Anda di halaman 1dari 20

Presentasi Kasus

Low Back Pain


Myogenic

O L EH :
N U R H ES T Y FA CH N Y B .U
RI N I A S TU TI
M A FA L I N A A MA LI A
Latar belakang
Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Hal itu disebabkan
oleh posisi geografis dan geodinamiknya, sehingga Indonesia memiliki
aktivitas vulkanik dan kegempaan yang cukup tinggi. Posisi ini juga
menyebabkan bentuk relief Indonesia yang sangat bervariasi, mulai dari
pegunungan dengan lereng yang curam sampai daerah landai disepanjang
garis pantai yang sangat panjang, yang kesmuanya memiliki kerentanan
terhadap ancaman bahaya tanah longsor, banjir, abrasi dan tsunami. Hal ini
menimbulkan berbagai masalah seperti hilangnya nyawa, harta, benda dan
terganggunya kesehatan bagi warga yang terdampak. Salah satu masalah
penurunan kesehatan yg ada adalah timbulnya keluhan nyeri punggung
bawah akibat dari pasca bencana, dimana warga yang bekerja
membersihkan sisa dari bencana melakukan gerakan mengangkat dan
mengangkut yg salah. Fisioterapi berperan untuk mengembalikan gerak dan
fungsi agar masyarakat dapat beraktifitas tanpa adanya keterbatasan.
Pengertian LBP Myogenik
Nyeri punggung bawah miogenik berhubungan dengan stress/strain
otot punggung, tendon, ligament yang biasanya ada bila melakukan
aktivitas seharihari berlebihan. Nyeri barsifat tumpul, intensitas
bervariasi seringkali menjadi kronik, dapat terlokalisir atau dapat
meluas ke sekitar glutea. Nyeri ini tidak disertai dengan hipertensi,
parestesi, kelemahan atau defisit neorologis. Bila batuk atau bersin
tidak menjalar ke tungkai (Paliyama, 2003)
Patofisiologi
Berbagai struktur yang peka terhadap nyeri terdapat di punggung
bawah. Struktur tersebut adalah periosteum, 1/3 bangunan luar anulus
fibrosus, ligamentum, kapsula artikularis, fasia dan otot. Semua struktur
tersebut mengandung nosiseptor yang peka terhadap berbagai stimulus
(mekanikal, termal, kimiawi). Bila reseptor dirangsang oleh berbagai
stimulus lokal, akan dijawab dengan pengeluaran berbagai mediator
inflamasi dan substansi lainnya, yang menyebabkan timbulnya persepsi
nyeri, hiperalgesia maupun alodinia yang bertujuan mencegah
pergerakan untuk memungkinkan perlangsungan proses penyembuhan.
Salah satu mekanisme untuk mencegah kerusakan atau lesi yang lebih
berat ialah spasme otot yang membatasi pergerakan. Spasme otot ini
menyebabkan iskemia dan sekaligus menyebabkan munculnya titik picu
(trigger points) yang merupakan salah satu kondisi nyeri (Meliala dkk,
2003).
Anatomi
Keterangan :
1. M. oblique internus abdominis
2. M. intertransversarii lateralis
lumborum
3. M. oblique eksternus abdominis
4. Mm. Multifidus
5. M. transversus abdominis
6 6. M. quadratus lumborum, fascia
1 5
2
3
4
Otot-otot punggung
(Spaltecholz, 1987)
Status Klinis
Keterangan Penderita
Nama : Tn. x
Umur : 50th
Jenis Kelamin : Laki laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Tani
Alamat : Desa Glinggangan, Dusun Ngaluran.
Riwayat Penyakit
KU: TD : 125/80mmHg
Pasien mengeluh sakit punggung RR : 20x/m
bawah.
HR : 80x/m
RPS:
BB : 60kg
Tiga minggu yang lalu pasien
merasakan sakit di punggung TB : 165cm
bawah setelah bersih bersih
timbunan longsor
RPD:
Jantung (-)
DM (-)
Hipertensi (-)
Inspeksi
Statis
- Anterior :
Shoulder simetris
SIAS simetris
- Posterior
 Scapula simetris
 SIPS simetris
 Pelvic simetris
- Lateral
 Kepala simetris
 Tampak lordosis pada lumbal
Inspeksi Dinamis
- Gait analisis normal
- saat berjalan badan agak condong kebelakang
Palpasi
- Suhu: normal
-Oedema: tidak ada
- Spasme: m. erector spine, m. Multifidus, m. transversus abdominis.
Pemeriksaan Spesifik
Spesifik Test:
Lasseque (-)
Bragard (-)
Neri (-)
Patric (-)
Contra patrick (-)
Nyeri: menggunakan VAS
Nyeri diam : 3
Nyeri tekan: 4
Nyeri gerak: 5
Pemeriksaan Gerakan Dasar

