Anda di halaman 1dari 34

MINI PROJECT

PKM Purwareja
Klampok I dr Syam Hidayatullah
BAB 1
PENDAHULUAN
UNODC (UNITED NATION OFFICE
DRUG AND CRIME)
150-300 JUTA , REMAJA
MENYALAHGUNAKAN NAPZA

Latar PREVALENSI REMAJA INDONESIA


belakang USIA 15-24 TH , 4,3%
PERNAH MEMAKAI NAPZA (2011)

MENDUDUKI PERINGKAT KE-26 SE


INDONESIA
REMAJA
MINI
SEHAT ANTI NAPZA DAN
PROJECT TOLAK BULLYING
TUJUAN TUJUAN
UMUM KHUSUS
SMPN 1
PURWAREJA
KLAMPOK
PEMBENTUKA MELATIH KADER
N KADER
KESEHATAN
REMAJA SMP
INFORMASI DAN
REMAJA PENGETAHUAN NAPZA
SANTUY
KERJASAMA PKM DAN
SMP
Profil Puskesmas Purwareja Klampok I
Berjarak 30
km dari pusat
pemerintahan

Luas
wilayah
1.133,893
HA

• Purwareja
• Kalilandak
Wilayah • Klampok
kerja
• Kalimandi
• Kaliwinasuh
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Remaja
Early Middle Late
(12-14 th) (15-17 th) (18 th)

Pubertas
NAPZA
NAPZA bahan / zat
yang dapat
mempengaruhi
kondisi kejiwaan /
psikologis seseorang
(pikiran, perasaan
dan perilaku) serta
dapat menimbulkan
ketergantungan fisik
dan psikologis
BERDASARKAN GOLONGAN :

Depresan Stimulan Halusinogen


• Opioida (heroin dan • kokain • Berasal dari tanaman
morfin) • Amphetamin •  ganja
• Putaw • Kafein
• shabu-shabu dan
ekstasi
Contoh Opioid

Morfin Heroin (Putaw) Asal Mula opioid


Contoh Stimulan

Kokain

Sabu
Ectasy
Contoh Halusinogen

Magic mushroom

LSD
ZAT ADIKTIF LAINNYA

Inhalan
Alkohol (aseton,lem)
Kafein

Rokok
SEBAB-SEBAB PENYALAHGUNAAN
NAPZA

Kondisi keluarga

1. Kesibukan Keluarga
2. Keluarga Broken Home
3. Keluarga bersifat otoriter
4. Terpuruknya ekonomi keluarga
5. Konflik keluarga
6. Anggota keluarga ada yang menggunakan NAPZA
Kondisi masyarakat /
Kondisi sekolah
linkungan

1. Kesulitan belajar
1. Perubahan sosial dan cara 2. Sikap guru dan murid yang tidak
hidup kondusif
3. Terlalu bebas atau terlalu diawasi
2. Informasi Salah tentang napza 4. Miscommunication
3. Tekanan teman (peer group) 5. Jam-jam kosong yang tidak diisi 6.
4. Mudahnya memperoleh napza kegiatan
7. Tempat-tempat rawan yg tidak diawasi
Remaja yg paling beresiko
• Sifat yg sok mandiri & tidak takut bahaya
• Tidak berminat pada pelajaran & agama
• Merasa tidak diterima lingkungan (broken
home–broken heart-drop out)
• Lebih mengandalkan nafsu (emosi) daripada
rasionalitas
BAB 3
OBJEK DAN METODE PENELITIAN

PELATIHAN KADER SMPN 1 PURWAREJA PERWAKILAN ANAK


KESEHATAN “REMAJA KLAMPOK KELAS 7 DAN 8,
SANTUY” I 15-01-20 PMR,DAN OSIS
MATERI TENTANG Ii 28-01-20
NAPZA (PPT) Iii 04-02-20
STRATEGI
Tahap perencanaan
Tahap persiapan pelaksanaan
pelaksanaan
• Koordinasi dengan pihak • Pelatihan kader remaja
sekolah kesehatan dilakukan 3 hari
• Penentuan waktu dan • Persiapan penyampaian
tempat materi
• Persiapan materi • Presentasi NAPZA kepada
• Persiapan sarana penunjang calon kader
• Melatih dan membimbing
kader
• Sesi diskusi
• Pemberian tugas
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

15 Januari 2020 28 Januari 2020


Pukul 09.30-11.00 WIB Pukul 09.30-11.00 WIB

- Kegiatan : - Kegiatan :
Pemaparan materi NAPZA Pemaparan materi oleh
dan Pelatihan kader kader kepada peserta lain
- Peserta : - Peserta :
46 siswa kelas VII,VIII, 45 siswa kelas VII dan VIII
PMR, dan OSIS selain kader
4 Januari 2020
Pukul 09.30-11.00 WIB

