Anda di halaman 1dari 45

Checklist

01 03 Rating
Scales

Participant
TEKNIK PENCATATAN
02
Chart OBSERVASI

Ditya Indria
Sari,S.Psi,M.Psi.,Psikolog

EVENTS 04
Fak Psi Unjani
BACK

TEKNIK PENCATATAN CHECKLIST

SUBPOKOK BAHASAN
1. Gambaran Umum
2. Reliabilitas dan Validitas
3. Jenis-jenis checklist
4. Pembuatan checklist
5. Contoh checklist
6. Pengolahan data checklist
7. Penarikan kesimpulan
8. Penggunaan checklist
9. Kelebihan checklist
10. Kelemahan checklist
BACK

GAMBARAN UMUM

Suatu checklist adalah teknik


pencatatan yang menyatakan
keberadaan atau
ketidakberadaan sesuatu
Contoh sederhana :
Daftar belanjaan
Daftar hadir
 benar-benar menunjukan
ada atau tidak ada  pada
realitasnya ada 2
kemungkinan option
BACK

Dalam psikologi ketika


mengamati perilaku manusia,
checklist digunakan untuk
mencatat / merekam kejadian
tentang specific behavior in a
given context (perilaku spesifik
di dalam konteksnya) Kata kuncinya :
“specific
behavior” dan
“given context”
Specific behavior
● Perilaku yang spesifik
● Mengindikasikan bahwa checklist dibuat jauh sebelum observer melakukan
observasi, observer tidak dapat menyusun suatu checklist sampai observer
mengetahui hal apa saja yang observer inginkan ada dalam daftar
Given context

● Beberapa perilaku yang ada dalam daftar besar peluangnya akan muncul
dalam setting dan situasi tertentu
● Contoh, checklist tentang perkembangan fisik atau perilaku motorik  diamati
ketika anak berada pada setting dimana perilaku yang ada dalam daftar
peluangnya besar untuk muncul  di tempat bermain
BRANDT (1975) dua tipe pencatatan
● Static description  menunjuk kepada karakteristik individu atau setting yang
relatif tidak berubah
○ Contoh : usia, jenis kelamin, suku bangsa /ras, status sosio-ekonomi
● Actions description/action checklist

Berisi daftar perilaku tertentu


● Action checklist merekam kejadian tentang spesific behavior selama periode
observasi
● Daftar perilaku dibuat untuk setiap anak yang akan diobservasi, dan observer
menandai perilaku anak yang muncul di setiap waktu selama periode obsevasi
● Checklist juga dapat digunakan untuk merekam perilaku anak atas dasar
permintaan  checklist menjadi alat assessment
● Checklist digunakan apabila jenis tingkah laku yang akan muncul telah
diketahui dan tidak dibutuhkan informasi tentang frekuensi dan / atau
kualitas lain dari tingkah laku tersebut
Bentzen (1993)
● Checklist adalah suatu metode tertutup (closed method) karena tidak ada data
mentah atau kejadian yang dicatat / digambarkan, tapi yang ada hanyalah
keputusan / inference pencatat yang berkaitan dengan kriteria.
● Checklist sangat selektif karena hanya memberikan kesempatan kepada
pencatat / observer membuat keputusan yang berkaitan dengan kriteria .
Tidak berarti bahwa hasil checklist tidak berguna / akurat, tapi pembaca
tidak punya data mentah atau catatan yang lebih detil / rinci untuk mengecek
keputusan yang dibuat pencatat / observer
● Checklist sangat terstruktur, maksudnya item-item yang menggambarkan
perilaku yang ada dalam daftar harus didefinisikan secara jelas
● Oleh karena itu kriteria dlm checklist harus sangat observable dan tidak
memberi kesempatan kepada observer untuk menilai secara subyektif
Pernyataan / Kriteria Keterangan

