Anda di halaman 1dari 34

Sentral Tendensi (distribusi

frekwensi), Populasi & Sampel


YUKI DWI DARMA SE, MM
Pengukuran Tendensi Pusat
•  The Arithmetic Mean, sering disebut rata-rata merepukan ukuran
tendensi pusat dengan lambang , yang menghitung penjumlahan
keseluruhan data observasi dibagi banyak data dimasukkan dalam
penelitian.
atau
• Dimana
• = nilai rata-rata dari sampel
• = jumlah/banyak sampel yang dimasukkan dalam penelitian
• = pengamatan ke-n dari variabe acak X
Pengukuran Tendensi Pusat
•  The Geometric Mean, rata2 diperoleh dg mengkalikan semua data
dalam 1 kelompok dalam suatu kelompok sampel selanjutnya
dipangkatkan dg jml banyak sampel.

Atau
Pengukuran Tendensi Pusat
•  Rata2 ukur untuk data berkelompok

Contoh Soal :
Hitunglah rata-rata Aritmatik dari angka-angka berikut ini :
5, 7, 8, 4, 6, 2, 8, 7, 9, 11, 13, 19, 12, 14
Hitung rata-rata Geometrik dari data-data berikut ini :
5, 6, 8 ,9 ,12 ,16, 7, 4, 10, 3
Menggunakan ke dua metode
Soal Perhitungan Rata2 Geometrik Data
Berkelompok
Diketahui data-data nilai mahasiswa adalah sebagai berikut
Nilai 10 sampai 20 = 4 Orang
Nilai 21 sampai 30 = 5 Orang
Nilai 31 sampai 40 = 7 Orang
Nilai 41 sampai 50 = 11 Orang
Nilai 51 sampai 60 = 8 Orang
Nilai 61 sampai 70 = 6 Orang
Nilai 71 Sampai 80 = 3 Orang
Nilai 81 Sampai 90 = 6 Orang
Nilai 91 sampai 100 = 10 Orang
Total Mahasiswa = 60 Orang
Data Berkelompok
Kelas Interval Frekwensi
10 s/d 20 4
21 s/d 30 5
31 s/d 20 7
41 s/d 20 11
51 s/d 20 8
61 s/d 20 6
71 s/d 20 3
81 s/d 20 6
91 s/d 20 10
Xi Fi Log (Xi) Fi Log (Xi)
15 4 1,17609 4,70436
25 5 1,39794 6,9897
35 7 1,54407 10,80849
45 11 1,65321 18,18531
55 8 1,74036 13,92288
65 6 1,81291 10,87746
75 3 1,87506 5,62518
85 6 1,92942 11,57652
95 10 1,97772 19,7772
Ʃ 60 Ʃ 102,4671
Hasil Akhir
•  Dari tabel diperoleh
= 102,4671
= 60
Sehingga
= 102,4671/60
= 1,707785
X Geo = 10^1,707785 = 51,025
Median
• Ukuran pemusatan data yang merupakan nilai tengah dari serangkaian data yang
telah diurutkan dari nilai terendah ke nilai terbesar atau sebaliknya, nilai
pengamatan yang tepat di tengah-tengah bila jumlah datanya ganjil, atau