a. Gerak Aktif
Pasien mampu menggerakkan secara aktif gerakan trunk ke segala
arah gerakan tidak Full ROM, ada keluhan nyeri.
b. Gerak Pasif
Pasien mampu digerakkan pasif pada trunk ke segala arah gerakan
yaitu gerakan fleksi, ekstensi, side fleksi kanan, side fleksi kiri,
tidak full ROM, ada keluhan nyeri.
c. Gerak Aktif Melawan Tahanan
Pasien mampu melawan tahanan minimal yang diberikan untuk
gerakan trunk ke segala arah gerakan, ada keluhan nyeri pada
pinggang bawah.
Kekuatan otot : menggunakan
MMT
 fleksor trunk M. Rectus abdominis : 4
ekstensor trunk M.quadratus lumborum :4
Lateral fleksi trunk M. Erector spine :4
Rotasi trunk M. Rotatorer : 4
LGS
Posisi normal = 44 cm selisih posisi normal ke fleksi dan ekstensi
Fleksi trunk = 46 cm 2 cm
Ekstensi trunk = 37 cm 7 cm
Untuk gerakan side fleksi kanan dan side fleksi kiri diukur dari jari
terpanjang sampai ke lantai
Ka Ki selisih
Posisi normal 57 cm 57 cm slide fleksi kanan =12 cm
Side Fleksi 45 cm 46 cm slide fleksi kiri =11 cm
Diagnosa Fisioterapi
Impairment
Terdapat spasme pada m.erector spine, m. Multifidus, m. transversus
abdominis.
Terdapat nyeri diam, tekan dan gerak.
Functional Limitation
Pasien tidak mampu duduk lama dan saat bangun dari duduk nyeri
meningkat.
Partisipation Restriction
Pekerjaan pasien sebagai tani terganggu.
Underlying Proses
Mengangkat beban yang salah

Spasme otot paravertebra

LBP ex Myogenic

Nyeri dan spasme Keterbatasan Penurunan ADL terganggu


LGS MMT trunk

- Massage
-Mc. Kenzie

•Tujuan jangka pendek

Mengurangi nyeri
Mengurangi spasme
Meningkatkan LGS trunk
•Tujuan jangka panjang
Meningkatkan aktivitas fungsional pasien
Program Fisioterapi
Jangka pendek
Mengurangi nyeri
Mengurangi spasme
Meningkatkan LGS trunk

Jangka panjang
Mengembalikan aktivitas fungsional pasien
Intervensi
Massage
Gerakan Massage dengan metode stroking, friction atau Effleurage pada
punggung dilakukan dengan usapan kedua tangan dengan tekanan
toleransi pasien dengan gerakan dari arah distal ke proksimal dengan
tekanan yang kuat, lalu kembali lagi kearah distal dengan tekanan yang
minimal.
Dynamic Neuromuscular Stabilization
Merupakan kombinasi dari latihan manual dibantu stimulasi reflek dimana
akan mempengaruhi seberapa besar nyeri dari penambahan tersebut.
Pendekatan ini menekankan pentingnya otot yang tepat untuk gerakan
yang efisien dalam menekan beban tekan yang terjadi pada postur statis.
Latihan DNS
MC KENZIE
DYNAMIS LOADING STRATEGIES
APPLIED TO THE SPINE IN THE MC
KENZIE METHOD:
A. FLEKSION IN STANDING
B. EKSTENSION IN STANDING
C. FLEKSION IN LYING
D. SIDE GLIDE IN STANDING
E. THERAPIST-ASSISTED SIDE
GLIDE IN STANDING
Edukasi
 Melakukan kompres panas / hangat pada otot- otot punggung bawah

dengan cara merendam handuk pada air hangat, kemudian dibalutkan pada otot yang spasme,diganti
setiap 5 menit dengan waktu 20 menit.

 Mengajarkan pasien untuk mengangkat beban secara benar ( lifting

technic), antara lain :

(1) Beban harus sedekat mungkin dengan tubuh.

(2) punggung dalam keadaan lurus.

(3) Hindari torsi / gerakan berputar pada vertebra,

(4) Percepatan mengangkat konstan.

 Mengajarkan bangun dari tidur dengan memiringkan badan terlebih dahulu.