Dapat berjalan 6 langkah di Observable


atas balok keseimbangan
selebar 4 inci
Dapat menggunting Kriteria terlalu kabur, kriteria
yang lebih akurat adalah
dapat menggunting
mengikuti garis lurus atau
dapat menggunting
mengikuti garis lengkung
 Checklist yang dikonstruksi dengan baik memiliki ciri SPESIFIK dan DIBATASI
pada hal-hal yang observable (dapat diamati tingkah lakunya). Oleh karena itu
checklist biasanya dipergunakan bersama-sama dengan metode pencatatan lain agar
dapat mendokumentasikan dengan baik hal / area yang spesifik.
 Checklist biasanya digunakan berulang secara periodik untuk mengukur kemajuan
dalam suatu rangkaian / tahapan perkembangan. Dengan checklist dapat diketahui
apakah perkembangan anak dalam area yang spesifik / tertentu mengalami hambatan
atau tidak
 Selain itu checklist yang berisi suatu rangkaian perkembangan tentang area / aspek
perkembangan tertentu dapat dipakai sebagai predictor dari keterampilan atau
tingkah laku yang akan terjadi selanjutnya.
contoh

√ Anak dapat duduk tanpa dibantu

√ Anak dapat merangkak

Anak dapat bangkit dan berdiri


dengan berpegangan pada meubel
Anak dapat berjalan dengan
berpegangan pada meubel
Anak dapat berjalan sendiri dengan
tegak
Contoh checklist

PERILAKU YES NO

1. Dapat menggabungkan 3 piece puzzle √

2. Mengambil kancing dgn salah satu mata ditutup √

3. Memegang krayon dgn jari bukan telapak tangan √

4. Menggambar rumah sederhana √


RELIABILITAS DAN VALIDITAS CHECKLIST
● Apabila validitas dan reliabilitas menjadi perhatian, maka kriteria/pernyataan harus
didefinisikan secara jelas
● Reliabilitas yang relevan adalah

○ Intraobserver reliability dan

○ Interobserver reliability
Validitas checklist
● Lebih sukar untuk dicapai
● Validitas maksudnya adalah checklist memasukkan atau mengukur perilaku-perilaku,
keterampilan-keterampilan atau karakteristik-karakteristik yang sesuai dengan
tujuan/maksud checklist itu dibuat
PENGGUNAAN CHECKLIST
● digunakan untuk mencatat ada tidaknya suatu tingkah laku atau criteria yang
akan dinilai.
● Memperlihatkan kemajuan dalam suatu rangkaian perkembangan.
● Mengukur kemajuan / progresivitas.
● Dapat digunakan sebagai suatu screening untuk melihat adanya hambatan /
keterlambatan dalam suatu perkembangan
● Dapat digunakan sebagai a curriculum planning tool untuk menyusun
kurikulum individu
KELEBIHAN CHECKLIST
● Dapat digunakan untuk beragam situasi
● Efisien dalam waktu dan pengerjaannya
● komprehensif ( dapat mencakup beberapa area perkembangan dalam satu
checklist )
● mendokumentasikan perkembangan/perubahan
● merupakan dokumentasi individual untuk setiap anak
● merupakan suatu ilustrasi yang jelas mengenai kontinum perkembangan
KETERBATASAN CHECKLIST
● tidak mencatat detail / rincian dari suatu kejadian
● mungkin dibiaskan oleh observer
● tergantung pada criteria yang observable
● memiliki banyak item sehingga mungkin menghabiskan banyak waktu
PENCATATAN OBSERVASI PARTICIPATION
CHART
PARTICIPATION CHART
● Serupa dgn checklist hanya mendata ada atau tidak adanya perilaku tertentu

● Digunakan ketika sejumlah anak / individu diobservasi secara serentak dan


partisipasi mereka dlm suatu aktivitas merupakan suatu hal yang akan dilihat
● Contoh :
Aktivitas diskusi kelompok
Aktivitas rapat
Aktivitas games
Pembuatan form participation chart
● membuat daftar nama-nama orang yang akan terlibat dlm aktivitas ( disebelah
kiri formulir)  baris
● menyediakan ruang kosong utk tempat men-tally partisipasi peserta ( di sebelah
kanan formulir )  kolom
Kontribusi/
Nama
partisipasi

Rusilawati llll

Wawan Juanda ll

Mardariyanti lllllll

Eka Pratama lll


Format participation chart ‘perlombaan berburu di hutan”

