Anda di halaman 1dari 32

FRAKTUR TERBUKA 1/3 MEDIAL FEMUR

SINISTRA

Disusun Oleh :

ELISABETH SINTAULI SITORUS

NYAI HARTATI NINGSIH

Pembimbing:

dr. Syamsul bahri Sp.An


TINJAUAN PUSTAKA
FRAKTUR
Etiologi
Proses Terjadinya Fraktur

 Trauma langsung
Trauma langsung menyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada
daerah tekanan. Fraktur yang terjadi biasanya bersifat kominutid dan jaringan lunak ikut
mengalami kerusakan

 Trauma tidak langsung


Trauma tidak langsung apabila trauma dihantarkan ke daerang yang lebih jauh dari
daerah fraktur dan jaringan lunak biasanya tetap utuh.
Proses Terjadinya Fraktur
Tekanan pada tulang dapat berupa:
Tekanan rotasi yang menyebabkan fraktur bersidat spiral atau oblik
Tekanan membengkok yang menyebabkan fraktur transversal
Tekanan sepanjang aksis tulang yang dapat menyebabkan fraktur impaksi, dislokasi, atau
fraktur dislokasi.
Kompresi vertikal dapat menyebabkan fraktur komunitif
Trauma langsung disertai dengan resistensi pada satu jarak tertentu akan menyebabkan
fraktur oblik atau fraktur Z
Trauma karena tarikan pada ligamen atau tendo yang menarik sebagian tulang
Klasifikasi Fraktur secara klinis

 Fraktur tertutup (closed), bila terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar.
 Fraktur terbuka (open, compound), terjadi bila terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan
dunia luar karena adanya perlukaan di kulit.
 Fraktur komplikata (complicated fracture)
 Fraktur non komplikata (uncomplicated fracture)
 Fraktur parsial
Klasifikasi menurut penyebabnya:

2.
3.)
Deskripsi fraktur

 Komplit atau tidak komplit


 Bentuk garis patah dan hubungannya dengan mekanisme trauma
 Jumlah garis patah
 Bergeser (displaced) atau tidak bergeser (undisplaced)
 Terbuka atau tertutup
Diagnosis fraktur
Penatalaksanaan
FIKSASI
Ekternal / OREF
(Open Reduction External Fixation)
 Gips ( plester cast)
 Traksi
Jenis traksi :
 Traksi Gravitasi :  U- Slab pada fraktur humerus
 Skin traksi
Tujuan menarik otot dari jaringan sekitar fraktur sehingga fragmen akan kembali ke posisi
semula. Beban maksimal 4-5 kg karena bila kelebihan kulit akan lepas
 Sekeletal traksi : K-wire, Steinmann pin atau Denham pin.
Indikasi OREF  :

 Fraktur terbuka derajat III


 Fraktur dengan kerusakan jaringan lunak yang luas
 fraktur dengan gangguan neurovaskuler
 Fraktur Kominutif
 Fraktur Pelvis
 Fraktur infeksi yang kontraindikasi dengan ORIF
 Non Union
 Trauma multiple
Internal / ORIF
(Open Reduction Internal Fixation)
Indikasi ORIF :
Fraktur yang tak bisa sembuh atau bahaya avasculair nekrosis tinggi, misalnya fraktur talus
dan fraktur collum femur.
Fraktur yang tidak bisa direposisi tertutup. Misalnya fraktur avulse dan fraktur dislokasi.
Fraktur yang dapat direposisi tetapi sulit dipertahankan. Misalnya fraktur Monteggia, fraktur
Galeazzi, fraktur antebrachii, dan fraktur pergelangan kaki.
Fraktur yang berdasarkan pengalaman memberi hasil yang lebih baik dengan operasi,
misalnya : fraktur femur.
Penyembuhan Fraktur
Malunion
Malunion
Delayed union
Delayed union
Nonunion
 apabila fraktur tidak menyembuh antara 6-8 bulan dan tidak
didapatkan konsolidasi sehingga terdapat pseudoartritis (sendi
palsu).
 Pseudoartritis dapat terjadi tanpa infeksi tetapi juga terjadi
bersama-sama infeksi disebut infected pseudoartritis.
Kompartermen cairan tubuh
Syok hemoragik adalah kehilangan akut volume peredaran darah
yang menyebabkan suatu kondisi dimana perfusi jaringan menurun
dan menyebabkan inadekuatnya hantaran oksigen dan nutrisi yang
diperlukan sel. Keadaan apapun yang menyebabkan kurangnya
oksigenasi sel, maka sel dan organ akan berada dalam keadaan syok
Penatalaksanaan
LAPORAN KASUS
 
Seorang laki-laki umur 35 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas kendaraan roda 2, datang ke IGD RSPM, dengan fraktur
femur 1/3 tengah sinistra terbuka, banyak perdarahan. Pasien gelisah, acral dingin , merontah-rontah dengan keadaaan
umum sebagai berikut : diperiksa dr. Triase ( Anda berdua)
BB : 70 kg
Vital Sign
TD : 80/ 40 mmHg
HR : 140-150 x/ menit
T: 38° C
RR: 36-40 x/menit
SaO2: 89-91%
HB : 5 gr%
Catatan Urine : -
Seandainya Anda sebagai dr. Triase . Bagaimana penangganan pasien tersebut ?
 I. Penatalaksanaan awal
 A.    Pemeriksaan jasmani
 Meliputi penilaian ABCDE, serta respon penderita terhadap terapi, yakni melalui tanda-tanda vital, produksi urin dan
tingkat kesadaran.
 Airway
 pastikan jalan nafas bebas
 Breathing
 pasang 02 sebanyak 10-15 l/ menit via sungkup non re breathing
 Sirkulasi
  Kontrol pendarahan dengan:
-          Mengendalikan pendarahan
-    Memperoleh akses intravena yang cukup
      Menilai perfusi jaringan
 Pengendalian pendarahan:
 Dari luka luar à tekanan langsung pada tempat pendarahan (balut tekan) 
 Disability : pemeriksaan neurologi
 Menentukan tingkat kesadaran, pergerakan mata dan respon pupil, fungsi motorik dan sensorik. Manfaat: menilai
perfusi otak, mengikuti perkembangan kelainan neurologi dan meramalkan pemulihan. Pada pasien ini nilai GCS
<15
 Exposure : Pemeriksaan lengkap
 Pemeriksaan lengkap terhadap cedera lain yang mengancam jiwa serta pencegahan terjadi hipotermi pada
penderita. Dalam hal ini buka semua pakaian pasien, liat jejas dari bagian bawah sampai bagian atas, selimuti
cegah hipotermi
 II. terapi cairan awal
 pasang infus 2 line, beri cairan kristaloid :20-30cc/kg bb
 20x 70= 1400 cc , 30x70 = 2100 cc . berarti cor dengan larutan ringer laktat sebanyak 4 fls
 III. Derajat Syok
 Pada kasus ini pasien termasuk dengan syok grade 4
 Sehingga memerlukan tranfusi darah :
 HB : target Hb- target sekarang x BB x 3
 = (10-5 )x70x3 =1050cc sehinggadiperlukan PRC sebanyak 3-4 kantong .
 IV. Pantau vital sign pasien dan urin out put
 VI. Rencana
 -Pemeriksaan elektrolit
 -Rujuk ke spesialis bedah