Anda di halaman 1dari 11

WABAH DAN Faaizani Putri (180105030)

KEJADIAN LUAR Gunawan Laturama (180105036)

BIASA (KLB) Imroatun Nafingah (180105041)


INFEKSI VIRUS
EBOLA Pariyem (180105078)

Rizky Natasya Aurellia (180105090)


Gambaran Umum KLB CARI

 Kejadian Luar Biasa adalah timbulnya atau meningkatnyakejadian kesakitan dan/atau


kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerahdalam kurun waktu tertentu
dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah (Permenkes, 2010).
 Informasi tentang potensi KLB biasanya datang dari sumber-sumber masyarakat, yaitu
UHB
laporan pasien (kasus indeks), keluarga pasien, kader kesehatan, atau warga masyarakat.
bagian 1 Tetapi informasi tentang potensi KLB bisa juga berasal dari petugas kesehatan, hasil analisis
bagian 2 atau surveilans, laporan kematian, laporan hasil pemeriksaan laboratorium atau media lokal.
bagian 3
bagian 4
 Suatu kejadian luar biasa ditentukan dengan cara membandingkan jumlah kasus sekarang
bagian 5 dengan rata-rata jumlah kasus dan variasinya di masa lalu (minggu, bulan, kuartal, tahun).
bagian 6 Besar deviasi yang berada dalam “ekspektasi normal” bersifat arbitrer, tergantung dari
bagian 7
bagian 8 tingkat keseriusan dampak yang diakibatkan bagi kesehatan masyarakat di masa yang lalu.
bagian 9 Sebagai persiapan kuantitatif, pembuat kebijakan dapat menggunakan mean +3SD sebagai
penutup
batas untuk menentukan keadaan KLB. Batas mean +/-3SD lazim digunakan dalam
biostatistik untuk menentukan observasi KLB (Permenkes, 2010)
Gambaran Umum Infeksi Virus Ebola CARI

 Penyakit virus Ebola (PVE) adalah salah satu dari penyakit yang gejala klinisnya demam dengan
perdarahan yang banyak mengakibatkan kematian pada manusia dan primata (seperti monyet, gorila,
dan simpanse) dengan Case Fatality Rate (CFR) mencapai 90%.
 Gejalanya berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, lemah, diare, muntah, sakit perut, kurang
UHB nafsu makan, dan perdarahan yang tidak biasa. Gejala paling banyak muncul sekitar 8-10 hari setelah
terpapar virus Ebola. Virus ini menular melalui darah dan cairan tubuh lainnya (termasuk feses, saliva,
bagian 1
bagian 2 urine, bekas muntahan dan sperma) dari hewan atau manusia yang terinfeksi virus Ebola (Kemenkes,
bagian 3 2017).
bagian 4  Periode antara kontak langsung dengan virus ebola dan perkembangannya yaitu dari 2 sampai dengan
bagian 5
21 hari, tetapi biasanya 4 sampai 9 hari sudah dapat terlihat infeksi dari virus ini.
bagian 6
bagian 7  Berikut ini contoh-contoh kontak langsung yang dapat menjadi awal penyebaran virus ebola dari
bagian 8 manusia ke manusia yang lain (WHO, 2014) :
bagian 9 a. Menyentuh cairan tubuh pasien (seperti darah, air liur, urin, tinja dan lain-lain)
penutup
b. Menyentuh tubuh pasien secara langsung (baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal)
c. Menyentuh atau membersihkan pakaian pasien
d. Tidur atau makan di rumah yang sama dengan pasien
e. Memberi makan pasien
Epidemiologi Infeksi Virus Ebola CARI

 Negara-negara di benua Afrika yang terkena wabah Ebola mempunyai sistem kesehatan
yang sangat lemah, kekurangan sumber daya manusia, dan infrastruktur yang tidak
UHB memadai.
 Inang atau reservoir virus Ebola belum dapat dipastikan, namun telah diketahui bahwa
bagian 1
bagian 2 kelelawar buah adalah salah satu inang alami virus Ebola. Virus Ebola juga telah dideteksi
bagian 3 pada daging simpanse, gorila, dan kijang liar.
bagian 4
bagian 5
 Manusia dapat terinfeksi karena kontak dengan darah dan/ atau sekret orang yang
bagian 6 terinfeksi. Selain itu, manusia juga bisa terinfeksi karena kontak dengan benda yang
bagian 7
bagian 8
terkontaminasi oleh orang terinfeksi. Penularan nosokomial juga dapat terjadi bila tenaga
bagian 9 medis tidak memakai alat pelindung diri yang memadai (National Center for Emerging and
penutup Zoonotic Infectious Disease, 2014).
Etiologi Infeksi Virus Ebola CARI

