Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS

SKABIES
Disusun Oleh:
Rani Sempana Mentari

Pembimbing : dr. Citta Adwitiya Arifiani


Definisi
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap
tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Sarcoptes scabiei ini dapat ditemukan di dalam
terowongan lapisan tanduk kulit pada tempat-tempat predileksi.

Etiologi
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan
sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var hominis dan produknya.
Sarcoptes scabiei termasuk filum Arthropoda, kelas Arachnida, ordo
Ackarima, super famili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes
scabiei var hominis.
Epidemiologi
Studi epidemiologi memperlihatkan bahwa prevalensi skabies cenderung tinggi pada anak-
anak serta remaja dan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, ras, umur, ataupun kondisi sosial
ekonomi. Faktor primer yang berkontribusi adalah kemiskinan dan kondisi hidup di daerah
yang padat,sehingga penyakit ini lebih sering di daerah perkotaan.
Insiden kejadian berpengaruh terhadap musim dimana kasus skabies lebih banyak
didiagnosis pada musim dingin dibanding musim panas. Insiden skabies semakin meningkat
sejak dua dekade ini dan telah memberikan pengaruh besar terhadap wabah di rumah sakit,
penjara, panti asuhan, dan panti jompo
Patogenesis
SARCOPT
ES
SCABIEI
Gejala Klinis
Ada 4 tanda kardinal :8  Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-
tempat predileksi yang bewarna putih keabu-
 Pruritus nokturnal, artinya gatal pada abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok,
malam hari yang disebabkan karena rata-rata panjang satu cm, pada ujung
aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu terowongan itu ditemukan papul atau vesikel.
yang lebih lembab dan panas. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya
menjadi polimorf (pustul, ekskoriasi, dan
 Penyakit ini menyerang manusia secara
lain-lain).
kelompok. Penderita ini bersifat sebagai
pembawa (carrier).  Menemukan tungau, merupakan hal yang
paling diagnostik dapat ditemukan satu atau
lebih stadium hidup tungau ini.
Diagnosis dapat ditegakkan dengan
menemukan 2 dari 4 tanda kardinal
tersebut.
PREDILEKSI
Klasifikasi  Skabies yang ditularkan oleh hewan (Animal transmited
 Skabies in cognito scabies)
Sarcoptes scbiei varian canis dapat menyerang manusia
Adalah akibat pengobatan skabies dengan yang pekerjaaannya berhubungan erat dengan hewan
menggunakan kortikosteroid topikal atau tersebut. Misalnya peternak dan gembala. Gejala ringan,
sistemik. Pemberian obat ini hanya dapat rasa gatal kurang, tidak timbul terowongan, lesi terutama
memperbaiki gejala klinik (rasa gatal) tapi terdapat pada tempat-tempat kontak. Skabies jenis ini
penyakitnya tetap ada dan menular. tidak menimbulkan masalah serius pada manusia karena
tungau ini bersifat relatif host spesifik. Infestasinya
 Skabies noduler (Nodular scabies) biasanya bersifat self limiting. Masa lebih tunas lebih
pendek dan dapat sembuh sendiri bila menjauhi hewan
Tipe skabies ini sering dilaporkan dari Eropa tersebut dan mandi yang bersih.
suatu bentuk hipersensitifitas terhadap tungau
 Skabies norwegia (skabies berkrusta)
skabies, dimana pada lesi tidak ditemukan
Sarcoptes scabiei. Lesi berupa nodul coklat bentuk scabies ini ditandai dengan dermatosis berkrusta
kemerahan yang gatal pada daerah tertutup, pada tangan dan kaki, kuku yang ditrofik dan skuama
yang generalisata. Bentuk ini sangat menular, tapi rasa
terutama pada genitalia pria, inguinal dan aksila. gatal sangat sedikit. Tungau dapat ditemukan dalam
Tungau tidak ditemukan pada nodul. Nodul jumalah yang besar,. Penyakit terdapat pada penderita
terjadi akibat reaksi hipersensitifitas. Nodul dapat dengan retardasi mental, kelemahan fisik, gangguan
bertahan beberapa bulan hingga beberapa tahun imunologi dan psikosis.
walaupun telah diberikan obat anti skabies.
Klasifikasi (2)
 Skabies dan Aquired Immunodeficiency  Skabies dishidrosiform
Syndrome (AIDS)
Jenis ini ditandai oleh lesi berupa
Ditemukan skabies atipik dan pada seorang kelompok vesikel dan pustula pada tangan
penderita mungkin dikemudian hari, skabies dan kaki yang sering berulang dan selalu
atipik dapat dimasukkan dalam salah satu sembuh dengan obat anti skabies topikal.
gejala infeksi oportunistik AIDS. Tidak dapat ditemukan tungau pada lesi
dan dapat sembuh sendiri secara bertahap
dalam beberapa bulan sampai lebih dari
satu tahun. Skabies jenis ini umumnya
ditemukan pada anak-anak yang diadopsi
di negara-negara Asia.
Cara Penularan
 Kontak langsung (kontak kulit dengan kulit) misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan
hubungan seksual
 Kontak tak langsung (melalui benda) misalnya pakaian, handuk, sprei, bantal, dll