Participation Chart A

Aktivitas : ………………………………. Tanggal : ………………………………


Observer : ………………………………

Name participated in hunting Contributes specimen

Ajat ……3………………………….. …....…3……………


Winny …1…………………………… …...……0………….
Agus ……5…………………………… ....…...2……………
Dahlia ……2………………………….. ....……1……………
Fanni ……6………………………….. ………4………………
Githa ………0………………………… ………0……………….
Daffi ………2………………………… …………1……………..
Rifki ………8……………………….. …………5……………..
Dyah ………1………………………… …………1……………
Format participation chart
seating arrangement
● Aktivitas : spelling games
● Observer : Wise
● Tanggal : 12 Juli 1984
John

llllll P
y
And Pe A
te R
r
llll T
ll
I
C
I
P
A
T
Patrick

Charles
O

llll
N

C
H
A
R
lll

T
lll
llll
vid
Da

W B
n
ll Do

Lee S
Apabila kualitas partisipasi perlu diketahui

● Apabila data mengenai kualitas dari partisipasi peserta dibutuhkan maka


kategori atau coding system dpt dikembangkan utk maksud tsb
● Misal : aktivitas diskusi kelompok
● Misal kategori kontribusi dibagi ke dlm 3 tipe , yaitu :

○ Kontribusi yang relevan diberi symbol ( l )

○ Kontribusi yang tidak relevan diberi symbol ( 0 )

○ Kontribusi yang netral diberi symbol ( - )


● Hal penting yang harus diperhatikan

○ Definisi operasional

■ “kontribusi yang relevan”

■ “ kontribusi yang tidak relevan”

■ “ kontribusi yang netral”

Harus jelas dan dapat dibedakan sehingga ketika

menandai tidak keliru


Participation Chart C

Aktivitas : social studies group discussion Tanggal : 24 April 1984


Observer : Becker

Total
nama contribution
Total relevan
contribu
tion
Abel l l l - 4 3

Ellen 0 0

Charles - - l - 4 1

Susan l l l l l l 6 6

Peter l l l l 4 4

Dody 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0

James 0 l 2 1

Sam l - l - 4 2
DARI PARTICIPATION CHART C
● Siapakah yang mendominasi diskusi ?
● Siapakah yang mengacaukan jalannya diskusi ?
● Siapakah yang kontribusinya besar terhadap pencapaian tujuan diskusi ?
● Siapakah yang tidak memberikan kontribusi sama sekali ?
Apabila kualitas partisipasi ingin diketahui
● Dapat digunakan bentuk participation chart D dimana terdapat dua kategori :

○ Facilitating contribution  diberi simbol l

○ Interfering contribution  diberi simbol 0

Yang harus jelas adalah definisi operasional “facilitating contribution” dan “interfering contribution”
PARTICIPATION CHART D

Aktivity : group project Date : 5 Nov 1984


Observer : Bloom

Caroll l l l l

David l

Adam 0 0 0

Tony l l l 0 l

Peter l l l l l

Betty 0 0 0

Susan l l l l l l
● Siapakah yang memberikan kontribusi positif terhadap jalannya diskusi ?
● Siapakah yang memberikan kontribusi negatif terhadap jalannya diskusi ?
● Siapakah yang menjadi ‘pengacau’ jalannya diskusi ?
● Siapakah yang kontribusinya sedikit terhadap jalannya diskusi ?
PENGOLAHAN DATA
PARTICIPATION CHART
○ Berapa banyak “tindakan partisipasi” dari setiap partisipan rapat

○ Siapakah yang paling dominan dan siapa yang tidak ?

○ Berapa banyak pembicaraan yang “positif” dibanding semua pembicaraan yang


dilakukan.

○ Berapa prosentase pembicaraan yang positif dari setiap partisipan.

