Anda di halaman 1dari 14

Ferdy Rahmatullah

2010516210017
Alat

01 Mata 04 Mikroskop

02 Kacamata 05 Teleskop/Terepong

03 Kamera 06 Kaca Pembesar


Mata
Mata
Mata merupakan indra penglihatan dan merupakan organ tubuh
kita yang dapat menangkap perubahan dan perbedaan cahaya.
Perbedaan spektrum cahaya yang mampu ditangkap mata kita
itulah yang menyebabkan kita dapat melihat warna. Tanpa
cahaya, mata kita susah untuk melihat, kecuali pada mata
binatang-binatang nokturnal yang memiliki struktur yang
berbeda.

Mata berfungsi dengan cara menerima, memfokuskan, dan


mentransmisikan cahaya melalui lensa mata yang menghasilkan
bayangan objek yang kemudian ditangkap oleh retina mata.
Bayangan objek yang ditangkap retina tersebut kemudian
dikirmkan ke otak melalui saraf optik untuk kemudian diolah
menjadi gambar yang mampu kita lihat secara nyata.
Kacamata merupakan alat optik yang digunakan untuk
membantu melihat pada orang yang memiliki cacat mata, baik
itu rabun jauh, rabun dekat, ataupun mata silindris. Kacamata
terdiri dari lensa cembung atau cekung (tergantung jenis cacat
matanya), frame atau kerangka yang menyangga lensa.
Kacamata berfungsi dengan cara mengatur
bayangan agar jatuh tepat di retina, dengan
cara menjauhkan titik jatuh bayangan pada
penderita rabun jauh dan mendekatkan
titik jatuh bayangan pada penderita rabun
dekat.
Jauh dekatnya bayangan terhadap lensa (kacamata) yang digunakan tergantung pada letak objek, jarak fokus lensa, dan
kekuatan atau daya lensa.
Kekuatan atau daya lensa dirumuskan dengan:
P =1/f
di mana:
P = kekuatan atau daya lensa (dioptri)
f = jarak fokus lensa (m)
Untuk mencari jarak fokus lensa, kita bisa mendapatkannya dengan menggunakan rumus:
1/f = 1/s + 1/s'
dimana
s = jarak benda ke lensa (m)
s’ = jarak bayangan ke lensa (m)
Oleh karena itulah saat kita memeriksa matanya ke dokter mata, maka kita disuruh membaca rangkaian huruf-huruf di
depan kita dengan jarak yang sudah ditentukan sehingga dokter dapat menentukan jarak fokus lensa untuk mengetahui
besarnya daya lensa yang dibutuhkan.
Kamera

Kamera merupakan alat untuk menghasilkan foto. Cara kerja kamera hampir sama
dengan cara kerja mata, yakni cahaya masuk difokuskan oleh lensa dan kemudian
ditangkap oleh retina yang merupakan sensor pada kamera.
Rumus untuk mencari titik fokus pada lensa kamera sama seperti yang kita gunakan
pada lensa (kacamata) diatas.
Pada gambar di bawah ini merupakan cara kerja kamera modern yang kita pakai.
Terdapat sistem lensa yang terdiri lebih dari satu lensa dan sensor yang dipakai
adalah sensor digital.
Mikroskop
Mikroskop merupakan alat optik yang digunakan
untuk melihat objek-objek yang sangat kecil yang tidak
dapat dilihat dengan mata. Cara kerja mikroskop adalah
dengan memperbesar bayangan sehingga tampak lebih
besar dan jelas.
Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yakni
lensa okuler dan lensa objektif. Perbesaran pada
mikroskop sama dengan perkalian antara pembesaran
pada lensa okuler dengan pembesaran pada lensa
objektif.
Perbesaran total mikroskop dapat dirumuskan dengan:

di mana:
Mob = perbesaran lensa objektif
Mok = perbesaran lensa okuler
Untuk perbesaran lensa objektif, dapat dihitung dengan rumus:

Untuk perbesaran lensa okuler dengan pengamatan tanpa akomodasi, kita bisa
menghitungnya dengan rumus:

Sedangkan, untuk perbesaran lensa okuler dengan mata berakomodasi maksimum:

Dengan menjumlahkan jarak bayangan dari lensa objektif ke lensa objektif dan lensa
objektif ke lensa okuler, kita dapat mengetahui panjang mikroskop yang dituliskan
dengan:
Teropong/Teleskop

Teropong merupakan alat optik yang digunakan untuk mengamati


benda-benda yang jaraknya jauh dari pengamat sehingga tampak lebih
dekat dan lebih jelas. Galileo L. Galilei merupakan penemu teleskop,
atau yang saat ini kita kenal sebagai teropong.

Teropong terdiri dari dua macam: teropong bintang untuk melihat


benda-benda angkasa, dan teropong bumi untuk mengamati benda-benda
di bumi yang jaraknya jauh dari pengamat. Komponen alat optik pada
teropong secara umum dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Teropong bintang saat ini sudah jauh berbeda dengan yang
terdahulu. Teropong bintang saat ini menggunakan cermin
pantulan untuk memperjelas objek.

Untuk perbesaran teropong pada saat mata


tidak berakomodasi dapat dihitung dengan
rumus:

Sedangkan, untuk perbesaran teropong dengan


mata berakomodasi maksimum:
Kaca Pembesar
Kaca pembesar merupakan alat optik yang sangat
sederhana, terdiri dari satu lensa cembung yang
berfungsi untuk mengamati benda kecil agar terlihat
lebih besar dan jelas.
Rumus untuk mencari pembesaran pada kaca
pembesar baik untuk mata tanpa akomodasi maupun
untuk mata berakomodasi maksimum sama dengan
rumus pada lensa okuler mikroskop.
THANKS!

CREDITS: This presentation template was created by


Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics &
images by Freepik

Please keep this slide for attribution