rata-rata kedua pengamatan yang di
Untuk data ganjil
• Untuk data 8, 7, 9. Pertama data diurutkan menjadi 7, 8, 9. Sehingga dengan
mudah diketahui median adalah 8.
Untuk data genap
• Untuk data 2, 8, 3, 4, 1, 8. Pertama data diurutkan menjadi 1, 2, 3, 4, 8, 8. Karena
jumlah data pengamatan genap, yaitu 6, maka median terletak pada rata-rata dua
nilai pengamatan yang di tengah yaitu data ketiga dan data keempat, maka
mediannya adalah (3+4)/2 = 3,5 tengah bila banyaknya pengamatan genap
Mode/Modus (Appear Most Frequently)
• Mode (Modus) adalah data yang paling sering muncul/terjadi. Untuk
memudahkan menentukan modus, pertama susun data dalam urutan
meningkat atau sebaliknya, kemudian hitung frekuensinya.
• 2, 3, 7, 5, 6, 9, 7, 8, 7, 4, 6, 1
• 3, 7, 7, 6, 4, 5, 7, 9, 6, 8, 6, 2
• 2, 4, 6, 6, 6, 7, 8, 8, 8, 9
• 2, 4, 5, 5, 6, 7, 7, 8, 8, 9
• 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
Modus dalam distribusi frekwensi
•Rumus
  =
• Dimana
Mo = mode/modus
b = batas bawah kelas modal
p = panjang kelas modal
bmo = frekuensi dari kelas yang memuat modus (yang nilainya paling besar)
b1= bmo – bmo-1 = frekuensi kelas modal – frekuensi kelas sebelumnya
b2 = bmo – bmo+1 = frekuensi kelas modal – frekuensi kelas sesudahnya
Contoh Soal (Berapakah Modus?)
Kelas Interval Frekuensi Kelas Interval Frekuensi
51 - 55 5 16 - 20 18
56 - 60 6 21 - 25 28
61 - 65 14 26 - 30 20
66 - 70 27 31 - 35 15
71 -75 21 36 - 40 10
76 - 80 5 41 - 45 9
81 -85 3 46 - 50 4
Quartil
• Kuartil adalah nilai-nilai yang membagi data yang telah diurutkan
kedalam 4 bagian yang sama besar. Kuartil dinotasikan dengan notasi
Q. Kuartil terdiri dari 3, yaitu kuartil pertama (Q1), kuartil kedua (Q2),
dan kuartil ketiga (Q3).
• Untuk menentukan kuartil pada data tunggal, kita harus
mempertimbangkan banyaknya data (n) terlebih dahulu.
Penghitungan kuartil tergantung dari kondisi banyaknya data tersebut.
• Sebagai ilustrasi, misalkan terdapat seperangkat data yaitu
x1,x2,⋯,xn.
Kuartil untuk banyaknya data (n) Kuartil untuk banyaknya data (n)
ganjil dan n+1 habis dibagi 4 ganjil dan n+1 tidak habis dibagi 4