Penularannya biasanya oleh sarcoptes scabiei var animalis yang kadang-kadang dapat
menulari manusia, terutama pada mereka yang banyak memelihara binatang terutama anjing.
Diagnosis Banding
 Insect bite (gigitan serangga)

Karakteristik lesi berupa urtikaria papul


eritematous 1-4 mm berkelompok dan
tersebar di seluruh tubuh, sedangkan
tungau skabies lebih suka memilih area
tertentu yaitu menghindari area yang
memiliki banyak folikel pilosebaseus.
 Folikulitis

Merupakan peradangan folikel rambut


yang disebabkan oleh bakteri Stafilokokus
berupa makula eritem disertai papul atau
pustul yang ditembus oleh rambut.
Berbeda dengan skabies, folikulitis
memiliki rasa gatal dan rasa terbakar pada
daerah rambut
 Prurigo nodularis

Merupakan tanda klinik yang kronis yaitu


nodul yang gatal dan secara histologi
ditandai adanya hiperkeratosis dan
akantosis hingga ke bawah
epidermis.Sedangkan pada skabies
ditemukan Sarcoptesscabiei di bagian
teratas epidermis yang mengalami
akantosis.
Penatalaksanaan
PERMETHRIN 5%
A. Identitas Pasien
 Nama : An. F
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Umur : 6 Bulan
 Agama : Islam
 Pendidikan : Belum sekolah
 Alamat : Sawangan Rt 01/03
 Waktu Pemeriksaan : 08 Mei 2019
ANAMNESIS
Didapatkan keterangan dari ibu pasien (alloanamnesis) pada tanggal 08 mei 2019

Keluhan • Gatal pada kedua tangan, perut dan kaki, sejak  satu minggu

Utama lalu.

• Gatal bruntus kemerahan sebesar ujung jarum pentul dirasakan


RPS berawal dari sela jari tangan kanan kemudian semakin banyak
dan meluas ke sela jari tangan kiri, perut dan kaki

RPD • Pasien belum pernah mengalami keluhan serupa.


4. Riwayat Kehamilan dan Persalinan

a. Riwayat Antenatal

Menurut penuturan ibu, dia rajin


memeriksakan kandungannya ke bidan setiap
bulan, mendapat imunisasi TT, serta
mengkonsumsi tablet Fe dan vitamin.

c. Riwayat Neonatal
b. Riwayat Natal
Pasien lahir secara spontan, langsung menangis saat
Anak lahir langsung menangis dan warna
setelah lahir, berat badan lahir 2900gram, panjang
seluruh badan kemerahan.
badan lahir 49 cm. Persalinan ditolong oleh bidan
di rumah bidan.
Perkembangan Usia

Mengangkat kepala 2 bulan

5. Riwayat Perkembangan Tengkurap 3 bulan

Merangkak 4 bulan

Usia Imunisasi
0 bulan Hepatitis B 0
6. Riwayat Imunisasi 1 bulan BGC, Polio 1
2 bulan DPT-HB-Hib 1, Polio 2
3 bulan DPT-HB-Hib 2, Polio 3
4 bulan DPT-HB-Hib 3, Polio 4
Ibu pasien mengatakan bahwa kakaknya, dan ibunya

