Anda di halaman 1dari 26

Konsep Dasar Statistik

Topik Pembahasan:
1. Pengertian statistik
2. Tahap-tahap kegiatan statistik
3. Populasi dan sampel
4. Sensus dan sampling
5. Statistika deksriptif dan statistika induktif
6. Jenis-jenis data
7. Skala Pengukuran
8. Distribusi frekuensi
Pengertian Statistik

Statistik dalam arti sempit adalah kumpulan dari data yang berupa
angka, seperti statistik penduduk maupun statistik pertanian, data
yang dinyatakan dalam bentuk angka. Data tersebut dapat
ditampilkan dalam bentuk deret angka, atau dibuat tabel, dan dapat
pula berupa grafik.
t i k a D ek s ri pt i f
Statis
Statistik dalam arti luas atau disebut juga statistika, adalah
keseluruhan dari metode pengumpulan data, pengolahan data dan
analisis terhadap data-data tersebut dan penarikan kesimpulan
berdasarkan kumpulan data-data tersebut
I nf e r e n s i a l
Statistika
Tahap-tahap Kegiatan Statistik
Populasi dan Sampel
1. Populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti dengan karakteritik
tertentu. Misalnya untuk mengukur gula darah maka populasinya adalah
seluruh darah yang ada pada orang tersebut
2. Sampel adalah sebagian objek yang diselidiki (sebagian dari populasi).
Misalnya untuk mengukur gula darah cukup diambil setetes darah dari
orang tersebut
Alasan menggunakan sampel adalah sebagai berikut:
Populasi jumlahnya tak berhingga/relatif banyak
Penelitian akan bersifat merusak jika seluruh populasi digunakan
dalam penelitian
Populasinya homogen
Hasil penelitian segera dibutuhkan
Menghemat biaya
Menghemat waktu
Menghemat tenaga
Sensus dan Sampling
Jenis-jenis Data

Data

Menurut sumber Menurut sifat

Data intern Data ekstern Data kuantitatif Data kualitatif

Data primer Data sekunder Data diskrit Data kontinu


Skala Pengukuran
Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data menjadi


tabulasi data dengan memakai kelas-kelas data dan dikaitkan
dengan masing-masing frekuensinya

Tujuannya:
1.Menggolongkan sifat data yang sama
2.Mempermudah untuk membandingkan
3.Mengelompokkan informasi
4.Menunjukkan sifat data yang menonjol
5.Mempermudah melakukan analisis terhadap data
Klasifikasi Data
Penyusunan data secara sistematis

Berdasarkan waktu (time series, chronological, historical


series)
Berdasarkan daerah/wilayah (geo-graphical series,
cluster)
Berdasarkan keadaan (frequency, conditional series)
Contoh Penyusunan Data Secara Sitematis
1. Berdasarkan waktu
(time series) 2. Berdasarkan daerah
Produksi padi di Kabupaten (geographical series)
“Makmur” (ribu ton)
Produksi padi di
Tahun Produksi Padi Propinsi “Raharjo” Tahun 2009
2000 10 (ribu ton)
2001 11 Kapupaten Produksi Padi
2002 13 Makmur 26
2003 15 Subur 30
2004 16 Ayem 25
2005 17 Tentrem 20
2006 19
2007 22
2008 25
2009 26
Contoh Penyusunan Data Secara Sitematis

1. Berdasarkan Frekuensi (frequency)


a. Secara Individual b. Secara Kelompok
Komposisi Jumlah Anak Distribusi Jumlah Anak
dalam Keluarga Mahasiswa dalam Keluarga Mahasiswa
1 2 3 3 4 Jumlah anak Jumlah
1 2 3 3 5 per keluarga keluarga
1 2 3 4 5 1-2 12
3–4 9
1 2 3 4 5
5-6 4
1 2 3 4 5
Jenis Distribusi Frekuensi

1. Distribusi frekuensi menurut bilangan, yaitu distribusi


frekuensi yang pembagian kelas-kelasnya dinyatakan dalam
angka-angka atau secara kuantitatif

2. Distribusi frekuensi menurut kategori, yaitu distribusi


frekuensi yang pembagian kelas-kelasnya berdasarkan
macam-macam data, atau golongan data
Contoh Distribusi Frekuensi