Jumlah data adalah 223. Berapakah Jumlah data adalah 197. Berapakah
Kuartilnya? (Q1, Q2, Q3) Kuartilnya? (Q1, Q2, Q3)
Jawab Q1 = (X56+X50)/2, Q2 = X99, Q3 =
Jawab Q1 = X56, Q2 = X112, Q3 = X168 (X148+X149)/2
Decil
(Data Tunggal)
• Desil adalah cara membagi n data terurut menjadi 10 bagian data
yang masing-masing bagian mempunyai jumlah data yang sama.
Setiap n data terurut dibagi menjadi 10 bagian, sehingga terdapat 9
nilai desil.
Keterangan:
i = bilangan bulat kurang
dari 10 (1, 2, 3, …, 9)
Contoh Soal : n = banyak data
Decil (Data Berkelompok)

• Keterangan:
i = bilangan bulat kurang dari 10 (1, 2, 3, … ,9)
Tb = tepi bawah kelas desil
n = jumlah seluruh frekuensi
fk = jumlah frekuensi sebelum kelas desil
fi = frekuensi kelas desil
p = panjang kelas interval
Persentil
• Persentil diambil dari kata persen, per seratus. Sehingga, persentil
merupakan pembagian n data terurut menjadi 100 bagian sama
banyak. Dari 100 bagian yang dibagi sama banyak tersebut, dibatasi
oleh 99 nilai persentil.
Keterangan:
i = bilangan bulat kurang dari 100
(1, 2, 3, …, 99)
n = banyak data
Pembahasan selanjutnya adalah
rumus kuartil, desil, dan persentil
pada data kelompok.
Persentil (data Kelompok)
Keterangan:
i = bilangan bulat kurang dari 100 (1, 2, 3, … ,99)
Tb = tepi bawah kelas persentil
n = jumlah seluruh frekuensi
fk = jumlah frekuensi sebelum kelas persentil
fi = frekuensi kelas persentil
P = panjang kelas interval
Mid-range
• Range = Range adalah perbedaan antara data terbesar dengan data
terkecil yang terdapat pada sekelompok data. Range adalah salah satu
ukuran statistik yang menunjukan jarak penyebaran data antara nilai
terendah (Xmin) dengan nilai tertinggi (Xmax).
• Mid-range = (Nilai terkecil + nilai terbesar) /2
Standar Deviasi
•  Standar deviasi
• Standar Deviasi dan Varians Salah satu teknik statistik yg digunakan
untuk menjelaskan homogenitas kelompok. Varians merupakan
jumlah kuadrat semua deviasi nilai-nilai individual thd rata-rata
kelompok. Sedangkan akar dari varians disebut dengan standar
deviasi atau simpangan baku.

Untuk data berkelompok.


Soal
• Hitunglah rata-rata Aritmatika jika return saham-saham perusahaan
syariah adalah sebagai berikut :
32,3 30,1 28,5 37,1
29,5 32,1 30,5 28,6
29,9 35,2 38
32,4 10 33
30,5 20,6 29,4
Populasi, Elemen dan Sampel
• Definisi = merupakan keseluruhan data berupa angka dari orang, kejadian, peristiwa atau
even dalam suatu batasan tertentu. Misal populasi pengguna smart phone di STAI PB yang
berbasis Android.
• Dalam penelitian sosial, populasi = kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian
yang memiliki karakteristik dg kelompok subjek lain. Semakin sedikit karakteristik populasi yang
diidentifikasi disebut populasi homogn, sebaliknya.
• Elemen = anggota terkecil dari sebuah populasi yang memiliki karakteristik menyerupai
populasi, misal Andi merupakan mahasiswa STAI PB yang memiliki HP Samsung S9
• Sampel = bagian dari populasi yang terwakili dan yang akan diteliti / sebagian jml dr
karakteristik dimiliki oleh populasi yang terwakilkan.
• Kriteria inklusi = kriteria sampel dengan subjek penelitian dapat mewakili sampel penelitian yang mjd
syarat sbg sampel
• Kriteria ekslusi = kriteria sampel dg subjek penelitian tidak dpt mewakili sampel krn tidak memenuhi
syarat sbg sampel seperti responden menolak jadi responden, hambatan budaya atau peristiwa lain
Kriteria yang hrs terpenuhi spy sampel bagus
• Kriteria Akurasi = merujuk pada sampel yang akurat & tidak bias,
dimana hrs didasari pada proksi yang tepat, memiliki arahan yang
jelas dan pemakaian objek yang jelas. Mis : meneliti jenjang karir pd
usaha UMKM adl tindakan yang salah.
• Kriteria Presisi = sebuah sampel harus memiliki akurasi tinggi dan
ketepatan yang bagus, dengan kesalahan pengambilan sampel yang
rendah (Sampling error). Sampling error = seberapa jauh sampel
berbeda dari yang dijelaskan oleh populasinya, dimana tingkat akurasi
diukur dg standard Error Estimation (SEE) sekamin kecil semakin baik,
sampel yang besar akan menyebabkan SEE kecil.
Metode Sampling
Quantitative Sampling Strategy

