received the greatest amount of
ammonium salt. This may mean that the amount of
nitrogen added was the determining condition for
these experiment.
GOOD FORM AND USAGE

 Scientific conclution: Specific conclution and


deduction should be stated in the past tense,
because this always emphasizes the special
condition with the general ones. For example: Rice
grew better, under the other condition of these
tests, when ammonium sulphate was added to the
soil. Do not say: Rice grows better when
ammonium sulphate is added to the soil.

 General truth: When general truth is mentioned, it


should of course, be stated in present tense.
Logically, a general truth is without time distinction.
For example, one may say, “many years ago
scientist were convinceed that malaria is cause by a
germ carried by a certain species of mosquito”.
Well establish principles of mathematics, physics
and chemistry should be put in present tense.
GOOD FORM AND USAGE

however accordingly then

yet hence indeed

still moreover otherwise

nevertheless also although

so thus whereby

therefore likewise even more

consequently further more meanwhile


 Food is one of the basic human needs,
however post harvest food losses in
developing countries are enormous
 The whole blood was added to the RPM
medium, lymphocyte cells grew accordingly
 The solution was heated during 30 minutes
at 150 oC, then it was added by …….
 Radionuclide 99mTc is a short lived (t1/2 – 6 hr)
gamma emitter, having gamma energy
suitable for imaging using gamma camera,
moreover wide availability via the 99Mo/99mTc
generator, therefore 99mTc is the preeminent
isotope in nuclear medicine
 The fertilizer must be added to the soil,
otherwise the plant can not grow well.
 The pH of medium was extremely low,
nevertheless that pathogenic bacteria was
still able to grow
 Although several 99mTc
radiopharmaceuticals have been made
successfully in PTNBR, considerable effort
is still being expended to understand their
biological mechanisms of action
 Theoritical results obtained indicated that
the pH optimum was 7,2 , meanwhile the
experimental results showed that the pH
optimum was 7,1.
 Suitable condition for heating process was
found, whereby the energy consumed can
be calculated.
BAHASA INDONESIA
Kata kerja : akhiran kan
Kata benda : akhiran an
Contoh:
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa
Penunjukan Bapak A sebagai ketua RT didukung oleh
keinginan warga
Selama penyimpanan terjadi kenaikan kadar NH3
* AKHIRAN i DAN kan PADA KATA KERJA
Kata kerja berakhiran i subjek tidak bergerak, berulang kali
dilakukan, dikenai suatu aksi
Jambu dilempari batu oleh anak nakal
Penjambret dipukuli polisi
Larutan NaCl ditambahi etanol
* KATA KERJA BERAKHIRAN kan SUBYEK BERGERAK
Etanol ditambahkan ke dalam larutan NaCl
Cambuk dipukulkan ke punggung kuda
* PENGGUNAAN AWALAN
1. Kata berfenom awal k diberi awalan meng, maka
huruf/fenom awal menjadi luluh.
meng-kait-kan : mengaitkan
meng-kesan-kan : mengesankan
2. Kata berfenom awal konsonan kembar kr, pr, tr,
diberi awalan meng, mem, men.
mengkristal, mengkritik, memprotes, memproses,
mentraktir
3. Kata berfenom awal s diberi awalan meny, maka
huruf /fenom awal menjadi luluh.
meny-sadar-kan : menyadarkan
meny-sukses-kan : menyukseskan
meny-sesal-kan : menyesalkan
*KATA ASAL UBAH

 berubah berobah (salah)


 mengubah merobah, merubah
(salah)
 perubahan perobahan (salah)
 diubah dirubah, dirobah
(salah)
*PENGARUH BAHASA DAERAH
Berdasarkan data yang kumpul, penelitian
sudah dianggap hasil.

Mengenai kemurnian radiokimia seperti telah


dibahas di atas, adalah lebih besar dari 95%.

*KALIMAT: Deretan kata yang tersusun


menurut kaidah yang baku
Kata benda, kata kerja, kata sifat, keterangan,
kata kerja (adverbia), kata depan (preposisi), kata
sambung (konyugasi).
*SUSUNAN KALIMAT
subjek: predikat : objek : keterangan
(kata benda) (kata kerja)
(dibendakan) (kata sifat)
(kata sambung)
 Titik leleh dengan melting block dan
identifikasi dengan spektrometri IR.
 Pada awalnya dilakukan dengan
menggunakan metode konvensional.
 Data terkumpul di teras reaktor dan di
ruang kontrol, sedang dievaluasi.
*AWALAN YANG MENUNJUKKAN TEMPAT
DITULIS SECARATERPISAH
di dalam, di atas, di halaman 23, ke dalam labu
ditambahkan, direaksikan, dievaluasi, kekerasan,
kelarutan.

*KATA YANG BERASAL DARI KATA ASING,


DIAMBIL YANG PALING MENDEKATI BUNYI
ASLINYA (LAFAL ASLINYA)

survei, riset, sains, sampel, analisis,


elektroforesis, standardisasi, dsb.
maksimal : kata sifat
Anda harus bekerja semaksimal
mungkin
maksimum : kata benda
kapasitas maksimum

personal : bersifat pribadi atau


perseorangan
personel /personil : pegawai, anak buah
urusan personel, urusan
pegawai/personalia