1. Distribusi frekuensi menurut bilangan dan bersifat tunggal

Umur Pegawai PT Garuda


Umur Pegawai Garuda Frekuensi
20 – 29,9 5
30 – 39,9 10
40 – 49,9 15
50 – 59,9 13
60 – 69,9 7
jumlah 50
Contoh Distribusi Frekuensi

2. Distribusi frekuensi menurut bilangan dan bersifat ganda

Berat dan Tinggi badan karyawan PT Garuda


Berat Badan
50 -59,9 60 – 69,9 70 -79,9 80 -89,9
Tinggi Badan
150 – 159,9 2 4 2 -
160 – 169,9 1 6 7 -
170 – 179,9 - 6 6 5
180 – 189,9 - 4 2 1
jumlah 3 20 17 10
Contoh Distribusi Frekuensi

4. Distribusi frekuensi menurut kategori dan bersifat tunggal

Mata Pencaharian Penduduk Kota Damai


Mata Pencaharian Penduduk Frekuensi
Petani 500
Pedagang 400
Pegawai Negeri Sipil 100
Pegawai Swasta 200
Pengusaha 50
Lain-lain 50
jumlah 1.300
Contoh Distribusi Frekuensi

4. Distribusi frekuensi menurut kategori dan bersifat ganda

Mata Pencaharian dan Jenis Kelamin


penduduk Kota Damai
Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
Mata Pencaharian
Petani 250 250
Pedagang 150 250
Pegawai Negeri Sipil 75 25
Pegawai Swasta 75 125
Pengusaha 30 20
Lain-lain 25 25
jumlah 605 695
Langkah-langkah Penyusunan Distribusi Frekuensi

1. Menentukan jumlah kelas


Gunakan rumus Sturges dengan rumus:
K= 1 + 3,3 Log N
2. Menghitung range (rentang data)
Range adalah perbedaan antara data terkecil dengan data
terbesar
3. Tentukan interval kelas
Rumus:

4. Menentukan kelas
5. Menentukan frekuensi
Menentukan Frekuensi
Syarat Distribusi Frekuensi yang baik
Cara Menggambar Distribusi Frekuensi Menurut
Bilangan
Distibusi frekuensi Relatif
Frekuensi setiap kelas dibandingkan dengan frekuensi total
Tujuan : Untuk memudahkan membaca data secara tepat dan
tidak kehilangan makna dari kandungan data

Keuntungan Frekuensi Frekuensi


Relatif
30 - 39,9 4 8%
40 – 49,9 7 14 %
50 – 59,9 8 16 %
60 – 69,9 12 24 % Frekuensi relatif
70 – 79,9 9 18 % =(4/50) x 100%
80 – 89,9 6 12 % =8%
90 – 99,9 4 8%
Jumlah 50 100 %
Distibusi frekuensi Kumulatif

Menunjukkan seberapa besar jumlah frekuensi


pada tingkat tertentu
Diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi pada
kelas tertentu dengan kelas berikutnya
Terdiri dari:
1.Distribusi frekuensi kumulatif “kurang dari”
2.Distribusi frekuensi kumulatif “atau lebih”
Distibusi frekuensi Kumulatif “kurang dari”

Keuntungan Frekuensi Frekuensi


Relatif Frekuensi kumulatif kurang
Kurang dari 30 0 0% dari
=(0/50) x 100% = 0 %
Kurang dari 40 4 8%
Kurang dari 50 11 22 % Frekuensi kumulatif
Kurang dari 60 19 38 % kurang dari
Kurang dari 70 31 62 % =(4/50) x 100% = 4 %
Kurang dari 80 40 80 %
Kurang dari 90 46 92 % Frekuensi kumulatif
kurang dari
Kurang dari 100 50 100 %
=(11/50) x 100% = 22 %,
dst
Distibusi frekuensi Kumulatif “atau lebih”

Keuntungan Frekuensi Frekuensi


Relatif
30 atau lebih 50 100 % Frekuensi kumulatif
lebih dari
40 atau lebih 46 92 %
=(50/50) x 100% = 100 %
50 atau lebih 39 78 %
60 atau lebih 31 62 % Frekuensi kumulatif
70 atau lebih 19 38 % lebih dari
80 atau lebih 10 20 % =(46/50) x 100% = 92 %, dst
90 atau lebih 4 8%
100 atau lebih 0 0%