RPK sendiri memiliki keluhan yang sama. Tidak terdapat


riwayat penyakit keluarga seperti hipertensi, diabetes
mellitus, penyakit ginjal, penyakit jantung disangkal

Pengobat Pasien belum mendapatkan pengobatan


sebelumnya, tidak pernah dirawat di


an rumah sakit maupun riwayat operasi.
10. Riwayat Nutrisi

9. Riwayat Alergi Usia Makanan


Tidak ada riwayat alergi sebelumnya 0-6 bulan ASI

 
11. Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien tinggal di rumah kedua orang tuanya dan kakaknya. Di dalam rumah cahaya
matahari kurang, dan ventilasi udara kurang baik karena hanya memiliki 1 ventilasi udara
di dalam rumah.
10. Susunan Keluarga
B. Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan Umum
2. Antropometri
Kesan sakit : Baik Berat badan : 8,3 kg
Kesadaran : Compos mentis, GCS : 4 – 5 – 6 Panjang badan : 78 cm
Kesan Gizi : Baik Status gizi : Baik
Keadaan lain : Pucat (-), sianosis (-), sesak (-), tanda
dehidrasi (-)

2. Tanda Vital
Tekanan Darah : tidak diukur
Nadi : x/menit, regular
Suhu : 36,5°C
Respirasi : x/menit
4. Pemeriksaan fisik sistematis
Pemeriksaan Sistematis Hasil Pemeriksaan
Kepala
 Bentuk d Mesocephal
 Rambut dan Kulit kepala
rambut hitam terdistribusi merata, tidak mudah dicabut, kulit kepala tidak ada kelainan,
Mata Mata sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, pupil bulat, isokor, refleks cahaya positif normal di kedua mata,
kornea jernih. Edema palpebra -/-

Telinga Serumen -/-, sekret -/-


Hidung Septum ditengah, sekret -/-, napas cuping hidung
(-) darah menetes (-)

Mulut :
tidak tampak labioschizis, tidak tampak palatoschizis, bibir tidak sianosis, bibir tidak kering
Bibir

Leher Simetris, tidak tampak pembesaran kelenjar getah bening.


Thorax
 Paru-paru I : Bentuk normochest, simetris, retraksi (-), pembesaran KGB axilla (-/-)
P : Stem fremitus paru kiri = kanan
P : Sonor di kedua lapang paru
A : Bunyi nafas vesikuler, RBH -/-, wheezing -/-
 Jantung I :Ictus cordis tidak terlihat
P :Ictus cordis tidak teraba
P : batas kanan : Linea sternalis dextra ICS V
Batas atas : ICS III linea parasternalis sinistra
Batas kiri : ICS V Linea midclavicularis sinistra
A: bunyi jantung I dan II reguler, tidak ada murmur, tidak ada gallop

Abdomen
 Inspeksi perut supel, venektasi (-), caput medusae (-)
 Auskultasi Bising usus (+) normal
 Perkusi Timpani , asites (-)

 Palpasi Nyeri tekan(-), massa (-), hepar/ lien tidak teraba


Tulang Belakang Spina bifida (-)
Genitalia Laki - laki, scrotum tampak edema, nyeri tekan (+).
Anus Lubang intak, tidak tampak massa yang keluar dari anus, perianal rash (-)
Anggota gerak Akral hangat, capillary refill time < 2 detik, lesi kulit (-), sianosis (-), edema (-), petechiae (-), purpura
(-). Terdapat kelainan kulit pada ekstremitas atas dan bawah ( status dermatologikus)

Kulit Terlihat pucat, tidak ikterik, turgor baik.