- Kegiatan :
Evaluasi kegiatan

- Peserta :
10 siswa kelas VII dan VIII
perwakilan kader dan
peserta selain kader
Rencana Evaluasi

Penilaian
Tidak adanya
terhadap hasil
kesulitan saat
pretest dan
kegiatan
posttest

Penilaian Penilaian
dilakukan oleh dilakukan oleh
dokter dokter
internship internship
BAB IV
Hasil

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3

Dihadiri 10 orang
46 kader kesehatan 45 peserta selain kader
perwakilan kader dan
remaja smp smp
peserta

Feedback dari dokter


Penyuluhan oleh dokter Penyuluhan oleh kader
internship , pihak smp,
internship kesehatan remaja smp
dan puskesmas

Pelatihan kader dan Penyuluhan dan penilaian


Evaluasi kegiatan
pembagian tugas tugas
BAB V
Diskusi
1. Evaluasi Kader :
A. Jumlah pretest & posttest yang dijawab salah
40

35
35
30

25

19
20

15

13
9
10

2 2
2
1

0
0 0
0
salah 0 salah 1 salah 2 salah 3 salah 4 salah 5

Pretest Kader Posttest


B. Jumlah Nomor soal yang dijawab salah
40

38
35

29
30

25

20
20
15

10
10
5 6 5
3 2
0
01
nomor 0
nomor 2 nomor 3 nomor 4 nomor 5

Pretest Kader Posttest kader


No.4 Ganja atau canabis termasuk kedalam golongan NAPZA yang mana ?
• A. Halusinogen
• B. Depresan
• C. Stimulan
• D. Bukan golongan kami hiya hiya hiya
• E. ODHA

No. 5 Urutan tahapan penyalahgunaan NAPZA yang tepat ...


• A. Ketergantungan, coba-coba, rekreasi, penyalahgunaan, situasional
• B. Situasional, coba coba, rekreasi, penyalahgunaan, ketergantungan
• C. Coba coba, situasional, rekreasi, penyalahgunaan, ketergantungan
• D. Rekreasi, situasional, coba coba, penyalahgunaan, ketergantungan
• E. Coba coba, rekreasi, situasional, penyalahgunaan, ketergantungan
2. Evaluasi peserta selain kader :
A. Jumlah pretest & posttest yang dijawab salah
35

30 30
25

20

15 15
10 11 11
7 6
5 5
3
1
1
0
salah 0 salah 1 salah 2 salah 3 0
salah 4 salah 50
Pretest selain Kader Posttest selain kader
B. Jumlah Nomor soal yang dijawab salah

30

27 28
25

23
20

18
15

10 11
7 7
5

2
0 0
nomor 1 0
nomor 2 nomor 3 nomor 4 nomor 5

Pretest selain Kader Posttest selain kader


No.3 Manakah dibawah ini yang termasuk Napza ?
• A. tiktok
• B. Vape obat nyamuk
• C. Vape rokok elektrik
• D. Minuman berkarbonasi
• E. Sabu sarapan bubur
BAB VI

Kesimpulan Saran

Jumlah peserta sesuai target Aktifkan mading kembali

Antusiasme Luar Biasa Pelatihan kader berkelanjutan

Tugas yang diberikan Koordinasi dengan puskesmas


dikerjakan dengan baik
Foto selama kegiatan
TERIMA KASIH
Masukan pak sus
 Pretest dan postest harus terus dilakukan kepada adik2 di sekolah sebelum menjai
kader untuk mengetahui efektivitas pemaparan materi. Sehingga diharapkan perilaku
masyarakat dapat berubah dalam menerima informasi.
 Intervensi pengetahuan pada masyarakat agar mandiri mengatasi masalah kesehatan
 Pelatihan kader berkelanjutan , agar public speaking terlatih dengan baik dibutuhkan
pengalaman yang banyak. Salah satu contoh “dokter kecil”. Dan diperlukan evaluasi.
 Contoh evaluasi : penilaian berkelanjutan mading, bisa juga diadakan majalah
sekolah terkait kesehatan reproduksi dan napza. Penjaringan kesehatan remaja.
 Pemanfaatan konselor sebaya.
 Tks.
Mbak esci
 Pemilihan minipro bagus !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
 AKI 2019 naik drastis menjadi 22
 Capaian kesehatan remaja puskesmas klampok harus ditampilkan
 Program minipro menjadi evaluasi bagi pemegang program
 Diharapkan terbentuk program lain di Sekolah lain.
Dr atun
 Menjadi pertimbangan pkm untuk mengaktifkan program minipro