○ Siapakah yang kontribusi partisipasinya “paling positif” dan siapa yang paling tidak ?
BACK

Rating Scale
● Gambaran Umum
● Penggunaan Rating Scale
● Pembuatan Rating Scale dan
contoh-contoh rating scale
● Keuntungan Rating Scale
● Kelemahan Rating Scale
● Pengolahan Data Rating Scale
GAMBARAN UMUM
● merupakan suatu alat ukur observasi yang berisi daftar pernyataan / tingkah laku dan
alternative jawaban dalam bentuk skala (kontinum)
 digunakan apabila situasi performance memiliki aspek-aspek / komponen-komponen
yang berbeda, dan setiap komponen akan dinilai dalam suatu skala
 daftar pernyataan yang dimaksud merupakan suatu kriteria tentang keterampilan-
keterampilan yang spesifik berkaitan dengan area tertentu dimana kriteria tersebut
harus didefinisikan secara jelas / observable
 kualitas pilihan jawaban disusun berkisar dari kurang berkembang atau
keadaan yang paling rendah di sebelah kiri ke paling berkembang atau keadaan
yang paling tinggi di sebelah kanan
● skala pilihan jawaban ini banyaknya minimal 3
● skala pilihan jawaban ini bentuknya bermacam-macam tergantung design dari
rating scale, bisa berupa :
○ tidak pernah, jarang, sering , selalu
○ belum ada, sedang dalam proses, sudah ada
○ tidak dijumpai, sebagian dijumpai, secara penuh dijumpai
● seperti checklist , rating scale biasanya dipergunakan untuk memantau perkembangan
● rating scale merupakan closed method (metode tertutup)
● validitas rating scale akan meningkat apabila digunakan dua orang / lebih rater /
observer untuk mengamati seorang anak
● digunakan dua orang observer / lebih akan mengurangi bias dari observer
Contoh rating scales
FUNGSI MOTORIK EXCELLENT VERY GOOD FAIR POOR
GOOD
Meraih dgn satu
tangan, mengambil
objek ketika diberi
Memindahkan objek
dari satu tangan ke
tangan yg lain, dapat
memanipulasi objek
Dapat menumpuk
objek atau
menempatkan satu
objek di dalam objek
lainnya
Menggunakan
pencapit untuk
mengambil objek
atau makanan kecil
PENGGUNAAN RATING SCALE
● Rating scale berguna untuk mengevaluasi aspek
perilaku yang lebih global dan untuk mengkuantifikasi
kesan
● Rating scale berguna untuk meng-assess perilaku atau
produk yang sulit untuk diukur secara langsung
● Rating bernilai dalam beberapa situasi assessment
karena pengambilan datanya tidak memakan waktu dan
personil
● Rating scale juga memungkinkan anda untuk :
○ Mempertimbangkan clues yang lebih unik

○ Mengevaluasi suatu kualitas dan kesatuan perilaku


KEUNTUNGAN RATING SCALE
● Menyediakan kerangka acuan untuk membandingkan individu dengan individu lain
● Sesuai untuk mencatat perilaku-perilaku yang berbeda
● Dapat digunakan untuk menandai/menilai perilaku individu atau kelompok secara
menyeluruh/kesatuan
● Mencatat aspek-aspek kualitatif perilaku
● Dapat menyediakan data dalam form yang sesuai untuk analisis statistik
○ dapat digunakan secara berulang utk memantau kemajuan
● Efisien dalam pengambilan data
○ cepat dan mudah dalam mengerjakannya ( rater / observer membaca, memutuskan, melingkari atau
menandai )

○ menginformasikan hal “yang sebaiknya” diharapkan

○ berguna untuk memantau kemajuan atau hambatan

dalam perkembangan

○ suatu alat ukur yang dapat mengukur kondisi sebaliknya dari

keadaan ideal dan dapat digunakan sebagai perencanaan

bagi peningkatan (akreditasi)


KELEMAHAN RATING SCALE
● Menggunakan nilai skala yang didasarkan pada asumsi yang tidak jelas
● Memiliki low interobserver reliability karena penggunaan istilah yang
kompleks atau ambigu, posisi skala yang diinterpretasikan berbeda oleh
observer yang berbeda, adanya central tendency error dan halo effect
● Tidak sesuai untuk mencatat informasi kuantitatif penting seperti frekuensi,
durasi, atau latency behavior
Sekian
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai