Anda di halaman 1dari 22

MODEL dan TEKNIK DALAM

CASEWORK

STKS BANDUNG
2019/2020
PENGANTAR
• Menurut Skidmore at al. (1991), dalam bekerja
dengan individu dan keluarga menggunakan beberapa
model
• Pekerja sosial dalam melakukan prakteknya
didasarkan pada teori tentang model, cara yang
mengkombinasikan prinsip-prinsip dari beberapa teori
dan gaya masing-masing
• Teori-teori dan model-model baru dalam praktek
berkembang dalam merespon pengalaman dari para
praktisi pada berbagai situasi
lanjutan...

 Psychososial Model
• Konsep model psikososial dikenal sebagai
pendekatan organismik
• Penyebab dan dampak relasi diidentifikasi
diantara individu dan lingkungannya
• Psikologi ego dan ilmu perilaku merupakan dasar
penting bagi praktek
• Model ini didasarkan pada teori Freud dan
diadaptasi untuk digunakan dalam praktek
Ciri utama pandangan Psikodinamika - Freud

Conscious

Anxiety
Unconscious

Manusia tidak Penuh dg


dipandang sbg sosial desakan yg
tidak rasional merusak diri
• Freud mempercayai manusia dilahirkan dengan desakan
naluri (inborn drives). Berdasarkan pandangan ini
lahirlah konsep antirasionalisme dalam segala gerak-
gerik manusia.
Manusia dipandang sbg tidak rasional, tidak sosial dan
penuh dengan desakan yang merusakkan dirinya.
• Tingkahlaku manusia lebih didasarkan oleh naluri
kehewanan (animalistic instincts) dan dorongan
biologis, terutama dorongan mendapatkan kepuasan
nafsu pribadi (self gratification)
▪ Struktur Kepribadian ( Id, Ego, Superego)
• Id ; merupakan gejala yang netral dalam pemikiran seorang
individu. Id seseorang sudah ada ketika ia dilahirkan, sbg satu
elemen struktur yg diwarisi. 
Id merupakan satu gejala bawah sadar, merupakan tenaga yg
primitif, tidak teratur, tidak rasional dan penuh dg orientasi
kepuasan, shg Id merupakan sumber Libido.
Jadi tujuan utama id; memperoleh kepuasan pribadi secara
mendadak (immediate gratification). Itulah sebabnya id tidak
teratur dan tidak bermoral. Sebagai suatu tenaga yang begitu
primitif, id merupakan penggerak psikologis dlm perilaku
individu
• Ego ; berbeda dg Id, Ego tidak terbentuk ketika individu
dilahirkan, tetapi berkembang secara bertahap. Sebagai
elemen pada tahap sadar, ego penuh dengan persepsi,
menginginkan kemajuan dan dapat menyesuaikan fungsinya
dg mengikuti keadaan.
• Perkembangan ego melalui hubungan secara sosial dan
identifikasinya dg orang lain. Sbg alat memperkuat pribadi
individu pada tahap sadar, ego memainkan fungsi yg penting
dlm tingkahlaku dan personaliti individu.
• Superego ; lebih menyerupai hati nurani atau 'conscience'
individu. Super ego merupakan akar tunjang dari aspek
peneguhan moral yg baik.  Moral yang dipelajari terutama
berasal dari kedua orang tua, dan juga dari masyarakat. 
Superego mengawal ego dan id.  Super ego bertindak
seakan-akan seperti ibu dan bapak dari seorang individu,
saling mengingatkan keadaan, suasana, peristiwa, persepsi,
pemikiran, emosi, perasaan, sikap, tingkah laku
• Teknik Model Psikososial
satu cara penyembuhan bagi individu yg berkaitan dg
masalah emosinya, individu yg masalah personalitinya
sungguh tertekan dan mendalam

● Pengurangan resistensi
● transferensi

● katarsis

● asosiasi bebas

● case history

● Relaksasi

● Peksos seorang analis


 Behavior Modification Model
• Model ini dikembangkan pada tahun 1960an yang didasarkan
pada teori Pavlov (classical conditioning), Skinner (Operant
conditioning), dan Bandura (Social learning)
• Penerapan praktek model ini didasarkan penelitian tentang
pengubahan perilaku yang dapat diamati
• Perilaku dapat dipelajari melalui proses kondisioning dan muncul
dalam cara yang sama sebagai perilaku yang “normal”
• Perilaku tersebut dapat diubah melalui penerapan apa yang telah
diketahui tentang belajar dan modifikasi
● Pendekatan perilaku menitikberatkan peranan
lingkungan atau dunia luar sebagai faktor penting bagi
kehidupan seseorang.
Dengan kata lain pendekatan ini memandang perilaku
manusia sebagai hasil belajar yang dibentuk oleh
lingkungan dimana ia hidup.
Jadi perilaku manusia dapat dirubah dengan cara
menciptakan lingkungan belajar yang baru
• Classical Conditioning
“Pairing” : perilaku dipelajari secara konsisten dan berpasangan
dengan perilaku lainnya
Dengan menyediakan stimulus tidak berkondisi (US) yg
dipasangkan dg stimulus berkondisi (CS) secara simultan, maka
akan muncul respon terkondisi (CR
• Operant Conditioning
perilaku terjadi karena adanya reinforcement (stimulus yg
memperkuat dan mempertahankan perilaku yg dikehendaki)
•Modelling Behavior
perilaku meniru dengan melihat contoh yang diperagakan
• Teknik Model Behavioral

● Latihan Perilaku baru


● Social skill training

● Assertive training

● Self management training


● Relaksasi

● Peksos seorang Pelatih


 COGNITIVE Behavior Model
• Model ini dikembangkan pada tahun 1960-an yang didasarkan
pada teori Jean Piaget
• Penerapan praktek model ini didasarkan pada pemikiran (kognisi)
• Perilaku seseorang dapat dirubah dengan cara merubah cara
berpikirnya
• Teknik Model Behavioral
● Logical disscussion
● Terapi Realitas

● Assertive training

● Self Talk training


 Problem Solving Model
• Model ini dikembangkan tahun 1957 oleh Perlman di Chicago
School
• Karakteristik dari model ini; identifikasi masalah oleh klien,
aspek-aspek subyektif dari klien dalam situasi bermasalah,
pemusatan pada klien dan masalahnya, pencarian solusi masalah,
pembuatan keputusan dan tindakan
• Tujuan dari proses ini adalah membebaskan klien untuk
menyimpan tugas yang berhubungan dengan solusi masalah,
melibatkan ego klien dalam bekerja untuk menghadapi masalah,
memobilisasi kekuatan dalam dan luar pelayanan untuk kepuasan
penampilan peranan
 Functional Model
• Model ini dikembangkan pada tahun 1930 di Sekolah Pekerjaan
Sosial Pennsylvania
• Penekanannya pada relasi, dinamika penggunaan waktu, dan
penggunaan fungsi lembaga
• Fokus perhatian model ini adalah bagaimana konsep
individualitas dan keunikannya diletakkan pada berbagai
klasifikasi
lanjutan...

 Task-Centered Casework
• Model ini dikenal dengan “general service model” yang
dikembangkan tahun 1970an di University of Chicago
• Dirancang utk memecahkan masalah khusus yg dialami individu
dan memiliki waktu yg singkat untuk praktek
• pekerja sosial dan klien mencapai kesepakatan tentang masalah
utama yg akan ditangani dan juga kemungkinan durasi treatment.
• Melalui pemusatan pekerja sosial pada upaya membantu klien
mengikuti kegiatan, pekerja sosial menggunakan berbagai
intervensi
lanjutan...

 Crisis Intervention
• Intervensi krisis biasanya dilaksanakan dalam waktu singkat, di
sini, sekarang, dan segera.
• Tujuan utama: memberikan sebanyak mungkin dukungan dan
bantuan kpd klien agar mendapatkan kembali keseimbangan
psikologis secepat mungkin
• Komponen intervensi krisis:
- Fokus pada tujuan treatment yg spesifik dan dibatasi waktu.
Perhatian pada mereduksi ketegangan dan memecahkan masalah
adaptasi.
- Membantu klien mengembangkan mekanisme pemecahan masalah
adaptif sehingga dapat kembali seperti semula sebelum krisis
terjadi
lanjutan...

 Family Intervention
• Intervensi keluarga merupakan cara kerja dengan orang-orang
yang memandang bahwa interaksi diantara anggota keluarga
sebagai kontribusi kepada dan mengatur disfungsi individu dan
keluarga
• Perlakuan salah terhadap anak merupakan salah satu tanda
disfungsi pada keluarga
• Perlakuan salah terjadi karena anggota keluarga tidak memiliki
kemampuan untuk mengatur lingkungan diantara dirinya,
negosiasi dalam menangani tahap perkembangan baru atau
mengatasi tuntutan dari luar
• intervensi harus dirancang dengan melibatkan seluruh anggota
keluarga
lanjutan...

 Teknik dalam Intervensi Keluarga


o Positive reinforcement
o Insight
o Parent education
o Appropriate boundaries
o Reframe
o therapeutic relationship
BEBERAPA TEKNIK CASEWORK
 Naomi Brill : terdapat beberapa teknik yang dapat
digunakan oleh pekerja sosial dalam menangani klien
individu dan keluarga:
• Small Talk
• Ventilation
• Support
• Reassurance
• Confrontation
• Conflict
• Manipulation
• Universalization
• Advice Giving and Counseling
• Activities and Programs
lanjutan...

●Logical Discussion
• Reward and Punishment
• Role Rehearsal and Demonstration
• Group Dynamics Exercise, Group Games, Literary and
Audiovisual Materials
• Andragogy
• Counciousness Raising
• Konseling
• Intervensi krisis
• Terapi Kelompok
• Penyuluhan
• Mediasi