Probabilitic Sampling Non-Probabilitic Sampling

1. Judgment
1. Simple Random Sampling
Sampling/Purposive
2. Systematic Sampling
Sampling
3. Stratified Sampling
2. Quota Sampling
4. Multi-stage Cluster Sampling
3. Convinience Sampling
5. Random Route Sampling
4. Snowball Sampling
5. Sensus
Probabilitic Sampling / Model Probabilitas
Merupakan metode pemilihan sampel dimana setiap anggota populasi memiliki
peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel, karakteristik sampel probabilitas
cocok u/ ukuran sampel yang kecil dg sample frame “Complete and up-date”
terdiri dari :
• Simple Random Sampling = sebuah tehnik pengambilan sampel yang dilakukan
secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada (hanya dilakukan jika populasi
homogen). Cth : sobekan kertas dg ukuran sama dimasukan dalam kaleng,
selanjutnya dimabil beberapa dijadikan sampel (cara undian).
• Systematic Sampling = tehnik pengambilan sampel yang dipilih secara acak yang
melalui sebuah daftar tabel, misalkan populasi 500 orang sedang sampel 100
orang, selanjutnya tentukan fraksi sampling dg membagi sampel dg populasi
didapat 1/5 yaitu 1 dr 5 orang dalam populasi.
Lanjutan
• Random Route Sampling = tehnik pengambilan sampel yang biasa
digunakan dalam survei pasar khususnya sampling RT, toko dan
sejenisnya. Alamat dipilih scr random dr Sampling frame sbg titik
mulai, arah selanjutnya menggunakan urut berikutnya.
• Stratified Sampling = populasi yang heterogen dipecah menjadi
populasi yang homogen dan diambil sampelnya. Misal dalam 100
orang populasi mahasiswa STAI beranggotakan 5 mahasiswa, terdapat
60 orang mahasiswa & 40 orang mahasiswi shg jml sampel pria =
(5/100) x 60 = 3 orang, sampel mahasiswi = (5/100) x 40 = 2 orang.
Selanjutnya gunakan frame
Lanjutan
• Multistage Cluster Sampling = metode pengambilan sampel dengan
cara mengambil beberapa sampel pada daerah yang berbeda dg
cakupan wilayah yang luas shg populasi tidak homogen. Cth : peneliti
ingin mengambil sampel dr populasi dosen yang ada di Indonesia
yang terdiri dr 32 provinsi, kemudian menentukan beberapa provinsi
sbg cluster 1, 2 dsb, selanjunta dr provinsi terpilih dipilih
Kabupaten/Kota sbg sub cluster I, kemudian dipilih Perguruan tinggi
sbg sub cluster 2
Non-Probability Sample
Pengambilan sampel dimana tiap anggota populasi memiliki peluang untuk
terpilih sbg sampel tidak diketahui, tidak memiliki sampling frame.
Keunggulan : murah, digunakan jika tidak ada sampling frame, populasi
menyebar luas shg cluster sampling jd tidak efisien, terdiri dr :
• Purposive Sampling = pengambilan sampel berdsrkan pertimbangan yang
sesuai maksud penelitian, artinya sebelum sampel diambil ditentukan dulu
batasan2 sampel seperti apa yang mesti di ambil.
• Judgment Sampling = sampel dipilih menggunakan pertimbangan ttt disesuaikan dg
tujuan penelitian/ masalah penelitian yang dikembangkan.
• Quota Sampling = pemilihan sampel berdasarkan kuota yaitu jml tertinggi dr stp
kategori dalam populasi sasaran yang dpt dilakukan berdsrkn jenis industri, skala
usaha. Sering digunakan pd riset pasar menggunakan kuota yang disusun mewakili
populasi. Langkah2 : memutuskan karakteristik yang dpt mewakili, misal umur. Cari
distribusi dr variabel ini dalam populasi & atas dasar tsb tentukan kuotanya. Cth = jika
15% populasi adl orang umur 20-30th
Lanjutan (Non-Probability Sampling)
• Convenience Sampling = sama dg accidental sampling dimana sampel diambil secara pada
siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti. Misal peneliti tidak sengaja
bertemu orang yang ingin menuju ke toko, restoran atau bioskop kemudian
menghentikannya u/ diwawancara tetapi jenis ini tidak ada randomness & kemungkinan
bias tinggi shg sulit menarik kesimpulan yang berarti dr hasil diperoleh
• Snowball Sampling = tehnik ini, mula2 menghubungi seorg atau beberp responden
potensial & menanyakan pada mereka apakah mereka mengenal seseorg yang memiliki
karakteristik yang sama yang dicari dalam penelitian, misal kita ingin mewawancara
perawat sakit yang berkaitan dg perawatan VIP kemudian dr informasi perawat tsb
diperoleh perawat lanjutan yang akan di jadikan sampel.
• Sensus = dikatakan sbg metode sensus jika semua populasi digunakan sbg data penelitian,
dikarenakan jumlah populasi tidak begitu besar shg akan ,emghemat waktu dan tenaga
Variabel Penelitian