 Penyakit virus Ebola (EVD) adalah penyakit akibat infeksi virus mematikan Zaire ebolavirus
UHB yang termasuk dalam filovirus.
 Filovirus (famili Filoviridae) adalah virus RNA yang terbungkus, linier, tidak tersegmentasi,
bagian 1
bagian 2
negatif, dan beruntai tunggal.
bagian 3  Dua genera filovirus yaitu: Ebolavirus dan Marburgvirus telah diidentifikasi sebagai
bagian 4 penyebab penyakit mematikan pada manusia.
bagian 5
bagian 6  Dalam genus Ebolavirus, terdapat lima virus: EBOV(Zaire ebolavirus) , Sudan virus(Sudan
bagian 7 ebolavirus), Reston virus(Reston ebolavirus) , Taï Forest virus(Taï Forest ebolavirus), dan
bagian 8
bagian 9 Bundibugyo virus (Bundibugyo ebolavirus). Sebaliknya, genus Marburgvirus mengandung
penutup spesies virus tunggal (Marburg Marburgvirus) (Martínez et al.,2015).
Patogenesis Infeksi Virus Ebola CARI

Hasil akhir infeksi virus Ebola berat ialah syok yang


disebabkan oleh beberapa proses yang saling memengaruhi:
replikasi virus sistemik, supresi sistem imun, peningkatan
permeabilitas vaskular, dan koagulopati. Infeksi primer dari
UHB
sel target seperti monosit/makrofag dan sel dendritik
bagian 1
menghasilkan penyebaran sistemik dari virus dan aktivasi
bagian 2 diferensiasi sel. Monosit/makrofag diaktifkan untuk
bagian 3 memroduksi sitokin proinflamasi dan tissue factors,
bagian 4 sedangkan sel dendritik teraktivasi yang rusak memperburuk
bagian 5
bagian 6 respon imun protektif. Meskipun virus tidak menginfeksi
bagian 7 limfosit dan sel natural killer (NK), apoptosis terjadi pada
bagian 8 semua tipe sel. Sel endotel kemudian diaktivasi oleh sitokin
bagian 9
penutup
proinflamasi dan partikel virus yang menyebabkan
peningkatan permeabilitas. Pelepasan tissue factors dalam
monosit/makrofag merangsang koagulopati, yang juga
mengakibatkan peningkatan inflamasi (Bente D, et al, 2009).
Gejala dan Tanda Klinis Infeksi Virus Ebola CARI

Gejala klinis dapat dibagi dalam 4 fase, yaitu:


 Fase A: Influenza like syndrome. Terjadi gejala atau tanda nonspesifik seperti panas tinggi,
sakit kepala, artralgia, mialgia, nyeri tenggorokan, lemah badan, dan malaise.
UHB  Fase B: Bersifat akut (hari ke 1-6). Terjadi demam persisten yang tidak berespon terhadap
obat anti malaria atau antibiotik, sakit kepala, lemah badan yang terus menerus, dan diikuti
bagian 1
bagian 2
oleh diare, nyeri perut, anoreksia, dan muntah.
bagian 3  Fase C: Pseudo-remisi (hari ke 7-8). Selama periode ini penderita merasa sehat dengan
bagian 4 konsumsi makanan yang baik. Sebagian penderita dapat sembuh dalam periode ini dan
bagian 5
bagian 6 selamat dari penyakit.
bagian 7  Fase D: Terjadi agregasi (hari ke 9). Pada beberapa kasus terjadi penurunan kondisi
bagian 8
bagian 9 kesehatan yang drastis diikuti oleh gangguan respirasi; dapat terjadi gangguan hemostasis
penutup berupa perdarahan pada kulit (petekia) serta gangguan neuropsikiatrik seperti delirium,
koma, gangguan kardiovaskular, dan syok hipovolemik (Muyumbe, 2012).
Diagnosis Infeksi Virus Ebola CARI