STATUS
ERMATOLOGIKUS
Distribusi : Regional, Bilateral
Ad regio : Pedis dextra et sinistra
Lesi :Multiple, diskret, bentuk tidak
teratur,ukuran terkecil0,1cm x 0,1cm x 0,1cm,
ukuran terbesar0,2cm x 0,2cm x 0,1cm, berbatas
tegas, permukaan kulit kering.
Efloresensi :Makula eritematosa, papul, pustul,
krusta
Distribusi : Regional
Ad regio : Palmar anus sinistra
Lesi :Multiple, bentuk tidak teratur,ukuran terkecil 0,1cm x
0,1cm x 0,1cm, ukuran terbesar0,2cm x 0,2cm x 0,1cm,
berbatas tegas, permukaan kulit kering.
Efloresensi : makula-eritematosa, papul dan pustul
Distribusi : Regional
Ad regio : Thorako-abdominal sinistra
Lesi :Multiple, bentuk tidak teratur,ukuran
terkecil 0,1cm x 0,1cm x 0,1cm, ukuran terbesar
0,5cm x 0,3cm x 0,1cm, berbatas tegas,
permukaan kulit kering.
Efloresensi : makula-eritematosa, papul, pustul
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Usulan

Tidak dilakukan Pemeriksaan


loop
DIAGNOSIS BANDING

Gigitan
Skabies
Serangga
Urtikaria
Prurigo akut
DIAGNOSIS KERJA

Skabies dengan infeksi sekunder


Penatalaksanaan

Medikamentosa
 Belerang endap (sulfur presipitatum) 5-10% di oleskan setiap malam hari selama 8-10 jam
selama 3 hari
 Permetrin dengan kadar 5 % dalam krim, dioleskan hanya sekali dan dihapus dalam 10 jam
dalam satu minggu, bila belum sembuh dapat diulangi setelah satu minggu
 Amoxcicilin sirup 3x 2,0 ml selama 3 hari
Penatalaksanaan (2)
Non medikamentosa
 Menjelaskan mengenai penyakit dan cara penularannya.
 Menjelaskan bahwa skabies adalah penyakit menular.
 Menerangkan pentingnya menjaga kebersihan perseorangan dan lingkungan tempat tinggal.
 Kulit yang gatal tidak boleh digaruk
 Membersihkan luka sebelum dioleskan salep
 Mencuci piring, selimut, handuk dan pakaian yang sebelumnya direndam menggunakan air panas
kurang lebih 3 hari sekali
 Menjemur kasur, bantal dan guling secara rutin.
 Bila gatal sebaiknya jangan menggaruk terlalu keras karena dapat menyebabkan luka dan risiko infeksi
seperti
 Menjelaskan pentingnya mengobati seluruh anggota keluarga dalam satu rumah.
PROGNOSIS

Ad Ad
Fungtionam Sanationam

Ad Ad
Vitam Kosmetikum
Ad
Bonam
PEMBAHASAN
Pada kasus ditemukan dua tanda kardinal berupa :
1. Pruritus nokturnal, artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas
tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.

2. Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok. Penderita ini bersifat sebagai
pembawa (carrier).
Dari keluhan yang disampaikan oleh ibu pasien, merupakan gejala klinis
1 Dari scabies yaitu gejala subjektif berupa rasa gatal terutama pada malam hari ,
karena pada malam hari anak rewel dan tidak bisa tidur.
Gejala objektif yaitu terdapat makula eritematosa, papul dan pustul

Tempat predileksi scabies ini menyerang daerah telapak tangan, punggung kaki,
2 dada dan perut.

Hal ini sesuai dengan efloresensi yang terdapat pada scabies dan predileksi sesuai
3 dengan scabies
Pada kasus diberikan sesuai dengan usia pasien yaitu 6 bulan, obat yang aman untuk scabies
yaitu:
 Belerang endap (sulfur presipitatum) 5-10% di oleskan setiap malam hari selama 8-10 jam
selama 3 hari
 Permetrin dengan kadar 5 % dalam krim, dioleskan hanya sekali dan dihapus dalam 10 jam
dalam satu minggu, bila belum sembuh dapat diulangi setelah satu minggu
 Kemudian pada kasus diberi antibiotik karena terdapat infeksi sekunder, antibiotik yang
diberikan yaktu amoksisilin.