Variabel = atribut dr suatu objek yang memiliki variasi antar satu orang dg orang lainnya
atau satu objek dg lainnya. Atau apapun yang dpt membedakan nilai atau membawa
variasi pd nilai dimana dpt berbeda pd berbg wkt u/ objek atau orang yang sama atau
waktu yang sama pd objek/orang yang berbeda.
Empat jenis variabel utama :
1. Variabel Terikat = variabel utama yang menjadi perhatian utama peneliti yang sesuai
dg investigasi, dg menggunakan analisa variabel terikat (mencari variabel yang
mempengaruhinya) dg harapan dpt menemukan jawaban atau solusi masalah
penelitian.
1. Manakah yang variabel terikat, tindakan terlalu percaya diri investor akan menyebabkan
investor underreact thd informasi baru. Seorg manajer pemasaran percaya jika membatasi
ketersediaan produk menyebabkan kebutuhan akan produk meningkat (product desirability)
2. Variabel bebas = variabel yang mempengaruhi variabel terikat (baik hubungan + atau
-) yang dikenal dg stimulus, predictor, antecendent atau eksogen.
1. Contoh seperti kesuksesan produk baru akan menyebabkan peningkatan harga saham
perusahaan
2. Penelitian lintas budaya menemukan bahwa nilai manajerial menentukan jarak kekuasaan
antara atasan & bawahan
Soal
• Lebih banyak informasi pasar akan meningkatkan
akurasi ramalan investor terkait harga saham
yang akan datang
• Manajer pemasaran percaya bahwa memiliki
pembicaraan dan model yang menarik secara
fisik akan mendukung (endorse) produk mereka
akan meningkatkan persuasi pasar
Pengaruh Variabel Bebas terhadap Variabel
Terikat (fungsi Logika Searah)
• Penelitian menunjukkan bahwa Ketekunan Mahasiswa dalam
mengikuti proses perkuliahan akan menyebabkan Prestasi Mahasiswa
Meningkat
KETEKUNAN PRESTASI
MAHASISWA MENINGKAT

• Penelitian terhadap Disiplin Kerja Dosen STAI yang Tinggi memiliki


pengaruh terhadap Produktifitas Dosen Dalam Menjalankan Tri
Darma Perguruan Tinggi
DISIPLIN KERJA DOSEN STAI YANG PRODUKTIFITAS DOSEN DALAM MENJALANKAN
TINGGI TRI DARMA PT
Variabel Moderasi
Variabel yang memiliki ketergantungan (Contigent Effect) yang kuat pd
hubungan variabel terikat dan variabel bebas, maksudnya kehadiran
variabel moderasi akan mengubah hubungan awal variabel bebas & terikat.
• Kasus I: terdapat hubungan ketersediaan pelatihan kerja terhadap kualitas
produk yang bebas cacat, kemudian di moderasi oleh keseriusan peserta
didik mengikuti pelatihan.
• Kasus II: ketersediaan buku pedoman referensi yang dpt diakses karyawan
prsh manufaktur akan menghasilkan produk bebas cacat, karena
karyawan mengikuti pedoman buku, kemudian di moderasi minat &
kecendrungan karyawan dalam membaca buku pedoman