Martínez et al (2015) menjelaskan bahwa terdapat dua yang palng terkenal dan efektif yakni:
ELISA dam RT-PCR. Sebelum tahun 2000, metode deteksi antigen [mis., Enzyme-linked
UHB immunosorbent assay (ELISA)] adalah standar emas untuk deteksi EBOV pada beberapa wabah.
Pada fase akut EVD, ELISA memiliki sensitivitas yang relatif tinggi (93%), tetapi tingkat antigen
bagian 1 EBOV menurun ketika penyakit berkembang, menjadikan sensitivitas yang lebih rendah untuk
bagian 2
bagian 3 deteksi antigen 1-2 minggu setelah onset gejala. Beberapa tes pendeteksian antigen lainnya saat
bagian 4 ini sedang dalam evaluasi dan dapat digunakan dalam waktu dekat untuk melengkapi pengujian
bagian 5
bagian 6 RT-PCR. Pengujian ELISA sebagian besar telah digantikan oleh RT-PCR, yang memungkinkan
bagian 7 deteksi lebih cepat dan sekarang dapat digunakan dalam platform pengujian seluler (portabel)
bagian 8
bagian 9
dalam pengaturan wabah. RT-PCR adalah tes amplifikasi asam nukleat yang cepat dan sangat
penutup sensitif untuk mendeteksi asam nukleat EBOV.
Pengobatan, Penanganan, dan Pencegahan Infeksi Virus Ebola CARI

Ebola VLP memainkan peran penting dalam penyaringan throughput tinggi senyawa anti-EBOV.
vaksin polivalen yang memiliki penentu imunogenik seperti GP dari masing-masing spesies akan
memberikan kekebalan yang lebih luas. Kandidat vaksin generasi pertama terbaik untuk EBOV
UHB adalah rVSV dan ChAd3, sebagaimana tercermin dalam aplikasi mereka dalam memberikan
perlindungan jangka panjang selama wabah sporadis. Berbagai kombinasi antigen dari berbagai
bagian 1
bagian 2
spesies EBOV dapat dieksplorasi untuk mencapai respon imun protektif yang lebih tinggi.
bagian 3 Menurut Rampengan(2014), Pencegahan terhadap infeksi virus Ebola mencakup beberapa hal:
bagian 4  Isolasi pasien infeksi Ebola dari pasien lainnya.
bagian 5
bagian 6  Mengurangi penyebaran penyakit dari kera dan babi yang terinfeksi ke manusia
bagian 7  Menggunakan sarung tangan dan perlengkapan pelindung diri yang lengkap, dalam hal ini
bagian 8
bagian 9 standard precautions (termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memeriksa pasien).
penutup  Persiapan pembakaran dengan benar jenazah individu yang meninggal karena virus Ebola
untuk mencegah penularan
Potensi Virus Ebola di Indonesia CARI

Dalam jurnal Nidom et al. (2012), dilaporkan penelitian dengan menggunakan sampel serum
yang dikumpulkan dari 353 orangutan Borneo sehat (Pongo pygmaeus) di Pulau Kalimantan,
UHB
Indonesia, selama periode Desember 2005 hingga Desember 2006 disaring untuk antibodi IgG
bagian 1 spesifik filovirus menggunakan uji imunosorben terkait-enzim yang sangat sensitif (ELISA). )
bagian 2 dengan antigen glikoprotein permukaan virus (GP) rekombinan yang berasal dari beberapa
bagian 3
bagian 4 spesies filovirus (5EBOV dan 1 spesies MARV). Penelitian menunjukkan bahwa 18,4% (65/353)
bagian 5 dan 1,7% (6/353) dari sampel seropositif untuk EBOV dan MARV, masing-masing, dengan sedikit
bagian 6
bagian 7
reaktivitas silang antara antigen EBOV dan MARV. Dalam sampel positif ini, antibodi IgG
bagian 8 terhadap protein internal virus juga terdeteksi oleh imunobloting. Spesifisitas virus Reston yang
bagian 9 telah diakui sebagai filovirus Asia, adalah yang tertinggi hanya 1,4% (5/353) dari sampel serum,
penutup
sebagian besar serum EBOV-positif menunjukkan spesifisitas untuk Zaire, Sudan, Cote d'Ivoire,
atau virus Bundibugyo, yang semuanya telah ditemukan sejauh ini hanya di Afrika.
Penutup CARI

UHB

bagian 1

THANKS
bagian 2
bagian 3
bagian 4
bagian 5
bagian 6

YOU
bagian 7
bagian 8
bagian 9
penutup